Thursday, 19 September 2019

Pasca-banjir Bandang, Manado Darurat Bencana, 40 Ribu KK Diungsikan

Spread the love

Kompas.com/Ronny Adolof Buol

MANADO– Walikota Manado Vicky Lumentut mengumumkan penetapan status darurat bencana bagi Kota Manado setelah banjir bandang melumpuhkan kota itu. Status darurat bencana ditetapkan mulai tanggal 15 hingga 29 Januari 2014.

“Setelah dipaparkan dan kesepakatan bersama kita menetapkan status Kota Manado saat ini sebagai status darurat bencana,” ujar Lumentut setelah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajarannya di Manado, Kamis (16/1/2014).

Ia berharap hujan dan angin segera reda agar penanganan-pasca bencana bisa dilakukan maksimal.

Sementara, Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang menyampaikan, ada sekitar 40 ribu kepala keluarga yang terkena dampak banjir. “Kemarin malam sudah sekitar 60 persen diungsikan, dan sisanya tadi sudah diungsikan pula,” kata Sarundajang.

Banjir bandang kali ini terjadi hampir di 75 persen wilayah di Manado yang membuat ribuan rumah warga rusak parah. Puluhan rumah hanyut dibawa arus banjir. Ratusan kendaraan bermotor terempas. Sedikitnya, 15 orang dilaporkan tewas.

Bencana alam tidak hanya terjadi di Kota Manado, tetapi juga terjadi di beberapa kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara. Di Tomohon, longsor yang terjadi di Tinoor merengut empat korban jiwa. Sejumlah orang dilaporkan hilang. Di Minahasa, tiga korban tewas terseret banjir.

Bencana juga terjadi di Kabupaten Sangihe dan Minahasa Utara. Curah hujan yang sangat tinggi dan angin kencang menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana.(KOMPAS.COM/FOTO Ronny Adolof Buol)

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *