Tuesday, 19 November 2019

Archive for: October 3rd, 2019

Warga Minahasa di Wamena Dapat Bantuan

Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Ir. Royke Octavian Roring MSi (ROR) dan Robby Dondokambey SSi MM (RD) akan mengirimkan bantuan terhadap warga Minahasa di Kabupaten Wamena Papua pasca kerusuhan yang terjadi pekan lalu.

Bupati dan Wakil Bupati Minahasa mengatakan bahwa ini sebagai bukti kepedulian, perhatian dan kebersamaan pemkab Minahasa terhadap warga minahasa di Wamena dimana rencananya bantuan dalam bentuk uang tunai akan dibawa besok jumat 4/10 pagi oleh Kepala Dinas Sosial Royke Kaloh dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Johanis A. Pesik.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa tentu sangat prihatin terhadap apa yang terjadi di Wamena Papua dan sebagai bagian dari bangsa yang cinta damai, maka Pemerintah Kabupaten Minahasa mengharapkan agar rasa persaudaraan terus ditumbuhkan sambil kita berdoa agar situasi di Wamena bisa segera pulih sehingga aktifitas warga di wamena termasuk warga Minahasa bisa normal kembali.” Kata Bupati.

Yvi

Share

Bupati ROR Buka Kegiatan Kawanua Pulang Kampung

Sonder, Bupati Minahasa Ir Royke O Roring MSi menghadiri dan membuka Acara Kawanua Pulang Kampung yang diselenggarakan di Taman Wisata Toar Lumimuut Desa Sendangan Kecamatan sonder, pada kamis 3 Oktober 2019.

Kegiatan diawali dengan Ucapan selamat datang oleh ketua panitia lokal ibu jeiner rawung, Persembahan tarian pisok oleh ikatan wulan waraney minahasa, Doa dilanjutkan dengan Persembahan tarian dari sanggar edelweis. Persembahan tarian dari anak anak panti asuhan remboken.

Dalam Sambutan Bupati Minahasa Ir Royke O Roring MSi, sekaligus membuka acara kawanua pulang kampung menyampaikan selamat berlomba kepada peserta lomba kolintang, maengket, musik bambu, kuliner makanan khas minahasa dan lomba arung jeram.

Dilanjutkan dengan pembukaan rangkaian acara secara resmi yang ditandai dengan pemukulan tambur

Turut Hadir Ketua umum dewan pimpinan pusat kawanua se dunia Lucy Rumantir, Ketua kawanua se dunia amerika selaku ketua panitia pusat Henky Rumagit, Ketua KSD indonesia Renny Rorong, Mewakili Gubernur prov sulut kepala dinas pariwisata provinsi sulut ferry sangian S.Sos MAP, Wakil Bupati Minsel Franky Doni Wongkar SH, mewakili walikota tomohon Kaban Kesbangpol kota tomohon Drs Ronny Lumowa MSi, GM citraland winangun manado Sofian Khabid, forkopimda plh kajari minahasa Fien Ering SH MH.

Yvi

Share

Bupati Minut Tandatangani NHPD dengan KPU dan Bawaslu

Airmadidi,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa konsen dan serius pada kesiapan Pilkada 2020, sebagai salah satu daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada di Sulut.

Buktinya, Pemda mengalokasikan anggaran hibah kepada KPU dan Bawaslu, sebagai sikap dan wujud komitmen, Pemda pada aturan yang mewajibkan ketersediaan anggaran pada APBD Kabupaten Minut untuk penyelenggaraan Pilkada.

Bentuk komitmen Pemda ini dibuktikan dengan Bupati bersama KPU dan Bawaslu resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), Selasa 01 Oktober 2019.

Bupati Minut Vonnie A. Panambunan didampingi Sekda, Kaban Keuangan dan Kabag Humas saat penandatanganan NPHD dilakukan dengan komisioner KPU Minahasa Utara dan Bawaslu Minahasa Utara.(*)

Share

Oknum Kumtua Kembes Satu di Laporkan ke Kejari Minahasa Atas Dugaan Mark Up

Tondano – Sejumlah masyarakat Desa Kembes Satu melaporkan Audy Evert Kindangen, Oknum Kumtua Kembes Satu Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa ke Kejaksaan Negeri Minahasa, pada Kamis 3 September 2019.

Oknum Kumtua tersebut dilaporkan karena diduga melakukan penyalahgunaan ratusan juta pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa dalam hal ini Alokasi Dana Desa dan Dana Desa, sejak tahun 2017, 2018, dan semester satu tahap satu dan dua tahun 2019,” ungkap Fanky Mamuaja.

Fanky Mamuaya didampingi Arkeleus Kindangen, Rudy Kaunang, Johny Undap, Agus Senduk saal melaporkan dugaan pelanggaran ini.

Mamuaja mengatakan bahwa masyarakat menilai ada beberapa pelanggaran baik dalam tugas pokok dan fungsi sebagai kumtua, juga dalam pengelolaan keuangan di desa dengan banyaknya pembangunan pembangunan diduga di mark up.

Menurutnya dalam pekerjaan proyek tidak sesuai dengan volume yang tertata dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) seperti sewa alat excavator dengan biaya 8 juta, yang seharusnay memakai PC 200 tapi yang digunakan hanya excavator mini sehinnga hanya jadi 2.5 juta. Kemudian dianggarkan sewa jam bukan sewa hari,” jelasnya

Mamuaja yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa semasa Kuntua Rudy Kaunang, mengatakan pula bahwa pada tahun 2019 juga terjadi hal yang sama sehingga masyarakat sudah sempat menegur agar memakai alat yang sesuai, karena penganggarannya cukup besar yakni 28 juta, namun kumtua tidak menghiraukan sehingga ada penyimpangan sebesar 18 juta.

“Selain itu ada juga bangunan jembatan yang sudah dibangun oleh kuntua sebelumya sekitar 10 tahun lalu namum dibuat dan dipoles supaya agar terlihat dibangun dari Nol. Apabila diperiksa pasti akan diketahui dan masih banyak lagi penyimpangan penyimpangan yang terjadi dan itu semua sudah ada dalam berkas laporan,” jelasnya

Mamuaja berharap laporannya bersama masyarakat untuk di tindaklanjuti oleh kejaksaan negeri minahasa, karena laporan ini diajukan berdasarkan bukti fakta dan data yang tentunya siap di pertanggung jawabkan.

Yvi

Share