Wednesday, 19 February 2020

Bupati Minut Buka Kegiatan Karang Taruna

SBY: UU Pilkada Tidak Bisa Dieksekusi

sby

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono (sumber: AFP Photo / Adek Berry)

Washington – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tidak dapat dieksekusi.

Wartawan Investor Daily, Novy Lumanauw melaporkan dari Washington DC, Amerika Serikat, SBY menyatakan bahwa UU Pilkada selain berpotensi menimbulkan konflik hukum, juga bertentangan dengan UU tentang DPR, DPD, dan DPRD, serta UU tentang Pemerintahan Daerah (Pemda).

“Bagi saya, berat untuk menandatangani UU Pilkada oleh DPRD, manakala masih memiliki pertentangan secara fundamental, konflik dengan UU yang lain. Misalnya, UU tentang Pemda,” kata SBY saat memberikan keterangan pers di The Willard Hotel Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (25/9) atau Jumat (26/9) WIB.

SBY yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat mengungkapkan UU Pilkada sangat bertentangan dengan UU Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya pada klausul atau pasal-pasal yang mengatur tentang tugas, fungsi, dan kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Saya berpendapat, sebagai presiden RI, masih ada konflik UU Pilkada yang baru saja dilakukan voting untuk pilihan sistemnya itu. UU Pilkada juga berkonflik dengan UU yang mengatur tentang DPRD, yang tidak memberikan kewenangan kepada DPRD untuk memilih kepala daerah,” katanya.

Investor Daily

Penulis: Nov/AB

Sumber:Investor Daily

Mulai November, Pakai Facebook Tak Gratis Lagi, Harus Bayar Rp 32.890 per Bulan?

facebookCALIFORNIA – Bersiap-siaplah, terhitung 1 November mendatang para pengguna Facebook tidak bisa menikmati layanan sosial media tersebut secara cuma-cuma. Pasalnya, Facebook bakal mengenakan biaya keanggota sebesar US$2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan kurs Rp 11.000 /US$

Pendiri & CEO Facebook Mark Zuckerberg mengaku cukup sulit untuk memutuskan hal ini.

“Setelah berfikir panjang dan keras atas hal ini.

Kami memutuskan untuk mengenakan biaya bulanan,” katanya dikutip dalam nationalreport.net, Selasa (23/9/2014).

Tapi dengan pertimbangan kini facebook telah menjadi perusahaan publik dan penggunanya mencapai 1,3 miliar per Agustus tahun ini. Ini menjadi beban tersendiri.

“Jika kami tidak mengenakan biaya ini, Facebook menanggung beban untuk tahun mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, juru bicara CNN Paul Horner dalam wawancaranya dengan CNN kembali menegaskan bertambahnya ratusan ribu pengguna tiap harinya kian membebani Facebook. Sementara pemasukan dari iklan tak sebanding.

Meski demikian, Facebook pun memberikan pilihan layanan tak berbayar. “Kami tidak ingin pengguna kemudian menghapus keanggotaany karena tidak sanggup atau enggan membayar biaya bulanan,” ujar Horner.

Caranya mudah, cukup menuliskan permintaan dengan meng-update status di akun Facebook I AM POOR FACEBOOK PLEASE WAIVE MY MONTHLY FEE. Dengan disertai hastag #FacebookMonthlyFee.

Selanjutnya, posting ini akan diteruskan ke admin Facebook dan membabaskan dari segala biaya.

Sebagai timbal baliknya, pengguna tidak bisa lagi mengakses layanan games yang tersedia di Facebook.

Selain itu, pengguna juga punya pilihan mengakses Facebook tanpa biaya. Namun pengguna hanya dibatasi akses tanpa biaya selama satu jam dalam seminggu. Jika melewati batas itu, pengguna akan dikenai biaya US$0,49 per menit atau setara Rp 5.390 per menit.

Namun ternyata rumor itu muncul dari situs berita satir Nationalreport.net. “Nationalreport adalah situs berita satir yang memuat berita palsu (hoax),” tulis The Economic Time, Selasa (23/9/2014).

Nationalreport.net menulis bahwa raksasa jejaring sosial itu akan mengenakan biaya keanggotaan terhitung per 1 November mendatang. Untuk lebih menyakinkan, dalam artikel berita juga memuat kutipan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Pihak Facebook kini tengah berusaha memerangi berita palsu semacam ini. Facebook pun akan menandai situs situs berita satir.( TRIBUNNEWS.COM)

Renungan Jumat, 26 September 2014: Memahami Mesias

Kebangkitan-Tuhan-Yesus-KristusPekan Biasa XXV; Pkh 3:1-11; Mzm 144; Luk 9:18-22
Ketika Petrus menjawab pertanyaan Yesus dengan tepat bahwa Ia ada lah “Mesias dari Allah”, Yesus justru melarang para murid agar tidak memberitahukan kepada orang lain. Kalau diperhatikan, maka perintah ini agak aneh. Di tempat lain, Yesus memerintahkan para murid untuk memberitakan kabar gembira, tetapi di sini Ia justru melarang para murid untuk mewartakan kepada dunia tentang identitas yang sejati sebagai “Mesias dari Allah”. Apakah Yesus melarang karena yang mau diwartakan adalah identitas-Nya? Kiranya tidak.
Yesus melarang para murid karena Ia perlu menjernihkan paham para murid tentang Mesias. Bisa saja para murid memahami Diri-Nya sebagai Mesias yang menang jaya. Maka, segera Yesus memberitakan bahwa Anak Manusia harus menderita, wafat dan bangkit (ay. 22). Yesus adalah Mesias, ya…, tetapi tidak seperti yang dibayangkan Petrus. Konsep para murid tentang Mesias perlu diluruskan sebelum diwartakan ke sudut-sudut bumi.
Lalu? Nabi Yesaya pernah mengatakan, “… rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan” (Yes 55,8). Dalam kehidupan beriman, kita memang hidup dalam ketegangan untuk senantiasa menyesuaikan diri dengan gagasan atau kehendak Allah.
RD V. Indra Sanjaya
Dosen Kitab Suci Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

– See more at: http://www.hidupkatolik.com/2014/09/25/renungan-jumat-26-september-2014-memahami-mesias?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.PJaAYlVv.dpuf

Bacaan Injl, Jumat 26 September 2014: Luk 9:18-22

Pengakuan-PetrusPengakuan Petrus
Luk 9:18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
Luk 9:19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
Luk 9:20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
Luk 9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
Luk 9:22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

– See more at: http://www.hidupkatolik.com/2014/09/25/bacaan-injl-jumat-26-september-2014-luk-918-22?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.fKTOKZc0.dpuf

Mazmur, Jumat 26 September 2014: Mzm 144:1-4

Janji-TUHAN-mengenai-keluarga-dan-kerajaan-DaudMzm 144:1 Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;

Mzm 144:2 yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Mzm 144:3 Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?

Mzm 144:4 Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

Bacaan I, Jumat 26 September 2014: Pkh 3:1-11

Allah-berfirman-lewat-Anak-NyaPkh 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
Pkh 3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
Pkh 3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
Pkh 3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari
Pkh 3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
Pkh 3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
Pkh 3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
Pkh 3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
Pkh 3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
Pkh 3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
Pkh 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

– See more at: http://www.hidupkatolik.com/2014/09/25/bacaan-i-jumat-26-september-2014-pkh-31-11?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.JbUUHqZH.dpuf