Thursday, 5 December 2019

Archive for: November 11th, 2019

Bupati ROR Raih Gelar Insinyur Profesional Utama

Bupati Minahasa Ir Royke O Roring MSi IPU berhasil meraih gelar Insinyur Profesional Utama (IPU). Hal ini berdasarkan keputusan Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI-PII) pada 8 November 2019.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Minahasa Maya Kainde SH MAP menyampaikan gelar tersebut didapatkan setelah Bupati ROR sebelumnya mengikuti Uji Kompetensi dalam rangka untuk memperoleh gelar Insinyur Profesional Utama di Jakarta, Rabu (30/10) lalu.

“Pak Bupati merupakan satu dari lima anggota Persatuan Insinyur Indonesia Sulawesi Utara yang mendapatkan kepercayaan untuk mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan di Sekretariat Persatuan Insinyur Indonesia Pusat Jalan Percetakan Negara beberapa waktu lalu,” sebut Kainde Senin (11/11).

Perlu diketahui Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU), adalah pemegang sertifikat IPM (sertifikat sebelum IPU, red) yang telah bekerja dan membuktikan kompetensinya minimal delapan tahun, setelah ia memperolah sertifikat IPM serta memiliki reputasi keprofesionalan secara nasional.

ROR pun berterima kasih kepada Majelis Penilai Badan Kejuruan Sipil yang telah mengukuhkan dirinya dan memutuskan dirinya memenuhi syarat sebagai Insinyur Profesional Utama.

“Tentu terima kasih saya sampaikan kepada semua yang sudah mendukung. Gelar ini tentu akan saya gunakan untul membangun Minahasa semakin hebat lagi,” katanya.

Yvi

Share

Kabupaten Minahasa Terima CPNS Luar Daerah Dengan Syarat

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 untuk Kabupaten Minahasa telah dibuka. Total ada sebanyak 220 formasi jabatan yang dibutuhkan. Menariknya, ada beberapa kebijakan yang diberlakukan pemerintah. Meski pendaftaran terbuka untuk umum, pelamar asal Minahasa diberi keistimewaan khusus.

Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi mengatakan, khusus bagi pelamar dari Minahasa ada keringanan dibandingkan pelamar dari luar daerah, salah satunya standar nilai Indeks Prestasi (IP).

“Dalam proses penerimaan CPNS ini memang ada beberapa kebijakan yang kita terapkan. Jadi khusus untuk pelamar dari luar Minahasa nilai IP harus minimal 3,25. Berbeda dengan pelamar dari daerah Minahasa, standar minimal nilai IP yang kita berlakukan hanya 2,75. Artinya ada keistimewaan khusus bagi pelamar dari dalam daerah,” kata Bupati, Senin (11/11).

Tak hanya itu, bagi pelamar luar daerah yang kemudian lolos seleksi CPNS maka pemerintah mewajibkan untuk menandatangani surat pernyataan bahwa yang bersangkutan harus mengabdi minimal 20 tahun di Kabupaten Minahasa baru bisa mengajukan permohonan pindah ke daerah lain.

“Kebijakan ini sengaja kita berlakukan agar penerimaan CPNS di Minahasa tidak dijadikan batu loncatan saja. Sebab banyak yang terjadi ada pelamar yang ketika lolos seleksi CPNS di suatu daerah sudah minta pindah ke daerah lain, padahal baru beberapa tahun mengabdi. Ini yang kita coba antisipasi, sebab usulan penerimaan CPNS diajukan karena daerah kita memang membutuhkan formasi jabatan tersebut,” kata Bupati.

Bupati ROR mengimbau bagi para pelamar yang berminat mendaftar CPNS di Kabupaten Minahasa untuk memperhatikan semua dokumen yang akan di upload agar bisa memenuhi persyaratan.

“Jangan buru-buru karena ada waktu yang tersedia untuk proses pendaftaran, jadi persiapkan semua dokumen yang diminta sebagai syarat pendaftaran baru di input ke portal BKN,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa, Drs Moudy Pangerapan MAP menjelaskan, pendaftaran penerimaan CPNS sudah mulai dibuka sejak Senin 11 November pukul 23.00 Wita hingga 24 November 2019 mendatang.

Menurut dia, untuk teknis pendaftaran masih sama seperti tahun sebelumnya yakni pendaftaran CPNS dilakukan melalui portal http://sscasn.bkn.go.id untuk mengisi identitas.

“Setelah itu , calon peserta CPNS harus mengunggah sejumlah berkas administrasi seperti ijazah, sertifikat akreditasi kampus, Kartu Tanda Penduduk (KTP), pasfoto, dan sejumlah dokumen lainnya. Nantinya pelamar juga harus selfie atau berswafoto menunjukkan KTP dan lembar bukti pendaftaran untuk diunggah sebagai satu prasyarat lainnya,” jelasnya.

Sementara untuk kuota CPNS yang dibutuhkan berjumlah 220 formasi jabatan yang terbagi dalam tiga klasifikasi, yakni formasi formasi tenaga pendidik sebanyak 107, tenaga kesehatan 90 dan tenaga teknis 23 formasi.

Pangerapan juga berpesan bagi para pelamar agar mewaspadai berbagai modus penipuan selama proses pendaftaran CPNS.

“Hati-hati karena momentum penerimaan CPNS banyak dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan, jadi jangan mudah percaya jika ada yang menjanjikan bisa lulus CPNS kemudian meminta imbalan uang. Apalagi yang mengatasnamakan BPKSDM Minahasa, kalau ditemui seperti itu segera laporkan ke pihak yang berwajib,” pungkasnya.

Yvi

Share

Berikut Kronologis Bupati Royke Saat Menghadiri Sidang Raya PGI Ke- XXVII

Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring ,M.Si, IPM Asean Eng, menghadiri Sidang Raya PGI ke-XVII di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Minggu (10/11/2019)

Bupati Minahasa bertemu dengan Pdt DR Soritua A.E Nababan LID, sebagai Eporus HKBP Pada Tahun 1987-1998, sekaligus juga sebagai mantan ketua PGI pada Tahun 1984-1987, dan salah satu presidium (Christian Confrence Asia) CCA dan bertemu dan berbincang dengan Pdt WTP Simarmata yang juga sebagai Eporus HKBP pada Tahun 2012-2016, sekaligus anggota majelis lengkap (MPL) Persekutuan Gereja Gereja di indonesia, dan juga sebagai anggota DPD (RI) Periode 2019-2024

Sesudah itu bupati Minahasa langsung menuju ke Gereja Kristen Sumba tempat pelaksanaan Sidang Raya PGI ke XVII, Dan disambut Mantan Ketua PGI Periode 1994 hingga 2009, Pdt A.A Andreas Anangguru Yewangoe, Ketua Konpen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Erick J Bars D.Th, Ketua Umum PGI Pdt Dr Henriette Tabita Hutabarat Lebang Dari Gereja Toraja, Mantan Sekum PGI Pdt DR Richard Daulay, dari Metodis Indonesia, Ketua PGI dari Gereja Kristen Perjanjian Baru Pdt Bambang Widjaya.

Melalui kepala bagian humas dan protokol setdakab Minahasa Maya Kainde SH MAP menyampaikan bahwa Bupati minahasa dalam kesempatan ini meninjau kesiapan Sidang Raya PGI ke-XVII dan Dilanjutkan dengan makan siang bersama sekjen PGI Pdt Gomar Gultom MTh, Dan wakil ketua Sinode GMIT Ibu pdt.yuli Ata Ambu.

Setelah itu Bupati melanjutkan Kegiatan menuju ke puncak patung kuda kilo 5, dimana berlangsungnya acara penanaman pohon yang nantinya akan dijadikan taman Oikumene yang di hadiri semua perwakilan gereja 90 Sinode se indonesia, setiap perwakilan mendapat 1 (satu) bibit pohon untuk ditanam, sebagai utusan GMIm bupati minahasa mewakili Sinode GMIM mendapat satu bibit pohon untuk ditanam.

Kegiatan ini dibuka dengan berdoa yang dipimpin Ketua Umum PGI Ibu Pdt Dr Henriette Tabita Hutabarat, sekaligus penyampaian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur, Bpk Ida bagus putu punia menyampaikan bahwa kegiatan ini semata mata untuk menggugah agar kita peduli terhadap lingkungan dan nantinya dari pemerintah akan tetap menjaga pohon pohon yang di tanam ini.

Usai kegiatan penanaman pohon, bupati minahasa melanjutkan ibadah hari minggu di Gereja Kristen Sumba, Ibadah yang dipimpin Guru injil Ebenhaezer Landuama, dan Dilanjutkan dengan makan malam bersama para Ketua Ketua Sinode dan perwakilan dari Gereja Sinode Se Indonesia beserta seluruh peserta Sidang Raya PGI ke-XVII.

Usai kegiatan penanaman pohon, bupati minahasa melanjutkan ibadah hari minggu di Gereja Kristen Sumba, Ibadah yang dipimpin Guru injil Ebenhaezer Landuama, Dan Dilanjutkan dengan makan malam bersama para Ketua Ketua Sinode dan perwakilan dari Gereja Sinode Se Indonesia beserta seluruh peserta Sidang Raya PGI ke-XVII.

Sesudah itu Makan Malam Bersama Dengan Ketua Ketua Sinode Se Indonesia, dan menghadiri beberapa kegiatan Sidang Raya PGI ke XVII dan Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring M.Si di undang Bupati Kabupaten Sumba Timur Drs Gidion Mbiliyora M.Si, Dan Sekretaris daerah kabupaten Sumba Timur Domu Warandoy SH M.Si. Dirumah Jabatan bupati sumba, dan disambut baik oleh bupati sumba timur Serta memberikan Kain Kombu Khas Kabupaten Sumba Timur kepada bupati minahasa sebagai tanda selamat datang di kabupaten sumba timur.

Yvi

Share

Dugaan Suami Habisi Istri, ini Keterangan Polisi

Kepolisian Resort Minahasa melaksanakan Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Pembunuhan Terhadap Sandra Mokalu (39) Warga Desa Noongan II, Kecamatan Langowan Barat yang Diduga Dilakukan Suaminya Dr Alias Dom (40) yang ditemukan tewas gantung diri.

Kabag OPS Polres Minahasa Kompol Yuriko Fernanda SIK, mengatakan, Motif terjadinya pembunuhan masih akan dilakukan pengembangan apabila ada kemungkinan lainnya. Digelar senin 11 November 2019 diruang Maesa Mapolres Minahasa.

Kasat Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK, menjelaskan dugaan sementara diperkirakan korban Sandra tewas diantara Sabtu (9/11/2019) sekitar pukul 21.00 Wita hingga Minggu (10/11/2019) pukul 01.00 Wita. Karena sebelumnya antara korban dan pelaku terlihat adanya cekcok rumah tangga.

Bahkan diduga sebelum beraksi, pelaku Dom membawa anak bungsu mereka ke Kakaknya untuk dititipkan. Usai dari situ diduga pelaku kembali ke rumah dan masuk di kamar, selanjutnya menghabisi korban.

Caranya dengan menebas menggunakan parang hingga mengakibatkan tiga luka potongan diantara leher dan rahang istrinya.” Dalam penyelidikan pelaku diduga mahir menggunakan parang yang digunakannya beraksi karena biasa berkerja sebagai buruh bangunan,” tambah Sugeng.

Lanjutnya pelaku menyeret korban kedalam kamar mandi serta menutupinya dengan kasur dan selimut. Usai beraksi, pelaku membawa mobilnya keluar rumah menuju ke kebun milik mereka di perkebunan Kembes, Langowan.

Disana warga mendapati pelaku telah tewas tergantung menggunakan tali nilon. Polisi menyebutkan jika pelaku murni bebas bunuh diri.

Peristiwa itu diketahui setelah kakak pelaku hendak membawa anak bayi mereka, Minggu (10/11/2019). Selanjutnya diberitahukan anak korban jika ada bercak darah dalam kamar dan korban tak ada.

Setelah ditelusuri, didapati korban sudah tewas terkapar dalam kamar mandi.

“Memang keterangan beberapa saksi kedua belakangan terlihat sering cekcok.  Bahkan pernah dimediasi oleh pemerintah desa setempat,” pungkasnya didampingi Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu.

Atas kejadian ini Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti mobil, parang, kasur, seperei, selimut, tali nilon dan lainnya. Kasus inipun akan dilakukan gelar perkara apakah lanjut atau tidak.

Yvi

Share