Tuesday, 13 November 2018

DIDUKUNG KEMENPAR, FGD DESTINASI PARIWISATA MINAHASA SUKSES

Tondano, Klabatnewsok.com – Forum Group Disscusion (FGD) Pengembangan Destinasi Pariwisata “Nomadic Tourism” yang digelar oleh Kementerian RI bekerja sama dengan Pemkab Minahasa, sukses terlaksana pada Selasa 6/11 pagi hingga siang di Hotel Mercure Tateli Beach Resort, Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Kegiatan yang dibuka oleh Deputi Menteri Pariwisata RI Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizky Ratman SH MPA, turut dihadiri oleh Bupati Minahasa yang diwakili oleh Asisten II Sekdakab Minahasa Dr Wilford Siagian MA, Kabid Destinasi Disparda Provinsi Sulut Drs John Paerunan, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata Dino Gobel, para Kadis Pariwisata Kabupaten/Kota, Kepala SKPD Pemkab Minahasa, para Camat, Staf Khusus Bupati Minahasa Bidang Pariwisata Melly Pungus, stakeholder Pariwisata se-Sulut dan insan Pers Minahasa, diawali dengan laporan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi.

Bupati Royke Oktvian Roring melalui Asisten II Sekdakab Wilford Siagian menyampaikan apresiasi kepada Kemenpar RI karena mempercayakan dan memilih Kabupaten Minahasa sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.

“Banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di Minahasa. Program utama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa saat ini juga salah satunya fokus pada pengembangan destinasi pariwisata yang baru, untuk memajukan pariwisata di Minahasa,” kata Siagian.

“Namun memang, destinasi wisata di Minahasa masih sangat terbatas, salah satunya dikarenakan sarana penunjang seperti kendaraan ke objek wisata yang masih kurang walaupun infrastruktunya sudah ada. Kami berharap FGD ini dimanfaatkan untuk saling memberi masukan juga terkait permasalahan di Danau Tondano yang bisa dijadikan daya tarik pariwisaa di Minahasa,” tukasnya.

Siagian pun berharap ada perhatian khusus dari Kemenpar RI untuk pengembangan destinasi Pariwisata Danau Tondano, mengingat Danau Tondano merupakan perioritas pengamanan nasional, yang dinilai ekosistemnya sudah mulai berkurang dengan pendangkalan yang sudah sangat memprihatinkan.

“Kami berharap ada peran juga dari Kemenpar RI, sehingga kedepan ada juga kerjasama yang terjalin untuk majukan pariwisata di Minahasa,” pungkasnya.

Selanjutnya, Deputi Menteri Pariwisata RI Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Risky Ratman dalam sambutan dan arahannya mengatakan, pengembangan destinasi pariwisata saat ini adalah salah satu tujuan utama untuk mendatangkan pemasukan bagi kas daerah dan pemasukan bagi masyarakat setempat.

Menurut Dadang, Minahasa telah memiliki modal untuk kesana, sebab Minahasa saat ini berada pada posisi ketiga teratas di Sulawesi Utara, yang menjadi daerah tujuan wisata, baik turis mancanegara maupun turis lokal, yang mencapai 74.700 kunjungan di tahun 2017 lalu.

“Kinerja Dinas Pariwisata diukur dari jumlah kunjungan wisata mancanagara maupun domestik. Multiplayer efeknya untuk semua masyarakat, semua masyarakat diunungkan, termasuk pemerintah juga,” kata Dadang.

Selanjutnya, Dadang menyebutkan bahwa pengembangan pariwisata tidak terbatas pada batas wilayah administratif. Sebab menurutnya, sekali kunjungan wisatawan di suatu tempat, seperti contoh di Sulawesi Utara, pasti tak hanya di Manado saja yang memiliki Bunaken, tapi pasti ke daerah lain di Sulut, termasuk didalamnya Minahasa.

“Yang terpenting adalah, atraksi atau destinasi apa yang akan kita jual kepada wisatawan, yang menjadi daya tarik daerah kita bagi mereka untuk berkunjung ke daerah kita. Belajarlah dari beberapa tempat yang lebih maju pariwisatanya dan kita bisa terapkan di daerah kita. Selain itu, salah satu yang kita butuhkan untuk mendatangkan wisatawan adalah dengan mempromosikan pariwisata di daerah kita, karena informasi destinasi pariwisata suatu daerah itu sangat penting,” ujarnya.

Dikatakan Dadang, untuk mengembangkan patiwisata disuatu daerah diperlukan juga adanya peran dari swasta atau dalam hal ini investor. Maka dari itu, dikatalkan Dadang, pemerintah setempat harus permudah bagi investor untuk berinvestasi di daerah kita.

“Kami membawa investor masuk ke Minahasa. Asalkan jangan persulit proses perijinannya, investor itu jangam dipersulit melainkan dipermudah agar supaya dia mau datang berinvestasi di daerah kita. Sebab, saya melihat Minahasa memiliki banyak potensi pariwisata yang baik, hanya saja perlu mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan,” ujarnya sembari berharap Minahasa menjadi yang terbaik di Nomedic Tourism ini.

Tampil pula sebagai Nara Sumber dalam FGD ini, Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Nomadic Tourism Made Ryan Nugraha Putra, Kadis Budpar Minahasa Agustifo Tumundo dan Kabid Destinasi Disbudparda Sulut John Paerunan, dengan Moderator Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata Dino Gobel.

Y

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *