Tuesday, 23 October 2018

Aktivitas Perkantoran Pemkot Manado Masih Sepi Pascabanjir

Banjir-bandang

Banjir Bandang saat Melanda Kota Manado 15 Januari 2014 lalu.

Manado,KLABATNEWS-Banjir bandang yang menghantam Kota Manado mengakibatkan aktivitas perkantoran Pemkot Manado yang berlokasi di Tikala masih lumpuh. Pantauan media ini jumat (14/02) beberapa dokumen, berkas-berkas, meja, kursi dan tembok ruangan terlihat rusak dan berlumpur, hal ini membuat para pegawai bersama-sama membersihkan perkantoran mereka dan pegawaipun masih mengunakan sendal jepit.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kota Manado Ventje R Pontoh menggakui bahwa belum maksimalnya aktivitas perkantoran di sejumlah SKPD, disebabkan karena kondisi ruangan yang belum memadai. “Masih banyak ruangan yang belum tertata dengan baik atau masih kotor akibat musibah bencana banjir yang melanda Kota Manado waktu,” ujar Pontoh.

Ditambahkannya, untuk saat ini pihaknya masih memaklumi kondisi yang ada. Namun, dirinya berharap, pimpinan SKPD akan terus bertindak guna melakukan pemulihan, agar pelayanan bisa kembali normal. “Semua tergantung Kepala SKPD. Kalau bertindak cepat, otomatis penataan ruangan akan cepat selesai sehingga pelayanan sudah bisa kembali seperti semula,” terangnya.

Terkait masih banyak PNS memakai sendal jepit di kantor Pontoh menyatakan bahwa masih ada toleransi. “Mungkin rumah mereka terkena banjir sehingga sepatu hanyut terbawa arus deras dan jika ditemukan ada PNS yang tidak berkantor dengan alasan yang tidak tepat. apalagi hanya karena ingin menghindar dari pekerjaan membersihkan, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas untuk kedisiplinan,” jelas Pontoh.(herman tampongangoy)

Share Button

Dokumen KPU dan Panwas Manado Hilang Akibat Bencana

Kantor KPU Manado tanpa papan Nama

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado.

Manado,KLABATNEWS-Pesta Demokrasi Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang dipastikan akan kacau akibat hilangnya data dan dokumen-dukumen penting pemilu di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado akibat banjir Bandang yang melanda di Manado 15 Januari 2014.

KPU Provinsi Sulut Vivi Treski Lidia George, Kamis (13/02) mengatakan pelaksanaan tahapan Pemilu sedang berjalan hingga pencoblosan hari H 9 April 2014 mendatang. Akibat bencana banjir yang menimpa penyelenggara pemilu Kota Manado tidak bisa dielakkan.

“Semua tahapan tetap harus jalan. Selain itu, tentunya KPU Manado juga harus mengambil langkah strategis dan perbaikan untuk kelengkapan data pemilu yang hilang, baik dalam bentuk dokumen hard copy maupun soft copy. Untuk itu KPU Manado harus berinisiatif membuat berita acara bersama partai politik (parpol) soal hilangnya data peserta pemilu,” kata Vivi.

Selain ke parpol, lanjut Vivi KPU Manado juga harus melapor ke Pemerintah Kota Manado sekaligus untuk mencari kembali data yang hilang. “Dengan begitu, persiapan pemilu bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Dan mendorong semua pihak terkait untuk menyelesaikan segala hal menyangkut dokumen yang telah hilang, serta melakukan antisipasi,” kuncinya.

Sementara itu Ketua Badan Kehormatan DPRD Manado Hengky Lasut berpendapat kerusakan logistik Pemilu akibat  banjir bandang baru-baru ini memberi suatu pelajaran penting bagi penyelenggara pemilu tentang makna logistik pemilu. “Logistik pemilu tidak cukup dipahami sebagai pengadaan barang dan pendistribusian alat pemilu, tetapi termasuk manajemen pengelolaan alat dan barang yang digunakan dalam pemilu. Manajemen pengelolaan logistik pemilu bagi penyelenggara pemilu mencakup perencanaan pengamanan dan pendistribusian secara detail,” tutur Lasut yang merupakan potitisi Partai Hanura.

Ditambahnya untuk mengantisipasi kendala banjir dan macet harus juga menjadi fokus penyelenggara pemilu. Detail seperti ini menjadi penting untuk mengatasi tahapan pemilu agar tidak terganggu.

“Saat ini KPU dan Bawaslu juga merevisi anggaran yang ada untuk pengadaan logistik dan berbagai hal yang rusak. Bawaslu dan KPU juga bisa meminta bantuan KPU dan Bawaslu pusat untuk mengirim ulang logistik yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Alternatif lain yang berkaitan dengan solusi pertama adalah pengadaan langsung tapi harus terkontrol dengan baik,” jelas Lasut.

Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dodokambey menyatakan KPU Manado sebaiknya  harus segera menemukan data dokumen agar tidak mengganggu jalannya pemilihan Legislatif di Kota Manado  dengan cara  melakukan pendataan ulang. KPU dan Panwaslu Manado masih punya untuk bekerja cepat dan menginventarisir segala keperluannya. “Bukan hanya KPU Manado tapi KPU Pusat juga harus proaktif mengirim tim untuk mengidentifikasi segala kebutuhan dan kerusakan tersebut,” jelas anggota DPR-RI yang banyak berbuat untuk rakyat Sulawesi Utara.(herman tampongangoy)

Share Button

Pemkab Minut Serahkan Bantuan Beras di Tiga Desa Terisolir

bantuan berasAirmadidi,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melakukan tindakan nyata kepada desa-desa yang mengalami dampak dari bencana alam beberapa waktu lalu. Bupati Sompie Singal, Wakil Bupati Yulisa Baramuli dan Sekda Minut Johannes Rumambi menyerahkan bantuan beras sebanyak 7 ton 46 kilogram kepada tiga desa yang terisolir akibat bencana alam tanah longsor dan ambruknya jembatan Kuwil beberapa waktu lalu. Masing-masing Desa Kuwil, Kaleosan dan Desa Sampiri. Penyerahan bantuan ini diserahkan kepada masing-masing hukum tua, seusai ibadah Pemkab Minut di kantor bupati, Senin (10/02).

bantuan beras02Menurut bupati hal itu merupakan rasa kepedulian yang tinggi dari Pemkab Minut kepada ketiga desa yang mengalami dampak dari bencana alam tanah longsor dan ambruknya jembatan Kuwil. “Kami sebagai pemerintah kabupaten merasa peduli dengan musibah yang dialami warga ketiga desa tersebut, karena itu bantuan seperti ini akan membantu masyarakat di sana,” ujar bupati.

Bupati berharap bantuan ini bisa meringankan hidup mereka, sehingga segala aktifitas warga bisa berjalan dengan lancar. “Mereka termasuk desa yang terisolir untuk itu pemerintah juga harus turut menanggung dampaknya, dan semoga dengan bantuan itu warga dapat terbantu,” jelas Singal.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Minahasa Utara dr Lily Lengkong kepada sejumlah wartawan mengatakan Pemkab Minut dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan siap menyalurkan bantuan beras ke tiga desa yang terisolir yakni Kuwil, Kaleosan dan Sampiri. “Kami dari Badan Ketahanan Pangan Minut siap menyalurkan bantuan beras kepada tiga desa yang terisolir akibat tanah longsor dan lima lumbung pangan yang ada di Minut siap menyuplai beras ke kecamatan-kecamatan yang pascabencana alam,” ungkap Lengkong.

Ia menambahkan Kabupaten Minut memiliki lima lumbung padi, dengan keberadaan lumbung, diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. “Lumbung padi sangat dibutuhkan saat situasi seperti sekarang ini,” jelas Lily Lengkong.(sem)

 

 

Share Button

Polres Minut Tahan Mobil Tangki Milik Depot Pertamina Bitung, Jual 2 Galon BBM di Kauditan

IMG05252-20140210-1007Airmadidi,KLABATNEWS– Polres Minahasa Utara menahan satu unit tangki berplat nomor L 9294 UZ milik Pertamina kapasitas 16.000 Liter, yang bakal mengantar BBM jenis Solar ke SPBU Airmadidi.

Tangki milik Depot Pertamina Bitung ditahan aparat Polres Minahasa Utara, gara-gara sopir kedapatan menjual 2 galon BBM jenis Solar di Desa Kauditan, pada seorang warga.

“Pihak kami sudah menerima pemberitahuan Satreskrim Polres Minut, terkait penahanan itu,” tutur Bripka Jamaluddin M kepada wartawan Minggu (09/2) pukul 11:00 Witta.

Bripka Jamaluddin M selaku Pam Ovice Depot Pertamina Bitung, membenarkan kalau pihak Pertamina Bitung telah merubah Surat Ijin Jalan (SIJ). Sesuai SIJ, BBM Solar ini akan diantar ke SPBU Kombos dan SPBU Tuminting. “Tapi karena SPBU Airmadidi sedang kehabisan stok, oleh Tangki ini kami arahkan ke SPBU Airmadidi saja dahulu, biar tangki yang lain menuju ke tujuan awal, dan hal itu tidak masalah,” jelasnya.

Mobil tangki tersebut dikemudikan EM (32), menurut pengakuannya pada sejumlah wartatan, dirinya mampir di Desa Kauditan II hendak beli Aqua. Saat itu seorang wanita datang hendak membeli dari tangki. “Saya bilang, saya tidak berani melakukan sebab itu melanggar hukum,”tuturnya.
Karena wanita itu mendesak, EM merasa kasihan. “Terpaksa saya sedot dari tangki kecil milik tangki untuk bahan bakar mesin, sebanyak dua (2) galon,” kuncinya.

 

Jamaluddin mengaku sangat kecewa dengan sikap Polres Minut yang menahan tangki perusahaan, padahal yang berurusan adalah si sopir. “Kan kita sama-sama aparat Polri, kenapa tangki ini harus mengendap di Polres Minut,” keluhnya.

Tak lama berselang, pihak manajemen Depot Pertamina Bitung-pun menyambangi Mapolres Minut, untuk mengklarifikasi status penahanan mobil tangki oleh aparat.
“Saya kecewa dengan perlakuan aparat terhadap kami. Kami ini adalah Perusahaan BUMN dan kami memiliki Pam Ofice aparat polisi dari Polres Bitung. Kenapa harus dipersulit,” kata wakil pimpinan melalui Bripka Jamaluddin M selaku Pam Ovice Depot Pertamina Bitung.

Akhirnya Senin (10/2) pukul 09:00 Wita, tangki bersama sopir diijinkan pulang oleh pihak Polres Minut. Kapolres Minut melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Manoppo SE membenarkan kalau sopir dan tangki sudah diijinkan pulang, setelah proses pemeriksaan rampung. “Dugaan pencurian BBM lemah, dalam hal ini yang bermasalah adalah si sopir terhadap perusahaan. Kalau perusahaan melapor ke kami, baru si sopir kami proses,” jelas Manoppo.(john)

Share Button

Bupati Sompie Singal Hadiri Pesta Adat Tulude di Kalawat, Terkagum-kagum Lihat Masamper

tuludeKalawat,KLABATNEWS-Di awal tahun 2014, masyarakat Provinsi Sulawesi Utara disuguhi pesta Adat TULUDE yang merupakan tradisi Ucapan Syukur Suku Nusa Utara (Sitaro, Sangihe, dan Talaud).

Kalawat adalah salah satu kecamatan terbanyak masyarakat berdarah keturunan Nusa Utara.  “Mensyukuri semua hal yang telah terjadi, sambil berharap yang terbaik di kemudian hari “, itulah falsafah dari nama TULUDE itu.

1896833_696673190377074_2114533884_nSabtu (08/02),  Lapangan Desa Kawangkoan Baru dijejali ratusan orang dari berbagai tempat, untuk menghadiri Pesta Adat TULUDE.

Acara ini diprakarsai Disparbud Minut bekerja sama dengan Brigade Santiago serta Bamukis Minut itu, warga Nusa Utara di Minahasa Utara mendoakan Provinsi Sulawesi Utara yang baru tertimpa bencana, berharap pertolongan Tuhan di tahun 2014 ini.
Puncak dari ibadah syukur yang sarat nuansa rohani dan Bahasa Daerah itu, memuncak pada pemotongan ‘Kue Tamo’.

Hadir Bupati Minut Sompie Singal, Ketua Bamukis Sulut Maurits Berhandus, Sekda Minut Johannes Rumambi, Wakil GMIM Pendeta Roy Tamaweol, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos, Anggota DPRD Minut Denny R Wowiling, Kadis Pariwisata Minut Dra Femmy Pangkerego, Camat Kalawat Tinneke Rarung, dari Brigade Santiago serta tokoh Nusa Utara.

Prosesi diawali arak – arakan kue Tamo berjumlah 12 buah dari depan Perumahan Desa Kawangkoan Baru menuju lapangan pelaksanaan.

Belasan kue Tamo itu dibuat sejumlah Desa di Kecamatan Kalawat. Kue-kue Tamo ini dinilai, hingga masing – masing desa berupaya menampilkan sajiannya yang paling terbaik.

Beberapa kue Tamo menggunakan usungan berbentuk seperti perahu berwarna-warni, melambangkan kalau orang Nusa Utara adalah Pelaut Ulung .

Diiringi tabuhan gendang, para pengiring menari sambil menyanyikan lagu pujian syukur pada Tuhan. Yang dalam istilah Nusa Utara, disebut ‘Pato-pato, namun yang membawa usungan kue Tamo, mengenakan baju adat Nusa Utara.

Setibanya kue adat itu di lapangan yang diikuti dengan prosesi penjemputan Raja, dalam hal ini para petinggi Pemkab Minut.

Sekda Minut Johanis Rumambi yang jadi pemimpin rombongan, dipasangi topi adat kemudian selendang.

Rombongan kemudian disilahkan menaiki panggung diiringi ungkapan rasa kagum rakyat kepada pemimpinnya yang dibacakan pembawa acara.

Acara pemotongan kue Tamo dilakukan seorang pemimpin adat, pada kue paling depan kanan bangsal.

Pertama orang itu mengitari area dimana kue Tamo diletakan, sambil mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa Nusa Utara.

Beberapa dilantunkan dan diserukan seperti permohonan, ada pula ata – kata berharap akan masa depan yang gemilang, disambut tepukan tangan.

Kepada pemimpin daerah, kemudian rakyat, agar yang satu bijak, yang satu patuh, agar ketentraman muncul di jagad raya.

Disaat lagu Oh Mawu Rendingane berkumandang diikuti pemotongan Tamo oleh pemimpin adat menggunakan sebilah pisau, semua hadirin bersorak penuh haru.

Acara-pun kian semarak apalagi si tetua adat menyerahkan kue Tamo kepada Pdt Roy Tamaweol serta bendera merah putih kecil ke Sekda Minut.

Menurut Maurits Berhandus, makna prosesi tersebut adalah minta ampun pada Tuhan sembari minta tuntunanNya untuk melalui hari hari ke depan.

“Kita baru saja ditimpa bencana, maka perlu ada introspeksi, namun meski demikian, iman, harap dan kasih tak boleh mati, Tuhan Yesus adalah gembala, ia pasti menuntun domba – dombanya,” tuturnya.

Maurits berharap Tulude bukan hanya dirayakan secara seremonial, namun dihayati sebagai momen untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tulude dalam tanggapannya, memiliki arti yang kurang lebih sama dengan Eben Haezer dalam Alkitab.

“Tuhan telah memimpin kita sampai di sini, ke depan ia akan terus memimpin kita, meski kita sekarang dalam keadaan seperti ini, namun Ia tetap setia dengan janjinya,” katanya.

Maurits pun memuji Pemkab Minut yang sudah mengemas Tulude menjadi iven Pariwisata yang meriah namun tetap sakral. “Salut karena Pemkab mengadakan itu dari dana APBD,” kata dia.

Maurits mengajak warga asal Nusa Utara yang jumlahnya mencapai 30 persen di Minahasa Utara, untuk mendukung program pemerintah. “Prinsip Orang Nusa Utara adalah, dimana kaki berpijak, di situ langit dijunjung,” kata dia.

Bupati Minut Sompie Singal mengatakan, kiprah warga asal Nusa Utara telah mewarnai dinamika pembangunan serta lahirlah perpaduan Budaya Nusa Utara di Minahasa Utara. “Ini hal yang luar biasa dan merupakan modal kuat bagi pembangunan,”ujar bupati..

Walau begitu, Sompie minta kepada seluruh warga Minut, tak terkecuali warga Nusa Utara untuk menjauhi sikap “peda sanger”. “Sikap yang mendua dan ingin merugikan orang lain harus kita hindari, momen Tulude adalah momen yang pas,” kata dia.

Anggota DPRD Minut Denny Wowiling mengatakan, ajang Tulude telah terbukti semakin mempererat hubungan antar warga di Kalawat. “Kalawat itu terdiri dari berbagai macam etnis, ada dari Minahasa, sanger serta maluku, semuanya hidup dalam damai,” katanya.

1624133_696661680378225_390662890_n

Wisatawan Yang Ada, Terpesona.

Pesta adat Tulude di Kalawat ternyata mengundang kekaguman dua turis lokal asal Bandung yaitu Mas Said  Novi Biben.

Mereka datang dari Bandung untuk bertemu seorang klien di Manado. “Kami nginap di rumah Rini Kawalo saudara rekan saya Biben di Airmadidi,”kata Mas Said.

Saking tertariknya kedua pria berdialek Sunda itu, merekapun turut mencicipi Kue Tamo usai acara tersebut. “Sebelumnya kita tak tahu apa Tulude itu, namun kami penasaran,” kata dia.

Mas Said mengaku saat arak-arakan Kue Tamo dibawa memasuki tempat pelaksanaan, dirinya sudah terpesona.
“Prosesi itu memiliki aura spiritual yang tinggi. Mereka memohon, mereka yakin akan terkabul, hingga mereka bergembira,” kata dia.

Novi Biben mengaku kagum dengan tari – tarian serta pertunjukan adat selama acara berlangsung. “Saya kagum dengan Masamper (Pato-pato). Tarian itu unik, juga meriah apalagi Bupati dan Sekda ikut serta,” tukasnya.

Kadis Pariwisata Minut Dra Femmy  Pangkerego menyatakan, acara itu memang dikemas sebagai iven Pariwisata. “Ini adalah iven Pariwisata, selanjutnya, Tulude akan digelar lagi,” kata dia.

Menurut Femmy, desa – desa yang menyediakan Tamo adalah Kawangkoan Baru, Maumbi, Watutumou, Watutumou 2, Watutumou 3, Koltem, Kawangkoan, Suwaan serta Kolongan.

Diantara mereka dipilih yang terbaik, dimana Desa Watutumou 2 jadi pemenang, diikuti Koltem kemudian Kawangkoan Baru.

“Kriteria penilaian meliputi kue yang mencakup kepadatan bahan-bahan, serta kekompakan kelompok yang ikut serta,” kata Femmy. (JOHN)

Share Button

KOBRA Bolmong dan Kodim 1309 Gelar Baksos di Tanjung Batu

COBRA DAN TNIManado,KLABATNEWS– Rasa tali persaudaraan yang ditinggalkan para leluhur Tanah Malesung (Sulawesi Utara) yang terkenal dengan beraneka suku dan bahasa, ternyata masih membekas dalam di hati masyarakat BOSAMI (dulu BOHUSAMI) = Bolaang Mongondow, Hulondalo, Sanger Talaud, Minahasa).

Pasca bencana alam yang memporak-poranda ketenteraman masyarakat Kota Manado dan sekitar pada 15-17 Januari silam, bantuan-pun silih berganti berdatangan menyumbang dengan beraneka bahan makanan dan obat-obatan, bahkan tenaga dari berbagai penjuru Provinsi Sulawesi Utara.

Kali ini, Ormas Nasional Komando Bela Negara (KOBRA) wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), di bawah pimpinan Drs Victor G Ngantung merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudaranya di Manado hal ini dibuktikan dengan menggelar bakti sosial (Baksos) dan bergabung bersama ratusan relawan lain membersihkan lumpur dan sampah yang menutupi perumahan warga Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan I, Sabtu (08/2).

Menurut Ketua KOBRA Bolmong Drs Victor Ngantung, pihaknya telah melakukan lintas Koordinasi dengan pihak Kodim 1309 Manado sebelum turun lapangan. “Sebelumnya kita koordinasikan dengan TNI agar tidak terjadi mis komunikasi di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan gerakan kemanusiaan ini adalah kemauan seluruh personil KOBRA Bolmong.
Dana yang terkumpul murni dari swadaya para anggotanya. “Semua upaya penggalangan dana ini adalah spontanitas dan kerelaan para anggota yang bahu-membahu sehingga dapat disatukan. Banyak anggota KOBRA yang tidak datang mengingat biaya transportasi yang lumayan besar, mereka yang tidak datang tapi turut memberi sumbangsih dalam penggalangan dana, ada 78 orang,” tukas Ngantung.

Sementara itu Dandim Letkol Inf Indarto Kusniadi SIP MH, melalui Kasdim Mayor Inf Yopi Hutasoit membenarkan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan Ormas Nasional Komando Bela Negara (KOBRA) Bolaang Mongondow.

“Untuk kelancaran bantuan dan pekerjaan kemanusiaan saudara-saudara kita dari KOBRA Bolmong, Kodim 1309 mengutus Pelda Robi Ansik mendampingi tim sebanyak 25 anggota,” kata Hutasoit.

Kurang lebih lima (5) jam membersihkan jalan dan lorong Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan I, Ormas KOBRA-pun menarik diri kembali ke daerahnya.

Ibu Susan (42) warga Kelurahan mengaku sangat terharu dengan bantuan berupa tenaga itu.”Kami sudah lelah menyingkirkan tanah dan lumpur disini,” ungkapnya.

Di lain pihak, Alvian Mamentu (48) warga yang sama, meminta bila ada bantuan, sebaiknya berupa kebutuhan dapur saja. “Kami butuh beras dan alat-alat dapur seperti kompor gas,” harapnya.

Sementara Kepala Lingkungan I Novi Manajang (50) mewakili warga, mengucapkan terima kasih kepada Ormas KOBRA BMR dan Kodim 1309 yang sudah menolong warganya. “Atas nama warga saya ucapkan terima kasih. Kami butuh tenaga manual untuk mengangkat tanah, lumpur dan sampah yang mengendap, menutupi rumah-rumah dan lorong disini,” katanya sambil menambahkan bahwa di tempat sedikitnya ada 58 rumah rusak berat.(john)

 

 

Share Button

Ucapan Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Minahasa Utara Kepada Anggota DPR-RI

iklan ucapan buat olly dondokambey dan yasti soepredjo

Share Button