Thursday, 17 January 2019

Mazmur, Kamis 14 Agustus 2014: Mzm 78:56-59,61-62

kiman-ilustrasi-allah-yang-satu-mar-2014-hidup-katolik.jpgMzm 78:56 Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya;

Mzm 78:57 mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka, berubah seperti busur yang memperdaya;

Mzm 78:58 mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka.

Mzm 78:59 Ketika Allah mendengarnya, Ia menjadi gemas, Ia menolak Israel sama sekali;

Mzm 78:61 Ia membiarkan kekuatan-Nya tertawan, membiarkan kehormatan-Nya jatuh ke tangan lawan;

Mzm 78:62 Ia membiarkan umat-Nya dimakan pedang, dan gemaslah Ia atas milik-Nya sendiri.

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

Bacaan I, Kamis 14 Agustus 2014: Yeh 12:1-12

jesus_returns1Yeh 12:2 “Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

Yeh 12:3 Maka engkau, anak manusia, sediakanlah bagimu barang-barang seorang buangan dan berjalanlah seperti seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; pergilah dari tempatmu sekarang ke tempat yang lain seperti seorang buangan di hadapan mata mereka. Barangkali mereka akan insaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak.

Yeh 12:4 Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di hadapan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan.

Yeh 12:5 Di hadapan mata mereka perbuatlah sebuah lobang di tembok dan keluarlah dari situ.

Yeh 12:6 Di hadapan mata mereka taruhlah barang-barangmu ke atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap; engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah; sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.”

Yeh 12:7 Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: aku membawa pada siang hari barang-barang seperti barang-barang seorang buangan dan pada malam hari aku membuat dengan tanganku sebuah lobang di tembok, pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku.

Yeh 12:8 Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku:

Yeh 12:9 “Hai anak manusia, bukankah ditanya oleh kaum Israel, kaum pemberontak itu kepadamu: Apakah yang kaulakukan ini?

Yeh 12:10 Katakanlah kepada mereka: beginilah firman Tuhan ALLAH: Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana.

Yeh 12:11 Katakanlah: Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan.

Yeh 12:12 Dan raja yang di tengah-tengah mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap dan akan pergi ke luar; orang akan membuat sebuah lobang di tembok supaya ada baginya jalan keluar; ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak akan melihat tanah itu.

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

 

Bupati Minut Membuka Kegiatan Sosialisasi dari Ombudsman Republik Indonesia, Paparkan Hasil Supervisi Pelayanan Publik

Sompie-Singal-8Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-BUPATI Drs Sompie SF Singal MBA, membuka kegiatan sosialisasi dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Rabu 13 Agustus 2014. Sosialisasi yang dipimpim Kepala Ombudsman Perwakilan Sulut Helda Tirayoh, SH, diikuti Sekretaris Daerah Drs Johannes A. Rumambi, serta para asisten dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sosialisasi yang digelar di Atrium kantor bupati  mengenai laporan hasil supervisi kepatuhan pelayanan publik dari pemerintah derah kepada masyarakat.

Bupati dalam sambutannya, sangat menyambut positif kegiatan dari Ombudsman sebagai bentuk penilaian, evaluasi dan masukan kepada pemerintah daerah. Laporan hasil supervisi kepatuhan pelayanan publik oleh SKPD-SKPD kepada masyarakat, adalah  gambaran atas kinerja dari pemerintah daerah kepada masyarakat. Diharapkan, ini menjadi bahan masukan positif dan strategis, sehingga akan terlihat kemampuan manajerial dari SKPD dalam melayani dan mengayomi masyarakat di masa akan datang. “Terima kasih atas supervisi maupun penilaian kinerja pemerintah daerah. Diharapkan ini menjadi masukan dan pemacu kerja dan kinerja pemerintah daerah,” kata Singal.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Utara, Helda R. Tirayoh SH mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik bagi masyarakat. Hal ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Serta juga sesuai dengan amanat UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. “Kegiatan ini adalah bentuk sosialisasi kepada masyarakat serta penyampaian laporan hasil supervisi kepatuhan pelayanan publik dari pemerintah daerah,” kata Tirayoh.

Ombudsman dalam penyampaian laporan, ikut juga memaparkan kinerja pelayanan publik dari SKPD-SKPD kepada masyarakat. “Ada yang baik, ada juga yang perlu ada perbaikan dan peningkatan pelayanan publik,” tambah Tirayoh.(sem/*)

BUPATI JWS BUKA SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENYULUHAN SITAHU DI MINAHASA

Advetorial-3Tondano,KLABATNEWSOK.com – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi membuka pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dan Penyuluhan Siswa Taat Hukum (SITAHU) di Kabupaten Minahasa pada Rabu (13/8) di Aula Pusgiat Tondano.

Acara yang turut dihadiri oleh Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Sulut Sulut Wawan Ernawan SH MH, Kasubit Sunluhkum Polda Sulut Kompol Syanet Katopo SH, Kabag Dokumentasi Hukum Biro Hukum Setdaprov Sulut Rike Mononinbar SH MSi, Dra Hj Subaidah Lubis dari PKK Sulut, Juddi Goni SH dari PWI/Pers, Michael Nainggolan SH MH dari Akademisi Unsrat dan dari Kejati serta Kejari Tondano sebagai Nara sumber, yang diawali dengan Laporan Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setdakab Minahasa Willem Nainggolan SH MH dan diikuti oleh para Kepala Sekolah dan ratusan siswa SMA dan SMK se-Tondano.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow memberikan apresiasi bagi para siswa yang hadir, mengingat beliau pernah menjadi bagian dari siswa-siswi sebagai Kepala Dinas Dikpora beberapa waktu lalu, sehingga ini menjadi momen yang baik bagi generasi muda untuk mengetahui hal-hal yang baik dan yang tidak boleh dilakukan dalam pergaulan bermasyarakat demi masa depan bangsa.

“Saya berharap agar para peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik agar terhindar dari perilaku melanggar hukum dan juga pada saatnya diharapkan para peserta untuk memproteksi diri dan menghindari perilaku hidup yang melanggar norma dan kaidah hukum,” ungkap bupati.

Sementara Asisten Intel Kejati Sulut Wawan Ernawan dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Bupati Minahasa yang telah mengambil bagian dalam meningkatkan pengetahuan tentang hukum kepada generasi muda. “Semoga generasi muda dan masyarakat di Minahasa akan sadar dan taat hukum,” jelas Ernawan.(morray pasulatan)

Wabup Ivansa Berduka, Paman Terkasih John Laoh-Tambuwun Dipanggil Yang Maha Kuasa

ivan sarundajangTondano,KLABATNEWSOK.com – Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang bersama keluarga besar Sarundajang-Laoh Tambuwun dan keluarga besar Laoh-Tambuwun Rompas berduka. Duka Wabup Ivan Sarundajang bersama keluarga besarnya ini karena meninggalnya Almarhum John Laoh-Tambuwun, paman terkasih Wabup yang juga kakak kandung ibu Deitje Sarundajang-Laoh Tambuwun, istri tercinta Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang yang juga ibunda Wabup Ivansa ini. Almarhum John Laoh-Tambuwun meninggal beberapa hari yang lalu di Amerika, yang sesuai rencana tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (13/8) siang, yang selanjutnya akan disemayamkan ke Aula Kampus Universitas Klabat Airmadidi.

Dan selanjutnya akan dibawa ke rumah keluarga Laoh-Tambuwun- Rompas di Kolongan Atas, Sonder Minahasa. Ibadah pemakaman akan dilaksanakan pada hari Sabtu (16/8) siang dan akan dimakamkan di Kompleks Pekuburan keluarga Taman Efron Tetebesi Sonder. Wabup Ivan Sarundajang menyatakan rasa duka yang mendalam atas kepergian om yang terkasih ini dan mohon dukungan doa kita semua atas proses perjalanan dari semua keluarga yang akan hadir beserta jenazah almarhum supaya tiba dengan selamat, serta semua acara persemayaman dan ibadah pemakaman nanti dapat berjalan dengan lancar.

“Sebab dari Tuhan, oleh Tuhan dan bagi Tuhan Yesus-lah segala kemuliaan sampai selama-lamanya,” kata Wabup Ivansa. Sementara itu Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Bapak John Laoh-Tambuwun, paman dari Wakil Bupati Ivan Sarundajang ini. “Atas nama Pemerintah dan keluarga Sajow-Singkoh, saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas kepergian Bapak John Laoh-Tambuwun. Kiranya Tuhan memberikan mendapat tempat yang layak kepada almarhum, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan sejati dari Tuhan,” kata suami tercinta Dr Olga Sajow-Singkoh Mhum.(morray pasulatan)

Pelantikan DPRD Sulut 9 September akan Menghabiskan Anggaran Rp 745 Juta

Kantor Deprof yang akan ditempati Anggota Periode 2014-2019Sulut,KLABATNEWSOK.com-Sekertaris DPRD Sulut Jhon Palandung, Rabu (13/08) di kantor dewan Propinsi mengatakan Pelantikan 45 Anggota DPRD Sulut Periode 2014-2019 akan dilantik 9 September 2014 mendatang, mengenai seragam yang akan digunakan para anggota Deprof Sulut sudah sementara dijahit.

Mantan Sekab Sitaro ini menambahkan pihak Sekertariat DPRD Sulut sudah melayangkan surat bulan Juli lalu kepada 45 Anggota DPRD yang baru untuk membuat baju yang akan dipakai dalam agenda Pelantikan yang sudah ditentukan sekaligus dengan PIN Emas.

“Mengenai PIN setiap anggota DPRD baru akan diberikan dana 6 juta per anggota sampai sekarang ini tidak mengalami hambatan hingga sampai pada pelantikan semua anggota sudah siap akan dilantik,” tutur Palandung.

lanjutnya usai Pelantikan 45 anggota DPRD Propinsi Sulut ini akan bertolak ke Jakarta guna mengikuti pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) kerena itu harus dan wajib diikuti oleh anggota Deprof yang baru.ungkapnya.

“Para anggota DPRD Sulut Periode 2019-2014 akan diberikan tunjangan dana Purna Bakti sebesar 14.4 Juta untuk Pimpinan Dewan dan 12 juta akan diberikan kepada para anggota Dewan yan akan mengakhiri masa jabatan dan sudah diangarkan lewat untuk PIN Emas anggota DPRD 2014-2019 memakan anggaran sebesar Rp 745 Juta terbagi 250 juta dana Paripurna dan PIN  Emas dan Pakaian sebesar 495 Juta dengan total anggaran 745 Juta diambil dari Dana APBD,” kunci Palandung.

Sementara itu Taufik Tumbelaka sebagai pemerhati Pemerintahan Politik Sulut, Rabu  (13/08) mengatakan para anggota Dewan Sulut yang baru benar-benar harus memperhatikan kepentingan rakyat. “Jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi yang nantinya akan merugikan kepentingan rakyat,” ungkap Tumbelaka.(Herman Tampongangoy)

 

Renungan Rabu, 13 Agustus 2014: Tegurlah Dia

Yesus-kristen-bersama-umatHIDUPKATOLIK.com – Pekan Biasa XIX; Yeh 9:1-7; 10:18- 22; Mzm 113; Mat 18:15-20

Injil Matius pasal 18 yang hari-hari ini kita baca biasa disebut sebagai tata hidup dalam komunitas para pengikut Kristus. Kasusnya adalah bagaimana jika ada anggota komunitas yang berdosa? Jawabannya bertahap. Tahap pertama adalah pergi kepada dia “dan menegur dia di bawah empat mata”. Sebenarnya ini adalah konkretisasi dari bacaan hari sebelumnya tentang mencari seekor domba yang hilang.

Harus diakui bahwa langkah pertama Yang Tersesat, Pulanglah! ini, yaitu menegur orang yang berdosa, yang nampak sederhana merupakan sesuatu yang amat sulit terjadi di kalangan kita. Ada banyak kendala mengapa dalam banyak kasus langkah pertama ini tidak terjadi dan akibatnya seorang yang jatuh akan semakin terjerumus ke dalam lumpur kedosaan. Bayangkan kalau yang berdosa adalah orang yang lebih tinggi status sosial ekonominya daripada kita? Apa kita memang berani menegur? Omong gampang, pelaksanaannya sete ngah mati. Bisa jadi kita lalu bersikap kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Atau lebih buruk lagi, kita justru membicarakan kasus ini dari mulut ke mulut, tapi tidak pernah kepada yang bersangkutan.

Lalu? Pertanyaan mendasar rasanya tetap sama, apakah kita memang sungguh- sungguh mengasihi sesama kita? Atau perintah Kristen yang mendasar ini hanya menjadi sekadar jargon kosong?

RD V. Indra Sanjaya
Dosen Kitab Suci Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta