Saturday, 16 November 2019

Archive for: September 15th, 2019

Bupati ROR Menghadiri HUT Ke-146 Jemaat GMIM Kalvari Kasuratan

Tondano, Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi didampingi Istri Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Dra. Fenny Ch. M. Roring Lumanauw, S.IP menghadiri Ibadah Syukur HUT ke-146 Jemaat GMIM Kalvari Kasuratan yang di rangkaikan dengan pentahbisan ruang bermain Taman kanak kanak dan peletakan batu pertama pembangunan pastori 2, pada Minggu 15 Agustus 2019.

Ibadah yang di pimpin oleh Pdt. Dr H. W. B. Sumakul, Ph.D dengan pembacaan Alkitab dalam Yesaya 60 : 1-22 dengan perikop “Kemuliaan Sion Yang Akan Datang”.

Bupati Minahasa Dalam sambutannya menyampaikan selamat ulang tahun ke 146 Jemaat GMIM Kalvari Kasuratan, sekaligus peresmian TK, dan peletakan batu pertama pastori 2.

“Ini semua tentu karena penyertaan Tuhan sehingga kita semua bisa bersama sama dalam rangkaian acara di jemaat GMIM Kalvari Kasuratan ini.” Katanya.

Bupati ROR menyampaikan beberapa hal dimana saat ini semua dihadapi dengan musim panas yang berkepanjangan, dimana di minahasa setiap hari terjadi kebakaran, ini merupakan kebiasaan kita semua dimana membuang puntung rokok sembarangan, apalagi yang masih menyala itu bisa memicu api dari kecil hingga menjadi besar.

Lanjutnya, bagi masyarakat yang membuka lahan perkebunan sebaiknya jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar rumput, dan akhirnya menjadi kebakaran besar berdampak pada masyarakat terdekat.

Pemkab minahasa khususnya dinas kebakaran saling bersinergi dengan dinas kebakaran dari provinsi dan dari kabupaten/Kota sekitar minahasa agar bisa membantu memadamkan api diwilayah terdekat, karena sering terjadi kebakaran diwilayah pineleng.

Bupati ROR menghimbau kepada masyarakat agar saling menjaga memperhatikan agar tidak adalagi yang membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah di lahan perkebunan ini perhatian yang serius. Karena laporan dari BMKG kemarau ini bisa sampai 1 bulan kedepan.

“Tanpa terasa tinggal beberapa hari lagi RR RD sudah memasuki 1 (satu) tahun kepemimpinan di kabupaten minahasa, ini semua berkat seluruh masyarakat kabupaten minahasa yang sudah mempercayakan kami untuk memimpin minahasa menjadi hebat. Semoga apa yang sudah kami kerjakan selama satu tahun ini dapat membantu semua yang diharapakan masyarakat minahasa,” katanya

Adapun beberapa program yang sudah kami laksanakan seperti program BPJS yang selama ini anggaran kita dibantu oleh pemerintah provinsi, Bupati juga menyampaikan semoga program pemerintah apa yang sudah dan yang akan dilaksanakan nanti bisa selesai.

Sementara itu, Sambutan kepala BPKAD Provinsi Sulut Jeffry Korengkeng SH MSi, mewakil sambutan Gubernur Olly Dondokambe SE, menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan karena peningkatan dalam renovasi melalui pelayanan di usia 146 tahun jemaat GMIM Kalvari Kasuratan dan juga pentahbisan ruangan bermain kanak kanak, sekaligus peletakan batu pertama pastori 2, kesemuanya ini hanya karena kasih dan anugerah Tuhan Kita Yesus Kristus yang melimpahkan berkat atas jemaat GMIM Kalvari Kasuratan.

Korengkeng menyampaikan bahwa pemerintah provinsi saat ini sedang dan terus berupaya merealisasikan beberapa program kerja yang strategis untuk menyelesaikan beberapa solusi dalam memecahkan persoalan pemerintah seperti kemiskinan dan pengangguran, dan hasilnya sungguh memuaskan karena angka kemiskinan bisa di tekan hingga 7,9% dari sebelumnya 8,20%, dan angka pengganguran turun hingga 6,86%, semua itu merupakan anugerah Tuhan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat sulawesi utara sekaligus merupakan keberhasilan kita bersama dan tidak lupa untuk mengucap Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai bentuk perhatian pemerintah sulawesi utara kepada para pekerja sosial lintas agama.

“Saya juga mengucapkan apresiasi atas dukungan jemaat GMIM Kalvari Kasuratan terhadap bebagai sektor pembangunan di daerah ini.” Katanya.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Minahasa Rio Palilingan SH, Ka. BPKAD Minahasa, Ka. BPBD Minahasa, Ka Koprasi dan UKM Minahasa, Kadis Perhubungan Minahasa, Staf Ahli Bupati Minahasa, Kadis Pertanian Minahasa, Camat Remboken, Kabag TUP, Kabag Humas dan Protokol.

Yvi

Share

Pemerintah Minahasa Bantu Balita Rafa Tampilang Penderita Gizi Buruk

Tondano, Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menangani persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan selalu menseriusinya, dalam hal ini pemerintah mengambil tindakan cepat dalam memfasilitasi penanganan kesehatan bagi Rafa Tampilang, balita berumur 10 bulan asal Desa Kombi, Kecamatan Kombi, yang menderita gizi buruk.

Informasi yang dihimpun, Rafa sempat dirawat di RSU Dr Samratulangi Tondano melalui jalur umum, karena pihak keluarga belum mengurus kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.

Dokter sempat menyarankan untuk memasang infus di hidung hingga lambung tapi pihak keluarga belum bisa mengiyakan dengan alasan ekonomi dan keterbatasan biaya.

Persoalan ini langsung ditindaklanjuti Bupati Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi, MM (RR-RD) yang langsung menginstruksikan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan dr Maya Rambitan dan Dirut RSUD Tondano dr Maryani Suronoto untuk mengunjungi dan melihat langsung kondisi Rafa.

Tak hanya itu, RR-RD juga menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama Dinas Sosial untuk berkoordinasi dan memfasilitasi pembuatan BPJS gratis dari pemerintah.

“Saat ini adik Rafa sudah dapat menikmati pengobatan secara intensif dengan menggunakan program BPJS gratis Pemerintah Kabupaten Minahasa,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Minahasa, Maya Marina Kainde, SH, MAP.

Kainde menjelaskan, Rafa dirawat melalui jalur pasien umum karena awalnya keluarga bayi malang itu tak tercover BPJS Kesehatan. Alasannya Rafa belum ada akte kelahiran, sehingga tak bisa melengkapi administrasi.

“Berkat perhatian Pak Bupati Ir Royke Octavian Roring MSi dan Pak Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi, MM, persoalan yang awalnya dihadapi Rafa dan keluarga kini sudah bisa teratasi. Kini bayi Rafa sudah menerima perawatan medis yang dibutuhkan untuk pengobatan penyakitnya,” kata juru bicara Pemkab Minahasa ini sambil berharap kondisi kesehatan Rafa segera pulih.

Sementara dari informasi yang dirangkum, Rafa selama ini dirawat neneknya bernama Marjelin Makasaehe (44) yang hanya seorang buruh kebun. Sehari ia mendapat upah paling tinggi Rp 75 ribu. Itu pun kalau ada panggilan kerja. Kadang seminggu tak ada panggilan sama sekali.

Marjelin yang kini hidup menjanda harus berjuang menghidupi empat anaknya, juga cucunya Rafa. Sering tak punya uang sama sekali, Marjelin hanya mengandalkan belas kasih orang lain.

Yvi

Share