Monday, 25 March 2019

Festival Batu Nona Sukses dan Meriah

1479510_10200882471175088_546521108_nKema,KLABATNEWS-Penutupan pelaksanaan Festival Batu Nona 2013 berlangsung sukses dan meriah dilaksanakan di Batu Nona Resort and Water Sport di Desa Kema 3, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (23/11). Pada kesempatan itu juga panitia, pelaku usaha Batu Nona Resort and Water Sport ibu Fransisca Tuwaidan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Utara Dra Femmy Pangkerego MPd serta seluruh peserta lomba dan penonton yang hadir sepakat untuk menjadikan Festival Batu Nona sebagai iven tahunan.batu nona3

Sebelum acara penutupan dilaksanakan perlombaan perahu hias dan lomba dayung pada sore hari sekitar pukul 15:30 sore, perlombaan tersebut menambahkan semaraknya kegiatan Festival Batu Nona. Putri Pariwisata Minut 2013 yang diraih Naomi Pijoh dan finalis Putri Pariwisata lainnya, ketua panitia Fransisca Tuwaidan dan Kadisbudpar tak mau ketinggalan diajak menaiki perahu untuk mengelilingi indahnya pantai Batu Nona di sore hari sambil para fotografer yang andal, dari Tonsea Fotografer dan Manado Fotografer mengabadikan momen yang indah itu.

DSCF6140Setelah mengelilingi pantai Batu Nona, para pemenang lomba yakni ketiga Putri Pariwisata Minut 2013, juara satu, juara dua dan juara tiga menaikki perahu hias sambil melambai-lambaikan tangan ke pengunjung pantai Batu Nona. Tidak hanya sampai di situ mereka juga belajar mengemudikan jet sky yang merupakan salah satu fasilitas yang ada di Batu Nona Resort and Water Sport.

Sementara itu Ketua Panitia Fransisca Tuwaidan pada acara penutupan Festival Batu Nona mengatakan mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini bisa digelar lebih heboh lagi dan akan dirancang menjadi iven nasional agar para wisatawan nasional bahkan manca negara bisa mengunjungi Minahasa Utara dan kita bisa memperlihatkan akan potensi daerah kita.DSCF6136

“Kita semua harus saling bersinergi antara pemerintah dan pelaku usaha wisata pantai serta dengan warga masyarakat agar Festival Batu Nona tahun depan bisa lebih heboh lagi dan bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi ke daerah yang kita cintai ini,” jelas Fransisca M Tuwaidan.

DSCF6132Pada kesempatan itu juga Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sendiri melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pun telah merencanakan agar Festival Batu Nona bisa dilaksanakan pada tahun depan dan menjadi agenda rutin Pemkab Minut. “Karena hal ini sangat menunjang akan visi dan misi pak bupati dan ibu bupati, yakni menjadikan Kabupaten Minahasa Utara sebagai daerah tujuan wisata 2015,” ungkap Kadisbudpar Minut Dra Femmy Pangkerego MPd.IMG_1480

Sementara itu setelah pemilihan Putri Pariwisata Minut 2013 yang diraih Naomi Pijoh, pada hari terakhir pelaksanaan Festival Batu Nona diadakan perlombaan perahu hias dan lomba dayung perahu yang berlangung meriah dan ratusan penonton pun memadati areal objek wisata pantai Batu Nona Kema.(sem wantania)batu nona1

IMG_1486

Share

Naomi Terpilih Putri Pariwisata Minut 2013 Pada Festival Batu Nona

PUTRI PARIWISATAOKKema,KLABATNEWS-Akhirnya Naomi Pijoh terpilih sebagai Putri Pariwisata Minut 2013 pada Festival Batu Nona yang diselenggarakan di Ball Room Batu Nona Resort and Water Sport, Desa Kema 3, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (22/11). Naomi merupakan peserta dengan nomor 14 ini dikukuhkan sebagai pemenang.IMG_1288

Para peserta lomba Putri Pariwisata Minut 2013 sehari sebelumnya yakni pada siang harinya telah mendapat materi dari berbagai sumber sekaligus penilaian telah dimulai dan malam harinya acara talent show. Pada acara talent show para peserta menunjukkan bakat masing-masing, ada yang tunjukan kebolehan dalam seni peran yakni berakting sehingga membuat haru para juri dan penonton, ada pula yang menunjukkan kebolehan dalam hal menyanyi dan bermain musik dengan lagu-lagu yang lagi ngetop sekarang ini, dan ada juga para finalis menyanyikan lagu-lagu daerah serta kebolehan dalam hal tari-tarianpun ditunjunkkan peserta lomba.

Lainnya hal dengan Naomi, sang gadis manis ini. Ia menampilkan seni bela diri yakni karate, dengan mengenakan pakaian karate ia kelihatan gagah bagai seorang pendekar yang mau bertarung dengan lawan. Jurus-jurus bela diri pun ia peragakan di hadapan juri dan penonton yang memadati acara tersebut yang berlangsung di sebuah gedung pertemuan di Batu Nona Resort and Water Sport. Lawan tanding Naomi dalam pertarungan itu yakni ibunya sendiri, yang merupakan atlet karate Sulut.

IMG_1286Para penonton yang memadati tempat itu terpukau akan aksi ibu dan anak ini yang memainkan gerakan-gerakan yang sangat gesit. Akhirnya ketiga juri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minut Femmy Pangkerego dan Ketua Panitia Fransisca Tuwaidan dan unsur PKK mengambil keputusan akan siapa-siapa yang menjadi pemenang lomba Putri Pariwisata Minut 2013 dan putri-putri dalam berbagai kategori.

Suasana ruangan terlihat tegang, pasalnya juri akan membacakan pemenang lomba dan akhirnya Naomi Pijoh terpilih menjadi Putri Pariwisata Minut 2013, tepuk tangan yang meriah dari para pendukung Naomi pun memecahkan keheningan di malam itu.

Pada kesempatan itu Naomi bersyukur pada Tuhan karena rasa ragu tak terbawa di atas panggung saat tampil. Rasanya tak salah pilihan juri terhadap Naomi, karena bakat unik yakni bela diri karate yang ia peragakan saat talent show dan dengan wajah cantiknya serta kulit hitam manis. Pengetahuan umum dan pengetahuan di bidang pariwisata ia buktikan dengan menjawab semua pertanyaan juri yang dilontarkan kepadanya.

Menurut Naomi ia banyak mengenal akan objek-objek wisata di Minahasa Utara termasuk Pantai Batu Nona Kema. “Saya banyak mengetahui akan objek-objek wisata Minahasa Utara,” ungkap Naomi. Sedangkan juara dua lomba tersebut diraih Dela Lalamentik, untuk nomor ketiga peserta lomba dengan nomor 13 atas nama Eva Tumatar. Pemilihan Putri Pariwisata pada Festival Batu Nona ada juga pemenang Putri Pariwisata Persahabatan, Putri Fotogenic, Putri Favorit serta Putri dengan Kreasi Batik Minahasa Utara terbaik, peserta finalis Putri Pariwisata berjumlah 14.IMG_1297

Sementara itu anggota DPRD Minahasa Utara yang juga Ketua Panitia Festival Batu Nona Fransisca M Tuwaidan mengatakan perlombaan untuk pemilihan Putri Pariwisata Minut 2013 berlangsung meriah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mendaftar dan mengikuti perlombaan.

“Peserta lomba ada juga dari luar Minahasa Utara, seperti ada yang berasal dari Tondano, Manado dan Tomohon. Penontonpun pada pemilihan Putri Pariwisata memadati tempat ini dan hal ini di luar perkiraan kami,” ungkap ibu Eta sapaan akrab Fransisca M Tuwaidan.

Pada kesempatan itu juga Kadisbudpar Minut Femmy Pangkerego mengakui kepada sejumlah wartawan bahwa juri sulit memilih para pemenang tetapi akhirnya kami bertiga mengambil keputusan dengan baik dan tidak ada intervensi, keputusan juri sah. “Kami para tim juri sudah bekerja semaksimal mungkin dan telah mengambil keputusan yang sah dan sesuai dengan kriteria.

Ia menambahkan penilaian Putri Pariwisata kali ini lebih pada kelebihan yang menjadi ciri khas para peserta lomba serta penampilan secara umum. Penilaian ini beda dengan pemilihan Utu dan Keke baru-baru ini yang lebih mementingkan akan kecerdasan.

“Penilaian ini diibaratkan bagaimana kalau kita melihat sebuah objek wisata yang memiliki ciri khasnya sendiri, waktu kita melihatnya membuat kita senang, hal itulah yang paling utama dan penting,” kata Pangkerego.(sem wantania)

PENONTON

 

Share

Wamen Pertanian Tanam Bibit Pala di Minut

994639_10200685018237507_609800586_n1460074_10200685019997551_850381541_nPALA Minahasa Utara dinilai memiliki kualitas terbaik dengan kategori Grate A. Tak tanggungtanggung penilaian ini datang langsung dari Wakil Menteri Pertanian RI Dr Rusman Haryawan, saat berkunjung ke Minut, tepatnya di Desa Treman Kecamatan Kauditan. Dalam kunjungannya yang didampingi Kadis Pertanian Propinsi Sulut ini, Wamen berdialog dengan bupati dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) serta menyerahkan bibit pala kepada Gapoktan memantau perkebunan pala dan melakukan penanaman bibit pala di Perkebunan Desa Treman.1476079_10200685016277458_1776048184_n

Dalam sambutannya, Wamen mengapresiasi perhatian Bupati Drs Sompie Singal MBA dan jajarannya terlebih lagi Gapoktan Desa Treman terhadap pembibitan dan penanaman pala di Minut. Ia pun berjanji akan membantu Minut dalam pembibitan dan penamaman pala ke depannya.

Sementara itu bupati menegaskan bahwa selain bibit pala, Minut kaya akan potensi pertanian lainnya seperti kelapa, kedelai dan sebagainya serta potensi alam lainnya. Juga sejumlah keberhasilan pembangunan dan banyaknya prestasi yang diraih. Turut mendampingi Bupati Kadis Pertanian Ir Wangke Karundeng serta sejumlah pejabat Pemkab Minut lainnya.(sem/advetorial)

1465343_10200685014197406_527415350_n

Share

Bupati Minahasa akan Terima Penghargaan di Bali

menteri kehutananTondano,KLABATNEWS-Kalau sesuai dengan rencana maka Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dipastikan, Senin (25/11) akan menerima Penghargaan dari Presiden RI sebagai pemenang Lomba Penanaman Satu Milyar Pohon tingkat Nasional.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi mengatakan bahwa sesuai surat Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Nasional nomor S.295/V-RHL/2013 tanggal 12 November 2013, Bupati Minahasa telah diundang secara resmi untuk menghadiri acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) tingkat Nasional tahun 2013 pada Senin, 25 November 2013 di Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

“Dalam surat yang ditandatangani oleh Dirjen Dr Hilman Nugraho tersebut, Bupati Minahasa akan menerima penghargaan sebagai pemenang Lomba Penanaman Satu Milyar Pohon Tingkat Nasional yang akan diberikan langsung oleh Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkap Tumundo.

Ia menambahkan Tumundo penetapan Bupati Minahasa sebagai Pemenang Lomba Penanaman Satu Milyar Pohon tingkat Nasional ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor SK 773/Menhut-V/2013 tanggal 6 November 2013. “Sehingga pada tanggal 7 November 2013 yang lalu, Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan telah mengunjungi Kabupaten Minahasa dan melakukan penamanan pohon dalam Program Nasional Penanaman Satu Milyar Pohon dan meresmikan Pencanangan Hutan Kota di Kompleks Stadion Maesa Tondano bersama Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi didampingi Kadis Kehutanan Ir Wenny Talumewo,” jelasnya.(yov)

 

Share

Pemkab Minahasa Peringati Hari Pangan Sedunia ke-33

hari pangan seduniaTondano,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa memperingati Hari Pangan Sedunia ke-33 Kamis, 21 Nov 2013 yang Dihadiri oleh Sekda minahasa, ketua TP PKK Minahasa DR. Olga Sajow Singkoh MHum dan Sekban Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Utara Ir. Lus Turangan Msi, jajaran pemda, jajaran Ketahanan Pangan, TP PKK kecamatan, Sekab Minahasa dan kelompok program P2KP (percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi), kegiatan ini mengambil tema “Optimalisasi Sumberdaya Lokal Melalui Diversifikasi Pangan Menuju Kemandirian Pangan dan Perbaikan Gizi Masyarakat”

Kaban Ketahanan Pangan Ir N J Runtukahu dalam laporannya mengatakan bahwa kondisi ketahanan pangan di Minahasa pada dasarnya telah swasembada pangan beras dan sudah memiliki 9 lumbung pangan desa dan 1 lumbung pangan pemerintah. “Kegiatan ini dirangkaikan dengan HUT Kabupaten Minahasa ke-585. Dalam kegiatan ini pula dilaksanakan lomba cipta menu berbasis makanan khas daerah yang diikuti oleh TP PKK kecamatan dan lomba aneka olahan pangan lokal diikuti oleh kelompok program P2KP,” ungkap Runtukahu.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Minahasa dan TP PKK Minahasa tentang P2KP. Dan diserahkan pula penghargaan kepada kelompok binaan badan ketahana pangan, yakni P2KP terbaik : kelompok sansiviera desa Waleure Langowan Timur, Kelompok mandiri pangan terbaik kelompok afinitas DMP karya bersama Desa Suluan Tombulu, Kelompok replikasi DMP terbaik Kelompok Desa Tampusu Remboken, Gapoktan penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat, Gapoktan Lolumbeng Desa Teep Langowan Timur, Gapoktan mandiri Kelurahan Tataaran Tonsel, Gapoktan Puatawaya Kelurahan Roong Tonbar Bantuan MP3L diberi kepada kelompok Gloria Desa Kanonang 2 Kawangkoan Barat, kelompok Serenta Pe Desa Ampreng Langowan Barat

Dalam sambutannya DR Olga Sajow Singkoh MHum ketua TP PKK Kabupaten Minahasa mengatakan bahwa makanan khas daerah merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang pada prinsipnya melatih dan meningkatkan kemampuan partisipatif masyarakat khususnya ibu-ibu untuk menyediakan makanan berkualitas, bergizi seimbang dan aman bagi anggota keluarga.

“Lomba-lomba yang dilaksanakan bertujuan untuk membangun budaya keluarga dan masyarakat untuk mengonsumsi aneka menu makanan khas daerah dan mengharapkan bahwa kegiatan ini jangan dipandang sebagai rutinitas semata tetapi harus dijadikan momentum penting dalam mengembalikan dan menanamkan budaya konsumsi yang mengandalkan sagu, jagung, ubi-ubian dan pisang sebagai pangan pokok,” ungkap Singkoh.

Menurutnya hari pangan sedunia ke-33 ini kiranya memberikan semangat kepada masyarakat terutama ibu-ibu PKK agar mampu dan mau mengembangkan teknik pengolahan pangan lokal sehingga dapat menghasilkan produk pangan olahan yang lebih modern dan diterima masyarakat. Dan berusahalah menyajikan makanan yang enak, berpenampilan menarik dan bergizi lewat jagung, pisang dan ubi-ubian sehingga hal ini akan mengasah keterampilan ibu-ibu untuk menjadikan menu yang memiliki nilai jual yang tinggi.

“Dan tanah Minahasa ini adalah tanah yang diberkati, maka marilah manfaatkan dengan benar dan sebaiknya,” jelasnya.

Sementara itu Sekda Minahasa dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa masalah pangan merupakan hal yang paling mendasar sehingga HPS ini dapat dijadikan pemahaman, kepedulian masyarakat dan stakeholder terkait terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi demi P2KP.

“Gerakan makan pangan lokal merupakan tindak lanjut program nasional one day no rice dan program daerah kita yaitu “genta nasi”. Sekaligus mengajak semua untuk mengurangi konsumsi nasi dan mengganti dengan sumber karbohidrat lainnya dengan mengkonsumsi pangan lokal sumber protein, sumber vitamin,” jelasnya. Sekda juga menyampaikan selamat Hari Pangan Nasional ke-33 dan selamat berlomba.

Setelah itu dilanjutkan dengan pencanangan Gerakan Pangan Lokal yang adalah program nasioanal dan dicanangkan pertama di Indonesia, hal ini ditandai dengan pelepasan balon gas oleh Sekda, Ketua TP-PKK, muspida, Sekban Ketapang Propinsi Sulut, serta pejabat yang hadir dan disaksikan oleh tamu undangan dan peserta lomba yang hadir saat itu.(yov)

Share

Pilhut Desa Kawangkoan Berjalan Lancar, Paulus Kodong Hukum Tua Terpilih

Kalawat,KLABATNEWS-Pemilihan hukum tua (pilhut) Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat berlangsung sukses, kumtua terpilih Paulus Kodong dengan meraih suara terbanyak yakni 654 suara, sedangkan Joseph Jefri Mungkadang SE meraih 442 suara dan calon Yunita L Laihan meraih 79 suara. Pilhut dilaksanakan di kompleks kantor hukum tua. Tampak hadir Camat Kalawat, kepolisian Polres Minut, Kepala BPMD Minut.

Camat Kalawat Tinneke Rarung dalam kesempatan itu mengatakan visi-misi para calon beberapa waktu lalu yakni demi mensejahterakan masyarakat dan hal itu harus diwujudkan. “Dalam penyelenggaraan pilhut para calon telah memberikan partisipasi sebesar 7 juta per orang, ketiga calon hukumtua juga saling baku bae dan mereka melakukan penanaman pohon dan kerja bakti bersama,” ungkap Rarung.

Menurut Rarung pilhut Kawangkoan telah berjalan dengan aman, lancar dan adil. “Yang saya ketahui selama ini pemilihan yang di tiga desa masih dalam titik aman-aman saja. hukumtua yang terpilih nantinya dapat memaparkan visi dan misi ke masyarakat yang berguna untuk masyarakat yang sesuai dengan aturan yang berlaku dengan membawa pada kesejahteraan,” jelasnya.

Rarung menambahkan hidup rukun dan damai dengan menjaga kerukunan antara umat beragama saling menghargai satu sama lainnya. Ia juga menjelaskan Kecamatan Kalawat adalah pintu gerbang masuk ke Minut yang mana untuk ke depan ada dua proyek besar yang ada di Kecamatan Kalawat yaitu pembangunan tol dan waduk.

“Marilah sama-sama kita topang pembangunan untuk menuju Kabupaten Minahasa Utara yang lebih maju lagi,” jelas Camat Kalawat Tinneke Rarung.(max)

Share

Komisi Remaja Sinode GMIM Gelar Studi Pelayanan di Malaysia

pelayananKuala Lumpur,KLABATNEWS -Mengakhiri tahun pelayanan 2010-2014, sebanyak 30 orang Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS), Forum Komunikasi Pembina Remaja Sinode (FKPRS) dan Remaja Teladan Sinode GMIM tahun 2011, 2012 dan 2013 yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purna Remaja Teladan (FKPRT) melakukan studi pelayanan di Malaysia dan Singapura pada Jumat hingga Senin, 22-25 November 2013.

Delegasi binaan Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM Pnt Jantje Wowiling Sajow MSi ini akan melakukan ibadah dan sharing pelayanan di Gereja Anglikan Malaysia, Gereja Methodis Singapura dan Gereja Calvin Singapura, serta mengunjungi objek wisata dan objek bersejarah lainnya di kedua negara tersebut.

Sekretaris Komisi Remaja Sinode GMIM Pnt Meksi Sahensolar SPi mengatakan bahwa kegiatan ini adalah perpaduan program kerja Komisi Remaja Sinode GMIM di Bidang Misi Oikumene dan Bidang Minat Bakat.

“Rombongan akan mengakhiri kegiatan dengan Diskusi Pelayanan bersama Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM Pnt Jantje Wowiling Sajow yang juga Bupati Minahasa di Sentosa Island Singapore, Minggu (24/11),” ungkapnya.

Delegasi yang terdiri Pnt Meksi Sahensolar, Pnt Iwan Frederik, Pnt Ruddy Ratag, Pnt Moudy Rondonuwu, Pnt Agustivo Tumundo, Pnt Steven Liow, Pnt Hesky Naray, Pnt Hentje Lumentut, Pnt Alva Pandey, Pnt Selfran Wungow, Pnt James Tangkawarow, Pnt Aldrin Lombogia, Sym Davy Awondatu, Pnt Magdalena Wullur, Anita Muaya, Lilly Wullur, Megumi Kusen, Gisela Awondatu, Riven Karundeng, Lyon Lalita, Venetha Waworuntu, Angelo Tangkau, Harini Sondakh, Bryan Kembuan, Regina Tulungen, David Bella, Fillia Mais, Meggy Warongan dan David Latjandu.(yov)

Share