Tuesday, 25 September 2018

Demi Sekolah Siswa Rela Jalan di Jembatan Bambu, Kami Rindu Masuk Sekolah

siswa kuwilKalawat,KLABATNEWS-Siswa-siswa dari dua desa yang terisolir dari Banjir bandang yang melanda Manado dan daerah lainnya termasuk Kabupaten Minahasa Utara, 15 Januari 2014 lalu mengakibat jembatan Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara ambruk. Akibatnya dua desa, yakni Desa Kuwil dan Desa Kaleosan terisolir. Mengingat jembatan yang ambruk merupakan penghubung antara Desa Kuwil dan Desa Kawangkoan.1532145_3710304292995_1418706774_n

Senyum lebar pun menghiasi para siswa tersebut untuk melangkahkan kaki melewati jembatan darurat yang terbuat dari bambu yang dikerjakan masyarakat setempat beberapa hari lalu. Salah satu siswa kepada media ini mengatakan bahwa mereka sangat rindu untuk sekolah.

“Kami sudah beberapa hari tidak ke sekolah karena jembatan biasanya kami lalui telah ambruk akibat banjir bandang waktu lalu, tetapi pada hari ini kami sudah bisa sekolah seperti biasa sekalipun masih ada rasa takut melewati jembatan darurat yang hanya terbuat dari bulu (bambu), kami sudah rindu akan sekolah agar bisa ketemu dengan teman-teman,” ujar salah satu siswa.

Pantauan media ini, aktivas kedua desa ini mulai kembali pulih sekalipun hanya bisa dengan berjalan kaki melewati jembatan tersebut.(sem)

 

Share Button

Tetty : 982 Rumah Penduduk Hancur, Jembatan dan Jalan Rusak Parah

1390064603631355810_300x204.43548387097AMURANG– Bencana alam yang terjadi sejak Selasa (14/01) hingga Kamis (16/01) di wilayah Sulawesi Utara terlebih khusus di kabupaten Minahasa Selatan, ternyata bencana alam terparah sejak Minsel menjadi daerah otonom. Buktinya, peristiwa ini telah merusak berbagai fasilitas umum dan pemukiman warga masyarakat di kabupaten “Minsel Berdikari Cepat”.  Demikian dikatakan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE dalam sambutannya saat berkunjung di lokasi-lokasi bencana alam. Read more

Share Button

Dini hari Jokowi terbangun, cek banjir & kunjungi pengungsi

dini-hari-jokowi-terbangun-cek-banjir-kunjungi-pengungsiJAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo rupanya tidak bisa tidur lelap melihat kota yang dipimpinnya di kepung banjir. Jam 2 dini hari, Jokowi memantau lokasi-lokasi yang menjadi titik banjir di Jakarta Timur.

“Saya terbangun, dan pengen ngecek banjir,” kata dia di sela sidaknya di beberapa titik banjir di Jakarta, Sabtu (18/1) dini hari

Pantauan merdeka.com, Jokowi yang menggunakan mobil kijang Innova B 1124 BH memantau banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Tetapi, dia tidak turun dari mobil. Bahkan, mobil dinas Jokowi tidak bisa melintas karena tingginya permukaan air di wilayah tersebut.

Setelah itu, Jokowi melintasi Jalan Otista Raya, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mantan Wali Kota Solo ini, langsung turun melihat para pengungsi yang berada di dapur umum Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, tepatnya di GOR Kampung Melayu.

Jokowi yang mengenakan pakaian kemeja putih dan celana hitamnya serta jas hujan berwarna biru langsung masuk ke tempat pengungsian. Sesampainya di dalam GOR, Jokowi rupanya tidak mau mengganggu para pengungsi beristirahat.

Kemudian, Jokowi mengecek kecukupan logistik untuk para pengungsi di GOR tersebut. Bahkan, Jokowi menanyakan stok makanan yang ada di tempat pengungsian.

“Cukup ndak makanannya?,” tanya Jokowi .

“Cukup pak,” jawab petugas dapur umum.

Kasihan melihat para pengungsi, Jokowi langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati untuk meminta membuat posko kesehatan di tempat tersebut.

Di tempat tersebut, Jokowi juga memberikan bantuan berupa beras dan mie instant. Serta tak lupa, Politisi PDIP ini membagikan buku kepada para anak-anak yang berada di pengungsian.(merdeka.com)

Share Button

PD Klabat dan Wartawan Biro Minut Bantu Korban Bencana Alam

banjirKEPEDULIAN yang tinggi terhadap penderitaan warga Sulut yang tertimpa bencana banjir dan longsor, ditunjukan Direktur PD Klabat William Luntungan. Usai memprakarsai doa bersam Pemkab Minut untuk Kabupaten Minut dan Propinsi Sulawesi Utara agar dijauhkan dari bencana alam, Wiliam menyalurkan bantuan kebutuhan makanan di tujuh posko untuk membantu kebutuhan hidup warga yang menderita akibat banjir dan longsor, Jumat (17/01) kemarin. Dalam aksi mulianya ini, William menggandeng para wartawan Biro Minahasa Utara.

Bantuan yang diberikan berupa makanan kering seperti mi instan, air mineral, kopi, susu, perlengkapan dapur kompor, gas dan tabung LPG. Bantuan juga diberikan secara langsung kepada warga di Tikala, Dendengan dan Sario. “Semoga bantuan ini sangat berarti untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam,” ujar Wiliam.(imo)

Share Button

Gubernur SHS dan Rombongan Tinjau Lokasi Bencana

gubernurMANADO – Gubernur Sulawesi Utara S. H. Sarundajang bersama Kapolda Sulut Brigjen Pol. Robby Kaligis,  Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sanny Parengkuan, Asisten Administrasi Umum Nikson Satung,  Kepala BNPB Noldy Liow, Calon DPD RI Fabian Sarundajang, Kadis PU Edy Kenap dan Karo Pembangunan Farly Kotambunan, melakukan peninjauan  di beberapa titik lokasi yang terkena banjir di kota Manado.

 16jan-pemprov-tinjaubencana3
Sarundajang bersama rombongan mengawali peninjauan bencana di seputar lapangan Tikala dan selanjutnya mencari data lebih detail di kantor BMKG di kelurahan Paniki.
Saat berdialog dengan pimpinan BMKG Manado diperoleh informasi bahwa cuaca ekstrim seperti ini diperkirakan terjadi 3 sampai 5 hari kedepan.
Peninjauan pun dilanjutkan di kelurahan Ranotana Weru. menurut warga sudah puluhan rumah yang hanyut dibawah arus aliran sungai yang sangat deras dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
 16jan-pemprov-tinjaubencana
Saat berdialog dengan warga, Gubernur Sarundajang meminta warga agar tetap tenang dan bersabar  serta tidak lupa berdoa agar Tuhan selalu  memberikan kekuatan dan kesehatan yang baik dalam menghadapi pergumulan yang disebabkan oleh bencana alam ini. (sulutlink.com)
Share Button

Bupati Minsel Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Alam, Kunjungi Lokasi Bencana

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada setiap korban bencana banjir di Minsel

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada setiap korban bencana banjir di Minsel

TATAPAAN,KLABATNEWS– Bencana banjir bandang yang melanda bumi nyiur melambai terlebih khusus wilayah kabupaten Minahasa Selatan, seperti kecamatan Tatapaan, Tumpaan, Amurang dan Amurang Barat menjadi perhatian serius Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE. Buktinya, Jumat (17/01), Tetty sapaan akrab Bupati Minsel melakukan pemantauan langsung dilokasi-lokasi bencana yang ada di Jembatan Sulu kecamatan Tatapaan, Desa Popontolen dan Desa Lelema kecamatan Tumpaan serta Kelurahan Ranoiapo kecamatan Amurang hingga larut malam.

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE bersama Suaminya Kristovorus Deky Palinggi SE dan beberapa kepala SKPD saat melakukan kunjungan di Jembatan Sulu kecamatan Tatapaan Jumat 17 01

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE bersama Suaminya Kristovorus Deky Palinggi SE dan beberapa kepala SKPD saat melakukan kunjungan di Jembatan Sulu kecamatan Tatapaan, Jumat (17/01)

“Saya ingin melihat lebih dekat dengan situasi bencana banjir bandang yang ada di Minsel,” ucap istri tercinta Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara Partai Golkar Nomor Urut 2 Dapil Minsel-Mitra Kristovorus Deky Palinggi, SE. Bahkan bukan hanya itu, ketika tiba dilokasi bencana, Tetty dengan tegas mewarning seluruh SKPD terkait, seperti PU, BPBD, Dinsosnakertrans, Dinkes untuk segera mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat bencana ini. “Saya tidak mau dengar ada desa atau warga yang terisolasi, Kadis PU dan Kaban Bencana, kalian harus bergerak cepat mengantisipasi dampak bencana ini,” tegas Bupati perempuan pertama di Minsel dengan nada keras.

Begitu juga dengan tenda-tenda atau tempat evakuasi, harus disiapkan oleh Dinsosnakertrans termasuk ketersediaan sembako. Lain halnya dengan Dinas Kesehatan, Bupati meminta perhatian serius dari para medis terutama para dokter dan perawat yang ada di puskesmas atau pustu untuk tetap melayani para korban yang ada di tempat-tempat evakuasi.

“Saya mau para korban bencana alam mendapat perhatian khusus dari pada medis,” ucap anak tertua dari pasangan mantan Rektor Unsrat Manado Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS dan wakil ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan SE. Dan dari kunjungan tersebut, Paruntu didampingi suami tercinta menyalurkan bantuan sembako seperti makanan kering dan sembako lainnya kepada setiap KK.(Humas-Minsel)

 

Share Button

Bupati Sompie Singal Tinjau Lokasi Bencana, Instruksikan Aparat Desa-Kelurahan-Kecamatan dan Pejabat Pemkab Siaga 1×24 Jam

1560678_10201004617787296_1800240184_nAirmadidi,KLABATNEWS-Hujan dan badai yang menghantam Kabupaten Minahasa Utara, sejak Selasa (14/01) malam, mengakibatkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Minahasa Utara dan menyebabkan beberapa desa terisolir seperti di Desa Kaleosan dan Desa Kuwil di Kecamatan Kalawat dan Desa Sampiri di Kecamatan Airmadidi. Hal ini disebabkan tanah longsor di Desa Sampiri dan ambruknya jembatan Kuwil.

Jembatan Kuwil Ambruk

Jembatan Kuwil Ambruk

Kaur Pemerintahan Desa Sampiri Joseph Nangko kepada wartawan mengatakan ada enam titik longsor di Desa Sampiri, di mana titik terparah berada di antara Desa Sampiri dan Desa Sawangan yang merupakan jalan penghubung kedua desa tersebut. “Jalan penghubung kedua desa ada timbunan tanah sepanjang 50 meter dan tak jauh dari situ juga ada sebuah titik dengan timbunan tanah serta tanah pohon sepanjang 7 meter,” jelas Joseph.

Bupati Sompie Singal, Rabu (15/01) saat mendengar musibah bencana banjir, tanah longsor dan jembatan ambruk. Beliau bersama dengan Forkopimda dan pejabat Pemkab Minut langsung meninjau lokasi bencana yang terjadi di daerahnya dan menginstruksikan instansi terkait untuk memberi bantuan di titik-titik bencana.

“Bupati Sompie Singal telah menginstruksikan instansi terkait untuk memberi bantuan kepada korban bencana dan kepada seluruh aparat desa, kelurahan dan kecamatan serta pejabat Pemkab Minut untuk siaga 1×24 jam,” ujar Asisten 1 Ir Ronny Siwi.

Sementara itu Kepala BPBD Minut Rosa Tidajoh mengatakan instansinya sudah mendapat informasi lokasi bencana dan telah turun ke lapangan, selanjutnya akan segera menyalurkan bantuan. “Korban bencana di Minut berjumlah 1 orang sedangkan banjir terjadi di tujuh desa yakni Kema, Likupang, Naen, Mantehage, Kima Bajo. Longsor terjadei dei Sampiri dan Sawangan,” ungkap Tidajoh.(sem)

Share Button