Tuesday, 19 November 2019

Camat Kema Vilma Anthonie Gelar Pertemuan dengan Warga Tountalete Bahas Penolakan Plt Hukumtua

Spread the love

Kema,KLABATNEWS– Camat Kema Vilma Anthonie SH MH bersama Kapolsek Kema dan Danramil Kauditan menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Tountalete Rabu (06/02/2019), pukul 16. 00 Witta.

Pertemuan digelar di kediaman Ny Heny Worang pada sore hari, Rabu 06/02/2019. pada pukul 04 sore ini turut dihadiri warga Desa Tountalete yang menolak PLT Hukumtua utusan Pemkab Minut.

Vilma Anthonie SH MH Camat Kema yang baru saja menggantikan Frederik Tulengkey mencoba mencari solusi pada warga yang hadir.
Dia menyampaikan bahwa sebagai warga masyarakat, untuk tak membuat sesuatu yang melanggar hukum.

“Masalah PLT hukumtua tersebut, sudah sesuai prosedur atau sudah sesuai aturan dan Undang-undang, apalagi sudah di lantik oleh Bupati Minut,” jelas Anthonii.

Sesuai kewenangan dan hak preogatif bupati, lanjut Anthonie, didasari beberapa telaah dan sharing, karena sudah sesuai prosedur, maka Bupati Minut telah melantik sang PLT.

“Kita sebagai masyakat, harus mematuhi aturan yang ada. Mari kita dengan kepala dingin, tidak memusuhi pemerintah, dan tidak berbuat hal-hal merugikan diri sendiri,” ajak Vilma.

Iptu Munasir Kapolsek Kema juga mengimbau kepada masyarakat Desa Tountalete agar tak membuat sesuatu hal yang bisa merugikan, apalagi kita akan menyambut Pemilu Pilpres dan Pilcaleg.

“Jangan berurusan dengan hukum, demi menyukseskan pilkada nanti. Sebagai Kapolsek Kema juga, saya harap masyarakat di sini agar tidak terpancing isu-isu dan provokasi menyesatkan dengan tujuan, merusak ketenangan yang ada,” ajak Munasir.

Kapolsek juga menegaskan, jika ada yang coba-coba dengan sengaja mengacaukan jalannya Pemilu nanti, pihaknya akan bertindak tegas. “Kami dan pihak TNI akan bertindak sesuai SOP terhadap oknum tersebut,” tandasnya.

Ditambahkan PLH Danramil Kauditan, Letda Edison Kasenda mengajak masyarakat Desa Tountalete yang hadir agar jangaan sampai terpancing dengan unsur provokatif berbau SARA atau politik busuk.

“Karena kita sebagai Warga Negara RI adalah satu walaupun berbeda Agama, beda pendapat dan beda suku. Marilah kita sama-sama mandukung program pemerintahan yang ada di tingkat pusat provinsi, serta kabupaten/kota agar kita tidak terpecah belah,” pinta Kasenda.

Lanjutnya Danramil Kauditan, cari solusi jitu, ajukan kepada Camat Kema bahwa masyarakat Tountalete menolak PLT hukum tua tersebut. “Mari kita bahas bersama, agar dapat menyepakati kemufakatan,” pungkasnya.

Sementara, masyarakat Tountalete diberi kesempatan menyampaikan uneg-uneh terkait seputaran PLT Kumtua, mereka tetap bersikukuh menolak.

“Kami tidak suka dia. Kantor desa yang kami palang atau segel. Itu tidak bisa di buka sebelum mengikuti persyaratan kami, atau sesuai dengan janji kami beberapa waktu lalu bahwa kami punya calon yang sudah kami usul kan. Mereka ada empat orang dan itu sudah kami serahkan ke camat yang lalu,” jelas warga.


“Jadi, jika usulan kami tetap tak dihargai, maaf kalau kami tetap menolak, alias kantor desa yang kami segel, tetap tidak bisa di buka,” tutup warga.(*)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *