Tuesday, 23 July 2019

Archive for: January 9th, 2019

Manado Sabet Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018

MANADO-Tangan dingin Walikota Manado, GS Vicky Lumentut (GSVL) dalam memimpin kota, teruji. Terbukti, sejumlah penghargaan tingkat nasional, sukses dia boyong ke Kota Manado. Teranyar, Kota Manado menyabet penghargaan, sebagai terbaik pertama, Kategori Kota Sedang Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) Tahun 2018.

Penghargaan bergengsi ini diterima langsung Walikota Manado, Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, di gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019). Pada penilaian akhir, Kota Manado menempati posisi teratas, dengan perolehan nilai, 59,04. Manado mengalahkan Kota Salatiga yang menduduki posisi kedua dengan nilai 58,99. Sementara peringkat ketiga disabet Kota Yogyakarta dengan nilai 58,96.

Usai menerima penghargaan, Lumentut bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, diajak dalam diskusi soal langkah-langkah yang diambil pemerintah masing-masing dalam mewujudkan Kota Cerdas.

Lumentut pada kesempatan itu mengatakan, dalam membangun Kota Manado, dia tidak pernah berharap mendapatkan penghargaan. Menurutnya, penghargaan merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah, masyarakat dan stakeholder di Kota Manado. “Saya atas nama pemerintah dan masyatakat Kota Manado tentunya menyampaikan terima kasih kepada pihak Kompas yang telah menetapkan Manado peringkat pertama Indeks Kota Cerdas Indonesia kategori kota sedang. Kami tidak tahu jika kerja kami dinilai dan diapresiasi dalam bentuk penghargaan. Bagi saya, bekerja untuk kepentingan masyarakat adalah pekerjaan yang harus kami lakukan tanpa mengejar penghargaan,” tukas Lumentut.

Ditambahkannya juga, Manado Kota Cerdas merupakan target yang hendak dicapai pada periode kedua jabatannya sebagai Walikota Manado. Salah satunya dengan membangun Cerdas Command Center. “Saya banyak belajar dari Surabaya kotanya Ibu Risma, juga Jakarta, Yogyakarta dan Bandung. Dari apa yang ada di kota-kota itu seperti qlue, cctv dan sebagainya kami gabungkan itu di Manado dan jadilah Cerdas Command Center,” tandas Walikota pilihan rakyat Manado itu.

Dikatakan Walikota Manado dua periode ini, secara umum IKCI tersebut sejalan dengan visi Kota Manado sebagai Kota Cerdas 2021. “Penghargaan IKCI ini melengkapi 21 penghargaan yang Kota Manado terima tahun 2018 lalu. Namun saya tekankan, penghargaan bukanlah tujuan kita karena penghargaan hanyalah bonus. Tujuan utama kita adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Lumentut.

Penghargaan IKCI diberikan kepada kota-kota yang dinilai mampu dengan indikator penilaian meliputi lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas hidup. Pemberian penghargaan dibagi dalam empat kategori yakni Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk diatas 1 juta jiwa, Kota Besar 500 ribu sampai 1 juta jiwa, Kota Sedang dengan penduduk 100 ribu sampai 500 ribu penduduk dan Kota Kecil di bawah 100 ribu penduduk.

Saat menerima penghargaan, Lumentut didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Prof Dr Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Erwin Kontu SH, Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Steven Runtuwene SSos serta Staf Khusus Walikota Manado JJ Mantje Nelwan.(jurnal6.com)

Share

Cegah DBD, Lomban Imbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Walikota Bitung Maxmilian Jonas Lomban

Bitung,KLABATNEWSOK.com-Wali Kota Bitung Maxmilian Jonas Lomban mengimbau masyarakat Kota Bitung untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyebaran penyakit demam berdarah (DBD).

“Kemenkes mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau dan mendorong masyarakat, yang dimulai dari seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan upaya pencegahan dan Pengendalian penyakit DBD dan penyakit Virus Zika,” kata Lomban di Bitung, Rabu (09/01/2019).

Dia mengatakan sejak Januari 2016 telah terjadi kecenderungan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di berbagai provinsi di Indonesia. Untuk itu Wali Kota menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung mulai dari perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, perangkat kecamatan dan kelurahan untuk bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Masyarakat agar memahami pencegahan DBD yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Upaya pencegahan terhadap penularan DBD dan penyakit Virus Zika dilakukan dengan pemutusan rantai penularan DBD berupa pencegahan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopicus,” tuturnya.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pencegahan DBD tambah Lomban, antara lain melakukan pemantauan jentik nyamuk dan PSN 3M Plus disetiap rumah secara rutin untuk memberantas sarang nyamuk yaitu dengan: – Menguras tempat-tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat pemampungan air minum, penampungan air di lemari es, dan dispenser;
– Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum/gentong air, kendi air dan lainnya;

“Juga, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air seperti botol plastik, kaleng, ban bekas karena berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes,” ungkapnya

Lomban juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali Gerakan satu Rumah Satu Jumantik. “Jumantik adalah orang yang melakukan pemerikasaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya Aedes aegypti dan Aedes Albopictus,” jelas walikota Bitung.(*)

Share

Wawali Manado Jenguk Pasien di RSUP Prof Kandouw

Jurnal6.com

MANADO-Serangan virus Demam Berdarah Dengue (DBD), semakin mengkhawatirkan. Itu dilihat dari jumlah kasus yang terus naik setiap tahun. Pemerintan Kota Manado pun lakukan langkah pencegahan.

Data diperoleh, peningkatan kasus DBD dari Tahun 2017 ke 2018, terjadi peningkatan signifikan. Pada 2017, Kota Manado mengoleksi 142 kasus DBD. Sedangkan, Tahun 2018 meningkat menjadi 231 kasus.

Data ini juga disebut Wakil Walikota Manado, Mor Dominus Bastiaan. Menurut dia, peningkatan itu terjadi akibat siklus 10 tahunan. “Ini memang siklus 10 tahunan,” aku Mor, saat mengunjungi pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malalayang, Manado, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan Mor, ada banyak faktor yang menjadi pemantik meningkatnya kasus DBD di Kota Manado. “Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan adalah, meningkatnya penduduk di Kota Manado. Arus urbanisasi, pertumbuhannya cukup pesat, terjadi kepadatan penduduk di kota ini,” terang dia.

Penyebab lain yang juga bisa meningkatkan serangan DBD, kata dia, adalah faktor kebersihan. Oleh sebab itu, dia mengajak warga Kota Manado untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. “Kalau kebersihan lingkungan tidak dipelihara dengan baik, kalau masyarakat tidak punya kesadaran untuk menjaga lingkungannya bersih, maka tentu penyakit-penyakit seperti ini tetap akan terjadi,” tandas Mor.

Sebelumnya, Wawali Mor Bastiaan, mewakili Walikota Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, mendatangi RSUP Prof Kandouw Malalayang. Kunjungan kerja itu bertujuan untuk melihat dari dekat keberadaan pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit tersebut.

Didampingi isteri tercinta yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Manado, Imelda Bastiaan Markus SE, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Marini Kapojos dan Camat Malalayang Deasy Kalalo, Mor mengunjungi satu persatu pasien DBD yang umumnya anak-anak di Instalasi Rawat Inap (Irina) E itu. “Saat ini, saya bersama dinas terkait memantau langsung kondisi para pasien demam berdarah, serta sejauh mana penanganan pihak rumah sakit kepada para pasien tersebut. Memang diakui, dengan banyaknya pasien yang datang berobat, kondisi rumah sakit saat ini sudah sangat penuh, sehingga banyak pasien yang harus dirawat di lorong-lorong. Tetapi, memang lebih baik ditangani di rumah sakit ini, karena banyak dokter dan tim ahli ada di sini,” papar Mor.(Jurnal6.com)

Share

Sekprov Silangen Hadiri Lepas Sambut Kapolda Sulut

Manado, Klabatnewsok.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulut menggelar acara Lepas Sambut Kapolda Sulut dari Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito, kepada Irjen Pol. Dr. Remigus Sigit Tri Harjanto, SH, M.Si.

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE,  Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Edwin H. Silangen, SE,MS menghadiri acara tersebut bersama Pangdam XII Merdeka Mayor Jenderal TNI Tiopan Aritonang, Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Karyoto, Pejabat Utama Polda Sulut, Para Kapolresta Jajaran Polda Sulut Di Manado Convention Center (MCC) Rabu, (09/01/2019).

Acara diawali dengan kesan dan pesan dari Sambutan Kapolda baru Irjen Pol Dr. Remigius Sigit Tri Hardjanto, SH, M.Si menyampaikan bahwa ini adalah kali kedua melaksanakan tugas dan berbakti ditanah yang diberkati ini yaitu Sulawesi Utara.

“Berharap dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat sulawesi utara dan dapat bersinergi dengan pemprov dalam menjaga keamanan daerah,”harapnya.

Selanjutnya, Sambutan Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito yang saat ini sebagai Kasespim Lemdiklat Polri menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada di Sulut yang telah bersama-sama mempertahankan  keamanan dan kenyamanan di Daerah ini.

Gubernur Olly juga berpesan Kepada Kapolda Sulut yang baru untuk menjaga sinergitas bersama pemerintah daerah guna terus menjaga kemananan dan ketertibaan daerah. Kepada Kapolda lama, Gubernur menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang diberikan selama menjabat Kapolda Sulut

Share