Monday, 25 March 2019

Archive for: December 2018

Bupati ROR Serahkan Bantuan di Desa Tambala

Minahasa, Klabatnewsok.com – Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi menyerahkan bantuan dana dan bahan makanan, terpal, selimut kepada Korban Rumah Rusak dan Kapal Katinting rusak di Desa Tambala Kecamatan Tombariri pada sabtu 29 Desember 2018.

Kedatangan Bupati ROR sapaan akrabnya didampingi Assisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa Dr Denny Manggala MSi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Royke Kaloh SH, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Johanis Pesik, Camat Tombariri, Kapolsek, Babinsa, Hukum Tua Tambala.

Bantuan dana dan bahan makanan, terpal, selimut diberikan kepada : Nurdin Hamisi, James Loho, Faldi Modimbaba, Korban Kapal Katinting Rusak : Rafiudin Kelompok Pengelolah Kapal KM Dua Putri, Hidayat Abdulgani Kelompok Pengelolah Kapal KM Cayla, Hasim Setlight Katinting, yang semuanya diakibatkan oleh cuaca ekstrim.

Y

Share

Bupati ROR Serahkan Bantuan Kepada Korban Bencana Kebakaran

Tondano, Klabatnewsok.com – Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi (ROR) menyerahkan bantuan kepada keluarga Sinaga – Siregar korban bencana kebakaran di Kelurahan Rinegetan Kecamatan Tondano Barat pada kamis 27 Desember 2018.

Kedatangan Bupati ROR, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi, Assisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdakab Minahasa Dr Denny Manggala MSi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Royke Kaloh SH, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Johanis Pesik

Pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Minahasa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 10.000.000,- dan alat masak serta bahan makanan kepada Keluarga Sinaga – Siregar.

Pemerintah Minahasa pun berharap bantuan ini dapat meringankan Keluarga yang terkena bencana, dan dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pasca bencana yang terjadi.

Y

Share

Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kabupaten Minahasa, Djefri S Sajow SH, Mengucapkan Selamat Natal & Tahun Baru

Share

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dra Joula Mamahani, Mengucapkan Selamat Natal & Tahun Baru

Share

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Minahasa, Ir Rafany C Moleong MSi, Mengucapkan Selamat Natal & Tahun Baru

Share

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Minahasa, Nofry Lontaan ST, Mengucapkan Selamat Natal & Tahun Baru

Share

Makna Natal Sebenarnya Menurut Paus Fransiskus

Paus Fransiskus memberkati wanita difabel saat audiensi di aula Paulus VI, 19 Desember, di Vatikan. (Vincenzo Pinto/AFP)

Natal tidak akan menjadi bermakna jika orang-orang terperangkap dalam hiruk-pikuk belanja, menyiapkan hadiah dan makanan, sedangkan mereka mengabaikan orang miskin dan melupakan apa sebenarnya makna perayaan natal itu, kata Paus Fransiskus.

“Jika Natal berakhir hanya sebagai liburan tradisional yang indah, di mana segala sesuatu berputar di sekitar kita dan bukan Dia, itu akan menjadi kesempatan yang hilang,” kata Paus pada 19 Desember saat audiensi umum mingguan di ruang audiensi Paulus VI.

“Tolong, janganlah kita membuat Natal duniawi! Janganlah kita mengesampingkan Dia yang dirayakan sama seperti apa yang terjadi pada kelahiran Yesus ketika begitu banyak orang-orangnya sendiri tidak menerimanya,” kata paus.

Paus Fransiskus mendedikasikan khotbahnya untuk menjelaskan makna Natal yang sebenarnya dan jenis “hadiah’ dan kejutan apa yang menyenangkan Tuhan pada hari itu.

Untuk mencari tahu jawaban akan apa yang diinginkan Tuhan adalah dengan melihat Natal pertama.

Hari kelahiran Yesus adalah hari “penuh kejutan” di mana kehidupan semua orang berubah secara tak terduga, adat istiadat serta rencana menjadi berubah total.  Maria, seorang perawan, akan melahirkan seorang anak, dan Yusuf, suaminya, menghadapi skandal dengan kehamilannya. Tetapi ia mendengarkan Allah dan mengakuinya sebagai istrinya; dan Firman Tuhan datang sebagai seorang bayi yang tidak mampu berbicara.

“Mereka yang menyambut juru selamat dunia bukanlah pejabat setempat, pemimpin atau duta besar, melainkan para gembala sederhana, yang terkejut oleh pewartaan malaikat saat mereka bekerja di malam hari, lalu tanpa menunda bergegas ke sana. Tidak ada satupun orang menduga akan seperti itu,” kata paus.

Tuhan melakukan hal yang tidak terduga, karena dia “menjungkirbalikkan logika dan harapan kita.”

Oleh karena itu, Natal adalah “menyambut kejutan yang berasal dari surga,” kata paus.

Natal memberi makna di era baru, di mana kehidupan tidak direncanakan, tetapi diberikan, di mana seseorang tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, sesuai dengan preferensi sendiri, tetapi untuk Tuhan dan dengan Tuhan, karena sejak Natal dan seterusnya, Tuhan adalah Tuhan beserta kita, yang tinggal bersama kita dan berjalan bersama kita. ”

Ini adalah waktunya untuk membiarkan diri kita terguncang oleh kebaruannya yang penuh kejutan, karena Yesus tidak menawarkan kehangatan yang menenangkan dari tungku api, tetapi getaran surgawi yang mengguncang sejarah.

Orang harus memilih untuk mengikuti suara diam Tuhan dalam menghadapi gempuran konsumerisme,  mengundang umat untuk mengambil waktu untuk berdiam diri di depan kandang Natal dan membiarkan diri mereka merasa kagum dan dikejutkan oleh Tuhan.

Tuhan meminta orang-orang untuk berjaga-jaga agar tidak menjadi lemah, terlalu terbebani dengan kesibukan dan menyalahkan semuanya di dunia ketika dia memperingatkan orang-orang agar tidak membiarkan diri mereka diseret oleh dunia.

“Ini akan menjadi Natal jika, seperti Yusuf, kita memberi ruang untuk diam; jika, seperti Maria, kita memberi tahu Tuhan, ‘Inilah aku’; jika, seperti Yesus, kita dekat dengan mereka yang sendirian; jika, seperti para gembala,  meninggalkan kandang domba untuk bisa bersama Yesus,” kata Paus Fransiskus.

https://indonesia.ucanews.com

 

Share