Saturday, 24 August 2019

Archive for: May 20th, 2019

Bupati VAP Ikuti Rakor High Level Meeting

Manado,KLABATNEWS-Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan (VAP), Senin 20 Mei 2019, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulut. Rakor tersebut dipimpin Gubernur Sulut Olly Dondokambey dihadiri bupati dan walikota se-Sulut serta sejumlah pelaku usaha dan para pakar ekonomi Sulut.

Dalam rapat tersebut, dibahas juga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, penandatanganan roadmap pengendalian inflasi daerah Sulut tahun 2019-2021, serta pencanangan program Barito 4.0 dengan tim penggerak PKK.

Bupati Vonnie A. Panambunan dalam rakor inflasi didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Allan Mingkid dan Kabag Humas dan Protolol Chresto Palandi SSTP MSi.

Bupati dalam pertemuan tersebut ikut memaparkan kondisi daerah serta ketersediaan serta harga bahan pokok di Minahasa Utara jelang hari raya idul fitri. “Semua masih tersedia,” kata bupati dalam rakor tersebut.(*)

Share

Peringatan Harkitnas ke-111 di Minut, Kajari : Bangkit untuk Bersatu Kebangkitan untuk Persatuan

Airmadidi,KLABATNEWS-Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019 di Kabupaten Minahasa Utara sukses digelar di lapangan kantor bupati Minut, Senin 20 Mei 2019. Kajari Rustiningsih SH MSi bertindak sebagai inspektur upacara dengan komandan upacara Iptu Stanley Rimbing, Kapolsek Airmadidi dan diikuti TNI, Polri, Basarnas, Siswa, Aparatur Sipil Negara ( ASN). Harkitnas 2019 mengambil tema Bangkit Untuk Bersatu, Kebangkitan Untuk Persatuan. Upacara dirangkaikan dengam apel Korpri Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Inspektur Upacara Rustiningsih SH MSi membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika  RI  Rudiantara mengatakan, dalam sumpah palapa ada teks yang tertulis Amukti Palapa dan para ahli sepakat, Amukti Palapa yang berarti sesuatu  yang berkaitan dengan kesenangan diri Mahapatih Gajah Mada yang artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasnya sebelum mempersatukan Nusantara.

“Peringatan Harkitnas ke-111 Tahun, 20 Mei 2019 sangat relevan dengan teks sumpah palapa. Situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi dengan menginspirasikan pilihan yang berbeda dalam pemilu, namun semua pilihan kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Alhamdulillah, sampai saat ini tahapan pemilu berjalan dengan baik dan lancar berkat pengorbanan yang mulia dari semua anak bangsa, untuk menjaga kelancaran dan kejujuran  proses pemilu,” kata Rustiningsih.

Lanjutanya telah satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organiasasi Budi Oetomo. “Sangat relevan tema yang disematkan Bangkit Untuk Bersatu, Kebangkitan Untuk Persatuan. Bangsa ini adalah bangsa yang besar yang telah mampu menjaga semangat persatuan selama berabad-abadal, kuncinya adalah gotong royong. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua,” kata Irup membacakan amanat Menkominfo RI.

Dilanjutkan Rustiningsih, biarlah semangat persatuan tetap menyebar di seluruh nusantara, seperti ungkapan kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh daerah, suku adat dan budaya di Indonesia. Seperti pidato Presiden RI Joko Widodo, dari tanah Minang diimbau dengan petuah Barek somo dipikua, sagolek pangkek, dari Bumi Angin Mamiri, kita bersama-sama belajar Reso temma-ngingi namo lamo, naletei, pammase dewata, pepatah sunda Secangreud pageuh, sagolek pangkek, dari Bumi Gora kita diminta Bareng Bejukung, Bareng Bebosa, dari Benua Banjar kita bersama-bersama menjunjung Waja Sampai Keputing, semua menganjurkan bekerja secara gotong royong.

“Sejatinya jiwa gotong royong bukanlah semangat yang sudah renta, sampai kapanpun semangat ini senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai tuntutan zaman yang erat dengan berbagai  perubahan,” kata Rustiningsih.
Usai upacara Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu mengatasnamakan Pemkab Minut menyerahkan Piagam Penghargaan bidang tindak pidana khusus atas dedikasi kinerja prestasi yang telah menyelamatkan keuangan daerah Pemkab Minut kepada kepada Kajari
Negeri Minut Rustiningsih SH MSi.
Tampak hadir Ketua DPRD Minut Berty Kapojos, Ketua PN Airmadidi, Sekretaris Daerah Ir Jemmy H Kuhu MA kepala-kepala SKPD.(*)
Share

Pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupaten Minahasa Safari Ramadhan di Masjid Besar Baitturahman

Langowan, Klabatnewsok.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Safari Ramadhan di Wilayah Kecamatan Langowan Timur di Masjid Besar Baitturahman, pada Senin 20 Mei 2019.

Dihadiri oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Forkopimda Prov. Sulut, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey S.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R Korengkeng SH, M.Si, Forkopimda Kabupaten Minahasa, Imam Masjid Arifin Lamsu dan Jamaah

Dalam sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SSi, mengucapkan Terima Kasih karena bisa bertatap muka dengan umat muslim di masjid baitturahman langowan, dan adalah tugas pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat agar supaya masyarakat dapat merasakan betul adanya pemerintah.

” Saya juga berterima kasih kita sudah mengikuti pesta demokrasi sehingga boleh berjalan dengan baik tinggal menunggu KPU yang akan menentukan. Mari kita hidup rukun dan damai dan juga saling menghargai satu dengan yang lainnya, dan tetap menjaga tali persaudaraan antar sesama umat manusia.” Kata Gubernur

” Atas nama Pemerintah Provinsi Sulut Mengucapkan Selamat menunaikan Ibadah Puasa Kepada Saudara-Saudara Umat Muslim yang ada di daerah ini. Semoga apa yang dilalui dan dilakukan di bulan suci ini dapat menjadi kebaikan dan kiranya kebersamaan dalam ikatan persaudaraan saat ini akan memperkuat komitmen serta memperkokoh solidaritas dan integritas kita dalam membangun daerah bumi nyiur melambai.” Tegasnya.

” Mari senantiasa bergandengan tangan menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sama sama kita ciptakan rasa nyaman dan tenang dalam pelaksanaan Ibadah Keagamaan didaerah ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Menyerahkan Bantuan berupa 150kg beras, 10 Dus Biskuit, 100 Alquran dan Sembako kepada Jamaah Masjid Baitturahman Langowan yang di Serahkan langsung Oleh Gubernur Sulut dan Wakil Bupati Minahasa

YVI

Share

Peringati Harkitnas Ke- 111, Wabup RD Bacakan Sambutan Menteri Kominfo

Tondano, Klabatnewsok.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Upacara Bendera Peringatan ke-111 Tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kabupaten Minahasa, pada Senin 20 Mei 2019
Di Halaman Kantor Bupati Minahasa.

Dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi selaku Inspektur Upacara, Wakil ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R. Korengkeng, SH, MSi, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa James Rawung, SH, Dandim 1302 Minahasa Letkol inf. Slamet Raharjo, S.Sos, M.Si, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Para Veteran, Unsur Kepemudaan dan seluruh ASN.

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 yang di sampaikan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, mengatakan, Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira

Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun
huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang
dimaksud dengan “amukti palapa”. Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan diri sang Mahapatih Gajah Mada.

Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.
Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.
Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa.

Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita, Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar.

Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok
penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini.

Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya
jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.

Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kebangkitan untuk Persatuan.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Republik
Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong.
Menurut Bung Karno:

“Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan
semua.

Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”Yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa,
digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas
berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. Yel-yel ini
disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa.

Bukan hanya di tanah Jawa, semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan
tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan
budaya yang ada di Indonesia.

Sebagaimana diserukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan
Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang kita diimbau dengan petuah ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’ . Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi ‘Sacangreud pageuh, sagolek
pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar ‘Reso temma-ngingi,
nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta: ‘Bareng bejukung,
bareng bebose’. Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung ‘Waja sampai
kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
Meski kita gali dari kearifan nenek-moyang kita yang telah dipupuk selama berabad-abad,
namun sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta. Sampai kapan pun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.

Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang.

Kuncinya terletak pada hasrat kita
untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan.

Akhir kata, saya haturkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang
keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global.

Kemudian acara di lanjutkan dengan Ziarah di Makam pahlawan Dr. Sam Ratulangi Tondano.

YVI

Share