Sunday, 25 August 2019

Gubernur SHS dan Rombongan Tinjau Lokasi Bencana

gubernurMANADO – Gubernur Sulawesi Utara S. H. Sarundajang bersama Kapolda Sulut Brigjen Pol. Robby Kaligis,  Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sanny Parengkuan, Asisten Administrasi Umum Nikson Satung,  Kepala BNPB Noldy Liow, Calon DPD RI Fabian Sarundajang, Kadis PU Edy Kenap dan Karo Pembangunan Farly Kotambunan, melakukan peninjauan  di beberapa titik lokasi yang terkena banjir di kota Manado.

 16jan-pemprov-tinjaubencana3
Sarundajang bersama rombongan mengawali peninjauan bencana di seputar lapangan Tikala dan selanjutnya mencari data lebih detail di kantor BMKG di kelurahan Paniki.
Saat berdialog dengan pimpinan BMKG Manado diperoleh informasi bahwa cuaca ekstrim seperti ini diperkirakan terjadi 3 sampai 5 hari kedepan.
Peninjauan pun dilanjutkan di kelurahan Ranotana Weru. menurut warga sudah puluhan rumah yang hanyut dibawah arus aliran sungai yang sangat deras dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
 16jan-pemprov-tinjaubencana
Saat berdialog dengan warga, Gubernur Sarundajang meminta warga agar tetap tenang dan bersabar  serta tidak lupa berdoa agar Tuhan selalu  memberikan kekuatan dan kesehatan yang baik dalam menghadapi pergumulan yang disebabkan oleh bencana alam ini. (sulutlink.com)
Share

Bupati Minsel Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Alam, Kunjungi Lokasi Bencana

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada setiap korban bencana banjir di Minsel

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada setiap korban bencana banjir di Minsel

TATAPAAN,KLABATNEWS– Bencana banjir bandang yang melanda bumi nyiur melambai terlebih khusus wilayah kabupaten Minahasa Selatan, seperti kecamatan Tatapaan, Tumpaan, Amurang dan Amurang Barat menjadi perhatian serius Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE. Buktinya, Jumat (17/01), Tetty sapaan akrab Bupati Minsel melakukan pemantauan langsung dilokasi-lokasi bencana yang ada di Jembatan Sulu kecamatan Tatapaan, Desa Popontolen dan Desa Lelema kecamatan Tumpaan serta Kelurahan Ranoiapo kecamatan Amurang hingga larut malam.

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE bersama Suaminya Kristovorus Deky Palinggi SE dan beberapa kepala SKPD saat melakukan kunjungan di Jembatan Sulu kecamatan Tatapaan Jumat 17 01

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE bersama Suaminya Kristovorus Deky Palinggi SE dan beberapa kepala SKPD saat melakukan kunjungan di Jembatan Sulu kecamatan Tatapaan, Jumat (17/01)

“Saya ingin melihat lebih dekat dengan situasi bencana banjir bandang yang ada di Minsel,” ucap istri tercinta Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara Partai Golkar Nomor Urut 2 Dapil Minsel-Mitra Kristovorus Deky Palinggi, SE. Bahkan bukan hanya itu, ketika tiba dilokasi bencana, Tetty dengan tegas mewarning seluruh SKPD terkait, seperti PU, BPBD, Dinsosnakertrans, Dinkes untuk segera mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat bencana ini. “Saya tidak mau dengar ada desa atau warga yang terisolasi, Kadis PU dan Kaban Bencana, kalian harus bergerak cepat mengantisipasi dampak bencana ini,” tegas Bupati perempuan pertama di Minsel dengan nada keras.

Begitu juga dengan tenda-tenda atau tempat evakuasi, harus disiapkan oleh Dinsosnakertrans termasuk ketersediaan sembako. Lain halnya dengan Dinas Kesehatan, Bupati meminta perhatian serius dari para medis terutama para dokter dan perawat yang ada di puskesmas atau pustu untuk tetap melayani para korban yang ada di tempat-tempat evakuasi.

“Saya mau para korban bencana alam mendapat perhatian khusus dari pada medis,” ucap anak tertua dari pasangan mantan Rektor Unsrat Manado Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS dan wakil ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan SE. Dan dari kunjungan tersebut, Paruntu didampingi suami tercinta menyalurkan bantuan sembako seperti makanan kering dan sembako lainnya kepada setiap KK.(Humas-Minsel)

 

Share

Bupati Sompie Singal Tinjau Lokasi Bencana, Instruksikan Aparat Desa-Kelurahan-Kecamatan dan Pejabat Pemkab Siaga 1×24 Jam

1560678_10201004617787296_1800240184_nAirmadidi,KLABATNEWS-Hujan dan badai yang menghantam Kabupaten Minahasa Utara, sejak Selasa (14/01) malam, mengakibatkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Minahasa Utara dan menyebabkan beberapa desa terisolir seperti di Desa Kaleosan dan Desa Kuwil di Kecamatan Kalawat dan Desa Sampiri di Kecamatan Airmadidi. Hal ini disebabkan tanah longsor di Desa Sampiri dan ambruknya jembatan Kuwil.

Jembatan Kuwil Ambruk

Jembatan Kuwil Ambruk

Kaur Pemerintahan Desa Sampiri Joseph Nangko kepada wartawan mengatakan ada enam titik longsor di Desa Sampiri, di mana titik terparah berada di antara Desa Sampiri dan Desa Sawangan yang merupakan jalan penghubung kedua desa tersebut. “Jalan penghubung kedua desa ada timbunan tanah sepanjang 50 meter dan tak jauh dari situ juga ada sebuah titik dengan timbunan tanah serta tanah pohon sepanjang 7 meter,” jelas Joseph.

Bupati Sompie Singal, Rabu (15/01) saat mendengar musibah bencana banjir, tanah longsor dan jembatan ambruk. Beliau bersama dengan Forkopimda dan pejabat Pemkab Minut langsung meninjau lokasi bencana yang terjadi di daerahnya dan menginstruksikan instansi terkait untuk memberi bantuan di titik-titik bencana.

“Bupati Sompie Singal telah menginstruksikan instansi terkait untuk memberi bantuan kepada korban bencana dan kepada seluruh aparat desa, kelurahan dan kecamatan serta pejabat Pemkab Minut untuk siaga 1×24 jam,” ujar Asisten 1 Ir Ronny Siwi.

Sementara itu Kepala BPBD Minut Rosa Tidajoh mengatakan instansinya sudah mendapat informasi lokasi bencana dan telah turun ke lapangan, selanjutnya akan segera menyalurkan bantuan. “Korban bencana di Minut berjumlah 1 orang sedangkan banjir terjadi di tujuh desa yakni Kema, Likupang, Naen, Mantehage, Kima Bajo. Longsor terjadei dei Sampiri dan Sawangan,” ungkap Tidajoh.(sem)

Share

Bupati Sompie Singal Hadiri Launching Jalan Tol

launching jalan tolBUPATI Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie Singal MBA bersama Ketua TP-PKK Ny Altje Singal-Polii, Sekretaris Daerah Minahasa Utara Johannes Rumambi, para Assisten dan pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menghadiri dan menyaksikan secara langsung peresmian jalan Tol Manado-Minut-Bitung yang berlangsung di titik awal jalan tol yakni di ruas jalan Ringroad, tepatnya di depan Rumah Makan Kampoeng Minahasa, Kamis (16/01). Launching ini dilakukan oleh Wakil Menteri PU DR Ir Achmad Hermanto Dardak, MSc dan Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang dengan menekan tombol sirine.

1544987_10201009375666240_226056366_nDalam acara launching jalan tol itu dihadiri Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan, Wakil Walikota Bitung Maximilian Lomban, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Forkopimda Propinsi, Tim Monitoring Pembebasan Jalan Tol dan jajaran pejabat Pemprop Sulut.

Selesai peresmian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi jalan tol dan perayaan HUT ke-69 Gubernur Sulawesi Utara Sinyo H Sarundajang. “Kami harapkan pembangunan jalan tol ini sesuai dengan rencana, karena jalan tol untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara, terutama masyarakat Minahasa Utara,” ungkap Bupati Sompie Singal.(sem)

1525043_10201009383986448_449673395_n

Share

Video Ganasnya Terjangan Banjir Bandang Manado

Share

Bupati Minahasa Turun Lapangan Tinjau Lokasi Bencana

1535527_689104014475554_1484226862_nTondano,KLABATNEWS OK-Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS ) memberi apresiasi kepada warga masyarakat Desa Rumengkor dan Desa kembes yang mengalami musibah, atas kerja sama dan kebersamaan yang tinggi serta kepeduliannya, terutama bagi keluarga yang mengalami bencana alam ini.

Bupati JWS menegaskan bahwa Pemkab Minahasa akan menyiapkan bantuan bagi korban meninggal dan bagi keluarga yang rumahnya diterjang longsor. Rencananya Bupati JWS setelah membuka akses jalan di Desa Rumengkor, akan menghadiri acara ibadah HUT ke-69 Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, namun karena tertahan dan baru bisa keluar dari lokasi pada malam harinya, sehingga Bupati JWS terus melanjutkan peninjauannya di Desa Sawangan, Desa Tombulu dan lanjut ke Desa Tateli serta Desa Tanawangko untuk melihat langsung titik-titik lain yang terkena bencana.

“Saya memohon maaf karena belum bisa menjangkau semua lokasi bencana di Minahasa, karena hampir semua akses jalan sudah terputus. Dan mengajak semua rakyat Minahasa, untuk berdoa dan tetap berdoa, mohon pengampunan Tuhan jika ada kesalahan selama ini, sambil memohon belas kasihan dari Tuhan kiranya ini menjadi peringatan dan mendorong masyarakat untuk lebih mencintai Tuhan dan secara bersama akan menjaga lingkungan,” ungkap Bupati, Kamis (16/01).

Bupati juga mengajak kita mendoakan para keluarga korban banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sulut secara umum dan Minahasa sendiri. “Tuhan kiranya memberikan kekuatan dan ketabahan bagi semua keluarga korban yang menerima ujian ini,” kata suami tercinta Pnt Dr Olga Sajow-Singkoh ini.(yov)

Share

Pasca-banjir Bandang, Manado Darurat Bencana, 40 Ribu KK Diungsikan

Kompas.com/Ronny Adolof Buol

MANADO– Walikota Manado Vicky Lumentut mengumumkan penetapan status darurat bencana bagi Kota Manado setelah banjir bandang melumpuhkan kota itu. Status darurat bencana ditetapkan mulai tanggal 15 hingga 29 Januari 2014.

“Setelah dipaparkan dan kesepakatan bersama kita menetapkan status Kota Manado saat ini sebagai status darurat bencana,” ujar Lumentut setelah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajarannya di Manado, Kamis (16/1/2014).

Ia berharap hujan dan angin segera reda agar penanganan-pasca bencana bisa dilakukan maksimal.

Sementara, Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang menyampaikan, ada sekitar 40 ribu kepala keluarga yang terkena dampak banjir. “Kemarin malam sudah sekitar 60 persen diungsikan, dan sisanya tadi sudah diungsikan pula,” kata Sarundajang.

Banjir bandang kali ini terjadi hampir di 75 persen wilayah di Manado yang membuat ribuan rumah warga rusak parah. Puluhan rumah hanyut dibawa arus banjir. Ratusan kendaraan bermotor terempas. Sedikitnya, 15 orang dilaporkan tewas.

Bencana alam tidak hanya terjadi di Kota Manado, tetapi juga terjadi di beberapa kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara. Di Tomohon, longsor yang terjadi di Tinoor merengut empat korban jiwa. Sejumlah orang dilaporkan hilang. Di Minahasa, tiga korban tewas terseret banjir.

Bencana juga terjadi di Kabupaten Sangihe dan Minahasa Utara. Curah hujan yang sangat tinggi dan angin kencang menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana.(KOMPAS.COM/FOTO Ronny Adolof Buol)

 

Share