Thursday, 19 September 2019

KPP Pratama Alihkan Pengolahan PBB-P2 ke Pemkab Minut, Bupati Yakin Pajak Daerah akan Naik

Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2)AIRMADIDI,KlabatnewsOK.com-Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama mengadakan kegiatan pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, (20/01) bertempat di kantor bupati Kabupaten Minahasa utara.

1530345_10201029265843482_728135490_n“Pengalihan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Pengalihan tersebut mencakup kegiatan pendataan, penilaian, penetapan, pengadministrasian, pemungutan/penagihan dan pelayanan PBB-P2 yang semuanya akan diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Maka tahun 2014 ini, PBB menjadi pajak daerah dan sepenuhnya dikelola oleh Pemkab Minut. Tinggal teknis pengelolaannya karena selang waktu pengalihan asset ini berlangsung 1 sampai 31 januari 2014. Dan KPP Pratama sebagai pihak pendamping,” ungkap KPP Pratama Bitung, Denny F Makasanti.

Denny pun memberikan apresiasi kepada Kabupaten Minahasa Utara, karena dari evaluasi 2013 bagi 60 ribu wajib pajak, capaian targetnya 104 persen. “Maka artinya sudah melebihi target anggaran, dengan capaiannya Rp 5,2 miliar anggarannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Drs Sompie S.F Singal MBA selaku Bupati Kabupaten Minahasa Utara mengatakan bahwa dengan pengalihan pengolahanPBB-P2 akan menjadi tanggung jawab kita bersama, pengelolaan yang lebih baik, kinerja ditingkatkan menuju kesempurnaan. “PBB-P2 sangat berpengaruh terhadap pembangunan daerah dan menambah pendapatan daerah oleh karena itu diharapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Camat dan Lurah/hukumtua untuk membantu dalam pengelolaan PBB ini,” ungkap Sompie Singal.

Lanjut bupati, demi kelancaran pengelolaan dan pembangunan daerah, semoga transfer knowledge dan kerja sama secara terus menerus dari pihak KPP Pratama Bitung dan senantiasa mendampingi pemerintah daerah dalam menyukseskan pengalihan ini.

“Kami berharap semoga dengan pengalihan pengelolaan PBB-P2 ini ke Pemkab Minut dapat meningkatkan fiskal, pelayanan ke Wajib Pajak dapat maksimal dan tetap terpelihara. Dan semoga pemkab akan menginventarisir pajak yang ada di Minut. Pemerintah juga akan menganalisa kembali tentang pajak deaerah dan diyakini pajak daerah Minut akan naik,” jelas bupati. Akhir sambutannya Sompie Singal berharap dapat menjaring objek-objek pajak baru hingga penerimaan PBB dapat meningkat.(sem)

1510736_10201029268283543_2021632088_n

Share

Sompie Singal: Warga dan Pemkab Minut Bantu Warga Manado, Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam

bupati bantu manado

foto J Edwin Pelealu

Airmadidi,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ikut peduli dengan korban bencana alam di daerah lain, meskipun di daerah Minut sendiri telah terjadi banjir dan tanah longsor tetapi niat baik Pemkab Minut dan masyarakat untuk membantu korban bencana di Manado diwujudkan dengan mengumpulkan bantuan.

Senin 20 januari 2014 Pemkab Minut memberikan bantuan berupa makanan instan, peralatan MCK, kebutuhan bayi, 366 dos air mineral, mie instan 192 dos, makanan ringan 103 dos, susu 183 karton, mie cup 26 dos, biskuit 80 dos, roti 30 bungkus, minyak goreng 10 liter, minyak kayu putih 12 dos, gula pasir 13 kg, ikan kaleng 1 karton, kopi 2 pak, sabun mandi 4 dos , shampo 300 sachet, sabun cuci 60 sachet, sikat gigi 10 dos, pasta gigi 2dos, pampres bayi dan orangtua, teh celup dan minuman sereal 4 pak.

Bantuan tersebut diserahkan Sekda Drs Johannes Rumambi bersama Asisten 2 Bidang Pembangunan Wilhelmina Dimpudus dan Asisten 3 Drs Max Purukan. Bantuan diterima wakil walikota manado Harley Mangindaan di Posko Bencana Alam Kantor Wali Kota Manado.

Bantuan yang terkumpul merupakan hasil sumbangan dari pegawai-pegawai dan pejabat Pemkab Minut termasuk juga dari kecamatan-kecamatan yang dikumpulkan dari desa-desa yang tersebar di daerah Bumi Klabat ini. “Mulai Senin (20/01) pagi sudah disalurkan sebagian bantuan dan sore hari seluruh bantuan yang dikumpul disalurkan lagi ke Manado. Kami berharap bantuan yang Pemkab Minut berikan bisa membantu mereka dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Johannes Rumambi yang didampingi Asisten 2 Bidang Pembangunan Wilhelmina Dimpudus dan Asisten 3 Drs Max Purukan.

Sementara itu Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA menyatakan bahwa bantuan tersebut sekiranya dapat membantu dan meringankan beban warga yang kena bencana. “Pemkab dan masyarakat Minahasa Utara ikut prihatin dan terbeban serta siap membantu warga manado,” jelas Sompie.(sem/foto J Edwin Pelealu)

Share

Kerugian Manado Rp 1 Triliun, Total Sulut Rp 1,8 Triliun

rusak banjirManado– Detail kerugian akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Kota Manado dan Sulut pada umumnya, masih dihitung. Namun perkiraan saat ini kerugian material menyentuh Rp1,8 triliun. Jumlah kerugian ini telah dilaporkan secara resmi Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang ketika menjemput Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono di Manado, Sabtu (18/01).

Menurut Sarundajang, sedikitnya 80 ribu warga Sulut merasakan langsung akibat bencana ini. Sementara data terakhir Minggu (19/01) kemarin, sudah 19 warga yang tewas. Ratusan lainnya dirawat di rumah sakit serta rawat jalan, termasuk di posko pengungsian yang tersebar di Manado dan daerah sekitar.
Kota Manado mengalami kerusakan yang terparah. Hal ini diakui Kepala Dinas PU Kota Manado, Ir Ferry Siwi MSi, Minggu (19/01) kemarin.

Untuk Manado estimasi kerugian material Rp1 triliun. “Ini bencana yang sangat besar. Banyak sekali infrastruktur kita yang rusak. Mulai dari anak sungai, sanitasi, infrastruktur air bersih, perkantoran, sekolah dan juga jalan serta drainase dan jembatan. Kita perkirakan kerugian ini tak kurang dari Rp1 triliun atau bahkan lebih,” urai Siwi.
Khusus jembatan, Siwi mengatakan ada lima jembatan yang rusak di Kota Manado. Itu yakni jembatan berukuran besar di Dendengan Dalam (Dendal), kemudian jembatan berukuran sedang di Maesa Perkamil serta dua jembatan skala kecil di Tuminting Mahawu. “Jembatan terakhir yang ambruk di Boulevard, itu masuk skala jembatan besar,” papar Siwi.

Untuk sarana perkantoran, Siwi menjelaskan nyaris seluruh kantor dinas milik Pemkot Manado, dilanda banjir. Apalagi yang ada di Kawasan Tikala. “Perkantoran yang paling parah ya kantor walikota, kemudian ada juga Kantor Satpol PP, Kantor Diknas, Disperindag, BP2T, Kantor DPRD, Kantor Dinas Capil dan Kependudukan, Bappeda, Tata Kota dan Kantor Damkar,” katanya seraya menambahkan lima unit armada damkar di Kantor Dinas Damkar (Pemadam Kebakaran) yang terletak di areal kantor walikota, ikut terendam air.
Mobil-mobil itu tak bisa lagi beroperasi dan akan segera diperbaiki,” terang pejabat low profile ini. Dia mengatakan saat ini pemerintah masih terus terkonsentrasi untuk menanggulangi dampak akibat bencana banjir bandang yang menyapu Kota Manado dan sebagian wilayah Sulut pada Rabu (15 Januari) lalu.

Pemerintah, menurutnya, belum pada fase untuk merinci kerugian material secara riil. “Untuk sementara dari hasil rapat baru diperkirakan mencapai Rp 1 triliun. Itu sudah ditaksir dengan perumahan. Di Manado ada ribuan rumah yang terendam air, ratusan di antaranya rusak parah bahkan ada yang hilang. Belum lagi harta benda milik warga seperti kendaraan bermotor serta barang-barang elektronik, peralatan rumah tangga dan barang-barang berharga lainnya. Intinya, saat ini pemerintah masih fokus membantu para korban bencana,” pungkas Siwi seraya mengatakan kurang lebih ada 45 titik lokasi di Manado yang dilanda banjir parah sehingga menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian material.

Sementara, data terakhir untuk korban meninggal dunia akibat bencana di Manado berjumlah enam orang. Yakni Otniel Tumoka (43/Sindulang), Sance Malumbot (46/Tuminting), Fence Tatilu (60/Ranotana Weru), Soni Lowing (50/Ranotana Weru), Muh Nur hasan (47/Banjer) serta Omi Rindengan (24) di Titiwungen Selatan.(harian-komentar.com)

Share

All out atasi bencana di Manado – GSVL Minta Bantuan Pangdam Bangun Jembatan Darurat di Dendal

lumentutManado – Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut DEA langsung berkoordinasi sekaligus meminta bantuan Panglima Kodam (Pangdam) untuk membangun Jembatan Boulevard (Sario) yang terputus. Hal ini menurut walikota urgent atau sangat penting diatasi untuk memperlancar arus lalu lintas dalam kota pascabencana.

“Hari ini (Sabtu), kegiatan pemerintah adalah untuk membuka jalur jalan yang putus di Boulevard. Kita bekerja sama dan dibantu pihak TNI AD. Saya meminta bantuan langsung ke Pangdam dan Danrem 131/ Santiago untuk membangun jembatan darurat agar situasi Jalan Boulevard bisa pulih kembali.

Selain itu saya minta bantuan langsung ke Pangdam agar bisa dibangun juga jembatan darurat di Dendengan,” kata GSVL kepada wartawan, Minggu (19/01). Dari Boulevard, walikota melanjutkan kegiatan untuk membersihkan Kelurahan Istiqlal yang terletak di Kecamatan Wenang. “Pemerintah telah membagi tim untuk membersihkan jalan yang tertutup sampah. Saya membersihkan di Kelurahan Istiqlal, wawali kota di Kelurahan Kumaraka. Sedangkan sekkot menjaga posko tanggap darurat bencana di kantor walikota,” ujarnya.

Di satu sisi walikota mengakui keterbatasan alat berat yang dimiliki sehingga cukup memperlambat proses pembersihan. “Alat berat terbatas, makanya kami bersihkan jalan-jalan secara bertahap. Saya mohon masyarakat bersabar sebab peralatan kami terbatas. Semua peralatan yang dipakai adalah milik Pemkot Manado,” ujarnya.

Walikota menambahkan, pemerintah terus mengerahkan tenaga dan asset yang bisa dikerahkan seperti armada pemadam kebakaran untuk membersihkan jalan, kendaraan truk sampah serta mobil kesehatan untuk membantu pelayanan kesehatan. “Pemerintah juga mengerahkan aparat Pol PP sebanyak satu pleton yang terdiri dari 40 anggota secara kontinyu. Selain itu petugas medis dan pegawai juga dikerahkan,” tukas GSVL.(harian-komentar.com)

Share

Demi Sekolah Siswa Rela Jalan di Jembatan Bambu, Kami Rindu Masuk Sekolah

siswa kuwilKalawat,KLABATNEWS-Siswa-siswa dari dua desa yang terisolir dari Banjir bandang yang melanda Manado dan daerah lainnya termasuk Kabupaten Minahasa Utara, 15 Januari 2014 lalu mengakibat jembatan Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara ambruk. Akibatnya dua desa, yakni Desa Kuwil dan Desa Kaleosan terisolir. Mengingat jembatan yang ambruk merupakan penghubung antara Desa Kuwil dan Desa Kawangkoan.1532145_3710304292995_1418706774_n

Senyum lebar pun menghiasi para siswa tersebut untuk melangkahkan kaki melewati jembatan darurat yang terbuat dari bambu yang dikerjakan masyarakat setempat beberapa hari lalu. Salah satu siswa kepada media ini mengatakan bahwa mereka sangat rindu untuk sekolah.

“Kami sudah beberapa hari tidak ke sekolah karena jembatan biasanya kami lalui telah ambruk akibat banjir bandang waktu lalu, tetapi pada hari ini kami sudah bisa sekolah seperti biasa sekalipun masih ada rasa takut melewati jembatan darurat yang hanya terbuat dari bulu (bambu), kami sudah rindu akan sekolah agar bisa ketemu dengan teman-teman,” ujar salah satu siswa.

Pantauan media ini, aktivas kedua desa ini mulai kembali pulih sekalipun hanya bisa dengan berjalan kaki melewati jembatan tersebut.(sem)

 

Share

Tetty : 982 Rumah Penduduk Hancur, Jembatan dan Jalan Rusak Parah

1390064603631355810_300x204.43548387097AMURANG– Bencana alam yang terjadi sejak Selasa (14/01) hingga Kamis (16/01) di wilayah Sulawesi Utara terlebih khusus di kabupaten Minahasa Selatan, ternyata bencana alam terparah sejak Minsel menjadi daerah otonom. Buktinya, peristiwa ini telah merusak berbagai fasilitas umum dan pemukiman warga masyarakat di kabupaten “Minsel Berdikari Cepat”.  Demikian dikatakan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE dalam sambutannya saat berkunjung di lokasi-lokasi bencana alam. Read more

Share

Dini hari Jokowi terbangun, cek banjir & kunjungi pengungsi

dini-hari-jokowi-terbangun-cek-banjir-kunjungi-pengungsiJAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo rupanya tidak bisa tidur lelap melihat kota yang dipimpinnya di kepung banjir. Jam 2 dini hari, Jokowi memantau lokasi-lokasi yang menjadi titik banjir di Jakarta Timur.

“Saya terbangun, dan pengen ngecek banjir,” kata dia di sela sidaknya di beberapa titik banjir di Jakarta, Sabtu (18/1) dini hari

Pantauan merdeka.com, Jokowi yang menggunakan mobil kijang Innova B 1124 BH memantau banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Tetapi, dia tidak turun dari mobil. Bahkan, mobil dinas Jokowi tidak bisa melintas karena tingginya permukaan air di wilayah tersebut.

Setelah itu, Jokowi melintasi Jalan Otista Raya, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mantan Wali Kota Solo ini, langsung turun melihat para pengungsi yang berada di dapur umum Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, tepatnya di GOR Kampung Melayu.

Jokowi yang mengenakan pakaian kemeja putih dan celana hitamnya serta jas hujan berwarna biru langsung masuk ke tempat pengungsian. Sesampainya di dalam GOR, Jokowi rupanya tidak mau mengganggu para pengungsi beristirahat.

Kemudian, Jokowi mengecek kecukupan logistik untuk para pengungsi di GOR tersebut. Bahkan, Jokowi menanyakan stok makanan yang ada di tempat pengungsian.

“Cukup ndak makanannya?,” tanya Jokowi .

“Cukup pak,” jawab petugas dapur umum.

Kasihan melihat para pengungsi, Jokowi langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati untuk meminta membuat posko kesehatan di tempat tersebut.

Di tempat tersebut, Jokowi juga memberikan bantuan berupa beras dan mie instant. Serta tak lupa, Politisi PDIP ini membagikan buku kepada para anak-anak yang berada di pengungsian.(merdeka.com)

Share