Saturday, 23 June 2018

Wapres Berikan Penghargaan APN ke Sompie Singal, Boediono: Ketahanan Pangan Ibarat Pertahanan Negara

1483094_10200746229967762_40607792_nJakarta,KLABATNEWS– Wakil Presiden RI Prof  DR Boediono didampingi Menteri Pertanian RI Suswono menganugerahkan Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara kepada Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA di Auditorium Istana Wakil Presiden, Jumat 29 November 2013. Kabupaten Minut salah satu kabupaten yang menerima penghargaan, hal ini merupakan hasil keras warga dan Pemkab Minut dalam hal ini Bupati Drs Sompie S.F Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli.

Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) dilaksanakan dalam rangka memberikan pengakuan dan apresiasi kepada masyarakat dan aparatur pemerintahan atas upaya dan menghasilkan karya yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan.

995231_10200729802037074_1702718150_nPenghargaan ini sangat membanggakan dan menempatkan Minut sebagai daerah yang memberikan perhatian terhadap pangan di daerah Minahasa Utara. Sebelumnya bupati telah memaparkan kinerja pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Minahasa Utara. Dalam pemaparannya bupati menjelaskan semua potensi ketahanan pangan yang ada di daerah Minut antara lain perikanan laut dan darat, kelapa, padi, palawija, hewan ternak dan tak kalah lagi buah-buahan yang ada di daerah ini, sehingga Minut disebut daerah buah.

Dalam kesempatan itu juga bupati memaparkan akan Program Pemkab Minut yaitu Sentuh Tanah, Sentuh Air dan Sentuh Budaya yang terus digaungkan di Bumi Klabat ini. “Penghargaan ini diterima berkat kerja keras rakyat dan Pemkab Minut yang terus bersinergi demi kecukupan pangan di daerah ini, untuk itu penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Minahasa Utara,” ungkap Bupati.

Wakil Presiden Boediono mengatakan Ketahanan pangan suatu negara ibarat pertahanan negara. Bila ketahanan pangan suatu negara terancam, maka kelangsungan hidup suatu bangsa dipertaruhkan. Wakil Presiden Boediono berpendapat kita perlu mengamankan ketahanan pangan nasional dengan membuat strategi ketahanan pangan yang handal demi menangkal ancaman-ancaman yang muncul.

boediono-beri-penghargaan-ketahanan-pangan-ke-soekarwo-dan-aher“Semua ancaman harus kita tangkal, seperti kita mengamankan negara kita dari berbagai ancaman, tidak hanya satu atau sepotong-sepotong,” kata Wakil Presiden Boediono saat memberikan sambutan pada acara penyerahan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara di Auditorium Istana Wakil Presiden, 29 November 2013.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kelompok tani dari seluruh nusantara, di mana 90 di antaranya menerima penghargaan. Wapres yang didampingi Ibu Herawati Boediono memberikan penghargaan dan bersalaman dengan 90 penerima penghargaan.

Wakil Presiden Boediono menilai terdapat tiga serangan resiko global terhadap ketahanan pangan, yakni defisit penawaran dan permintaan pangan secara global, perubahan iklim, dan adanya gesekan politik dan militer. Untuk mengatasinya, strategi ketahanan pangan harus dirumuskan dengan cermat karena hal ini menentukan langkah-langkah berikutnya. “Definisi operasional dari ketahanan pangan nasional adalah menyediakan pangan bagi semua negara untuk kehidupan yang layak dengan harga terjangkau,” ucap Wapres.

Ketahanan pangan, lanjutnya, menuntut kehadiran tiga pilar penunjang, yakni kemandirian, strategi yang responsif serta bersinambungan. Kemandirian dalam hal ini bukan berarti 100% swasembada, atau 100% bebas impor, karena hal itu justru akan menimbulkan konflik dengan pilar-pilar lainnya. “Jadi kalau ketahanan pangan itu diartikan sebagai tidak boleh impor itu salah karena ketahanan pangan tak bisa hanya dilihat dari satu  sisi kemandirian saja,” kata Wapres. 111329apnfoto_web

Wapres mengingatkan jika ketahanan pangan mengharuskan 100 persen swasembada, maka kondisi seperti ini mengharuskan tidak adanya impor. Hal ini sulit dipenuhi mengingat setiap wilayah di dunia memiliki potensi dan kondisi alam  berbeda-beda. Misalnya, sumber pangan yang bisa hidup maksimal di udara dingin, tak bisa dipaksakan hidup di tanah tropis seperti Indonesia. Bila dipaksakan, maka biayanya bisa mahal sekali. Biaya tersebut yang kemudian harus diambil dari anggaran pemerintah atau subsidi.

“Kalau kita dari awal merumuskan, ketahanan pangan tidak impor untuk komoditas A atau B, kita akan terpasung bila tiba-tiba ada permintaan naik atau suplai berkurang karena gesekan keamanan, perubahan iklim dan sebagainya. Kalau kita tidak memiliki kemampuan respon cepat, kita tidak akan dapat memenuhi sasaran besar,” ucap Wapres.

Pilar kedua, lanjutnya, adalah strategi yang responsif yang menuntut adanya strategi yang  dapat merespon cepat perubahan yang terjadi. Reaksi cepat di sini sangat penting karena suatu strategi yang tidak dapat memberi respon cepat bukanlah strategi yang baik.

Sedangkan berkesinambungan sebagai pilar ketiga, katanya, berarti segala kebijakan yang dibuat haruslah mampu mendukung penyediaan pangan untuk periode yang panjang. Bila prinsip-prinsip kebersinambungan ini dilanggar, seringkali berakibat pada meningkatnya subsidi yang kemudian menjadi beban pemerintah. “Jadi tidak bisa hanya mengamankan selama 2-3 tahun ke depan lalu pada tahun ke-4 dibebankan dengan subsidi yang besar,” kata Wapres.

Kondisi seperti itu, mengingatkan kita semua untuk menggunakan berbagai cara untuk menunjang ketahanan pangan. Salah satunya adalah dengan tidak menutup jalur tukar-menukar atau perdagangan, atau dengan kata lain ekspor dan impor jangan dihambat. “Begitu ditutup, respon kita akan terpasung,” katanya.

1461354_10200729802277080_1892654296_n Bila suatu saat permintaan meningkat dan komoditas yang ada terbatas, maka impor tak terhindarkan. Impor pun harus dilakukan dengan cepat sehingga tak mengganggu harga dalam negeri meningkat yang bisa membebani masyarakat. Sedangkan, mengatur harga dapat diatur dengan menggunakan bea masuk, bukan kuota. Sistem kuota punya banyak kelemahan, antara lain banyak jalur, banyak pintu dan rawan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Berbagai pilihan cara di atas adalah bagian dari strategi responsif ketahanan pangan. Demikian pula dengan pengadaan stok yang harus berlandaskan kebijakan jangka panjang, bukan hitung-hitungan untung rugi sesaat. Penyediaan suplai pangan dari dalam negeri harus dihitung dengan cermat agar tidak menimbulkan beban pada diri kita sendiri. Terlalu banyak pasungan berupa aturan-aturan yang bertele-tele akan mempersulit penambahan stok. “Nanti sisi reponsif atau cepat tanggapnya yang hilang,” kata Wapres.

Di atas semua strategi ketahanan pangan tersebut, Wapres juga mengingatkan harus ada instrumen khusus bagi masyarakat kurang mampu berupa program perlindungan sosial yang langsung bekerja saat terjadi lonjakan harga atau kekurangan pangan.

Sebagai penutup Wapres kembali menegaskan bila ketahanan pangan diibaratkan dengan pertahanan negara, maka strategi ketahanan pangan pun harus dikoordinasikan lintas wilayah seperti halnya latihan gabungan militer. “Pemerintah pusat maupun daerah harus bekerja sama, mari kita amankan ketahanan pangan bangsa,” kata Wapres.

Wapres mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2013. Ia berharap agar jerih payah kelompok-kelompok tani menjadi bagian dari kerangka pikir nasional akan pertahanan dan ketahanan pangan nasional yang strategis.

Menteri Pertanian Soeswono mengatakan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara diberikan sebagai bukti penghargaan pemerintah atas peran para kepala daerah, kepala desa, kelompok tani dan aparat pemerintah yang telah menunjukkan usaha ketahanan pangan.

Seperti diketahui pemberian penghargaan APN ini pada awalnya berupa Penghargaan Ketahanan Pangan yang telah dimulai sejak 1979, dan terus mengalami penyempurnaan baik substansi maupun mekanisme dalam penyelenggaraannya. Sejak tahun 2011, namanya tidak hanya Penghargaan Ketahanan Pangan, tetapi berubah menjadi Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara, dan mengandung makna hasil kerja yang besar di bidang Ketahanan Pangan berlandaskan pada sumberdaya domestik.

Adapun tujuan dan sasaran pemberian penghargaan APN pada tahun ini adalah: Menumbuhkan dan mendorong semangat, kreativitas serta partisipasi masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, danketahanan pangan.

Memberikan motivasi kepada aparatur pemerintah untuk memacu daerah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan di daerah. Sedangkan sasarannya masyarakat dan aparatur pemerintah.

Pada tahun 2013 ini, Penghargaan APN diberikan tersebar dalam 5 (lima) kategori yaitu: Pelopor Ketahanan Pangan, Pemangku Ketahanan Pangan, Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Pelayanan Ketahanan Pangan dan Pembina Ketahanan Pangan.(semi, bkp.ntbprov.go.id, http://wapresri.go.id/advertorial)

Share Button

Sekda Irup HUT ke-10 Minahasa Utara, Sejumlah PNS Terima Satyalancana Karya Satya

upacara hut minut1upacara hut minut2Airmadidi,KLABATNEWS-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Drs Johannes A Rumambi, menjadi Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (27/11) upacara digelar di lapangan kantor bupati, yang diikuti para PNS Kabupaten Minahasa Utara. HUT ke-10 Minut sendiri ditetapkan 20 November dan peringatan digelar pada 27 November 2013.

Sekda Drs Johannes A. Rumambi mengatakan, sejarah panjang pembentukan Kabupaten Minahasa Utara memiliki beragam cerita dan penuh historika, sehingga pemerintah bersama masyarakat minut berkeyakinan bahwa seluruh upaya dan perjuangan terbentuknya Kabupaten Minahasa Utara adalah semata-mata karena berkat anugerah Tuhan.

“Saya mengajak kita semua untuk mengucap syukur kepada tuhan yang maha kuasa karena daerah kita Minahasa utara, sehubungan dengan itu dengan semangat torang samua basudara perkenankan saya sebagai bupati minut dan wakil bupati atas nama keluarga bahkan seluruh jajaran Pemkab Minut, mengucapkan selamat merayakan hut ke-10 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa Utara khususnya kepada segenap jajaran korps pegawai Republik Indonesia Kabupaten Minahasa Utara, dengan harapan melalui hari ulang tahun ini akan semakin memacu semangat juang, motivasi, serta kerja keras dari segenap jajaran korpri dalam mengisi lembaran pengabdian menuju Minut yang lebih baik lagi,” ajak Sekretaris Daerah membaca sambutan bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA dalam upacara hut ke-10 Minut.upacara hut minut4

Menurut Sekda diketahui bersama bahwa sejak terbentuknya Kabupaten Minahasa Utara sampai saat ini, pemerintah dan masyarakat telah berupaya dan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik untuk daerah ini, dalam konteks ini kita menyadari bahwa semua komponen bangsa yang ada di daerah ini, dari berbagai lapisan telah meletakkan dasar yang kokoh bagi akselerasi pembangunan daerah, sehingga Minut menjadi semakin maju dan berkembang.upacara hut minut7

“Pengalaman juga mengajarkan betapa tidak mudah menyelenggarakan seluruh tatanan, penyelenggaran, pembangunan kemasyarakatan dengan tuntutan perkembangan jaman yang senantiasa berubah,” ungkap sekda. Ia menambahkan komitmen kita untuk maju dengan berbagai perubahan, memang telah menampakkan hasil yang membanggakan. Namun harus disadari bahwa masih banyak yang perlu kita raih, hal ini sangat penting karena itu untuk mempertahankan prestasi yang kita torehkan dan untuk meraih sesuatu yang harus kita raih maka diperlukan kerja keras dan sinergitas pemerintah dan masyarakat Kabupaten Minahasa Utara.

“Korps pegawai negeri Republik Indonesia sebagai garda terdepan dan sebagai motor penggerak dalam menjalankan roda pemerintahan, maka dibutuhkan pemberian diri yang maksimal dari seluruh jajaran korpri untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat. Sehingga dapat menuju Kabupaten Minahasa Utara sebagai daerah yang mandiri sejahtera dan berkeadilan sosial,” jelas Rumambi.

Sekretaris daerah pada kesempatan itu menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada perwakilan-perwakilan. PNS Kabupaten Minahasa Utara yang menerima Satyalancana Karya berjumlah 51 orang. Satyalancana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Satyalancana Karya Satya dibagi dalam tiga kelas, yaitu Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun.(sem)

upacara hut minut5

Daftar Nama-Nama Untuk Menjadi Perwakilan Penyerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya Pada HUT Minut ke-10 Tahun Tangal 27 November 2013

No                         Nama                                                   Jabatan                                     Satya Lancana

1.         Anniemas Dengah Lontoh                   Pengawas TK/SD Dikpora                      XXX

2.         Ngangi Arie SPd                                     Kadis Capil                                                 XXX

3.         Novie H Tampi SH MSc                        Sekretaris BP4K                                       XXX

4.         Drs Sinpersli M Tapada MSc                Kadis Dikpora                                           XX

5.         Drs Theodore V. Lumingkewas MM   Sekretaris DPRD                                      XX

6.         Andrie P Sendow MPd                            Pengawan Sekolah Dikpora                 XX

7.         Drs Petrus Willem Pelealu                   Guru SMPN 1 Kalawat                            X

8.         Susanti Mustaring SPd                         Guru SMPN 1 Kalawat                            X

9.         I Kade Westra SE                                     Kasubid/ BPM Pemdes                           X

 

 

Share Button

I Yayat U Santi Terus Bergema saat Rapat Paripurna Istimewa Peringati HUT ke-10 Minut

rapat paripurna hut minut

ADVERTORIAL

Airmadidi,KLABATNEWS-I yayat u santi terus bergema saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa Utara menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke sepuluh Kabupaten Minahasa Utara pada tanggal 20 November, di kantor DPRD Minut, Airmadidi Rabu 27 November 2013. Tema HUT ke-10 Kabupaten Minahasa Utara yaitu Dengan Semangat Hari Ulang Tahun Kabupaten Minahasa Utara ke-10 Kita Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pelayanan Publik.  1457572_10200716979516519_1897364356_n

Sidang paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Berty Kapojos dan dihadiri Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil MPD, Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA, Wakil Bupati Yulisa Baramuli SH, Ketua TP-PKK Minut Aljte Singal-Polii, wakil pimpinan DPRD dan anggota DPRD Minut, Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi, para asisten, staf ahli, kepala-kepala SKPD, sekretariat DPRD, hukum tua, lurah, kepala-kepala daerah se-Sulut atau utusan, para siswa-siswi dan mantan-mantan pejabat Pemkab Minut.

1470286_10200716979196511_650146808_nHadir juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Minut, Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan MSC, anggota DPR-RI Olly Dondokambey SE, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan Ikatan Pendiri Minahasa Utara yang diketuai Denny Wowiling. Sidang paripurna kali begitu kenal dengan nuansa kebudayaan, pasalnya seluruh pejabat Pemkab Minut dan anggota DPRD Minut mengenakan pakaian adat serta di sela-sela sidang paripurna ditampilkan Tari-tariaan, yakni tari Tumetenden dan Tari Maengket. 1472043_10200716983276613_1805452698_n

Ketua DPRD Minut Berty Kapojos pada kesempatan itu dengan panjang menjelaskan mengenai perjalanan terbentuknya Kabupaten Minahasa Utara. “HUT Kabupaten Minahasa Utara sendiri ditetapkan 20 November, namun peringatan dilaksanakan pada hari ini (Rabu 27 November 2013). Kegiatan sidang paripurna ditunda disebabkan pada Rabu 20 November 2013 lalu, ada kegiatan pembukaan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri yang dilaksanakan di Stadion Maesa Tondano, Kabupaten Minahasa,” ungkap Kapojos.

Ia menambahkan dengan semangat juang dan komitmen yang tinggi Kabupaten Minahasa Utara bisa menempatkan posisinya sebagai daerah yang berkembang di ujung Sulawesi. “Untuk itu kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh komponen masyarakat yang disebut pejuang-pejuang Kabupaten Minahasa Utara, yang menyumbangkan berbagai ide, dari waktu ke waktu dari generasi ke generasi yang apabila menengok ke belakang begitu banyak langka-langka jejak perjuangan,” jelas Kapojos.1467193_10200716982596596_209223379_n

Menurut Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA melalui perjuangan dan kerja keras masyarakat Minut, pada tanggal 20 November 2003 paripurna DPR Republik Indonesia, rancangan undang-undang pembentukan kabupaten Minahasa Utara, di Propinsi Sulawesi Utara disetujui dengan persetujuan, pertama DPR-RI dan Presiden RI.

1452431_10200716984196636_1247926350_n“Dengan merayakan hari ulang tahun ini akan semakin memajukan semangat juang, motivasi dan kerja keras, kerja cerdas. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Minahasa Utara harus menorehkan, mengisih lembaran pembangunan daerah,” ungkap bupati.

Ia menambahkan dengan HUT Minahasa Utara ke-10 Pemkab Minut akan mengevaluasi atas semua hasil yang diperoleh saat ini, sudah banyak kemajuan serta prestasi-prestasi yang diraih, ini semua berkat dukungan dan partisipasi masyarakat Minahasa Utara. Di HUT ke sepuluh ini, biarlah semua masyarakat bergandengan tangan, dengan memberikan dukungan serta partisipasi aktif dalam pembangunan. “Dengan semangat torang samua basudara, marilah kita semua bersatu membangun Minahasa Utara,” kata Singal.

Sementara itu Wakil Gubernur DR Djauhari Kansil MPd kepada kesempatan itu memuji akan keberhasilan yang diraih Kabupaten Minahasa Utara. “Minut sudah menunjukkan kemajuan, banyak penghargaan yang diraih, untuk itu terus dan terus bekerja keras agar ke depan Minut bisa lebih baik lagi. Kalau tahun anggaran lalu, Minut meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK-RI, anggaran tahun ini harus meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” jelas Kansil.(semi/advertorial)

1004880_10200716985876678_891683150_n

1425644_10200716980676548_255806751_n

Share Button

Gubernur SHS Dukung Penuh Pelaksanaan BBKT

1480768_661570353895587_1894869074_nTondano,KLABATNEWS – Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang mendukung penuh rencana Karang Taruna Sulut menggelar Acara Puncak Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) tingkat Propinsi Sulut 2013 pada Jumat (29/11) di Desa Mongkoinit, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondouw.

Hal tersebut disampaikan Gubernur SH Sarundajang saat menerima kunjungan Ketua Karang Taruna Sulut Agustivo Tumundo SE MSi dan Wakil Sekretaris Ir Andrey Sengkey didampingi Kepala Dinas Sosial Sulut Asiano Gemmy Kawatu SE MSi, Selasa (26/11) pagi hari di Gubernuran Bumi Beringin Manado.

Dikatakan Gubernur SHS, sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna sangat diharapkan peran aktifnya untuk melaksanakan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat terutama bagi kaum muda di pedesaan.

Gubernur berharap melalui BBKT ini, kegiatan Karang Taruna akan semakin menyebar sampai ke ujung pelosok wilayah Nyiur Melambai ini. “Saya harap kegiatan Karang Taruna tidak hanya terpaku di tempat tertentu atau di pusat keramaian saja. Tapi sangat baik kalau dibuat pula di semua pelosok, seperti saat ini Anda gelar di Kabupaten Bolmong,” kata Calon Presiden RI peserta Konvensi Nasional PD ini.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Sulut Agustivo Tumundo melaporkan rencana pelaksanaan Acara Puncak BBKT Sulut 2013 ini dalam bentuk pengresmian jalan setapak, bedah rumah dan pemberian bantuan usaha ekonomis produktif pada KUBE Karang Taruna dan kelompok masyarakat lainnya binaan Dinas Sosial Propinsi Sulut.

“Dalam acara puncak BBKT ini akan digelar pula penganugerahan penghargaan Lencana Aditya Karya Mahatva Yodha kepada para pejabat, tokoh masyarakat, camat, lurah dan kades sebagai Pembina Karang Taruna Terbaik tahun 2013 yang dilanjutkan dengan Pengukuhan dan Pencanangan Gerakan Nasional Karang Taruna Anti Narkotika (GERNAS KARTIKA) di Propinsi Sulut oleh Bapak Gubernur SHS dan Ketua Umum Karang Taruna Nasional Bung Taufan EN Rotorasiko,” jelas Tumondo.(yov)

 

Share Button

Menpora Kunjungi Minahasa Utara

1471859_10200711045848181_426980036_nTalawaan,KLABATNEWS-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Dr Roy Suryo mengunjungi Kabupaten Minahasa Utara (Minut), tepatnya di Desa Talawaan, Kecamatan Talawaan, Selasa (26/11) dalam rangka hajatan napak tilas Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) mengenang survey jalan trans Sulawesi 21 tahun lalu dari Makassar ke Manado.

1470337_10200711041008060_1266138111_nKunjungan Menpora di Minut ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA didampingi Ketua TP-PKK Minut Ny Altje Singal-Polii SH MSi, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Drs Maximelian Tapada MSi selaku pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan anggota DPRD Fransisca Tuwaidan serta warga masyarakat Kabupaten Minahasa Utara.

Menpora Roy Suryo bersama 121 peserta yang menumpangi 35 mobil disambut Tarian Kabasaran dan setelah itu menikmati Tarian Katrili, Tumetenden serta Maengket. Sambutan tersebut mendapat perhatian khusus dari Roy Suryo.1422500_10200711039208015_2013998403_n

1459972_10200711046528198_1088175038_nDalam kesempatan itu Bupati Sompie Singal mengatakan pemerintah dan masyarakat Minahasa Utara menyambut gembira akan kedatangan rombongan Menpora beserta Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di tanah Klabat ini. “Kunjungan ini merupakan kehormatan dan menggembirakan bagi kami sebagai pemerintah dan warga Minut, karena telah menyempatkan diri mengunjungi daerah Minut,” ungkap bupati saat penutupan Etape Napak Tilas Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di kediaman Keluarga Longdong Solung Desa Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara.

Pada kesempatan itu juga dengan panjang lebar bupati menjelaskan tentang seni dan budaya serta potensi-potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Minahasa Utara di hadapan Menpora dan rombongan. Bupati mencotohkan seperti objek wisata air terjun tunan yang ada di Desa Talawaan dan Kaki Dian yang berada di Airmadidi.1452570_10200711041528073_1343193140_n

Menpora sendiri mengakui, sangat terkesan dengan daerah Minahasa Utara yang indah serta warga masyarakatnya yang ramah-ramah, serta tarian kabasaran yang menyambut mereka. “Saya sangat terkesan akan keindahan alam di Minahasa Utara juga masyarakatnya yang ramah,” ungkap Menpora.

Menurut Menpora, tujuan perjalanan ini selain menapaktilasi perjalanan 21 tahun lalu, juga untuk menggali budaya lokal termasuk yang ada di Minut. “Kami berkunjung ke Minut sebelum mengakhiri etape di Bitung, dan target kami tak hanya sampai di Bitung tapi sampai ke pulau terluar Sulawesi Utara. Rute napak tilas kali ini dimulai dari Malang kemudian Surabaya, Makassar, Manado dan berakhir di Bitung,” jelas Menpora.

1476190_10200711042368094_265160173_nSalah satu yang ditampilkan PPMKI adalah mobil antik milik Presiden Sukarno. Mobil tersebut adalah Limousine Dodge tahun 1946. Berwarna hitam, plat Indonesia satu masih melekat di atas tanda kendaraan bernomor B 1945 NS. Foto sewaktu Bung Karno datang di Sulut terpampang di kiri kanan mobil. Tim juga berkesempatan mengunjungi Air Terjun Tunan yang berada di desa itu sekaligus menikmati akan pemandangan alamnya.(sem/advetorial)

 

 

Share Button

Sompie Singal Lantik Pengurus FKUB dan BKSAUA Minut

1452047_10200705025417674_1104158315_n524688_10200705022617604_479168499_nAirmadidi,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie Singal MBA melantik pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Utara periode 2013 – 2016 bertempat di Pendopo Kantor Bupati Minut, Senin (25/11).

Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA dalam sambutannya berpesan kepada pengurus yang baru agar dapat membaktikan diri untuk menjalankan organisasi dalam menyukseskan program kerja yang telah direncanakan serta tetap mengutamakan kebersamaan dan persaudaraan antar umat beragama yang ada di Minahasa Utara.

DSCF6206“Semoga pengurus FKUB dan BKSAUB terus eksis dan bekerja dengan berdasar kerelaan dan panggilan hati. Perbedaan-perbedaan dapat dijadikan kekuatan untuk membangun Minahasa Utara,” ungkap Bupati Sompie Singal.

Ia menambahkan, di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi, sehingga keutuhan melayani harus terus berjalan dengan baik. “Sebenarnya bukan saya yang melantik, tapi Tuhan karena tugas ini merupakan amanah yang Maha Kuasa,” tukas Bupati.

Dalam pelantikan itu dihadiri Sekretaris Daerah Johannes Rumambi, Asisten 1 Ronny Siwi, Kepala Kantor Kementerian Agama Minut Pdt John Tilaar.(sem/advetorial)  

DSCF6205

 

Share Button

Sompie, Altje dan Etha Pasang Lilin HUT Minut di Pembukaan Pameran Pembangunan

pameran4pameran8Airmadidi,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA membuka pameran pembangunan, Minggu (24/11) malam pukul 21.30 WITA yang diwarnai dengan pesta kembang api. Pameran merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT Minut ke-10 dan dihadiri oleh para pejabat Pemkab Minut dan anggota dewan Minut Fransisca M Tuwaidan. Masyarakat pun ikut memeriahkan acara pembukaan pameran.

Dalam pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan tetengkoren oleh bupati Minahasa Utara. Lokasi pameran pembangunan di Jalan SBY pertigaan Matungkas-Sukur telah resmi dibuka. Menurut bupati kegiatan ini adalah momentum penting dan strategis untuk menunjang visi-misi menjadikan Minahasa Utara daerah tujuan wisata 2015. “Potensi daerah Minut yang beragam dan keunggulan daerah kita diangkat dalam pameran ini akan menjadi nilai jual bagi para investor dan wisatawan,” tukas bupati.

pameran2Usai membuka kegiatan pameran pembangunan, Bupati  didampingi Sekda Minut Johannes Rumambi, Ketua TP-PKK Altje Singal Polii, anggota Dewan Minut Fransisca Tuwaidan, Ketua Panitia dan para pejabat Pemkab Minut mengunjungi seluruh stand-stand yang ada, baik dari 10 kecamatan, sejumlah SKPD, BUMD, perbankan, media massa, swasta maupun KPU. Bupati dan ibu serta anggota dewan Minut Fransisca M Tuwaidan yang akrab disapa ibu Etha begitu akrabnya pada malam pembukaan pameran hal ini dibuktikan dengan bersama-sama memasang lilin ulang tahun Minut di sebuah stand.

Sementara itu kepada sejumlah wartawan Ketua Panitia HUT Minut, Dra Femmy Pangkerego SPd MPd mengatakan, pameran pembangunan ini merupakan salah satu agenda kegiatan dalam menyukseskan Hari Ulang Tahun Minut yang ke-10.(sem/advetorial)

pameran1

Share Button