Wednesday, 1 April 2020

Archive for: February 18th, 2020

Bupati ROR Minta Sukseskan Sensus Penduduk Secara Online

Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi IPU Menerima buku Minahasa Dalam Angka tahun 2019, dan Buku Publikasi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Minahasa, pada selasa 18/2/2020, diruang kerja bupati.

Buku ini diserahkan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa, Leopold Richard Rawung SE.

Bupati ROR meminta kepada masyarakat Minahasa untuk menyukseskan sensus penduduk secara online, dan minta sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekitar kita agar dapat melakukan sensus penduduk secara online dengan cara:

1. Siapkan Dokumen Kependudukan seperti : KTP-el, KK, Akta Nikah/Cerai dan dokumen kependudukan lainnya jika diperlukan.
2. Siapkan HP/PC/Tablet/Laptop yang sudah terkoneksi ke Internet, buka laman *sensus.bps.go.id*
Masukan NIK dan NO KK
Jika benar, maka system akan menampilkan seluruh data anggota keluarga sesuai dengan KK.
3. Periksalah data setiap anggota anggota Keluarga.
4. Perbaharui data setiap anggota keluarga, seperti nama lengkap, pekerjaan, alamat dll.
5. Tambahkan Anggota keluarga baru, jika belum terdaftar, seperti bayi yang baru lahir.
7. Hapus anggota keluarga, yang seharusnya sudah tidak terdaftar, seperti anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
8. Perbaharui data tempat tinggal, seperti luas lantai terluas, daya listrik, kepemilikan, dll.
9. Simpan data.
10. Selesai

Yvi

Menteri Perikanan dan Kelautan Kunjungi Kabupaten Minahasa Utara

Dimembe,KLABATNEWS-Bupati Minahasa utara Dr (Hc) Vonnie Aneke Panambunan STh sambut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Kepala BPBAT Fernando Simajuntak bersama rombongan dalam rangaka untuk meningkatkan budidaya industri perikanan air tawar bagi para petani tambak ikan air tawar di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), selasa 18 Februari 2020.

Bersama para petani ikan air tawar, Menteri Prabowo berdialog dengan para petani ikan air tawar serta memberikan motivasi sekaligus menanyakan kondisi industri ikan air tawar yang digeluti para petani.

Dalam dialog para petani ungkapkan kendala utama para petani adalah ketersediaan pakan butiran ikan yang harus didatangkan dari pulau Jawa, padahal dari enam komponen bahan baku untuk pembuatan pakan 5 diantaranya bisa didapatkan di Sulut, sementara satu lainnya harus didatangkan dari luar.

Menurut Menteri Edhy Parabowo, isu sentral budidaya air tawar adalah pakan yang mahal karena memakan 80 persen dari ongkos produksi, kedua sumber benih, sumber benih ini akan kita bantu dengan bakal-bakal benih, juga akan dibantu dengan benih-benih unggul termasuk juga benih anakan.

“Pelaku perikanan air tawar juga harus kreatif dengan mengusahakan pakan mandiri. Pakan mandiri ini harus muncul dari pelaku budidaya itu sendiri. Karena mereka sebenarnya punya kemampuan untuk hal itu. Bahan baku untuk pembuatannya lima diantaranya ada di Sulawesi Utara, sementara hanya satu yang harus didatangkan dari Pulau Jawa,” terang Prabowo.

Ditambahkannya, pelaku juga bisa menggalakan pakan-pakan alam.
“Saya tidak akan memusuhi pengusaha secara koorporasi,karena kita bersama mencari jalan keluar untuk menanggulangi pakan yang mahal menjadi murah dan bisa dijangkau pelaku budidaya,” tukas Menteri seraya menambahkan di Sulut nanti bisa dibangun pabrik pakan sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelaku budidaya.

Terpisah Bupati Minut Dr (Hc) Vonnie Aneke Panambunan akan menunjang budidaya industri petani ikan air tawar dengan menerima para investor yang akan mengembangkan pabrikan pakan ikan air tawar.

“Saya sangat terbuka terhadap investor yang akan membangun pabrik, bahkan mereka akan mendapat bantuan tanpa agunan dari pemerintah. Asalkan mereka mengikuti aturan yang ada saya pasti menerima bahkan akan membantu secepatnya, hal ini untuk kesejahteraan masyarakat Sulut yang saya cintai,” tukas Panambunan didampingi Sekda Ir Jrmmy Kuhu, MA.

Kepala BPBAT Fernando Simanjuntak mengatakan keperluan pakan ternak di Sulawesi Utara per hari mencapai 30 ton, karena produksi kita sekira 20 ton per hari.

“Karena Sulut tidak ada pabrikan maka ini semua disuplai dari luar, maka pemerintah mendorong masyarakat itu bisa membuat pakan sendiri yang disebut pakan mandiri. Beberapa upaya telah dilakukan pemerintah Sulut termasuk paket bantuan pembuatan pakan mandiri, termasuk pelatihan dan pendampingan. Ada delapan kelompok budidaya yang mendapat pendampingan dari kami pihak BPBAT,” kunci Simajuntak.(*)