Monday, 27 January 2020

Archive for: January 13th, 2020

Ini Yang Diharapkan Sorongan Saat Hadiri Serah Terima 3 Camat

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Ir Ronald Sorongan MSi menghadiri Serah Terima Jabatan Camat Kawangkoan Utara dari Pejabat Lama Meidy Keintjem SPd, MM kepada Pejabat Baru Fabian Mendur, SPt, MM bertempat di KGPM Sidang Gloria Kiawa

Kemudian dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan Camat Langowan Utara dari Pejabat Lama Ir. Lendy Aruperes Kepada Pejabat Baru Ir. Liby Isye Supit
Di Kantor Kecamatan Langowan Utara

Selanjutnya, Serta Serah Terima Jabatan Camat Kakas, dari Pejabat Lama Jeffry Maisiouw SPt kepada Pejabat Baru Veky Rombot, S.Pt bertempat di Kantor Kecamatan Kakas, pasa Senin 13 Januari 2020

Dalam Sambutannya Sorongan menyampaikan
Jabatan yang diemban saat ini adalah berkat dari Tuhan.” Kepada para pejabat yang pada tanggal 6 januari yang lalu sudah dilantik oleh Bupati Minahasa dan Wakil Bupati Minahasa. Sebagai Aparatur Sipil Negara adalah hal yang lumrah apabila dihadapkan dengan mutasi atau rolling.” Katanya.

“Atas nama pemerintah kabupaten Minahasa, Bupati Ir. Royke Octavian Roring, MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey, SSi menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pejabat/Camat sebelumnya yang sudah berkarya dan berbakti di kecamatan yang ada.” Katanya lagi.

Diapun mengharapkan kinerja ditempat yang baru lebih ditingkatkan.” Selamat menjalankan tugas, terus bangun sinergitas antara perangkat desa, hukum tua, tripika, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada.

“Tetap berinovasi dan berkreasi untuk membangun minahasa semakin hebat kedepan.Terus tunjukan Loyalitas, dedikasi, kerja cepat, tulus, ikhlas dan disiplin. Mari terus mendukung program pemerintah, termasuk didalamnya Program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, juga untuk turut dalam kerja bakti membersihkan dan mengangkat eceng gondok didanau tondano.”

Diharapkannya pula Program Pemerintah yang sudah dicanangkan yaitu Pelestarian Danau Tondano dengan tema Lume’os in Lour Toudano wajib disosialisasikan kepada masyarakat. Baik itu melalui baliho, stiker, maupun media sosial.

“Di era 4.0 ini, kepada seluruh ASN harap dapat menjaga nama baik pimpinan dan instansi serta bijaklah dalam menggunakan media sosial.” Pungkasnya.

Turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr Denny Mangala MSi, Asisten Administrasi Umum Frits Muntu, SSos, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Drs Moudy Pangerapan MAP, Kepala Dinas Sosial Royke Kaloh SH, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jeffry Tangkulung, SH MAP, Jajaran Pemerintah kecamatan dan Hukum Tua.

Yvi

Share

Markus 1:14-20, Segera Meninggalkan Jala

*Pelita Hati Hari Ini:* (13.01.2020)

*Segera Meninggalkan Jala*

_*Bacaan Markus 1:14-20*_
_Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:16-20)_

Sahabat pelita hati,
Hari ini kita berjumpa dengan kisah panggilan murid pertama, yakni Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Ada beberapa hal yang menarik dari kisah ini, _pertama,_ keempatnya bekerja sebagai nelayan sederhana dan mereka *segera meninggalkan jalanya* _alias_ meninggalkan pekerjaan mereka. Mata pencahariannya sebagai pencari dan penjala ikan ditinggalkan seketika. _Kedua,_ Saat mereka sedang melakukan kegiatan merapikan jala, Tuhan tiba-tiba memanggil mereka dengan berkata, “Ikutlah Aku!” Di sini nyata bahwa Tuhan tidak memanggil orang yang sedang duduk berpangku tangan  atau bermalas-malasan, tetapi yang sedang melakukan aktivitas pekerjaan. Ini artinya Tuhan memilih para pekerja keras bukan pemalas, bermental tangguh bukan angkuh. Istimewanya, mereka segera meninggalkan pekerjaannya dan orang tuanya lalu mengikuti-Nya.

Sahabat terkasih,
Para murid yang dipanggil Tuhan ini bukanlah orang yang cerdik pandai tetapi orang sederhana. Mereka tak cakap dalam ilmu pengetahuan tetapi memiliki kesiapsediaan dan ketaatan. Sikap seperti inilah yang dicari oleh Tuhan. Inilah contoh sikap orang yang sungguh beriman. Tak banyak bicara dan bertanya tetapi segera mengikuti perintah-Nya dan percaya pada penyelenggaraan-Nya. Semoga kita mampu meneladani sikap iman para murid pertama ini, selalu siap sedia terhadap panggilan dan perutusan-Nya serta dengan setia menekuni tugas dan panggilan hidup masing-masing.

_Banggalah dengan Indonesia,_
_negeri elok dan indah alamnya._
_Mampukan kami untuk setia,_
_menghayati panggilan-Nya._

_dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang_
*Berkah Dalem***_rm.istoto_
🙏🙏🙏🌲🌲🌲🙏🙏🙏

By. www.sesawi.net

Share

Jokowi dan Rektor Unima Dimenangkan

Setelah menjalani kurun waktu tiga bulan masa persidangan, akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) mengalahkan gugatan Rommy Rumengan selaku Ketua LSM Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) terhadap tergugat yakni Presiden Jokowi beserta Rektor Unima Julyeta Runtuwene selaku pihak intervensi, Rabu 8 Januari 2020.

Kuasa Hukum Rektor Unima James Karinda, didampingi tiga rekannya Stenly Lontoh, Prima Angkow dan Percy Lontoh, mengatakan, bahwa putusan Majelis Hakim PN Jakarta Pusat nomor 180/Pdt.G/2019/PN Jkt-Pst telah mengalahkan gugatan Rommy Cs atas nama PAMI.

“Gugatan Rommy Cs ditolak karena terbukti bahwa SK pengangkatan rektor UNIMA dan SK tentang penetapan hasil penilaian ijazah pendidikan tinggi lulusan luar negeri, serta SK pengangkatan guru besar atas nama Julyeta Runtuwene adalah sah dan legitimasi,” tegas Karinda usai pembacaan putusan di PN Jakarta Pusat.

Ditambahkan Kuasa Hukum Rektor Unima Stenly Lontoh yang juga merupakan Direktur LKBH NEOMESIS, bahwa pihak Rommy Rumengan sebagai LSM PAMI juga pernah mengajukan gugatan yang sama di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, dengan nomor perkara: 6/P/FP/2019/PTUN-JKT, dimana gugatan tersebut meminta SK penyetaraan ijazah dan SK pengangkatan guru besar rektor Unima dibatalkan, namun hasil gugatan tersebut tetap dikalahkan juga oleh majelis hakim PTUN Jakarta Pusat.

“Sekarang dengan tidak adanya putusan lembaga peradilan yang menyatakan ijazah Rektor Unima Julyeta Runtuwene adalah palsu, maka semua tuduhan-tuduhan tersebut merupakan pelanggaran hukum murni dan telah merugikan klien kami dan perbuatan tersebut harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegasnya.

Para pengacara ini berharap semua pihak dapat menghormati putusan pengadilan. “Akan sangat tidak baik jika institusi pendidikan Unima terbawa-bawa hanya karena kepentingan politik oknum semata,” kata Prima Angkow pengacara yang sekarang lebih banyak berkiprah di Jakarta.

Pihak kuasa hukum pun ikut menyayangkan tindakan Ombudsman RI yang terlalu dini mengeluarkan rekomendasi. “Tuduhan ORI yang menyatakan studi doktoral S3 dan SK penyetaraan ijazah luar negeri serta SK pengangkatan guru besar atas nama Julyeta Runtuwene bahwa maladministrasi sangatlah prematur dan tidak beralasan,” katanya.

“Sebab ORI dalam rekomendasinya tidak sempat memeriksa dan mempertimbangkan bukti-bukti serta dokumen pendidikan doktoral yang dikeluarkan oleh pemerintah dan universitas di Perancis tempat Julyeta Runtuwene mengikuti studi doktoral. Lain dari pada itu rekomendasi ORI terkesan mengabaikan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 26 tahun 2009 junto peraturan ditjen-dikti nomor 82 tahun 2009 yang mengatur tentang tata cara penyetaraan ijazah lulusan luar negeri,” jelasnya.

Dikatakannya, perlu ditegaskan bahwa berdasarkan peraturan tersebut jelas bahwa jika program studi, gelar dan nama universitas terdapat dalam laman Ditjen Dikti atau buku yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti, maka penyetaraan dapat dilakukan oleh pengguna lulusan.

Tak hanya itu saja, kuasa hukum Julyeta Runtuwene ikut membeberkan bahwa, rekomendasi ORI nomor 0001/Rek/0834.2018/V/ 2018 yang pada intinya menyatakan ijazah Julyeta Runtuwene maladministrasi adalah rekomendasi yang tidak memiliki dasar hukum sama sekali.

Karena objek perkara yang diperiksa oleh ORI sewaktu melakukan pemeriksaan sudah lebih dari dua tahun serta ORI tidak pernah mempertimbangkan bukti/dokumen dan keabsahan pendidikan S3 yang dimiliki Rektor Unima Julyeta Runtuwene.

Selain itu rekomendasi ORI adalah cacat hukum karena objek laporan LSM PAMI yang diperiksa oleh ORI, yaitu SK penyetaraan ijazah luar negeri, dan SK pengangkatan guru besar atas nama Julyeta Runtuwene, kedua surat keputusan tersebut diterbitkan pada tahun 2010.

Jika dikaitkan dengan kewenangan ORI untuk memeriksa objek sengketa berdasarkan rumusan Pasal 24 ayat 4 undang-undang nomor 37 tahun 2008 tentang ORI sangat jelas bahwa objek sengketa tersebut sudah tidak dapat diperiksa oleh ORI karena Objek sengketa sudah terbit selama enam tahun (daluarsa) pada waktu laporan diajukan PAMI kepada ORI dengan demikian rekomendasi ORI tersebut cacat hukum,” jelasnya.

Sementara kuasa hukum lainnya Percy Lontoh menambahkan, sebagai efek jera dan pembelajaran bagi pihak-pihak yang melakukan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Unima dan klien mereka Julyeta Runtuwene pihaknya sudah melakukan upaya hukum dengan melaporkan para oknum-oknum tersebut di Polda Metro Jaya.

“Saat ini proses pemeriksaan sudah pada tahap penyidikan. Kami berharap dalam waktu yang tidak begitu lama oknum-oknum yang kami laporkan dapat dibawa ke meja persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hal ini dilakukan hanya untuk memberi efek jera dan pembelajaran agar setiap masyarakat atau LSM tidak sembarangan melakukan fitnah, dan pencemaran nama baik kepada seseorang, baik dalam bentuk aksi demo maupun di media sosial.

Ikut hadir dalam pembacaan amar putusan PN Jakarta Pusat yaitu kuasa hukum tergugat (Presiden Jokowi) yang diwakili oleh Kejaksaan Agung RI sebagai Jaksa, Pengacara Negara Rio Aditya, Hanifa, Silvia Taktanawati dengan majelis hakim yaitu Dety Endah, Desbenneri Sinaga serta Robert Gelarc.

Yvi

Share