Tuesday, 13 November 2018

Kementerian PPPA RI Gelar Sosialisasi Upaya Perlindungan Lansia yang Responsif Gender di Kabupaten Minut

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan lansia yang responsif gender “Menuju Lansia Sehat dan Tangguh” yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Utara, bertempat di lapangan depan RSUD Maria W Maramis, Sabtu (6/10).

Kegiatan ini dihadiri Menteri P3A RI Prof DR Yohana Yembise didampingi bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan STh dan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof DR Vennetia R Danes, Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu dan jajaran Pemkab Minut, BPMS GMIM, Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, , Kadis PPPA Minut, Ketua Kelompok Fungsional Lansia, para komisi Lansia se-Rayon Minut.

Pada kesempatan itu bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan mengawali sambutan dengan bersyukur berterima kasih kepada Tuhan pada hari itu berulang tahun ke-57 dan bisa berkumpul dengan para lansia. “Saya bersyukur di ulang tahun ke-57 bisa baku dapa deng lansia dan teristimewa ibu Menteri bisa datang di Minut untuk menggelar kegiatan sosialisasi. Torang berdoa supaya ibu Yembise menjadi menteri ulang. Hari ini ada sosialisasi untuk lansia, semoga lansia selalu sehat dan tangguh jang loyo-loyo dan semoga lansia selalu takut akan Tuhan,” ucap bupati.

Sementara itu mewakili Gubernur Sulut, Kadis Kesehatan Sulut Dr Debby Kalalo MSc Ph dalam sambutannya menyambut gembira dan merespon positif kegiatan sosialisasi, karena dengan sarat kebersamaan dan pemberdayaan para lansia. “Kita pahami bersama bahwa masa lansia bukan masa seseorang harus tergantung menjadi beban, akan tetapi masa lansia dapat diupayakan menjadi masa yang menyenangkan, produktif dan energik tanpa harus merasa tua dan tidak berdaya,” kata Kalalo saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Pada kesempatan itu juga Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, lansia belum diberi prioritas dan diberdayakan secara optimal di Indonesia. “Kebanyakan waktu lansia di Indonesia dihabiskan untuk menjaga cucu-cucu. Padahal mereka harusnya menikmati masa-masa kebahagiaan mereka dan bukan berarti berhenti produktif. Di banyak negara maju, lansia sangat diperhatikan. Mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan. Model pemberdayaan ini yang harus kita adopsi bagi para lansia,” ujar Yohana dalam acara Sosialisasi itu.

Lansia perempuan merupakan kelompok yang berpotensi tinggi mangalami diskriminasi ganda karena statusnya sebagai perempuan dan sebagai kelompok lanjut usia. Selain itu, belum ada model lanjut usia yang responsif gender di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus berupaya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi agar lansia terlindungi hak – haknya.

“Menjadi catatan penting bagi kita, yakni bagaimana dari sekarang, kita harus memperhatikan lansia. Harapan kami, model yang ada nantinya dapat digunakan pemerintah dalam membuat kebijakan. Upaya ini sekaligus menunjukkan kesungguhan Negara Indonesia untuk menghormati, melindungi, memenuhi, dan memajukan hak-hak perempuan lansia, serta berusaha memenuhi kesejahteraan mereka,” kata Yohana.

Yohana juga menambahkan jika intervensi kebijakan perlindungan lansia perlu dilakukan sejak dini, terlebih jumlah lansia diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2035 menjadi 15,77% atau 48 juta jiwa. Hal ini dimaksudkan agar meminimalisasi lonjakan jumlah lansia yang tidak produktif di masa yang akan datang.

Menurut Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof DR Vennetia R Danes, kebijakan perlindungan lansia merupakan salah satu prioritas agar tingkat kesejahteraan penduduk lansia, termasuk perempuan lansia dapat ditingkatkan. Melindungi lansia dari segala bentuk eksploitasi, kekerasan, dan perlakuan buruk, baik di dalam maupun di luar rumah, dengan memberi perhatian khusus kepada perempuan lansia.

Usai sambutan Menteri, bupati, sekda dan kepala dinas memberikan bingkisan kepada para lansia.(sem/adv)

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *