Tuesday, 26 March 2019

Ketua Umum LSM IKPSU Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana, Buka Posko di Airmadidi

lsm ikpsu beri bantuanOKKAirmadidi,KLABATNEWS-LSM Ikatan Kawanua Peduli Sulawesi Utara (IKPSU) tak tinggal diam melihat derita yang dialami warga Manado. semenjak musibah banjir bandang menimpa mereka pada 15 Januari lalu. IKPSU Sulut kemarin melaksanakan bersih-bersih sampah dan lumpur serta memberikan bantuan makanan dan minuman bagi korban di beberapa tempat.

LSM IKPSU telah membuka posko bencana banjir bandang dan tanah longsor bertempat di Sekretariat Koordinator Nasional Airmadidi. “Kamis hari ini kami membuka Posko untuk bantuan bencana banjir dan tanah longsor, untuk itu bagi siapa yang ingin menyalurkan bantuannya melalui LSM IKPSU Sulut silakan ke sekretariat kami,” ungkap Ketua Umum LSM IKPSU, Mheinich Hertje Mekel.

Ia menambahkan bagi warga dan PNS yang pakaiannya atau seragamnya yang sudah tidak dipakai tapi masih layak bisa disumbangkan ke Posko LSM IKPSU di Airmadidi agar bisa diberikan ke korban bencana banjir dan tanah longsor.(sem)

 

Share

Bangkitnya Budaya Mapalus, Warga Tonsea Turun Gunung Bantu Korban Bencana – Sompie Singal Pimpin Pembersihan Kota Manado

68370_10201043723844923_1688594168_n  BUPATI Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie Singal MBA, Rabu (22/01) memimpin pembersihan Kota Manado. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan kegiatan bakti sosial dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara demi membantu warga Manado pascabanjir bandang 15 Januari 2014 lalu. Inilah budaya mapalus yang terus melekat di Bumi Klabat ini sehingga warga dan PNS Minut pun turun gunung untuk membantu korban bencana di Kelurahan Ternate Baru Kecamatan Singkil Kota Manado.

Bupati Sompie Singal, Sekretaris Daerah Johannes Rumambi, Asisten Ronny Siwi, Asisten 2 Wilhelmina Dimpudus dan Asisten 3 Max Purukan bersama dengan para kepala SKPD dan stafnya dengan menggunakan peralatan cangkul, skop untuk membersihkan lumpur-lumpur dan sampah-sampah yang menutupi selokan-selokan, lorong-lorong bahkan di rumah warga setempat.

SEKDAKegiatan bakti sosial warga dan Pemkab Minut ini selain bersih-bersih, Pemkab Minut juga membantu para korban bencana berupa sembako. Menurut rencana Pemkab Minut juga pada Kamis 23 Januari 2014 ini akan kerahkan petugas kesehatan dan pada Jumat akan kembali turun gunung untuk bersih-bersih Kota Manado.

“Warga Manado merupakan saudara-saudara kita yang mendapat musibah banjir bandang, untuk itu kami sebagai warga Minahasa Utara turut prihatin akan keadaan mereka dan kegiatan bakti sosial seperti ini merupakan budaya orang Tonsea dengan semangat mapalus mari kita ringankan beban mereka,” tutur bupati Minut Sompie Singal.

Warga Ternate Baru pun salut dengan Bupati Sompie Singal dan para pejabat Minut, karena menurut mereka bukan hanya bantuan makanan dan minuman yang diberikan tetapi waktu dan tenaga juga. “Kami sebagai warga Manado sangat salut dengan tindakan yang dilakukan pejabat Minut, mereka rela turun ke tempat kami untuk membersihkan selokan, lorong dan rumah kami yang ditutupi sampah dan lumpur,” ungkap salah satu warga Ternate Baru.

Sementara itu Camat Singkil Drs Herry Saptono mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Minut yang telah membantu warga Kecamatan Singkil. “Mengatasnamakan pemerintah dan masyarakat Singkil mengucapkan sangat berterima kasih kepada Pemkab Minut, karena telah meringankan beban mereka dari musibah bencana yang terjadi dan merasa sangat terbantu karena uluran tangan dari masyarakat dan Pemkab Minut,” jelas Saptono bersama Lurah Ternate Baru Junaidi Mamoto.(sem)

KABAG HUMAS

 

 

Share

Hukum Tua Terpilih Desa Winetin Status Tersangka Akan Dilantik, Pemkab Minut Tetap Mengikuti Aturan yang Berlaku

Sompie dan SiwiAIRMADIDI-Meski telah berstatus tersangka dalam perkara pemalsuan surat yakni ijasah palsu Sekolah Menengah Pertama (SMP) sesuai Nomor Polisi (Nopol): B/03/I/2014 Reskrim Polres Minut, Hukum Tua (Kepala Desa) terpilih Desa Wenetin Kecamatan Talawaan, Silfa Karundeng tetap akan dilantik pada Rabu (22/1) besok.

Pada hearing yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut, pelantikan akan tetap dilaksanakan. “Hearing dengan DPRD, hukum tua terpilih sekaligus tersangka tetap akan dilantik,” kata Ketua Komisi A, Denny R Wowiling, Selasa (21/1).

Masalah diproses saat tahapan pemilihan, masa itu tidak langsung digugurkan. Hanya saja, warga tetap tidak setuju, kenapa harus dipaksakan untuk dilantik, apakah itu tidak berdampak pada keamanan nantinya, “terang Paulansia Mandagi, incumbent hukum tua lalu.

Tetapi kata dia, apa mau dikata, jika keputusan hearing dewan ternyata tersangka tetap saja akan dilantik. “Kalau memang peraturan sudah begitu, ya kita mau bilang apa,”tandasnya.

Bupati Minut Drs Sompie S F Singal MBA, saat dikonfirmasi terkait pelantikan hukum tua tersangka tersebut mengatakan, Pemkab tetap mengikuti aturan yang berlaku. “Hukum tua tersebut berdasarkan hearing akan dilantik, lantik saja asalkan berdasarkan aturan,” terang Singal.

Asisten I Pemkab Minut Ir Ronny F Siwi menambahkan, rencananya Hukum Tua Wenetin akan dilantik Rabu (22/1) besok.”Setelah dilantik, hukum tua tersebut akan diberhentikan sementara. Nanti kita liat kemudian hasil penyelidikan Polres Minut,” terang Siwi.

Apabila ijasah palsu itu terbukti lanjut Aisiten I, pastinya akan ada aturan yang berlaku. Tetapi kalau tidak terbukti, dia bertugas kembali sesuai ketentuan yang berlaku.”Kita ambil contoh, kejadian seperti mantan Walikota Tomohon dulu. Usai dilantik, diberhentikan karena si tersangka harus mejalani proses hukum yang berlaku,”pungkasnya.(john)

 

Share

Pulihkan Infrastruktur Sulut, Butuh Rp 700 M

1012944_567771723319368_1481417631_nMANADO – Proses pemulihan dari kerusakan pascabencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara (Sulut) perlu waktu lama karena semua bergantung pada pencairan dana dari pusat.

“Kita tidak dapat memastikan seberapa cepat proses perbaikan jembatan dan jalan pascabanjir dan longsor karena itu semua bergantung dana dari pusat. Dana yang diperlukan Rp700 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) J.E Kenap, kemarin.

Daerah kata Kenap, hanya dapat melakukan pemulihan sementara sambil menunggu cairnya dana, sebab pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak akibat anggaran terbatas.

“Kalau anggaran pemerintah pusat bisa datang dengan segera sudah pasti proses perbaikan dan pemulihan juga berjalan cepat. Proposalnya sudah kami kirim,” ujarnya. Kenap mengatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Utara tak akan mampu memperbaiki kerusakan pascabencana.

Dana sebesar Rp700 miliar itu dibagi untuk Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air. Dinas pekerjaan umum (PU) menargetkan jalan utama menuju Kota Tomohon bisa dilalui dua pekan depan. “Kemarin kami sudah melakukan pekerjaan, tetapi karena jalannya goyah dan ada gerakan tanah sehingga pekerjaan dihentikan sementara,” ujarnya.

Menurutnya, pada bagian kanan bukit itu akan dilebarkan sepanjang 15-20 meter atau dibuat jalan baru. Hal ini dilakukan melihat kondisi jalan lama yang sudah jatuh akibat bencana alam waktu lalu, dan itu tidak dimungkinkan lagi diperbaiki.

“Takutnya, setelah kita perbaiki lalu ambruk lagi dan risikonya lebih besar karena tanahnya labil dan itu akan membutuhkan waktu lama. Prinsipnya, alat-alat kita sudah standby di sana dan dua minggu kedepan sudah bisa dilalui oleh kendaraan,” katanya.

Soal sejumlah jembatan putus yang ada di beberapa wilayah termasuk jembatan Boulevard, Kenap mengatakan untuk sementara waktu sudah dibuat jembatan darurat. “Karena ke depan, konstruksi jembatan itu akan ditinggikan agar kalau ada banjir bisa lebih aman lagi,” bebernya.

Kenap menghimbau pengguna jalan yang akan menuju ke Tomohon, Tondano dan sekitarnya agar melewati jalur alternatif sementara waktu. “Mungkin bisa lewat Airmadidi atau Tanawangko,” imbaunya. Sebelumnya, Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian PU akan membantu agar jalan dan jembatan yang putus untuk dibangun kembali. “Nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas PU setempat. Jalan dan jembatan itu tetap akan diperbaiki agar akses jalan normal kembali,” ujar Dardak.

Sementara itu, pemerintah Kota Manado, menggunakan dana tanggap darurat bencana Rp1,4 miliar guna mengatasi kondisi bencana banjir. “Dana tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 yang diketuk tahun lalu,” kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut, kemarin. Vicky mengatakan, sesuai dengan petunjuk dari anggota VI BPK RI Rizal Djalil, dana bencana bisa digunakan asalkan sesuai peruntukannya, dan ikut aturan yang berlaku.

Tetapi ia menegaskan, penggunaan dana tersebut akan diawasi ketat, supaya jangan ada penyimpangan yang terjadi dalam pemanfaatannya, karena akan berdampak hukum terhadap pemerintah. Vicky mengakui dana yang dianggarkan dalam APBD nilainya kecil, karena bencana yang terjadi sekarang ini cukup dahsyat sehingga membutuhkan biaya besar. “Jadi dana yang ada pada kami digunakan untuk membeli keperluan bantuan untuk warga korban bencana seperti makanan, minuman termasuk air bersih karena PT Air tidak beroperasi, kemudian pakaian,” katanya.

Selain itu dana tersebut juga digunakan untuk membeli perlengkapan pendukung yang digunakan membersihkan lokasi-lokasi bencana sehingga bisa memaksimalkan kinerja pembersihan Manado, kata Vicky. Sementara itu, Kadis PU Minahasa John Kussoy mengatakan  kerugian infrastruktur  seperti jembatan, jalan dan tanggul yang rusak di Kabupaten Minahasa akibat bencana, kurang lebih Rp200 miliar. “Perbaikan sudah kami usulkan ke pusat sebesar Rp200 miliar sesuai infrastruktur yang rusak. Ada dana khusus, dana penanggulangan bencana alam. Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat di sana, supaya infrastruktur yang rusak bisa diperbaiki tahun ini,” ujarnya.

Dikatakan, kerusakan di Minahasa terjadi akibat longsor di Desa Kembes dan Rumengkor, Kecamatan Tombulu. Sedangkan yang diterjang banjir meliputi Desa Tateli Kecamatan Mandolang, Desa Sawangan Kecamatan Tombulu, Desa Sarani Matani, Ranowangko, Borgo, Tambala, Mokupa, Kecamatan Tombariri

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan (Minsel), Handrie Komaling menjelaskan, bencana yang terjadi di daerah tersebut menyebabkan kerugian yang berasal dari rumah dan infrastruktur sebesar Rp205 miliar.  Bencana tersebut merusak rumah dan infrastruktur jalan di Kecamatan Motoling Barat, Ranoyapo, Kumelembuai, Tumpaan, Amurang Timur, Motoling, Motoling Timur, Suluun Tareran, Amurang Amurang Barat. ”Pihak kami mencatat sesuai data dari kecamatan yang mengalami bencana. Tapi ini hanya data estimasi kerugian saja,” katanya, kemarin.(sindomanado.com)

 

Share

KPP Pratama Alihkan Pengolahan PBB-P2 ke Pemkab Minut, Bupati Yakin Pajak Daerah akan Naik

Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2)AIRMADIDI,KlabatnewsOK.com-Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama mengadakan kegiatan pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, (20/01) bertempat di kantor bupati Kabupaten Minahasa utara.

1530345_10201029265843482_728135490_n“Pengalihan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Pengalihan tersebut mencakup kegiatan pendataan, penilaian, penetapan, pengadministrasian, pemungutan/penagihan dan pelayanan PBB-P2 yang semuanya akan diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Maka tahun 2014 ini, PBB menjadi pajak daerah dan sepenuhnya dikelola oleh Pemkab Minut. Tinggal teknis pengelolaannya karena selang waktu pengalihan asset ini berlangsung 1 sampai 31 januari 2014. Dan KPP Pratama sebagai pihak pendamping,” ungkap KPP Pratama Bitung, Denny F Makasanti.

Denny pun memberikan apresiasi kepada Kabupaten Minahasa Utara, karena dari evaluasi 2013 bagi 60 ribu wajib pajak, capaian targetnya 104 persen. “Maka artinya sudah melebihi target anggaran, dengan capaiannya Rp 5,2 miliar anggarannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Drs Sompie S.F Singal MBA selaku Bupati Kabupaten Minahasa Utara mengatakan bahwa dengan pengalihan pengolahanPBB-P2 akan menjadi tanggung jawab kita bersama, pengelolaan yang lebih baik, kinerja ditingkatkan menuju kesempurnaan. “PBB-P2 sangat berpengaruh terhadap pembangunan daerah dan menambah pendapatan daerah oleh karena itu diharapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Camat dan Lurah/hukumtua untuk membantu dalam pengelolaan PBB ini,” ungkap Sompie Singal.

Lanjut bupati, demi kelancaran pengelolaan dan pembangunan daerah, semoga transfer knowledge dan kerja sama secara terus menerus dari pihak KPP Pratama Bitung dan senantiasa mendampingi pemerintah daerah dalam menyukseskan pengalihan ini.

“Kami berharap semoga dengan pengalihan pengelolaan PBB-P2 ini ke Pemkab Minut dapat meningkatkan fiskal, pelayanan ke Wajib Pajak dapat maksimal dan tetap terpelihara. Dan semoga pemkab akan menginventarisir pajak yang ada di Minut. Pemerintah juga akan menganalisa kembali tentang pajak deaerah dan diyakini pajak daerah Minut akan naik,” jelas bupati. Akhir sambutannya Sompie Singal berharap dapat menjaring objek-objek pajak baru hingga penerimaan PBB dapat meningkat.(sem)

1510736_10201029268283543_2021632088_n

Share

Sompie Singal: Warga dan Pemkab Minut Bantu Warga Manado, Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam

bupati bantu manado

foto J Edwin Pelealu

Airmadidi,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ikut peduli dengan korban bencana alam di daerah lain, meskipun di daerah Minut sendiri telah terjadi banjir dan tanah longsor tetapi niat baik Pemkab Minut dan masyarakat untuk membantu korban bencana di Manado diwujudkan dengan mengumpulkan bantuan.

Senin 20 januari 2014 Pemkab Minut memberikan bantuan berupa makanan instan, peralatan MCK, kebutuhan bayi, 366 dos air mineral, mie instan 192 dos, makanan ringan 103 dos, susu 183 karton, mie cup 26 dos, biskuit 80 dos, roti 30 bungkus, minyak goreng 10 liter, minyak kayu putih 12 dos, gula pasir 13 kg, ikan kaleng 1 karton, kopi 2 pak, sabun mandi 4 dos , shampo 300 sachet, sabun cuci 60 sachet, sikat gigi 10 dos, pasta gigi 2dos, pampres bayi dan orangtua, teh celup dan minuman sereal 4 pak.

Bantuan tersebut diserahkan Sekda Drs Johannes Rumambi bersama Asisten 2 Bidang Pembangunan Wilhelmina Dimpudus dan Asisten 3 Drs Max Purukan. Bantuan diterima wakil walikota manado Harley Mangindaan di Posko Bencana Alam Kantor Wali Kota Manado.

Bantuan yang terkumpul merupakan hasil sumbangan dari pegawai-pegawai dan pejabat Pemkab Minut termasuk juga dari kecamatan-kecamatan yang dikumpulkan dari desa-desa yang tersebar di daerah Bumi Klabat ini. “Mulai Senin (20/01) pagi sudah disalurkan sebagian bantuan dan sore hari seluruh bantuan yang dikumpul disalurkan lagi ke Manado. Kami berharap bantuan yang Pemkab Minut berikan bisa membantu mereka dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Johannes Rumambi yang didampingi Asisten 2 Bidang Pembangunan Wilhelmina Dimpudus dan Asisten 3 Drs Max Purukan.

Sementara itu Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA menyatakan bahwa bantuan tersebut sekiranya dapat membantu dan meringankan beban warga yang kena bencana. “Pemkab dan masyarakat Minahasa Utara ikut prihatin dan terbeban serta siap membantu warga manado,” jelas Sompie.(sem/foto J Edwin Pelealu)

Share

Kerugian Manado Rp 1 Triliun, Total Sulut Rp 1,8 Triliun

rusak banjirManado– Detail kerugian akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Kota Manado dan Sulut pada umumnya, masih dihitung. Namun perkiraan saat ini kerugian material menyentuh Rp1,8 triliun. Jumlah kerugian ini telah dilaporkan secara resmi Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang ketika menjemput Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono di Manado, Sabtu (18/01).

Menurut Sarundajang, sedikitnya 80 ribu warga Sulut merasakan langsung akibat bencana ini. Sementara data terakhir Minggu (19/01) kemarin, sudah 19 warga yang tewas. Ratusan lainnya dirawat di rumah sakit serta rawat jalan, termasuk di posko pengungsian yang tersebar di Manado dan daerah sekitar.
Kota Manado mengalami kerusakan yang terparah. Hal ini diakui Kepala Dinas PU Kota Manado, Ir Ferry Siwi MSi, Minggu (19/01) kemarin.

Untuk Manado estimasi kerugian material Rp1 triliun. “Ini bencana yang sangat besar. Banyak sekali infrastruktur kita yang rusak. Mulai dari anak sungai, sanitasi, infrastruktur air bersih, perkantoran, sekolah dan juga jalan serta drainase dan jembatan. Kita perkirakan kerugian ini tak kurang dari Rp1 triliun atau bahkan lebih,” urai Siwi.
Khusus jembatan, Siwi mengatakan ada lima jembatan yang rusak di Kota Manado. Itu yakni jembatan berukuran besar di Dendengan Dalam (Dendal), kemudian jembatan berukuran sedang di Maesa Perkamil serta dua jembatan skala kecil di Tuminting Mahawu. “Jembatan terakhir yang ambruk di Boulevard, itu masuk skala jembatan besar,” papar Siwi.

Untuk sarana perkantoran, Siwi menjelaskan nyaris seluruh kantor dinas milik Pemkot Manado, dilanda banjir. Apalagi yang ada di Kawasan Tikala. “Perkantoran yang paling parah ya kantor walikota, kemudian ada juga Kantor Satpol PP, Kantor Diknas, Disperindag, BP2T, Kantor DPRD, Kantor Dinas Capil dan Kependudukan, Bappeda, Tata Kota dan Kantor Damkar,” katanya seraya menambahkan lima unit armada damkar di Kantor Dinas Damkar (Pemadam Kebakaran) yang terletak di areal kantor walikota, ikut terendam air.
Mobil-mobil itu tak bisa lagi beroperasi dan akan segera diperbaiki,” terang pejabat low profile ini. Dia mengatakan saat ini pemerintah masih terus terkonsentrasi untuk menanggulangi dampak akibat bencana banjir bandang yang menyapu Kota Manado dan sebagian wilayah Sulut pada Rabu (15 Januari) lalu.

Pemerintah, menurutnya, belum pada fase untuk merinci kerugian material secara riil. “Untuk sementara dari hasil rapat baru diperkirakan mencapai Rp 1 triliun. Itu sudah ditaksir dengan perumahan. Di Manado ada ribuan rumah yang terendam air, ratusan di antaranya rusak parah bahkan ada yang hilang. Belum lagi harta benda milik warga seperti kendaraan bermotor serta barang-barang elektronik, peralatan rumah tangga dan barang-barang berharga lainnya. Intinya, saat ini pemerintah masih fokus membantu para korban bencana,” pungkas Siwi seraya mengatakan kurang lebih ada 45 titik lokasi di Manado yang dilanda banjir parah sehingga menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian material.

Sementara, data terakhir untuk korban meninggal dunia akibat bencana di Manado berjumlah enam orang. Yakni Otniel Tumoka (43/Sindulang), Sance Malumbot (46/Tuminting), Fence Tatilu (60/Ranotana Weru), Soni Lowing (50/Ranotana Weru), Muh Nur hasan (47/Banjer) serta Omi Rindengan (24) di Titiwungen Selatan.(harian-komentar.com)

Share