Thursday, 23 May 2019

Archive for: April 23rd, 2019

Tim Kesenian IWWM Memukau, Sulut Jadi The Rising Star

Jakarta, Klabatnewsok.com – Setelah sukses menampilkan Tarian Maengket di Nusantara Expo HUT ke-44 TMII akhir pekan lalu, kembali Tim Kesenian Ikatan Waraney Wulan Minahasa (IWWM) tampil memukau dalam Launching Calender of Event (CoE) Pariwisata Sulawesi Utara 2019, pada Senin 22/4 malam di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata RI, Jakarta.

Tim yang dibina oleh Ketua IWWM Johanna Karlina Brodowski-Roring BSBA bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agustivo Tumundo SE MSi ini, disamping tampil dengan Tarian Maengket sebantar 3 babak, mereka juga yang merupakan Waraney dan Wulan Minahasa dipercayakan oleh Protokol Kemenpar untuk menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan tamu-tamu VIP kegiatan tersebut.

Dalam Launching CoE Pariwisata Sulut 2019 ini, Menteri Pariwisata RI Dr Ir Arief Yahya MSc menobatkan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.

Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa Pariwisata Sulut memiliki pertumbuhan tertinggi, dalam empat tahun terakhir yakni tumbuh sebesar 6 kali lipat atau 600 persen sehingga layak mendapat penghargaan sebagai The Rising Star.

“Penghargaan sebagai The Rising Star ini akan diberikan Kepada Gubernur Sulut pada event Jakarta Marketing Week pada 25 April 2019 mendatang,” kata Menpar.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40 ribu atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80 ribu, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120 ribu.

Menpar Arief Yahya menambahkan bahwa komitmen dari pimpinan daerah yaitu Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi salah satu kunci keberhasilan Sulut dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Sementara Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili Sekdaprov Edwin Silangen SE MS mengatakan, tahun ini Sulut mengelar 14 event unggulan di 15 Kabupaten dan Kota se-Sulut, dimana 3 even yakni Festival Pesona Bunaken, Tomohon International Flower Festival dan Festival Pesona Selat Lembeh dalam kalender nasional 100 Wonderful Event 2019.

Ditambahkan Sekprov Silangen bahwa tujuan launching Calender of Event Sulut 2019 yakni untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Sulut yang pada tahun 2017 lalu dikunjungi 1.866.000 wisnus dan 79.377 wisman.

Dalam Launching CoE ini, Sekprov Edwin Silangen dan beberapa Bupati dan Walikota turut memberikan Cinderamata khas daerah kepada Menpar Arief Yahya. Sedangkan Bupati Minahasa yang diwakili oleh Asisten II Sekda Dr Wilford Siagian MA didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Agustivo Tumundo SE MSi turut memberikan cindramata khas Minahasa.

Turut hadir dalam kegiatan ini Deputi Menpar Bidang Pengembangan Destinasi Dadang Rizky Ratman SH MPA, Staf Ahli Menpar Dra Esty Reko Astuti, para Bupati dan Walikota, Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang SE MSi, para Kadis Pariwisata Kabupaten Kota dan undangan lainnya.

YVI

Share

Bupati ROR Hadiri Kegiatan Pencegahan dan Penindakan Korupsi dari KPK RI

Tomohon, Klabatnewsok.com – Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring M.Si menghadiri Acara Kegiatan Rapat Koordinasi dan Supervisi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (Pencegahan Dan Penindakan), pada Selasa 23 april 2019 Di Aula Rumah Dinas Walikota Tomohon.

Turut hadir pimpinan tim pencegahan komisi pemberantasan korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) Budi Waluya SE, MBA (Ketua koordinasi wilayah IX Koordinasi KPK RI Dwi Aries Sudarto, SH bersama rombongan KPK RI, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak, Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, Bupati Mitra James Sumendap SH, Wakil Bupati Minsel Frangky Wongkar SH, Wakil Bupati Sitaro John Palundung SE, Sekda Kabupaten Minut Ir. Jemmy H Kuhu MA, Sekda Kota Bitung Dr Audy Pangemanan, Sekda Kabupaten Sangihe Edwin Roring SE ME.

Dalam Sambutan Walikota Tomohon menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh komisi penberantasan korupsi republik indonesia kepada kota tomohon sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini yang dimaksudkan untuk memonitor dan mengevaluasi program pemberantasan korupsi terintegrasi pada 9 kabupten kota yang ada di provinsi sulut.

Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sehingga upaya pemberantasan korupsi di indonesia lebih khusus bagi pemerintah daerah yang ada di provinsi sulawesi utara dapat lebih maksimal, mulai dari mengefektifkan upaya pencegahan sehingga perbaikan dapat dilaksanakan secara baik dan bisa mempersempit ruang bagi pelaku korupsi di daerah. ” Marilah kita ciptakan pemerintahan yang bersih bebas dari praktek praktek korupsi sehingga tujuan pembangunan nasional maupun daerah dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tepat sasaran.”

Adapun materi yang disampaikan Oleh pimpinan tim pencegahan komisi pemberantasan korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) Budi Waluya SE, MBA dan (Ketua koordinasi wilayah IX Koordinasi KPK RI Dwi Aries Sudarto, SH, yaitu capaian MCP (Monitoring Centre Of Prevention) 2018 dan penyusunan rencana aksi 2019.

Progres Renaksi Korsupgah Pemkab Melalui perencanaan penggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, dana desa, optimalisasi pendapatan daerah, dan manajemen aset daerah.

Evaluasi 2018 meliputi belum optimalnya pemenuhan evidence yang dilakukan oleh OPD terkait, koordinasi yang kurang maksimal antar OPD, kurangnya memahami indicator capaian MCP, dan beberapa evidence yang harus dipenuhi dalam MCP diluar kuasa pemda.

Dalam kesempatan itu Pemerintah kota tomohon menyerahkan cendramata kepada Tim KPK dan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

YVI

Share