Tuesday, 23 July 2019

Kabupaten Minut Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif 2013, Bupati Menanam Rakyat Menuai

1379980_10200504268478876_654398720_n

Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni saat memberikan penghargaan IGA 2013 kepada Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Airmadidi,KLABATNEWS-Kabupaten Minahasa Utara meraih penghargaan nominasi Pemerintah Daerah Inovatif atau Innovative Government Award (IGA) tahun 2013 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan IGA ini merupakan penghargaan kedua, setelah tahun 2012 lalu. Penghargaan diberikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraeni kepada Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). Program pengelolaan dan kepemimpinan pemerintahan, yang selalu ada inovasi dan kreasi dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik, sehingga masuk nominasi 25 Kabupaten dan Kota se-Indonesia pada penghargaan IGA tahun 2013. Ini adalah penyelenggaraan IGA ke-6 sejak tahun 2007.

Menurut Bupati Sompie Singal, pihaknya berterima kasih atas penghargaan ini, yang tentunya merupakan hasil kerja keras semua warga Minahasa Utara. Dengan penghargaan ini, sekiranya pengelolaan pemerintahan di Minahasa Utara menjadi lebih baik.  Serta partisipasi masyarakat akan terus bertumbuh dan menjadi partisipatif untuk pembangunan Minahasa Utara. “Ini merupakan penghargaan buat masyarakat Minahasa Utara,” kata Singal.

1380017_10200504966096316_851913125_nSementara itu Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, banyak Pemerintah Daerah yang melakukan inovasi dalam rangka memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kementerian Dalam Negeri mencermati berbagai kreativitas dan inovasi Pemerintah Daerah tersebut, sehingga diapresiasi dan diberi penghargaan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan di dalam ketentuan Pasal 219 UU. Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemberian penghargaan Pemerintah daerah Inovatif ini telah dilaksanakan mulai tahun 2007.

“Program tahunan IGA ini merupakan forum berbagi pengalaman dari para peraih IGA sebelumnya kepada nominator IGA untuk senantiasa mengembangkan program inovatif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerahnya masing-masing. Program ini akan terus ditingkatkan, agar inovasi-inovasi yang telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan daerah tersebut bisa disebarluaskan dan memberikan inspirasi bagi Pemerintah Daerah lainnya. Filosofi penting dibalik penganugerahan ini adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan bagi kepala daerah yang dipandang telah berhasil melakukan upaya-upaya strategi inovatif dalam kepemimpinan daerah yang bermanfaat bagi publik dan meningkatkan kemandirian daerah. Inovasi-inovasi Pemerintah Daerah ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah,” jelasnya.

Diah menambahkan, program inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah harus sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat di daerah. Program inovasi tersebut merupakan bukti kemampuan inovasi Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Pemerintah Daerah harus mampu meningkatkan kemandiriannya melalui berbagai inovasi, karena tanpa inovasi, masyarakatnya akan tetap tertinggal dibandingkan kemajuan masyarakat daerah lain, serta memiliki daya saing yang rendah dalam percaturan regional dan global. Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri senantiasa mendorong Pemerintah Daerah untuk melaksanakan program inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk mengembangkan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun harus tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami ingin menyampaikan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Daerah yakni, diperlukan hubungan aparatur daerah yang memiliki potensi yang memadai, Pemda diharapkan mampu menggerakkan dan mengembangkan program-program inovatif, untuk mengembangkan program inovatif perlu didukung dengan sumber anggaran yang memadai, dan Pemda wajib melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah terutama masyarakat agar masyarakat merasa memiliki dan turut bertanggung jawab pada program inovatif tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, untuk memberikan penghargaan inovatif kepada Pemerintah Daerah, Kementerian Dalam Negeri melakukan kajian untuk menemukan berbagai inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam 4 (empat) kategori, yakni: (1) tata kelola pemerintahan; (2) pelayanan publik; (3) pemberdayaan masyarakat; dan (4) peningkatan daya saing daerah. Berdasarkan 4 (empat) kategori tersebut, secara bertahap dilakukan penilaian untuk menetapkan Pemenang IGA Tahun 2013, dengan mekanisme pelaksanaan yang dilakukan oleh Tim Ahli IGA dan Kementerian Dalam Negeri melalui 6 (enam) tahap kegiatan, yakni:

Tahap-1: Identifikasi Pemda Kabupaten/Kota yang memiliki program inovasi. Untuk Tahun 2013, telah diidentifikasi sebanyak 128 Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Tahap-2: Mengkaji dan menganalisis program inovasi daerah, untuk menetapkan 25 (dua puluh lima) Nominator Terpilih IGA Tahun 2013.
Tahap-3: Memberikan penghargaan kepada 25 (dua puluh lima) Nominator Terpilih IGA Tahun 2013, disertai pelaksanaan “Seminar Sosialisasi IGA Tahun 2013”, yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2013.
Tahap-4: Mengkaji dan menganalisis program inovasi daerah pada 25 (dua puluh lima) Nominator Terpilih IGA Tahun 2013, untuk ditetapkan sebagai 12 (dua belas) Nominator Unggulan IGA Tahun 2013.
Tahap-5: Mengkaji dan menganalisis program inovasi daerah pada 12 (dua belas) Nominator Unggulan IGA Tahun 2013, untuk ditetapkan sebagai 4 (empat) Pemenang IGA Tahun 2013.
Tahap-6: Memberikan penghargaan kepada 8 (delapan) Nominator Unggulan IGA Tahun 2013 dan 4 (empat) Pemenang IGA Tahun 2013. Pada pertengahan bulan November 2013

Kamis (24/10) dilaksanakan Seminar Sosialisasi Program IGA Tahun 2013, yang diikuti peserta terdiri dari 25 Bupati dan Walikota yang menjadi nominator IGA 2013, pemenang IGA tahun 2012, dan para pejabat Pemda. Pemateri pada seminar ini adalah, Wakil Walikota Banda Aceh, Walikota Tanggerang, Bupati Ponorogo, dan Bupati Sumedang.

Sementara itu ke-25 nominator IGA 2013 adalah, Bupati Minahasa Utara dengan program inovatif revitalisasi pertanian dan giat menanam serta pengelolaan pemerintahan yang baik, Bupati Bogor, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Agam, Bupati Pelalawan, Bupati Purwakarta, Bupati Bantul, Bupati Badung, Bupati Malinau, Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Gorontalo, Walikota Palu, Walikota Pekalongan, Kota Surabaya, dan 10 Bupati dan Walikota lainnya.(sem/diskominfo Bogor)

1393968_10200504961776208_355737870_n

Share

Peletakan Batu Pertama Rudis Bupati, Sompie Singal Tinjau Lokasi Pembangunan Rudis

rudisAirmadidi,KLABATNEWS-Membangun dan membangun, itulah yang terus dilakukan Bupati Minut Drs Sompie SF Singal MBA demi Bumi Klabat. Hal dibuktikan pada Rabu 23  Oktober 2013 meninjau lokasi pembangunan rumah jabatan bupati dan wakil bupati, di Bukit Doa Airmadidi, kompleks kantor bupati Minahasa Utara dan sekaligus melakukan peletakan batu pertama yang dihadiri Ketua DPRD Berty Kapojos, Wakapolres Minahasa Utara, Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi, para asisten dan kepala SKPD, FKUB serta para undangan.1379829_10200498903024743_140435660_n

Lokasi rumah dinas tersebut memiliki  pemandangan yang indah.  Dari lokasi tersebut, mata bisa memandang pemandangan Kota Airmadidi, pegunungan Tomohon dan Minahasa, serta pemandangan Manado dan Laut Manado. “Pemandangan dari atas gunung ini,  kita bisa melihat banyak pemandangan,” kata Bupati Drs Sompie SF Singal.(sem)

1385335_10200498887504355_1390361292_n

 

Share

Disparbud Adakan Seminar Sadar Wisata, Tancap Gas Demi Tujuan Wisata 2015

sadar wisataKalawat,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus tancap gas demi kemajuan seni budaya dan dunia pariwisata di Bumi Klabat, hal ini dibuktikan dengan melakukan serentetan kegiatan dan persiapan menuju Daerah Tujuan Wisata Tahun 2015.

Sebelumnya telah mengikuti Kemilau Sulawesi di Manado dengan mendapat piala penghargaan, bertempat di Sutanraja Hotel beberapa waktu lalu melaksanakan lokakarya untuk mencari maskot atau icon Minut, selanjutnya persiapan acara festival Batu Nona terus dimatangkan, sebelumnya juga telah kegiatan Lomba Pacuan Sapi dan November nanti akan melaksanakan Festival Klabat serta pemilihan Utu dan Keke.sadar wisata01

Kali ini Disparbud adakan Seminar Sadar Wisata bertempat di Sutanraja Hotel, Selasa (22/10). Hal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk lebih memberi pemahaman dan membuka wawasan kepada seluruh masyarakat Minahasa Utara serta pelaku usaha di kawasan objek wisata. “Kami akui masih banyak masyarakat kita yang belum sadar akan potensi dengan dunia pariwisata, dengan adanya pariwisata hal itu bisa menambah pendapatan para warga,” urainya Kadis Disparbud Minut Femmy Pangkerego.

Seminar Sadar Wisata dibuka oleh Bupati Minahasa Utara Sompie Singal. Bupati dalam kesempatan itu mengakui bahwa infrastruktur penunjang pariwisata sangat minim dan hal itu harus dilengkapi. “Demi menuju daerah tujuan wisata 2015 kami terus berupaya untuk memperbaiki dan menambah semua penunjang pariwisata,” ungkap Bupati.

Bupati menambahkan tujuan utama dari seminar ini adalah menciptakan warga Minahasa Utara untuk sadar wisata dan insan pariwisata di Minut termotivasi dan memahami menuju visi sebagai kabupaten tujuan wisata 2015.

“Saya contohkan Bali, kunci sukses dari pariwisata di sana adalah keterlibatan masyarakat setempat dalam mengelolah pariwisata. “hal semacam inilah yang harus kita tiru dan coba kita tumbuhkan di sini, artinya warga harus menyatu dengan objek wisata yang berada di daerahnya sendiri,” jelas Bupati Sompie Singal.

Para peserta seminar berasal dari dua desa wisata yakni dari Desa Kema 1, Kecamatan Kema dan dari Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi.(sem)

 

 

 

Share

Sosialisasi dan Pelatihan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK)

999288_10200494468313878_1432023550_nKalawat,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan atau Bimbingan Teknik (Bimtek) Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan good governance. Untuk itu, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah melaksanakan pelatihan Anjab dan ABK bertempat di Sutanraja Hotel, yang diikuti oleh utusan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan dan Puskesmas di lingkup Pemkab Kabupaten Minahasa Utara, Selasa 22 Oktober 2013.

1383735_10200494475274052_130094022_nPelatihan ini dibuka oleh Bupati Minahasa Utara Drs Sompie SF Singal MBA .Turut hadir Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi, Asisten Administrasi Umum Drs MHW Purukan dan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Sulawesi Utara. Bupati dalam sambutannya bupati menyampaikan bahwa pentingnya sosialisasi dan pelatihan ini dengan harapan terciptanya Birokrasi yang ramping namun kaya fungsi, sehingga nantinya pegawai mampu melaksanakan tugas yang dibebankan secara optimal.

“Bimbingan teknik seperti ini sangat besar manfaatnya, dalam rangka analisa untuk penempatan pejabat dalam suatu jabatan. Sehingga personel PNS yang ditempatkan benar-benar memiliki kompetensi dan kualitas sumber daya,” ungkap bupati.

Ia menambahkan Bimtek ini juga dalam rangka menciptakan birokrasi pemerintahan yang bersih dan baik, sehubungan dengan  reformasi birokrasi. “Marilah kita semua lakukan penguatan institusi dengan lakukan koordinasi dan peningkatan kompetensi,” jelas bupati.(sem)

Share

Dewo: Aneh! Camat Tanda Tangan TKD Guru, Tapada Bantah Tahan Dana Sertifikasi dan Non Sertifikasi

hearing 03Airmadidi,KLABATNEWS-Para anggota dewan kaget mendengar salah satu pernyataan dari seorang kepala sekolah di mana para guru selama ini harus meminta tanda tangan dari camat untuk proses SPJ TKD. Hal ini terungkap saat hearing antara pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta para guru, kepsek dan kepala UPTD se-Minut dengan Komisi A, Senin (21/09) di gedung DPRD Minut.

Keluhan ini langsung memicu reaksi keras dari salah satu anggota DPRD Minut, Denny Wowiling (Dewo). Menurut Dewo hal semacamnya ini seharusnya tidak perlu terjadi. “Karena camat bukan institusi pendidikan. Harusnya hanya UPTD saja. Keterlibatan camat dalam proses pencairan TKD akan memperpanjang jalur birokrasi hingga menyulitkan pencairan dan berpotensi terjadi pungutan liar. Ini menyusahkan para guru,” tegas Denny Wowiling.hearing 02

Dewo pun merekomendasikan untuk tidak lagi menyertakan camat dalam proses SPJ TKD. “Cukup UPTD saja,” tukas Dewo. Di hadapan para guru Dewo menjelaskan bahwa TKD di kepulauan berjumlah 1 juta per bulan, pesisir 700 ribu, serta daratan 325 ribu.

Sementara itu, pada kesempatan itu Kadis Dikpora Minut Max Tapada mengklaim soal belum cairnya dana sertifikasi dan non sertifikasi guru seperti yang dituduhkan sejumlah pihak termasuk merespons aduan para guru kepulauan yang mengaku sudah 10 bulan tidak menerima dana non sertifikasi.

“Kami tidak pernah menahan dana sertifikasi, karena dana tersebut merupakan hak dari para guru. Tidak cair itu dana karena masalah administrasi saja. Para guru belum lengkap memasukkan berkas. Penyaluran harus lengkap berkas,” tutur Tapada.

Tapada memastikan dana sertifikasi itu masih ada di dinas PPKAD. “Pembayaran kini sudah memasuki triwulan tiga dan tak lama lagi masuk triwulan empat.

“Nanti kita akan rapat lagi dalam minggu ini, untuk merealisasikannya secepatnya mungkin. Tapi kami meminta para guru dapat bersikap proaktif dengan melengkapi berkas seperti yang diisyaratkan,” ungkapnya.

Dalam hearing ini salah satu anggota DPRD Minut Lucki Kiolol juga meminta para guru untuk tidak segan-segan melapor jika ada oknum pegawai dari Dinas Dikpora yang melakukan potongan dana sertifikasi. “Jika ada yang memotong dana sertifikasi segera melapor, jangan takut. Kalau potongan untuk pajak adalah wajar saja. Jika untuk lain-lain sama saja dengan pelanggaran,” jelasnya.(sem)

hearing 01

Share

KPU: DPT Minut Bisa Berubah

Airmadidi, KLABATNEWS- Daftar Pemilih Tetap Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Minahasa Utara ternyata belum final. Pasalnya, meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Utara telah menetapkan dalam rapat pleno 12 Oktober 2013 sebanyak 150.748 pemilih, namun jumlah tersebut bisa saja berubah sepanjang ada temuan pemilih ganda, pemilih tidak cukup umur, meninggal maupun identitas tak jelas.

Menurut Ketua KPU Minut Frederik Sirap melalui Divisi Humas Drs Julius Randang, penetapan kembali DPT tersebut berdasarkan edaran dan rekomendasi Komisi II DPR-RI, karena daftar pemilih tetap belum akurat yang disebabkan adanya pemilih ganda, pemilih tidak cukup umur, meninggal dan identitas tak jelas dalam hal ini domisili. “Berdasarkan rekomendasi itu, KPU RI kemudian mengeluarkan edaran untuk memperpanjang DPT,” jelas Randang.

Lanjutnya hasil rapat pleno penetapan pada 12 Oktober 2012, DPT Minut berjumlah 150.748 pemilih. Menurutnya jumlah tersebut terjadi perubahan dari DPT sebelumnya sebesar 151.666.

Lanjutnya dari hasil pleno terakhir ternyata DPT tersebut terkoreksi. Menurutnya jumlah ada penurunan dari DPT sebelumnya yang disebabkan pemilih ganda, meninggal, umur belum cukup dan identitas tak jelas. Lebih lanjut menurut Randang, setelah diumumkan, DPT tersebut menjadi gambaran kondisi real pemilih di desa/kelurahan dan bisa dicermati partai politik, panwas dan masyarakat.

“DPT ini tetap bisa terkoreksi sepanjang ada temuan seperti pemilih ganda, umur belum cukup, meninggal atau identitas tidak jelas,” ungkap Randang. Ditambahkannya sedangkan untuk pemilih yang berusia 17 tahun pada saat pencoblosan nanti akan diakomodir dalam daftar pemilih khusus.

Sementara itu Ketua Panwaslu Minut, Irvan Grosman menegaskan, pasca ditetapkannya kembali DPT Minut, pihaknya akan melakukan audit pengawasan hingga ke TPS. “Audit pengawasan per TPS, dilakukan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL), dan akan direkap oleh Panwascam dan dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Minut. DPT yang sudah ditetapkan sebanyak 150.748 tersebut belum final,” kata Grosman.

Bahkan Grosman memprediksikan jumlah tersebut akan terkoreksi menurun, karenanya pihak Panwaslu Minut sudah menginstruksikan untuk mencermati pemilih per TPS seperti adanya potensi pemilih ganda, belum cukup umur belum menikah, meninggal dunia, pindah domisili, masuknya TNI/Polri yang belum beralih status ke sipil dalam DPT.

“Intinya jika dalam audit pengawasan DPT didapati potensipotensi itu, Panwaslu Minut akan segera menyurat dan merekomendasikan ke KPU Minut untuk mengkoreksi DPT tersebut,” tandas Grosman.(hk)

KPU: DPT Minut Bisa Berubah

Airmadidi, KLABATNEWS- Daftar Pemilih Tetap Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Minahasa Utara ternyata belum final. Pasalnya, meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Utara telah menetapkan dalam rapat pleno 12 Oktober 2013 sebanyak 150.748 pemilih, namun jumlah tersebut bisa saja berubah sepanjang ada temuan pemilih ganda, pemilih tidak cukup umur, meninggal maupun identitas tak jelas.

Menurut Ketua KPU Minut Frederik Sirap melalui Divisi Humas Drs Julius Randang, penetapan kembali DPT tersebut berdasarkan edaran dan rekomendasi Komisi II DPR-RI, karena daftar pemilih tetap belum akurat yang disebabkan adanya pemilih ganda, pemilih tidak cukup umur, meninggal dan identitas tak jelas dalam hal ini domisili. “Berdasarkan rekomendasi itu, KPU RI kemudian mengeluarkan edaran untuk memperpanjang DPT,” jelas Randang.

Lanjutnya hasil rapat pleno penetapan pada 12 Oktober 2012, DPT Minut berjumlah 150.748 pemilih. Menurutnya jumlah tersebut terjadi perubahan dari DPT sebelumnya sebesar 151.666.

Lanjutnya dari hasil pleno terakhir ternyata DPT tersebut terkoreksi. Menurutnya jumlah ada penurunan dari DPT sebelumnya yang disebabkan pemilih ganda, meninggal, umur belum cukup dan identitas tak jelas. Lebih lanjut menurut Randang, setelah diumumkan, DPT tersebut menjadi gambaran kondisi real pemilih di desa/kelurahan dan bisa dicermati partai politik, panwas dan masyarakat.

“DPT ini tetap bisa terkoreksi sepanjang ada temuan seperti pemilih ganda, umur belum cukup, meninggal atau identitas tidak jelas,” ungkap Randang. Ditambahkannya sedangkan untuk pemilih yang berusia 17 tahun pada saat pencoblosan nanti akan diakomodir dalam daftar pemilih khusus.

Sementara itu Ketua Panwaslu Minut, Irvan Grosman menegaskan, pasca ditetapkannya kembali DPT Minut, pihaknya akan melakukan audit pengawasan hingga ke TPS. “Audit pengawasan per TPS, dilakukan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL), dan akan direkap oleh Panwascam dan dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Minut. DPT yang sudah ditetapkan sebanyak 150.748 tersebut belum final,” kata Grosman.

Bahkan Grosman memprediksikan jumlah tersebut akan terkoreksi menurun, karenanya pihak Panwaslu Minut sudah menginstruksikan untuk mencermati pemilih per TPS seperti adanya potensi pemilih ganda, belum cukup umur belum menikah, meninggal dunia, pindah domisili, masuknya TNI/Polri yang belum beralih status ke sipil dalam DPT.

“Intinya jika dalam audit pengawasan DPT didapati potensipotensi itu, Panwaslu Minut akan segera menyurat dan merekomendasikan ke KPU Minut untuk mengkoreksi DPT tersebut,” tandas Grosman.(hk)

Share

Gubernur Tanda Tangani Prasasti Gedung Gereja GMIM Syalom Dimembe

gereja syalomDimembe,KLABATNEWS – Sukacita dirasakan Jemaat GMIM Syalom Dimembe, dalam mensyukuri pentahbisan gedung gereja sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 berjemaat, Rabu (16/10).

Gubernur Sulut, Sinyo Hary Sarundajang menandatangani prasasti penahbisan gedung gereja, dilanjutkan dengan ibadah yang di pimpin Ketua Umum Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt Piet Tampi

Pdt Piet Tampi dalam khotbahnya mengatakan, jemaat punya gedung gereja yang bagus, maka mari fungsikan gedung gereja sebagaimana fungsinya.

“Marilah kita jangan jenuh mengajak dan memanggil warga gereja dan siapa pun juga yang mau dan datang beribadah di tempat ini, agar iman semakin bertumbuh dewasa, sebab iman bertumbuh maka kita tau bagaimana menempatkan diri sebagai pribadi yang beriman di tengah keluarga dan masyarakat,” jelas Pdt Piet Tampi.

Kalau iman ini bertumbuh, bagaimana memberadakan diri sehingga jemaat menjadi funsional, disukai banyak orang. “Kita disini harus membangun imam, karena imanlah yg membuat kita berani dan menyanggupkan kita menghadapi berbagai kenyataan dalam hidup ini,” kata Pdt Piet

Gubernur Sulut, Sinyo Hary Sarundajang, dalam sambutannya mengakui Gereja Syalom Dimembe mempunyai model kubah, yang begitu menyentuh hati, seperti berada di Yerusalem.

“Saya sampaikan banyak selamat, karena telah mendapatkan sebuah bentuk gereja indah, megah. Tentu jemaat dinamis, tumbuh berkembang dan berumur 30 tahun,” ujar Sarundajang

Hari berbahagia, hari yang tepat untuk kilas balik, mengingat jemaat pertama, siapa pemimpin, jemaat, pendeta dan majelis gereja waktu itu.

“Ini perlu, karena ini waktu tepat apresiasi, menghargai, mendoakan mereka, karena tanpa pendahulu, tanpa mereka, kita tak akan seperti ini,” kata Sarundajang.

Dikatakannya lagi, dari jemaat itu telah muncul pemimpin-pemimpin, sekurang-kurangnya pemimpin jemaat. Apapun kader-kader dari kampung itu, telah muncul dalam berbagai profesi, keahlian masing-masing.

“Oleh karena itu, pada saatnya kita rayakan bersama lahirnya jemaat ini, sambil menikmati gedung gereja baru. Dan kita harus yakin Tuhan Yesus masuk berkenan di gedung gereja,” ujar Sarundajang

Itu tergantung iman kita, lanjut Sarundajang, kalau jemaat mempunyai iman kokoh, Sarundajang pikir Tuhan Yesus mencintai jemaat, dan bersama jemaat ini, iman kita yang menyelamatkan kita.

“Dalam perjalan maka pertumbuhan iman akan terjadi. Iman adalah satu proses menuju pada melaksanakan perintah kehendak Tuhan bagi kita. Dalam perjalan imam, saya meyakini itu,” jelas Sarundajang.

Ia Sarundajang, makin tua makin luntur imannya, dan itu jangan terjadi, karena kegiatan manusia kadang seperti itu, bukannya semakin hari makin pintar tapi makin bodoh, bukan makin hari iman semakin kuat, tapi tergerus makin lemah makin pudar imannya pada Tuhan.

“Apa pun kata kuncinya, kita boleh ber hari ulang tahun, boleh mendapat gedung gereja indah, itu karena Tuhan. Oleh karena itu lebih penting adalah iman,” ujar Sarundajang.

Sementara itu, Ketua BPMJ GMIM Syalom Dimembe, Pdt Wonok Lomboan, mengucap syukur dan berterima kasih pada jemaat GMIM Syalom Dimembe yang berjuang luar biasa untuk pembangunan gedung gereja.

“Saya percaya bukan kuat gagah manusia, tapi ini karena Allah yang berkarya,” kata Pdt Wonok Lomboan

Diucapkannya terima kasih juga buat pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, pada semua donatur, sampul syukur dan bahkan hanya lewat sumbangan depan gereja, yang diamininya sebagai bentuk pemberian Tuhan.

“Kuatnya sebuah bangunan dilihat bagaimana kita mmbuat bangunan. Tetapi iman berjemaat yang lemah, pasti sia-sia. Mari bangun iman jemaat semakin utuh. Iman menjadi dasar dari segala sesuatu,” ujar Pdt Wonok Lomboan.

Dalam kesempatan itu, seorang ibu yang dipanggil Nela Marnuamaya, adalah majelis yang pertama di jemaat GMIM Syalom Dimembe yang masih hidup dan menyaksikan gedung gereja berusia 30 tahun dan ditahbiskan.

“Inilah saksi hidup perjalanan jemaat GMIM Syalom Dimembe, dan Ibu Nela akan berusia 94 tahun,” kata Pdt Wonok Lomboan.

Rangkaian kegiatan ibadah diakhiri dengan pemasangan lilin kue ulang tahun oleh Gubernur Sulut, Dr Sinyo Hary Sarundajang, Bupati Minut, Drs Sompie SF Singal MBA dan Ketua Umum BPMS GMIM, Pdt Piet Tampi.

Sambil berpegangan tangan lilin dinyalakan bersama, sebagai tanda pemerintah dan gereja, bekerja sama untuk membangun kehidupan jemaat di wilayah Sulut, Minut, teristimiwa di jemaat GMIM bagi kemuliaan nama Tuhan.(sem)

 

Share