Monday, 19 February 2018

Gebyar Aksi Bela Negara di Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Berlangsung Meriah (Advertorial)

Tondano, Klabatnewsok.com – Gebyar Aksi Bela Negara yang digelar oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) Berlangsung meriah, bertempat di Sulawesi Utara (Sulut) Kabupaten Minahasa Tondano, masyarakat tumpah ruah ikut mensukseskan kegiatan ini pada senin 11 desember 2017.

Kegiatan yang dilaksanakan di Minahasa ini, dilaksanakan di tiga titik lokasi, Pertama dilaksanakan Parade Budaya yang dipusatkan di Taman God Bless Minahasa depan Kantor Bupati. yang diikuti oleh Perwakilan Propinsi-propinsi, Sekolah Sekolah di Sulut, IPDN, Organisasi Kemasyarakatan dan undangan lainnya.

Untuk Parade Budaya inipun mengambil rute mengitari Kota Tondano dan Finish dilokasi Stadion Maesa. Mengawali seluruh kegiatan gebyar aksi bela negara, Istri  Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu didampingi Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang, Wakil Ketua PKK Sulut dr. Devi Kartika Kandouw Tanos dan MARS melepas parade yang diikuti berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya, Provinsi Sumatera Barat, Papua, Aceh dan Sulut.

Khusus wilayah Sulut diikuti beberapa Kabupaten/ kota, 91 Sekolah Menegah Atas (SMA) dan kejuruan bahkan beberapa universitas dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ikut serta dalam parade. Para peserta menampilkan berbagai kreativitas kebudayaan daerahnya masing-masing.

Kemudian, juga dilaksanakan Sarasehan Bela Negara yang digelar di Wale Ne Tou Minahasa, Sasaran Tondano. Dimana pada kesempatan ini para peserta yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, maupun para Siswa dan Siswi mendapat kesempatan tanya jawab.

Hadir dalam Sarasehan Bela Negara ini, juga selaku Nara Sumber Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri, Menteri Pertahanan RI Jend TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Juga hadir Wakil Gubernur Steven Kandouw, Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Forkopimda Sulut, Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS), Forkopimda Minahasa, serta tamu dan undangan lainnya.

Megawati Soekarno Putri dalam sambutannya mengharapkan, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk lebih melekatkan semangat gotong royong. Karena gotong royong bisa memperkuat semangat bela negara.” Mari kita lekatkan gotong royong dalam memperkuat semangat Bela Negara,” kata Megawati.

Dijelaskannya pula bahwa dalam gotong royong harus tanpa membedakan satu sama lain. Seperti Agama, Suku, dan Ras. “Keluarga sebagai kelompok terkecil perlu tingkatkan gotong royong yang kuat. Konflik terjadi karena tidak kuatnya budaya dan gotong royong,” tambah Presiden RI Kelima ini.

Dikatakannya juga bahwa dalam merealisasikan bela negara bukan menunggu. Melainkan harus selalu siap dalam mengimplementasikannya.” Jadikanlah Pancasila sebagai alat perekat dan dasar negara. Itulah bagian kita dalam Bela Negara, bukan hanya sekedar seminar dan diskusi saja,” jelas Megawati juga selaku Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP).

Pada kesempatan ini, Presiden Ke – 5 Megawati Soekarno Putri, memberikan penjelasan kepada yang hadir, betapa pentingnya Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari juga sebagai anak bangsa, karna akhir akhir ini di Indonesia sudah mulai dirongrong oleh Paham radikal, juga paham lainnya yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Megawati pun menjelasakan Pilar yang telah didirikan oleh pejuang bangsa merupakan dasar yang kuat, dan itu harus dipertahankan sebagai anak penerus Bangsa, yaitu Pancasila, Undang Undang dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Hal senada diungkap, Menteri Pertahanan, RI Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, Bela Negara adalah amanat dari Undang-Undang Dasar 1945. “Sedangkan Pancasila adalah satu -satunya rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutannya menjelaskan, bahwa sarasehan ini tujuannya agar masyarakat bisa pahami apa itu Bela Negara. Dan tentunya guna bangkitkan rasa bela negara dengan cinta pancasila. “Bela Negara bukan soal angkat senjata tapi bagaimana mengisi pembangunan Indonesia kedepan yang lebih baik,” pungkasnya.

Usai kegiatan Sarasehan Bela Negara, kegiatan dilanjutkan dengan Konser Bela Negara yang dipusatkan di Stadion Maesa Tondano, dimana konser ini menghadirkan Band papan atas Indonesia yakni Group Band Slank, juga Mongol Stress dan Gio Idol. Ribuan penonton ikut memeriahkan Konser ini.

Yovi

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *