Monday, 17 June 2019

Umat Katolik Paroki Lembean-Kema Rayakan Kristus Raja Semesta Alam

Spread the love

Kema,KLABATNEWSOK.com-Umat katolik Paroki St. Fransiskus-Xaverius Kema bersama Paroki St. Paulus Lembean merayakan hari raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam di gereja paroki St. Fransiskus-Xaverius
Kema, Minggu (25/11).

Perayaan mulia ini diawali dengan perarakan Kristus Hidup per wilayah rohani dimulai dari kompleks persekolahan Katolik Kema menuju gereja paroki Kema. Dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi yang menjadi selebran utama Pastor Paroki Lembean dan Kema yakni Pastor Wens Mawikere Pr didampingi pastor Maurit Lensun Pr dan Pastor Alex Sondakh Pr.

Bacaan pertama dari Nubuat Daniel (7:13-14), Mazmur Tanggapan PS. 837 (Mzm 93 : 1ab. 1c-2.5) Bacaan kedua dari Kitab Wahyu (1:5-8), Bacaan Injil Yohanes (18:33-37).

Pastor Wens Mawikere Pr dalam homili mengatakan mengakhiri tahun liturgi pada puncak di mana Tuhan Yesus sebagai raja Alfa dan Omega, maka tadi juga dalam pembacaan Injil Tuhan Yesus sendiri mengakui bahwa Dia Raja, tapi kerajaan-Nya bukan dari dunia ini kerajaa-Nya dari atas, karena itu juga umat boleh memetik kesan dari perayaan besar ini, yang juga pada kesempatan ini sebagai umat katolik di depan raja semesta alam, mengajal umat bertekad untuk tetap setia kepada Raja yang sudah menuntun kita sepanjang tahun liturgi ini.

“Minggu depan sudah tahun liturgi gereja yang baru dimulai dengan masa adven, masa pra-Natal. Para Kristus Raja dari rasul-rasul rosario mahkotailah apa yang sudah kamu berikan di depan Bunda Maria saat bulan Rosario lalu dan kini hatimu akan dirajai oleh putranya sebagai raja yang hidup penguasa alam semesta dan kerajaan yang sungguh hadir saat di dunia walaupun dalam bentuk tanda-tanda kerajaan,” kata Pastor Mawikere.

Umat sekalian lanjutnya saat membacakan doa Bapa Kami pada ayat ketiga, umat mengucapkan datanglah Kerajaan-Mu, Rajailah kami umat-Mu. Kalau ungkapan datanglah kerajaan-Mu berarti satu suasana Allah meraja bahwa di sana ada kebenaran, keadilan, kesucian, rahmat, damai sejahtera dan cinta kasih, itulah yang diungkapkan juga dalam prefasi dalam hari raya ini.

Satu kerajaan yang sangat ideal walaupun secara bertanda torang sudah alami di sini dan selaku pelaku hadirnya kerajaan Allah, di mana ada kasih, damai, kerja sama, di mana ada persatuan, di mana yang didengungkan oleh sinode pada tahun Yubelium ini di sana mengandung cinta kasih yang kita ejawantakan dalam hidup ini. Kalau dewasa ini juga masyarakat Indonesia banyak ditandai dengan hal-hal yang bertentangan dengan kerajaan Allah, korupsi, rekayasa, penipuan berita hoax yang disebarluaskan sangat memecah belah masyarakat dan tidak juga mustahil memecah bela umat. Hari ini di depan Kristus Raja kita juga mendoakan pemerintah RI ini menghadapi pemilihan presiden dan pemilihan wakil-wakil masyarakat di dewan, hendaknya hal-hal yang saya sebutkan tadi bertentangan dengan kerajaan Allah yang dibawa Tuhan Yesus kita tepis keluar sejauh-jauhnya, agar supaya di kehidupan ini yang rentan penggodaan tantangan dan perjuangan, kita dibantu oleh Kristus King of King raja atas segala raja, penguasa atas segala penguasa, baik di dunia ini di surga dan di bawah bumi, Kristus inilah yang kita sembah," tutur Mawikere seraya menambahkan bahwa tema oleh panitia Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, rajailah hati kami semua mampukanlah kami semua untuk menghadirkan tanda kerajaan-Mu di dalam keluarga, kelompok basis umat wilayah rohani di dalam stasi paroki, keuskupan, di dalam kelompok kategorial, di dalam persekolahan dan di dalam masyarakat.

“Saya kira kalau kita menginginkan satu kedamaian, persatuan, memajukan keadilan dan kesejahteraan sekaligus serta kebenaran, kesucian dan rahmat saya kira hati kita sangat berkenan pada Dia yang kita sembah secara khusus hari ini. Umat katolik yang tercakup dalam paroki yang baru St. Fransiskus-Xaverius Kema, tunjukkanlah supaya umat Katolik berada di baris depan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Wakil dari Kristus Raja adalah pemerintah yang pasti juga dengan sepenuh hati menginginkan setiap insan masyarakat di Indonesia ini boleh aman, merasakan keadilan, kedamaian kesejahteraan, mendekati masyarakat adil dan makmur yang kita boleh berikan secara nyata sebagai anggota umat masyarakat sebagai umat Katolik bekerja sama dengan pemerintah, di tingkat kecamatan, tingkat desa, di tingkat Kelurahan, jaga, paroki, stasi, wilayah rohani ada keluarga, sambil kita membenah diri sebagai umat Katolik sejati sekaligus kita tampil sebagai warga Indonesia yang sejati. Seperti juga banyak tokoh Katolik termasuk Monsinyur Sugyo Pranoto 100% Katolik 100% Indonesia, di sana kita bisa ejawantakan supaya umat Katolik memberikan kontribusi yang nyata dalam level pemerintahan,” harap Mawikere.

Tambah pastor visi Keuskupan Manado untuk 15 tahun ke depan berdasarkan hasil sinode dengan tiga tahapan Renstra dengan tahun 2019 Dalam Terang Sabda Allah Persekutuan Umat Katolik Keuskupan Manado Mengembagkan Jati Diri dan Martabatnya untuk Menyinari Kehidupan Bersama di Tengah Dunia ini.

“Semoga Kristus Raja yang kita rayakan hari ini menjiwai hati kita semua termasuk juga menjiwai dan merajai hati pemerintah Republik ini,” jelas Pastor Paroki St. Fransiskus-Xaverius Kema.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *