Tuesday, 26 March 2019

Festival Kaki Dian Promosi Wisata Alam Minut

DCIM106MEDIAAirmadidi,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA membuka Festival Kaki Dian, di area Objek Wisata Kaki Dian Airmadidi, Jumat (14/02). Tujuan dari Festival Kaki Dian yakni untuk mengangkat wisata alamnya.

Festival Kaki Dian dihadiri Danlantamal Sulut diwakili Mayor Laut Dadang, Kejari Minut diwakili Kasie Intel Bobby Selang, Assisten 1 Minut Ronny Siwi, Asisten III MHW Max Purukan, Kadis Pariwisata Femmy Pangkerego, kadis Kehutanan Joppy Lengkong, dan sejumlah kepala-kepala SKPD, Dirut PD Pasar William Luntungan, para festival kaki dian3Utu-Keke 2013 dan Putri Pariwisata 2013, peserta lomba, warga Minut.

Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa objek wisata Kaki Dian merupakan objek wisata religius yang kemudian dikembangkan menjadi wisata alam. “Kegiatan Festival Kaki Dian merupakan sebagai bentuk kepedulian dari Pemkab Minut untuk memperkenalkan dan mempromosikan salah satu objek wisata yang sarat dengan nilai-nilai religius yang ada di kabupaten Minahasa Utara,” ungkap bupati.

Keindahan alam Kaki Dian lanjut bupati yang berada di Kaki Gunung Klabat dan terletak di ibukota Minut ini terlihat sangat indah akan keindahan alamnya. “Saya berharap festival ini akan membantu pengembangan wisata alam di Kaki Dian, lebih dari itu akan menarik wisatawan ke Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari untuk mewujudkan visi menjadikan Minut sebagai daerah kunjungan wisata tahun 2015 demi kesejahteraan rakyat Minut sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan salah satu objek wisata religius yang menjadi unggulan di Minahasa Utara adalah Kaki Dian. “Kaki Dian merupakan simboll perdamaian menjadi bukti kerukunan antar umat beragama yang rukun dan tetap terjaga did aerah kita di Sulawesi Utara khususnya di Minahasa Utara ini,” jelas bupati.

Sebelumnya Ketua Panitia Indrakusuma Oley yang juga adalah Wakil Ketua DPRD Minut ini dalam laporan panitia mengatakan sejumlah lomba yang akan digelar di Festival Kaki Dian yakni kejurnas sepeda gunung (downhill) lintas alam dan panjat tebing. Panjat tebing dan penghijauan pada 14 februari dan lomba sepeda downhill 15-16 Februari.

“Kegiatan ini diikuti atlet dari luar daerah, Kota Manado, Minahasa, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Kalimantan dan Balikpapan,” tuturnya.

Objek wisata Kaki Dian lanjutnya direncanakan akan jadi poros dari Objek wisata di Minut. “Tempat ini akan jadi patokan bagi semua objek wisata yang ebrada di Minut,” ungkap caleg DPRD Minut dapil Airmadidi-Kalawat ini.

Pada kesempatan itu juga bupati Minut Sompie Singal dan semua elemen masyarakat yang hadir melaksanakan penanaman pohon di area objek wisata Kaki Dian. Dalam acara pembukaan dimeriahkan oleh atraksi Wushu, barongsai, dan parade sepeda ekstrim serta diramaikan dengan musik bambu.(sem)

festival kaki dian2

Share

Singal dan Kansil Hadiri Acara Adat Tulude di Likupang Barat, Busana Adat- Bahasa Sangihe serta Bahasa Tonsea Menyatu di Festival Tulude

1798661_10201166257348184_1918061751_n

FESTIVAL Tulude di Kabupaten Minahasa Utara diselenggarakan di Desa Mubune Kecamatan Likupang Barat, Kamis (13/02). kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minut dan berlangsung meriah. Festival Tulude dihadiri Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA bersama Ketua TP PKK Minut Altje Singal-Polii dengan mengenakan baju adat Nusa Utara warna kuning dengan ikat pinggang juga berwarna kuning. Wakil Gubernur Sulawesi Utara Djouhari Kansil putra asli Nusa Utara juga menghadiri acara Tulude yang ditemani istri.

1779925_10201166245067877_1541834402_nPerpaduan antara budaya Nusa Utara dan adat Tonsea pun tampak pada Festival Tulude kali ini. Hal ini dibuktikan dengan pakaian dan bahasa yang digunakan dalam prosesi adat memakai bahasa Sangihe dan bahasa Tonsea. Semua tamu undangan yang hadir terlihat khusuk mengikuti tahap demi tahap perayaan Tulude.

Festival Tulude ini dihadir Assisten 1 Pemprov Edwin Silangen, KetuaTP PKK Altje Polii, Wakil Ketua DPRD Minut Rudy Kalulu, Sekda Minut Johanis Rumambi, anggota DPRD Minut Herman Papia, anggota DPRD Propinsi Paul Tirayoh dan Netty Kululu Pantouw, paraasisten Pemkab, Kepala SKPD, tokoh-tokoh adat Nusa Utara, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, dan warga sekitar.

Prosesi Tulude diawali dengan penjemputan tamu kehormatan, pemasangan topo-topo dan selendang, prosesi kue adat Tamo dan acara dilanjutkna dengan ibadah. Musik bambu, masampare dan artis ibukota Maya Rumantir turut memeriahkan acara tersebut.(sem)

1621717_10201166245947899_427585810_n

 

Share

Alat Berat Bersihkan Lapangan Sparta Tikala

Buldoser bersihkan Lapangan TikalaManado,KLABATNEWS-Musibah Banjir Bandang yang terjadi Kota Tinutuan ini membuat lapangan Sparta Tikala yang biasanya dipakai kegiatan Pemkot dan warga Manado penuh dengan lumpur setinggi 15-25 inci. Hasil pantauan media ini, Jumat (14/02) pagi pukul 10.00 Wita, dua alat berat Buldoser membersihkan Lapangan Sparta Tikala yang penuh dengan lumpur.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot  Manado Julises Oelers SH menuturkan Banjir bandang yang terjadi membuat lapangan Sparta Tikala bagaikan kolam renang dan setelah air merosot menyisahkan lumpur. “Sehingga Pemkot Manado menggunakan alat berat untuk mengangkat lumpur dan diangkut memakai mobil Truk dan dibuang ke TPA Sumompo. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang datang dari luar Kota Manado yang sudah bersama-sama Ikut membantu mengangkat lumpur dan becek yang mengenangi lapangan Sparta Tikala,” ungkap Oelers.

Ia menambahkan dalam rangka Jumpa Berlian setiap hari Jumat digalakkan untuk pembersihan Kota Manado. “Para PNS di lingkup Pemkot Manado dan warga bukan hanya mengangkat lumpur di lapangan sparta Tikala tetapi bahu membahu membersihkan rumah warga dan jalan yang tergenang lumpur dan becek.” jelas mantan Kabag Hukum Pemkot Manado.(herman tampongangoy)

Share

Aktivitas Perkantoran Pemkot Manado Masih Sepi Pascabanjir

Banjir-bandang

Banjir Bandang saat Melanda Kota Manado 15 Januari 2014 lalu.

Manado,KLABATNEWS-Banjir bandang yang menghantam Kota Manado mengakibatkan aktivitas perkantoran Pemkot Manado yang berlokasi di Tikala masih lumpuh. Pantauan media ini jumat (14/02) beberapa dokumen, berkas-berkas, meja, kursi dan tembok ruangan terlihat rusak dan berlumpur, hal ini membuat para pegawai bersama-sama membersihkan perkantoran mereka dan pegawaipun masih mengunakan sendal jepit.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kota Manado Ventje R Pontoh menggakui bahwa belum maksimalnya aktivitas perkantoran di sejumlah SKPD, disebabkan karena kondisi ruangan yang belum memadai. “Masih banyak ruangan yang belum tertata dengan baik atau masih kotor akibat musibah bencana banjir yang melanda Kota Manado waktu,” ujar Pontoh.

Ditambahkannya, untuk saat ini pihaknya masih memaklumi kondisi yang ada. Namun, dirinya berharap, pimpinan SKPD akan terus bertindak guna melakukan pemulihan, agar pelayanan bisa kembali normal. “Semua tergantung Kepala SKPD. Kalau bertindak cepat, otomatis penataan ruangan akan cepat selesai sehingga pelayanan sudah bisa kembali seperti semula,” terangnya.

Terkait masih banyak PNS memakai sendal jepit di kantor Pontoh menyatakan bahwa masih ada toleransi. “Mungkin rumah mereka terkena banjir sehingga sepatu hanyut terbawa arus deras dan jika ditemukan ada PNS yang tidak berkantor dengan alasan yang tidak tepat. apalagi hanya karena ingin menghindar dari pekerjaan membersihkan, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas untuk kedisiplinan,” jelas Pontoh.(herman tampongangoy)

Share

Dokumen KPU dan Panwas Manado Hilang Akibat Bencana

Kantor KPU Manado tanpa papan Nama

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado.

Manado,KLABATNEWS-Pesta Demokrasi Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang dipastikan akan kacau akibat hilangnya data dan dokumen-dukumen penting pemilu di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado akibat banjir Bandang yang melanda di Manado 15 Januari 2014.

KPU Provinsi Sulut Vivi Treski Lidia George, Kamis (13/02) mengatakan pelaksanaan tahapan Pemilu sedang berjalan hingga pencoblosan hari H 9 April 2014 mendatang. Akibat bencana banjir yang menimpa penyelenggara pemilu Kota Manado tidak bisa dielakkan.

“Semua tahapan tetap harus jalan. Selain itu, tentunya KPU Manado juga harus mengambil langkah strategis dan perbaikan untuk kelengkapan data pemilu yang hilang, baik dalam bentuk dokumen hard copy maupun soft copy. Untuk itu KPU Manado harus berinisiatif membuat berita acara bersama partai politik (parpol) soal hilangnya data peserta pemilu,” kata Vivi.

Selain ke parpol, lanjut Vivi KPU Manado juga harus melapor ke Pemerintah Kota Manado sekaligus untuk mencari kembali data yang hilang. “Dengan begitu, persiapan pemilu bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Dan mendorong semua pihak terkait untuk menyelesaikan segala hal menyangkut dokumen yang telah hilang, serta melakukan antisipasi,” kuncinya.

Sementara itu Ketua Badan Kehormatan DPRD Manado Hengky Lasut berpendapat kerusakan logistik Pemilu akibat  banjir bandang baru-baru ini memberi suatu pelajaran penting bagi penyelenggara pemilu tentang makna logistik pemilu. “Logistik pemilu tidak cukup dipahami sebagai pengadaan barang dan pendistribusian alat pemilu, tetapi termasuk manajemen pengelolaan alat dan barang yang digunakan dalam pemilu. Manajemen pengelolaan logistik pemilu bagi penyelenggara pemilu mencakup perencanaan pengamanan dan pendistribusian secara detail,” tutur Lasut yang merupakan potitisi Partai Hanura.

Ditambahnya untuk mengantisipasi kendala banjir dan macet harus juga menjadi fokus penyelenggara pemilu. Detail seperti ini menjadi penting untuk mengatasi tahapan pemilu agar tidak terganggu.

“Saat ini KPU dan Bawaslu juga merevisi anggaran yang ada untuk pengadaan logistik dan berbagai hal yang rusak. Bawaslu dan KPU juga bisa meminta bantuan KPU dan Bawaslu pusat untuk mengirim ulang logistik yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Alternatif lain yang berkaitan dengan solusi pertama adalah pengadaan langsung tapi harus terkontrol dengan baik,” jelas Lasut.

Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dodokambey menyatakan KPU Manado sebaiknya  harus segera menemukan data dokumen agar tidak mengganggu jalannya pemilihan Legislatif di Kota Manado  dengan cara  melakukan pendataan ulang. KPU dan Panwaslu Manado masih punya untuk bekerja cepat dan menginventarisir segala keperluannya. “Bukan hanya KPU Manado tapi KPU Pusat juga harus proaktif mengirim tim untuk mengidentifikasi segala kebutuhan dan kerusakan tersebut,” jelas anggota DPR-RI yang banyak berbuat untuk rakyat Sulawesi Utara.(herman tampongangoy)

Share

Pemkab Minut Serahkan Bantuan Beras di Tiga Desa Terisolir

bantuan berasAirmadidi,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melakukan tindakan nyata kepada desa-desa yang mengalami dampak dari bencana alam beberapa waktu lalu. Bupati Sompie Singal, Wakil Bupati Yulisa Baramuli dan Sekda Minut Johannes Rumambi menyerahkan bantuan beras sebanyak 7 ton 46 kilogram kepada tiga desa yang terisolir akibat bencana alam tanah longsor dan ambruknya jembatan Kuwil beberapa waktu lalu. Masing-masing Desa Kuwil, Kaleosan dan Desa Sampiri. Penyerahan bantuan ini diserahkan kepada masing-masing hukum tua, seusai ibadah Pemkab Minut di kantor bupati, Senin (10/02).

bantuan beras02Menurut bupati hal itu merupakan rasa kepedulian yang tinggi dari Pemkab Minut kepada ketiga desa yang mengalami dampak dari bencana alam tanah longsor dan ambruknya jembatan Kuwil. “Kami sebagai pemerintah kabupaten merasa peduli dengan musibah yang dialami warga ketiga desa tersebut, karena itu bantuan seperti ini akan membantu masyarakat di sana,” ujar bupati.

Bupati berharap bantuan ini bisa meringankan hidup mereka, sehingga segala aktifitas warga bisa berjalan dengan lancar. “Mereka termasuk desa yang terisolir untuk itu pemerintah juga harus turut menanggung dampaknya, dan semoga dengan bantuan itu warga dapat terbantu,” jelas Singal.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Minahasa Utara dr Lily Lengkong kepada sejumlah wartawan mengatakan Pemkab Minut dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan siap menyalurkan bantuan beras ke tiga desa yang terisolir yakni Kuwil, Kaleosan dan Sampiri. “Kami dari Badan Ketahanan Pangan Minut siap menyalurkan bantuan beras kepada tiga desa yang terisolir akibat tanah longsor dan lima lumbung pangan yang ada di Minut siap menyuplai beras ke kecamatan-kecamatan yang pascabencana alam,” ungkap Lengkong.

Ia menambahkan Kabupaten Minut memiliki lima lumbung padi, dengan keberadaan lumbung, diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. “Lumbung padi sangat dibutuhkan saat situasi seperti sekarang ini,” jelas Lily Lengkong.(sem)

 

 

Share

Polres Minut Tahan Mobil Tangki Milik Depot Pertamina Bitung, Jual 2 Galon BBM di Kauditan

IMG05252-20140210-1007Airmadidi,KLABATNEWS– Polres Minahasa Utara menahan satu unit tangki berplat nomor L 9294 UZ milik Pertamina kapasitas 16.000 Liter, yang bakal mengantar BBM jenis Solar ke SPBU Airmadidi.

Tangki milik Depot Pertamina Bitung ditahan aparat Polres Minahasa Utara, gara-gara sopir kedapatan menjual 2 galon BBM jenis Solar di Desa Kauditan, pada seorang warga.

“Pihak kami sudah menerima pemberitahuan Satreskrim Polres Minut, terkait penahanan itu,” tutur Bripka Jamaluddin M kepada wartawan Minggu (09/2) pukul 11:00 Witta.

Bripka Jamaluddin M selaku Pam Ovice Depot Pertamina Bitung, membenarkan kalau pihak Pertamina Bitung telah merubah Surat Ijin Jalan (SIJ). Sesuai SIJ, BBM Solar ini akan diantar ke SPBU Kombos dan SPBU Tuminting. “Tapi karena SPBU Airmadidi sedang kehabisan stok, oleh Tangki ini kami arahkan ke SPBU Airmadidi saja dahulu, biar tangki yang lain menuju ke tujuan awal, dan hal itu tidak masalah,” jelasnya.

Mobil tangki tersebut dikemudikan EM (32), menurut pengakuannya pada sejumlah wartatan, dirinya mampir di Desa Kauditan II hendak beli Aqua. Saat itu seorang wanita datang hendak membeli dari tangki. “Saya bilang, saya tidak berani melakukan sebab itu melanggar hukum,”tuturnya.
Karena wanita itu mendesak, EM merasa kasihan. “Terpaksa saya sedot dari tangki kecil milik tangki untuk bahan bakar mesin, sebanyak dua (2) galon,” kuncinya.

 

Jamaluddin mengaku sangat kecewa dengan sikap Polres Minut yang menahan tangki perusahaan, padahal yang berurusan adalah si sopir. “Kan kita sama-sama aparat Polri, kenapa tangki ini harus mengendap di Polres Minut,” keluhnya.

Tak lama berselang, pihak manajemen Depot Pertamina Bitung-pun menyambangi Mapolres Minut, untuk mengklarifikasi status penahanan mobil tangki oleh aparat.
“Saya kecewa dengan perlakuan aparat terhadap kami. Kami ini adalah Perusahaan BUMN dan kami memiliki Pam Ofice aparat polisi dari Polres Bitung. Kenapa harus dipersulit,” kata wakil pimpinan melalui Bripka Jamaluddin M selaku Pam Ovice Depot Pertamina Bitung.

Akhirnya Senin (10/2) pukul 09:00 Wita, tangki bersama sopir diijinkan pulang oleh pihak Polres Minut. Kapolres Minut melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Manoppo SE membenarkan kalau sopir dan tangki sudah diijinkan pulang, setelah proses pemeriksaan rampung. “Dugaan pencurian BBM lemah, dalam hal ini yang bermasalah adalah si sopir terhadap perusahaan. Kalau perusahaan melapor ke kami, baru si sopir kami proses,” jelas Manoppo.(john)

Share