Thursday, 23 May 2019

Ikut Workshop Pelaksanaan Reformasi dan Birokeasi, Pemerintah Kabupaten Minahasa Dapat Pujian

Manado, Klabatnewsok.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa mengikuti Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kabupaten/Kota Yang Menjadi Piloting Tim Asistensi RB (Reformasi Birokrasi) Daerah Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa 21 Mei 2019 bertempat di Aston Manado Hotel.

Dihadiri Oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R Korengkeng SH MSi, bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Ketua Tim Asistensi Kemenpan RB Wilayah Provinsi Sulut / Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulut Ibu Glady N L Kawatu SH MSi, ASDEP Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan pengawasan Kemenpan RB Bapak Ronald Andrea Anas.

Dalam Pengantar Kata yang di sampaikan Oleh Ketua Tim, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Pusat yang telah memberi perhatian yang luar biasa kepada pemerintah provinsi dan kabupaten dalam rangka mendukung penilaian SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).

” Kami secara khusus berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Minahasa, kita berharap dengan komitmen kita semua tahun depan kita akan memperbaiki nilai SAKIP pemerintah provinsi dan kabupaten minahasa, kami berharap minahasa dapat menjadi pelopor dalam menuju pemerintah yang akuntabel dan transparan menuju RB Kelas dunia Karena Minahasa mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.” Pujinya.

“Saya berharap kegiatan ini akan menghasilkan sesuatu yang dapat menghasilkan kualitas kinerja jajaran pemerintah kabupaten minahasa, Tujuan dilaksanakan SAKIP juga dalam rangka peningkatan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem manajemen, penguatan SAKIP dipandang penting dan sangat perlu dilakukan sebagai strategi dalam mempertajam pemahaman dan persepsi, tentang penerapan sistem akuntabilitas kinerja, guna mendukung terwujudnya Reformasi Birokrasi” Ujar Sekda Korengkeng

Dalam Mengimplementasikan SAKIP dengan baik, Instansi Pemerintah harus dapat memfokuskan kinerja pada hasil yang dirasakan oleh masyarakat, mewujudkan efektivitas dan efisiensi pada penggunaan anggaran serta mencegah penyimpangan dan pemborosan penggunaan anggaran.

Selain itu, ukuran keberhasilan menjadi jelas dan terukur serta dapat menetapkan program/kegiatan yang berkaitan dengan pencapaian sasaran yang akan dicapai serta melaksanakan rincian atas kegiatan tersebut sesuai tujuan kegiatan.

“Saya sangat Mengapresiasi Pemerintah kabupaten Minahasa Di bawah kepemimpinan ROR-RD yang sangat Luar biasa.” Ujar Bapak Ronald Anas

Asistensi ini merupakan transfer pengetahuan yang bersifat aplikatif dengan tujuan, memberi pemahaman untuk mendukung semua tugas dan tanggung jawab perangkat daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan di instansi masing-masing.

Adapun pembawa Materi dari Kabid Penyiapan Perumusan Kebijakan RB Ibu Hatni dengan Materi Penyelenggara Reformasi Birokrasi, Evaluasi Penyelenggara (PMPRD), dan dari Tim Asistensi RB Daerah Provinsi Sulut dengan materi Penguatan SAKIP.

YVI

Share

Bupati VAP Ikuti Rakor High Level Meeting

Manado,KLABATNEWS-Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan (VAP), Senin 20 Mei 2019, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulut. Rakor tersebut dipimpin Gubernur Sulut Olly Dondokambey dihadiri bupati dan walikota se-Sulut serta sejumlah pelaku usaha dan para pakar ekonomi Sulut.

Dalam rapat tersebut, dibahas juga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, penandatanganan roadmap pengendalian inflasi daerah Sulut tahun 2019-2021, serta pencanangan program Barito 4.0 dengan tim penggerak PKK.

Bupati Vonnie A. Panambunan dalam rakor inflasi didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Allan Mingkid dan Kabag Humas dan Protolol Chresto Palandi SSTP MSi.

Bupati dalam pertemuan tersebut ikut memaparkan kondisi daerah serta ketersediaan serta harga bahan pokok di Minahasa Utara jelang hari raya idul fitri. “Semua masih tersedia,” kata bupati dalam rakor tersebut.(*)

Share

Peringatan Harkitnas ke-111 di Minut, Kajari : Bangkit untuk Bersatu Kebangkitan untuk Persatuan

Airmadidi,KLABATNEWS-Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019 di Kabupaten Minahasa Utara sukses digelar di lapangan kantor bupati Minut, Senin 20 Mei 2019. Kajari Rustiningsih SH MSi bertindak sebagai inspektur upacara dengan komandan upacara Iptu Stanley Rimbing, Kapolsek Airmadidi dan diikuti TNI, Polri, Basarnas, Siswa, Aparatur Sipil Negara ( ASN). Harkitnas 2019 mengambil tema Bangkit Untuk Bersatu, Kebangkitan Untuk Persatuan. Upacara dirangkaikan dengam apel Korpri Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Inspektur Upacara Rustiningsih SH MSi membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika  RI  Rudiantara mengatakan, dalam sumpah palapa ada teks yang tertulis Amukti Palapa dan para ahli sepakat, Amukti Palapa yang berarti sesuatu  yang berkaitan dengan kesenangan diri Mahapatih Gajah Mada yang artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasnya sebelum mempersatukan Nusantara.

“Peringatan Harkitnas ke-111 Tahun, 20 Mei 2019 sangat relevan dengan teks sumpah palapa. Situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi dengan menginspirasikan pilihan yang berbeda dalam pemilu, namun semua pilihan kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Alhamdulillah, sampai saat ini tahapan pemilu berjalan dengan baik dan lancar berkat pengorbanan yang mulia dari semua anak bangsa, untuk menjaga kelancaran dan kejujuran  proses pemilu,” kata Rustiningsih.

Lanjutanya telah satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organiasasi Budi Oetomo. “Sangat relevan tema yang disematkan Bangkit Untuk Bersatu, Kebangkitan Untuk Persatuan. Bangsa ini adalah bangsa yang besar yang telah mampu menjaga semangat persatuan selama berabad-abadal, kuncinya adalah gotong royong. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua,” kata Irup membacakan amanat Menkominfo RI.

Dilanjutkan Rustiningsih, biarlah semangat persatuan tetap menyebar di seluruh nusantara, seperti ungkapan kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh daerah, suku adat dan budaya di Indonesia. Seperti pidato Presiden RI Joko Widodo, dari tanah Minang diimbau dengan petuah Barek somo dipikua, sagolek pangkek, dari Bumi Angin Mamiri, kita bersama-sama belajar Reso temma-ngingi namo lamo, naletei, pammase dewata, pepatah sunda Secangreud pageuh, sagolek pangkek, dari Bumi Gora kita diminta Bareng Bejukung, Bareng Bebosa, dari Benua Banjar kita bersama-bersama menjunjung Waja Sampai Keputing, semua menganjurkan bekerja secara gotong royong.

“Sejatinya jiwa gotong royong bukanlah semangat yang sudah renta, sampai kapanpun semangat ini senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai tuntutan zaman yang erat dengan berbagai  perubahan,” kata Rustiningsih.
Usai upacara Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu mengatasnamakan Pemkab Minut menyerahkan Piagam Penghargaan bidang tindak pidana khusus atas dedikasi kinerja prestasi yang telah menyelamatkan keuangan daerah Pemkab Minut kepada kepada Kajari
Negeri Minut Rustiningsih SH MSi.
Tampak hadir Ketua DPRD Minut Berty Kapojos, Ketua PN Airmadidi, Sekretaris Daerah Ir Jemmy H Kuhu MA kepala-kepala SKPD.(*)
Share

Pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupaten Minahasa Safari Ramadhan di Masjid Besar Baitturahman

Langowan, Klabatnewsok.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Safari Ramadhan di Wilayah Kecamatan Langowan Timur di Masjid Besar Baitturahman, pada Senin 20 Mei 2019.

Dihadiri oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Forkopimda Prov. Sulut, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey S.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R Korengkeng SH, M.Si, Forkopimda Kabupaten Minahasa, Imam Masjid Arifin Lamsu dan Jamaah

Dalam sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SSi, mengucapkan Terima Kasih karena bisa bertatap muka dengan umat muslim di masjid baitturahman langowan, dan adalah tugas pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat agar supaya masyarakat dapat merasakan betul adanya pemerintah.

” Saya juga berterima kasih kita sudah mengikuti pesta demokrasi sehingga boleh berjalan dengan baik tinggal menunggu KPU yang akan menentukan. Mari kita hidup rukun dan damai dan juga saling menghargai satu dengan yang lainnya, dan tetap menjaga tali persaudaraan antar sesama umat manusia.” Kata Gubernur

” Atas nama Pemerintah Provinsi Sulut Mengucapkan Selamat menunaikan Ibadah Puasa Kepada Saudara-Saudara Umat Muslim yang ada di daerah ini. Semoga apa yang dilalui dan dilakukan di bulan suci ini dapat menjadi kebaikan dan kiranya kebersamaan dalam ikatan persaudaraan saat ini akan memperkuat komitmen serta memperkokoh solidaritas dan integritas kita dalam membangun daerah bumi nyiur melambai.” Tegasnya.

” Mari senantiasa bergandengan tangan menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sama sama kita ciptakan rasa nyaman dan tenang dalam pelaksanaan Ibadah Keagamaan didaerah ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Menyerahkan Bantuan berupa 150kg beras, 10 Dus Biskuit, 100 Alquran dan Sembako kepada Jamaah Masjid Baitturahman Langowan yang di Serahkan langsung Oleh Gubernur Sulut dan Wakil Bupati Minahasa

YVI

Share

Peringati Harkitnas Ke- 111, Wabup RD Bacakan Sambutan Menteri Kominfo

Tondano, Klabatnewsok.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Upacara Bendera Peringatan ke-111 Tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kabupaten Minahasa, pada Senin 20 Mei 2019
Di Halaman Kantor Bupati Minahasa.

Dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi selaku Inspektur Upacara, Wakil ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R. Korengkeng, SH, MSi, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa James Rawung, SH, Dandim 1302 Minahasa Letkol inf. Slamet Raharjo, S.Sos, M.Si, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Para Veteran, Unsur Kepemudaan dan seluruh ASN.

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 yang di sampaikan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, mengatakan, Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira

Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun
huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang
dimaksud dengan “amukti palapa”. Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan diri sang Mahapatih Gajah Mada.

Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.
Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.
Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa.

Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita, Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar.

Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok
penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini.

Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya
jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.

Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kebangkitan untuk Persatuan.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Republik
Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong.
Menurut Bung Karno:

“Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan
semua.

Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”Yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa,
digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas
berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. Yel-yel ini
disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa.

Bukan hanya di tanah Jawa, semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan
tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan
budaya yang ada di Indonesia.

Sebagaimana diserukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan
Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang kita diimbau dengan petuah ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’ . Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi ‘Sacangreud pageuh, sagolek
pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar ‘Reso temma-ngingi,
nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta: ‘Bareng bejukung,
bareng bebose’. Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung ‘Waja sampai
kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
Meski kita gali dari kearifan nenek-moyang kita yang telah dipupuk selama berabad-abad,
namun sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta. Sampai kapan pun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.

Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang.

Kuncinya terletak pada hasrat kita
untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan.

Akhir kata, saya haturkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang
keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global.

Kemudian acara di lanjutkan dengan Ziarah di Makam pahlawan Dr. Sam Ratulangi Tondano.

YVI

Share

5 Fakta yang Mengungkap Perbedaan Bulan Maria dan Bulan Rosario. Apa Saja?

Katolikpedia.id – Setiap bulan Mei dan Oktober, umat Katolik di seluruh dunia berdoa Rosario secara bersama-sama. Namun istilah untuk menyebut dua kegiatan devosional ini berbeda. Lantas, apa perbedaan Bulan Maria dan Bulan Rosario?

Untuk memahami perbedaan Bulan Maria dan Bulan Rosario tersebut, kita mesti menengok kembali sejarah, terutama peran sosok Bunda Maria dalam kehidupan Gereja awal.

BACA: Berdoa Rosario Di Bulan Mei Ini? Pahami Dulu 7 Hal Penting Ini

Penjelasan berikut akan diklasifikasikan ke dalam dua bagian besar, yakni tiga fakta pertama tentang Bulan Maria dan dua fakta kedua tentang Bulan Rosario.

1. Permulaan kehidupan

Tradisi menetapkan bulan Mei sebagai Bulan Maria, berasal dari pemahaman iman bahwa Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus, melahirkan kehidupan.

Gereja mencoba menyelaraskan pemahaman iman ini dengan bulan Mei yang merupakan awal musim semi di negara-negara empat musim, dimana tumbuh-tumbuhan kembali bertugas; tanda awal kehidupan.

Dalam perspektif Katolik, Bunda Maria adalah Hawa Baru, ibu dari dari semua yang hidup, “mother of all the living” (Kej 3:20).

Devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke 13. Namun praktek ini baru menjadi populer di kalangan para Jesuit di Roma pada sekitar tahun 1700-an, dan baru kemudian menyebar ke seluruh Gereja.

2. Pengalaman iman Paus Pius VII

Serdadu Napoleon menangkap Paus Pius VII dan dipenjara pada tahun 1809. Di dalam penjara, Paus berdoa kepada Bunda Maria, agar ia bisa bebas. Ia berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada 24 Mei, Paus VII dibebaskan untuk kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.

Selanjutnya, Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” (Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda)” pada tahun 1854, semakin memperkuat devosi kepada Bunda Maria pada bulan Mei makin kuat.

3. Ensiklik Paus Paulus VI

Ensikliknya the Month of Mary dari Paus Paulus VI mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita … dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May, 1).

Sejarah Bulan Maria dan Bulan Rosario
Sejarah Bulan Maria dan Bulan Rosario (Foto: Pexels.com)

Sementara bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan Rosario karena beberapa peristiwa iman yang mendasarinya.

4. Pertempuaran Lepanto

Penetapan bulan Oktober sebagai bulan Rosario berkaitan erat dengan pertempuran di Lepanto pada 1571, di mana negara-negara Eropa yang beragama Kristen, diserang oleh kerajaan Ottoman.

Jumlah pasukan Turki telah melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa dan Venesia. Menghadapi ancaman ini, Don Juan (John) dari Austria, komandan armada Katolik, berdoa rosario memohon pertolongan Bunda Maria.

Demikian juga, umat Katolik di seluruh Eropa berdoa Rosario untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini. Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore.

Sejak subuh sampai petang, doa Rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun nampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada 7 Oktober.Kemudian, Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa di Vatikan setiap 7 Oktober.

5. Rosario Suci

Paus Gregorius XIII menetapkan 7 Oktober itu sebagai Hari Raya Rosario Suci. Hal ini semakin mempertegas bulan Oktober sebagai Bulan Rosario.

Dengan demikian, fakta-fakta sejarah ini kian mempertegas perbedaan dua model devosi ini, dan apa alasan Gereja Katolik membedakan keduanya.

Nah, bagi kamu yang belum memahami perbedaan Bulan Maria dan Bulan Rosario, artikel ini dapat memperkaya pengetahuan kita.

Silakan SHARE bila Anda ingin ikut berbagi pengetahuan iman ini.

Sumber: Katolilistas.org dan hidupkatolik.com

Share

Mau Punya Motivasi Berdoa Rosario? Inilah Keuntungan yang Bisa Kamu Peroleh

Mau Punya Motivasi Berdoa Rosario? Inilah Keuntungan yang Bisa Kamu Peroleh

Banyak orang terinspirasi untuk berdoa bersama dan dengan perantaraan Bunda Maria. Apa janji Bunda Maria bagi orang yang setia berdoa Rosario?

Sekitar abad 15, seorang imam Dominikan, Pastor Alanus de Rupe, menuliskan 15 janji Bunda Maria yang diungkapkan kepada Santo Dominikus bagi orang yang setia berdoa Rosario. Sejumlah orang meyakini berdoa Rosario bisa mengubah hidup mereka.

Jadi, 15 janji Bunda Maria kepada orang yang berdoa Rosario mendorong banyak orang untuk setia berdoa Rosario secara teratur. Bahkan berdoa Rosario setiap hari.

15 Janji Bunda Maria kepada pendoa Rosario yang setia

  1. Barangsiapa dengan setia menghormatiku dengan berdoa Rosario, akan menerima rahmat yang istimewa.
  2. Aku berjanji akan melindungi secara khusus dan memberi rahmat yang berlimpah kepada yang berdoa Rosario.
  3. Rosario akan menjadi perisai yang ampuh melawan kejahatan, menghancurkan sifat-sifat yang tidak baik, mengurangi dosa, dan memberantas kesesatan iman.
  4. Rosario akan mengembangkan kebajikan dan karya-karya yang baik, akan memberikan pengampunan dari Allah kepada jiwa-jiwa, akan menghapus kecintaan manusia akan harta benda duniawi dan segala kehampaannya, dan akan mengembangkan hasrat untuk memiliki kehidupan dan hal-hal yang abadi dalam diri manusia. Oh, semoga jiwa-jiwa akan menyucikan dirinya sendiri dengan cara ini.
  5. Jiwa yang bersandar padaku dalam doa Rosario tidak akan binasa.
  6. Barangsiapa berdoa Rosario dengan penuh kesungguhan dan penuh kekhusukan, dengan merenungkan peristiwa-peristiwa yang suci, tidak akan ditimpa kemalangan.
  7. Barangsiapa yang hidup dengan penuh kesetiaan terhadap Rosario, tidak akan mati tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja Kudus.
  8. Barangsiapa yang setia dalam doa Rosario, akan mendapat rahmat Allah selama hidupnya dan lebih-lebih pada saat ajalnya. Pada waktu ajal mereka akan menikmati pahala para suci di surga.
  9. Aku akan membebaskan mereka yang penuh kesetiaan terhadap Rosario dari siksa api penyucian.
  10. Mereka yang setia pada Rosario, akan mendapatkan kemuliaan yang luhur di surga.
  11. Kamu akan mendapatkan apa yang kamu minta dariku dengan berdoa Rosario.
  12. Mereka yang menganjurkan berdoa Rosario, akan kubantu dalam kesulitan hidupnya.
  13. Aku mendapat janji dari Puteraku bahwa para penganjur doa Rosario akan mendapatkan perhatian surgawi secara khusus selama hidup dan pada saat kematiannya.
  14. Semua yang berdoa Rosario adalah Puteraku dan saudara-saudara Puteraku yang tunggal Yesus Kristus.
  15. Devosi terhadap Rosarioku adalah pertanda yang luhur bahwa yang bersangkutan akan berbahagia bersama Kristus.

Sumber: aleteia.org

Share