Saturday, 24 August 2019

Archive for: November 24th, 2018

Mayjen Pusung Resmikan Sanggar Winetin Paslaten dan Buka Festival Tamporok

Kauditan,KLABATNEWSOK.com-Mayjen TNI (purn) Loudewyck Pusung didampingi ibu dr Matilda Pusung-Mangindaan, Camat Kauditan Martho Rasubala, Hukumtua Desa Paslaten Oktavian Langelo meresmikan Sanggar Winetin Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan dan membuka Festival Tamporok, Sabtu (24/11) di bangsal sanggar Winetin.

Pusung saat meresmikan sanggar dan membuka festival Tamporok ditandai dengan pengguntingan pita dan pemukulan tetengkoren.

Kegiatan diawali dengan budaya kerja sama pemerintah Paslaten, pengurus Sanggar dan Dewan Kesenian Minut ini diawali dengan atraksi Marching Band SMP Margo Lembean, kemudian penanaman pohon cempaka dan wandeeran di kawasan pancuran.

Dilanjutkan dengan pertunjukan Tarian Kenari sebagai pembuka prosesi adat untuk ‘meneek wia leesal nee raee’ atau peresmian, kemudian ibadah syukur pentahbisan pembangunan sanggar Winetin yang dipimpin Pdt Sulfanova Kandijoh-Sondakh.

Pembina Sanggar Winetin Paslaten Mayjen TNI AD (purn) Loudewyck Pusung saat diwawancarai wartawan mengatakan kurang lebih enam bulan yang lalu Pusung menantang anak-anak muda Desa Paslaten untuk memajukan budaya Desa Paslaten khususnya dan umumnya Minut dan Sulut. Kemudian  ibu Lydia Katuuk Bs Psy Sekretaris Sanggar menyanggupi itu.

“Dan mereka saya berikan kolintang dan beri waktu tiga bulan untuk berlatih dan ternyata itu bisa, kemudian ibu Lidia memiliki ide-ide yang brilian, ia (Lidia, red) menyarankan untuk buat sanggar dan berkembang lagi kita akan membuat galeri batik dan itu sudah saya aplikasikan dan tindaklanjuti memanggil 5 orang dari Desa Paslaten untuk dididik di Jakarta pada dua minggu lalu. Dan hasilnya mereka sudah bisa membuat batik,” katanya.

Untuk kolintang lanjut Pusung berobsesi untuk bersama-sama kolintang lainnya yang ada di Indonesia akan mencoba mengangkat kolintang ini ke unesco agar kolintang ini diakui oleh dunia sebagai alat musik tradisional dari Minut, Sulut, Indonesia.

“Itu bukan hanya rencana tetapi kita bersyukur bahwa dua minggu yang lalu ibu Lidia Katuuk Sekretaris Sanggar sudah dipanggil perwakilan Unesco yang ada di Jakarta dan ini sudah ada titik terang dan mereka sudah negosiasi mulai diundang Unesco kemungkinan bulan April mereka akan ke gedung putih untuk mempertunjukan kolintang dan paling pokok perkembangan pariwisata di Manado luar biasa, bagi saya itu peluang,” kata mantan Asisten Operasi Panglima TNI ini.

Sementara itu Camat Kauditan Martho Rasubala dalam sambutannya mengatakan sekarang sudah dibangun bangsal yang representatif dikelola oleh sanggar Winetin untuk kemakmuran, keberhasilan, kesejahteraan masyarakat Desa Paslaten.

“Sesuai dengan motto Pemkab Minut mengasihi, melayani, mensejahterakan, dan torang memberikan apresiasi kepada Mayjen (purn) Loudewyck Pusung dan keluarga yang peduli akan budaya dan kesejahteraan warga,” kata Rasubalah.

Usai peresmian, diadakan pertunjukan Kolintang Kolosal Sanggar, parade Rera wo Taretumou Duta Budaya Minut, perlombaan Lili Royor, penampilan Grup Kolintang Kids Coach Ambro, Penampilan Grup Kolintang Winetin Kids dan Winetin Sekami didampingi pelatih Reymond Katuuk, Lomba Tetambaken, atraksi Tari Lenso kolaborasi Kolintang dan Vocal Pembina Sanggar Winetin Paslaten.( )

Share