Thursday, 19 September 2019

Archive for: March 26th, 2019

Sukseskan dan Doakan Konferensi Gereja dan Masyarakat

Share

Bupati ROR Teken Kesepakatan Penyelamatan Danau Tondano sebagai salah satu Danau Prioritas Nasional

Jakarta, Klabatnewsok.com – Bupati Minahasa Ir. Royke Oktavian Roring, MSi (ROR) menandatangani kesepakatan tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional di hadapan 11 Kementerian bersama 15 Kepala Daerah Baik Gubernur serta Bupati yang memiliki danau prioritas, Selasa 26/3/2019 yang di gelar di Auditorium Dr. Soejarwo Manggala Wanabhakti, Gatot Subroto Jakarta.

Selain menandatangani kesepakatan tentang penyelamatan danau prioritas nasional, Bupati ROR juga menerima Rencana pengelolaan Danau prioritas dari menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

Dalam sambutannya Menteri LHK RI Siti Nurbaya menyampaikan bahwa indonesia memiliki lebih dari 840 danau besar dan 735 danau kecil yang tersebar di seluruh wilayah nusantara dengan ekosistem yang sangat kaya, bentuk karaktaristik yang beranekaragama hayati yang tinggi, sumber air yang potensial, serta kondisi sosial budaya yang diwarnai kearifan lokal.

Menteri menyampaikan bahwa danau memiliki multi fungsi, karena itu peran institusi riset dan pakar sangat penting, penyelamatan ekosistem danau memerlukan upaya terpadu antar aspek, oleh karena itu rumusan program penyelamatan danau harus strategis dan menjawab keterpaduan penanganan.

“Penyelamatan ekosistem danau bersifat multi stacholder, tidak bisa diselesaikan dengan hanya satu pihak atau satu sektor karena itu sangat diperlukan kolaborasi semua pihak. Peran masyarakat juga sangat penting, disisi lain antusiasisme masyarakat, komunitas dan aktivis serta dunia usaha dalam keterlibatan pengelolaan danau perlu mendapat tempat dan fasilitas yang baik dari pemerintah,”ungkap Menteri LHK.

Sementara Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bahwa target pada tahun 2020 akan focus melindungi dan merestorasi ekosistem terkait sumber daya air termasuk pegunungan, hutan lahan basah, sungai, air tanah dan danau dimana indikatornya jumlah danau yang ditingkatkan kualitas airnya, jumlah Danau yang pendangkalannya kurang dari 1% dan jumlah danau yang menurun tingkat erosinya.

“Pada tahun 2030 targetnya yaitu meningkatkan kualitas air dengan mengurangi polusi, menghilangkan pembuangan dan meminimalkan pelepasan material dan bahan kimia berbahaya, mengurangi setengah proporsi air limbah yang tidak diolah dan secara signifikasn meningkatkan daur ulang serta penggunaan kembali barang daur ulang yang aman secara global,”jelasnya.

Dalam pertemuan itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan komitmen untuk penyelamatan danau prioritas. Beliau mencontohkan bahwa danau sentani memiliki lima ratusan miliar meter kubik, sedangkan bendungan terbesar jatiluhur mecapai tiga miliar meter kubik, bendungan baru yang akan dibangun 49 bendungan tidak lebih dari 5 milliar meter kubik,” jadi bisa dibayangkan bagaimana potensi air danau untuk sumber air di Indonesia,”paparnya.

Disela sela rakor menteri PUPR menyampaikan terkait danau tondano bahwa kementerian yang ia pimpin sudah mulai menangani danau tondano. “Sebagaimana kami menangani Citarum, begitu juga danau tondano, apalagi pak Bupati Minahasa orang PU juga, jadi untuk danau Tondano sudah masuk dalam prioritas”ungkapnya.

Sementara Bupati ROR di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa hari ini sudah ditandatangani kesepakatan penyelamatan 15 danau prioritas nasional dengan sejumlah kementerian terkait. “Ini tentu sesuatu yang sangat menjanjikan kedepan karena sebagaimana betapa berbahayanya nanti apabila ke 15 danau prioritas ini tidak menjadi perhatian,” ungkap Bupati yang didampingi Kadis LH Minahasa Alva Montong, Kabag Humas dan Protokol Moudy Pangerapan, Kasubag Protokol Ariel Wowor.

Bupati ROR menambahkan bahwa Danau Tondano adalah salah satu 15 danau yang menjadi danau prioritas nasional, selaku Bupati juga berkomitmen bersama sama dengan provinsi untuk mendukung semua program penyelamatan danau tondano. Dengan himbauan mengajak seluruh masyarakat yang ada di seputar danau tondano marilah kita betul betul peduli terhadap penyelamatan danau tondano, bukan hanya yang berada di seputaran danau tetapi juga yang berada di seputaran DAS tondano.

Mari kita jaga, tentu mulai dari hutan, sungai-sungai dan juga tentu danau tondano. Kepada seluruh rakyat minahasa mari kita bersama berdoa dan berusaha dalam rangka penyelamatan danau tondano, kiranya Tuhan berkenan untuk tetap mewariskan danau ini kepada anak cucu atau kepada generasi penerus kita,” tutupnya.

YVI

Share

Sekda Korengkeng Ikut Workshop KPK RI

Jakarta, Klabatnewsok.com – Selaku Pemerintah Kabupaten Minahasa Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa mengikuti kegiatan Workshop “Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Berbasis Good Governance untuk Peningkatan Kesejahteraan Daerah” pada senin 25 maret 2019 oleh KPK RI.

Sekda Korengkeng Hadir mewakili Bupati Minahasa dan Wakil Bupati Minahasa. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPK RI hasil kerjasama Universitas Paramadina dan Ford Foundation bersama Stakeholder lainnya dengan maksud untuk membantu terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel untuk meningkatkan kesejahteraan daerah.

Kegiatan ini diawali dengan Sambutan dari Prof. Firmansyah selaku Rektor Universitas Paramadina, dalam sambutannya mengatakan pokok dalam kegiatan ini adalah, “Pembekalan bagi KDH yang baru terpilih, agar tidak terkena OTT”

dilanjutkan dengan Sambutan dari Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, yang menjelaskan bahwa KPK merupakan Sahabat Kepala Daerah untuk membantu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Adapun kegiatan ini sesuai dengan jadwal akan berlangsung 2 (dua) hari, 25 Maret – 26 Maret 2019. Pada Hari Pertama bertempat di Auditorium Nurcholish Madjid Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang Jakarta dan Pada Hari Kedua bertempat di Anti Corruption Learning Center (Gedung Lama KPK) Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C1

YVI

Share

Bupati ROR Jadi Narsum Penyelamatan Danau Prioritas Nasional

Minahasa, Klabatnewsok.com – Bupati Kabupaten Minahasa Ir Royke O Roring MSi, Jadi Narasumber dalam Rakor Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau di Kementerian LHK RI, pada senin 25 maret 2019 bertempat gelar di Auditorium Dr. Soejarwo Manggala Wanabhakti, Gatot Subroto Jakarta.

Rakor ini dalam rangka penyelamatan Danau Tondano, patut dibanggakan, dimana Bupati Minahasa terbaik pilihan rakyat Minahasa Ir. Royke Oktavian Roring, MSi (ROR) diminta menjadi narasumber oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) dalam Rapat Koordinasi Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) IB Putra Parthama, PhD, dimana ia menyampaikan kegiatan ini dalam rangka melaksanakan amanat Rencana Pernbangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 untuk mengimplementasikan Rencana Aksi Pengelolaan Danau Prioritas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Kementerian/Lembaga terkait dan Pemerintah Daerah telah melaksanakan penyusunan Rencana Pengelolaan (RP) 15 Danau Prioritas Nasional.

“Memperhatikan bahwa pengelolaan danau bersifat lintas sektor, diharapkan seluruh pihak terkait dapat menggunakan RP Danau dimaksud sebagai acuan bersama agar pengelolaan danau menjadi lebih terintegrasi, terkoordinasi, sinergis dan efektif. Upaya ini juga diharapkan dapat memperbaharui kembali semangat, komitnnen dan kinerja danau yang pernah dicanangkan oleh 9 (sembilan) Menteri pada saat Konferensi Nasional Danau Indonesia I di Bali tahun 2009,” katanya.

Sementara Bupati ROR yang menjadi narasumber menyampaikan beberapa permasalahan yang terjadi di danau Tondano, seperti pendangkalan danau, penyempitan danau serta penurunan kualitas air danau.

“Mengatasi masalah itu kami sudah melakukan seminar, diskusi kajian tentang pengelolaan danau termasuk pengendalian eceng gondok secara padat karya dengan pengangkatan secara mekanik. Sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perlindungan dan konservasi SDA dan pemantauan kualitas air serta pembentukan pokja pengelolaan danau tondano,” ungkapnya.

Bupati ROR melanjutkan Pemkab Minahasa ditahun 2019 sudah merencanakan pengelolaan danau tondano seperti penyusunan dokumen peta Zonasi danau tondano, penyusunan AMDAL Kawasan danau, Operasional pengangkatan ecek gondok serta padat karya.

“Oleh karena itu pemda membutuhkan program dari pemerintah pusat untuk bisa melakukan penyusunan dan penetapan rencana tata ruang kawasan konservasi dan wisata danau tondano, Pembangunan Instalasi pengolahan air limbah di kawasan pemukiman seputaran danau, peningkatan jalan lingkar danau sepanjang 48 km serta dapat everikan pendampingan bagi masyarakat tentang pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk, bahan kerajinan dan aumver biogas,” paparnya.

Termasuk Ganti untung pembebasan lahan untuk jalan lingkar danau, Normalisasi sungai, reforestasi daerah tangkapan air danau, Rehabilitasi hutan dan lahan di seputaran danau, Pembangunan cek dam di 35 sungai yang masuk danau tondano, Pembangunan perangkap sampah plastik dan sampah domestik di 35 sungai masuk de danau, Pembebasan lahan untuk bantaran danau, Pembangunan tanggul pengaman keliling danau, pengadaan kapal pembersih eceng gondok, Perkuatan tebing danau dan Pembangunan jogging track seputaran danau tondano.

Bupati ROR berharap komitmen kita semua untuk menjaga dan melestarikan danau, namun pemda sangat terbatas, oleh karena itu pemda membutuhkan komitmen dari kementerian terkait untuk mengalokasikan anggaran penyelamatan danau minimal 15 danau yang menjadi prioritas. “Kita boleh membangun embung dan waduk, tapi jangan sampai kita melalaikan danau yang sudah jadi berkat bagi kita untuk dilestarikan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rakor ini juga sebagai nara sumber guru besar Pengelolaan Lingkungan Hidup Prof. Dr. Emil Salim, Anggota Komisi VII DPR RI Ir. Daryatmo Mardiyanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK MR Karliansyah, Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR Dr. Ibdul Kamarzuki, Dirje Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian ATR Dr. Budi Situmorang, Dirjen Sumber Daya Air Kementeeian PUPR Ir. Hari Suprayogi, Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem KLHK Ir. Wiratno, Kepala Pusat Penelitian Limnologi Dr. Fauzan Ali, Shiga Prefectural Goverment Japan Tomoki Sogabe, Bupati Bangli, Sekda Provinsi Jateng dan Moderator Prof. Dr. Winarni Manoarfa Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antar Lembaga Lusat Daerah, serta Kepala Dinas Li gkungan Hidup serta utusan lembaga terkait se-Indinesia.

YVI

Share