Tuesday, 23 July 2019

Archive for: January 21st, 2019

Gagal Rebut Adipura, Lumentut – Bastiaan Mulai Benahi Kota Manado

MANADO-Euforia Adipura masih terasa di Kota Bitung, Kabupaten Sangihe dan Kota Kotambagu. Suksesnya tiga daerah di Sulawesi Utara (Sulut) meraih penghargaan tingkat nasional itu, jadi bahan pembicaraan ratusan ribu orang. Sebaliknya, daerah yang belum mendapatkan Adipura, menuai cibiran.

Salah satu kota langganan Adipura yang gagal memperolehnya, yakni Kota Manado. Dalam beberapa tahun, piala Adipura tak lagi pernah ‘nongol’ di Kota Manado. Malah sebaliknya, pemerintah pusat ‘menganugerahi’ Kota Manado sebagai kota terkotor.

Penilaian ‘kurang mengenakkan’ ini melecut Pemerintah Kota Manado untuk melakukan pembenahan. ‘Kutukan’ banjir bandang menggagalkan Kota Manado untuk meraih Adipura, segera diakhiri. Pembenahan pun mulai dilakukan di segala lini.

Menurut Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, saat ini bersama Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan, sedang membenahi kota. Tujuannya, tidak lagi sekadar merebut Adipura, namun bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat. “Saya bersama Wakil Walikota, pak Mor Bastiaan, bertekad untum membenahi Kota Manado, menjadikan kota ini makin hari makin bersih. Yang mana, tujuan kami bukan Adipura, tetapi menjadikan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat,” kata Lumentut saat menghadiri peresmian renovasi SD Katolik 10 Santo Fransiskus Buha, Kecamatan Mapanget, Jumat (18/1/2019).

Untuk mewujudkan itu, sejumlah langkah strategis digelar. Yang baik ditingkatkan, yang belum ter-cover ditambah. “Seperti saat ini yang sudah kita lakukan, yaitu dengan meningkatkan jumlah motor sampah di setiap lingkungan. Petugas (Kepala Lingkungan, red) saat bekerja langsung turun lapangan menjemput sampah yang ada di rumah-rumah penduduk,” ujar Lumentut.

Walikota dua periode ini tak menampik status kota kotor oleh pemerintah pusat. Namun, menurut Lumentut, ada kendala alam serta faktor lain penyebabnya. Itu pun sudah mulai dibenahi. “Mengenai penilaian Manado Kota kotor, kenapa ? karena persoalan TPA,” ungkap Lumentut.

Dia menjelaskan, pada 2014, Kota Manado diterjang banjir bandang. Jutaan ton sampah tercipta saat terjangan banjir bandang yang menghebohkan itu. TPA Sumompo pun dipaksa mengabaikan sistem sanitary landfill untuk menampung tumpukan sampah yang menggunung. “Hal itu mengakibatkan penumpukan sampah yang tinggi. Sementara salah satu syarat untuk penilaian Adipura adalah TPA (Tempat Pembuangan Akhir, red) yang menggunakan sistem sanitary landfill. Dalam kondisi saat ini, TPA Sumompo sudah tidak memungkinkan lagi untuk diadakan sanitary landfill,” imbuhya.Soal TPA Sumompo, kata Lumentut, tidak lagi memungkinkan untuk terus dimanfaatkan. Pasalnya, lokasi TPA Sumompo sudah penuh. “Sudah sepantasnya ada TPA yang baru, dan yang lama ditutup. Dan terkait TPA, sudah ada TPA regional, yang berlokasi di Minahasa Utara,” ungkap Lumentut.

Ditambahkan Lumentut, ada beberapa lokasi yang akan  ditempatkan alat pembakar sampah. ” Itu akan segera direncanakan matang. Semoga Kota Manado makin maju, bersih dan sehat, serta aman dan tenteram,” pungkas Lumentut.(Jurnal6)

Share

Petani di Minahasa Diminta Jaga Dengan Baik Bantuan Alat Pertanian

Tondano, Klabatnewsok.com – Komitmen memajukan Pertanian di Kabupaten Minahasa terus digalakkan dibawah kepemimpinan Ir Royke Roring MSi dan Robby Dondokambey SSi, berbagai bantuan pertanian telah diberikan dan bahkan disiapkan oleh Pemerintah.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Ir Suhban Torar saat dijumpai diruang kerjanya pada senin 21 Januari 2019, bahwa alat-alat pertanian yang ada dikantornya saat ini memang akan digunakan memajukan pertanian ditanah Minahasa khususnya tanaman jagung.

Saat ini terlihat dikantornya terdapat alat panen jagung sebanyak 2 Unit, dan 6 Unit lainnya yang berukuran lebih besar, telah dibawah ke pangkalan Brigade yang tersebar dibeberapa titik, untuk mendekatkan kepada petani apabila dibutuhkan untuk pinjam pakai.

” Kami telah memberikan kemudahan, dengan mendekatkan peralatan pertanian untuk digunakan oleh para petani, jadi untuk alat pinjam pakai, kami berikan dengan syarat pengguna membiayai Operator dan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat, dan menyisihkan 10 persen hasil untuk pemeliharaan alat pertanian.” Jelasnya.

Jadi yang dimaksudakan oleh Kadis Torar apabila dalam 1 hektar menghasilkan kurang lebih 1 juta sampai 1 juta 300 ribu rupiah, maka disisihkan sebesar 100 ribu rupiah atau 10 persen hasil untuk biaya pemeliharaan peralatan.

Kadis Torar pun menjelaskan selain alat pinjam pakai, ada juga peralatan yang dihibahkan kepada kelompok Tani, untuk digunakan dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab para Petani.

” Kami telah memberikan alat pertanian, contohnya saat ini kami telah menyediakan Pemipil Jagung sebanyak 8 Unit yang semuanya dibagikan kepada kelompok tani, yang tentu saja sesuai dengan proposal yang diminta oleh para kelompok tani, maka semuanya merupakan tanggung jawab mereka,” katanya lagi.

Diapun menjelaskan bahwa karna sepenuhnya tanggung jawab petani, maka dari itu pemeliharaan itu wajib bagi petani, dan apabila tidak dirawat atau rusak, maka dipastikan kelompok tani yang mendapat hibah, tidak akan menerima bantuan peralatan yang sama dalam rentan waktu 5 tahun.

Ditambahkannya bahwa peralatan pertanian yang diberikan, baik alat pinjam pakai dan hibah semuanya berasal dari Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Y

Share

213 ASN Minut Tak Ikut Apel Pagi

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Sebanyak 213 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kahupaten Minahasa Utara, tidak mengikuti apel pagi, Senin 21 Januari 2019 di Pendopo kantor bupati.

Dalam laporan apel disebutkan, jumlah pegawai sebanyak 1089, tidak hadir 213 di antaranya 128 tidak hadir tanpa keterangan, tugas luar 50, sakit 12, ijin 15, cuti 3, dan tugas belajar 5 ASN.

Bupati Vonnie Anneke Panambunan dalam apel tersebut mengatakan, ASN harus lebih meningkatkan kedisiplinan dalam mengikuti apel pagi, sebab apel pagi adalah kewajiban sebagai aparatur sipil negara. Bupati juga mengingatkan ASN harus wajib hadir apel sebagai wujud nyata dari sumpah dan janji PNS soal kedisiplinan. “Masih juga ada yang tidak hadir tanpa keterangan, ini harus menjadi perhatian ASN,” kata Panambunan.

Bupati juga mengingatkan soal kebersihan kawasan kantor termasuk keseluruhan Minahasa Utara. “Kebersiham penting untuk mencegah virus dan bakteri penyebab penyakit,” ujar politisi Parti Nasdem.

Bupati juga mengingatkan, agar ASN untuk menjaga mulut dengan baik, agar tidak terjebak pada omongan yang tidak baik. Perkataan yang tidak baik tentunya lahir dari hati dan pemikiran yang tidak baik. “Harus menjaga hati dan mulut dengan baik, sehingga perkataan-perkataan yang baik tentunya diucapkan untuk memberi berkat. Berkata-katalah yang baik, untuk membangun dan memberi berkat,” kata bupati.(*)

Share