Tuesday, 13 November 2018

Archive for: October 16th, 2018

Pengelolaan Danau di Jepang Jadi Rujukan Untuk Danau Tondano

Jepang – Konferensi Danau Se-Dunia, Indonesia-Japan Workshop on Sustainable Lake Management in The 17th World Lake Conference (WLC17) yang diikuti 13 Gubernur dan 8 Bupati se-Indonesia di Ibaraki, Jepang, membahas sejumlah persoalan strategis terkait pelestarian ekosistem danau.

Pada session kedua, Selasa (16/10), Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring MSi (ROR) yang hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Alva Montong, ikut dalam pembahasan tentang pengelolaan danau di sejumlah negara yakni Jepang, Nigeria, Mexico dan India.

Bupati pada kesempatan itu juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, yakni Shingo Miyamoto selaku Director Second Southeast Asia Division (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Timor Leste), dan Moyatsu selaku Ministry of Foreign Affair of Japan.

Pada intinya, Bupati mengapresiasi pengelolaan danau di Jepang, yang dinilai sangat bersih dan indah, serta tata kota yang sangat rapi. Bahkan Pemkab Minahasa, akan belajar banyak hal terkait pengelolaan danau di negara berjuluk ‘Matahari Terbit’ itu.

“Penataan danau dan kota di sini (Jepang, red) sangat bagus karena sangat didukung oleh ketertiban masyarakat, serta kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ini yang perlu kita jadikan rujukan untuk diterapkan dalam pengelolaan danau Tondano,” katanya.

Meski begitu, Bupati yang ikut serta dalam pembahasan mengatakan jika rata-rata permasalahan pengelolaan danau semuanya sama, diantaranya meliputi persoalan batas danau, kepedulian masyarakat yang bermukim di sekitar danau serta permasalahan kelebihan penggunaan pupuk untuk pertanian yang terbawa arus sungai menuju danau.

“Kita berharap dalam konferensi ini akan dirumuskan solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut, yaitu resolusi danau sebagai rujukan atau referensi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pengelolaan dan pemanfaatan danau secara berkelanjutan,” paparnya.

Selain itu, melalui konferensi ini Bupati ROR berharap akan membawa manfaat dan dampak positif bagi masyarakat di Minahasa secara berkelanjutan. “Untuk itu saya himbau seluruh masyarakat Minahasa bahkan seluruh pihak agar mari kita bersama-sama menjaga kelestarian danau dan lingkungan.

“Karena sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk bagaimana menjaga ekologi dan lingkungan termasuk danau sehingga ke depan kelestarian lingkungan dapat dinikmati anak cucu kita,” pesan Bupati.

Adapun Konferensi Danau Se-Dunia ini dibuka oleh Pangeran Akisino, dan dihadiri oleh para tamu dari berbagai negara dan juga para gubernur wilayah Jepang yang memiliki danau.

Selain menyampaikan prinsip dan tata kelola danau, Pangeran Akisino mengucapkan belasungkawa dan prihatin atas kejadian bencana yang menimpa sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

Y

Share Button

Pemerintah Minahasa Warning Penyimpangan Dana BOS

Tondano, Klabatnewsok.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Kebijakan Tahun 2018, pada selasa 16 Oktober 2018 bertempat di Pusgiat Tondano.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R Korengkeng SH MSI , Inspektur Minahasa Frits R Muntu S.Sos , Kepala Dinas Pendidikan Dr Arody A Tangkere MAP, Sekretaris inspektorat kabupaten Minahasa Meidy Lumintang SE ME , kepala sekolah dan bendahara se-kabupaten Minahasa, hukum tua lurah dan bendahara desa se-kabupaten Minahasa

Dalam sambutan Bupati Minahasa yang dibacakan oleh Sekretaris daerah kabupaten Minahasa menyampaikan guna menghindari dan meminimalisir penyimpangan dalam menggunakan dana Bos maka dari itu menghimbau kepada kepala sekolah, untuk melakukan pembenahan terhadap kekurangan-kekurangan yang ada,

“ketertiban dan pengelolaan administrasi negara adalah hal yang penting, maka dari itu saya meminta perhatian dari setiap kepala sekolah, saya instruksikan khususnya penerima dana bos dan dana pendidikan lainnya untuk mengikuti kegiatan ini dan menyimak apa yang di sampaikan narasumber,” katanya.

“Tentunya kegiatan seperti ini sangat baik untuk mengingatkan kepada kita apa yang menjadi aturan yang harus kita lakukan dan rangka kita melaksanakan tugas kita sehari hari, jangan menyimpang dalam melaksanakan kerja kita.” Katanya lagi.

“Dihimbau untuk selalu berdasarkan aturan dalam menggunakan dana bos dan dana pendidikan lainnya dan berkaitan dengan pembinaan saat ini bukan hanya terbatas pada bidang keuangan tapi juga pada setiap bidang dalam melaksanakan tupoksi.”

Juga dalam sambutan sekda mensosialisasikan mengenai RR-RD Call Center (Reaksi, Respond, Relief Daerah) mendatang yaitu tempat khusus bagi kita untuk melaporkan setiap permasalahan yang terjadi, guna untuk membawah Kabupaten Minahasa semakin Hebat.

Y

Share Button

Bupati ROR Hadiri Konferensi Danau se-Dunia di Jepang

Jepang, Klabatnewsok.com – Upaya pelestarian Danau Tondano jadi salah satu program prioritas Bupati Ir Royke Oktavian Roring M.Si (ROR) dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi (RD). Terbukti, danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara ini kini masuk dalam 15 danau prioritas nasional sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Berkaitan dengan itu, Bupati ROR bersama 13 Gubernur dan 7 Bupati se-Indonesia diundang untuk menghadiri Konferensi Danau Sedunia, Indonesia – Japan Workshop on Sustainable Lake Management in The 17th World Lake Conference (WLC17) di Ibaraki, Jepang, yang berlangsung 15 sampai 19 Oktober.

Bupati pada kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Alva Montong.
Dari informasi yang diterima, keikutsertaan Bupati dalam konferensi tersebut didasarkan pada surat undangan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor S.100/PDASHL/PKPD/KLN.O/8/2018 tertanggal 31 Agustus 2018 tentang Konferensi Danau Sedunia. Dimana ada sebanyak 13 Gubernur dan 8 Bupati se-Indonesia yang terundang dalam kegiatan tersebut.

Bupati menyebut konferensi ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Nasional Danau Indonesia di Sanur Bali tanggal 13 sampai dengan 15 Agustus 2009 lalu. Dimana melalui konferensi diharapkan akan dirumuskan Resolusi Danau sebagai rujukan atau referensi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pengelolaan dan pemanfaatan danau berkelanjutan.

“Jadi tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam memelihara dan menyelamatkan fungsi danau serta menarik sektor swasta untuk memanfaatkan jasa lingkungan secara berkesinambungan,” papar Bupati.

Tak hanya itu, Konferensi Danau se-Dunia di Jepang ini juga dalam rangka menggalang kerjasama internasional untuk peningkatan pengelolaan danau di Indonesia sesuai amanat RPJMN 2015-2019. “Secara geografis Indonesia memiliki tidak kurang dari 500 danau dengan ciri khas sebagai danau tropis kepulauan, dan Danau Tondano di Minahasa masuk salah satu dari 15 danau yang menjadi prioritas nasional yang tertuang dalam RPJMN untuk dilakukan pembenahan dan pengelolaan,” ungkapnya.

“Jadi pada intinya masyarakat Minahasa harus berbangga karena Danau Tondano jadi salah satu danau di Indonesia yang menarik perhatian baik dari pemerintah pusat maupun dunia internasional,” tambah Bupati.

Selain sejumlah gubernur dan bupati, konferensi ini melibatkan sejumlah pihak berkompeten lainnya, diantaranya Prof Dr Winarni Monoarfa selaku Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Ir Inge Retnowati selaku Kepala Seksi Perencanaan Kerusakan Perairan Darat Kementerian LHK, serta sejumlah undangan lainnya.

Y

Share Button

Relawan Pemkab Minahasa Tiba, ROR-RD : Terima Kasih

Minahasa, Klabatnewsok.comĀ – Misi kemanusian yang dilakukan 56 Relawan Pemerintah Kabupaten Minahasa dengan membawa bantuan logistik dan pelayan kesehatan gratis di Kota Palu, Sigi, Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) telah selesai, setelah tiga hari lamanya dilakukan penyaluran.

Namun kenangan yang tidak pernah dilupakan para Relawan adalah melihat langsung kondisi daerah disana hancur lebur akibat bencana alam Gempa Bumi dan Tsunami serta Likuifaksi pada tanggal 28 September 2018 lalu.

Belum lagi melihat kondisi puluhan ribu masyarakat di beberapa daerah terkena bencana harus menahan lapar hingga berhari-hari karena belum juga ada bantuan logistik yang diterima. Begitu juga tenda-tenda darurat yang sangat terbatas untuk menampung puluhan ribu warga tidak memadai, akibatnya kepanasan dan kehujanan.

Namun penderitaan warga disana dapat terobati ketika relawan Pemkab Minahasa menyalurkan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan gratis.

Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa tempat, seperti di gereja-gereja, Posko darurat dan sebagian dibagikan langsung ke masyarakat yang terkena bencana.

Menurut Kordinator Relawan Alexander Mamesah, misi kemanusian ini patut dilakukan karena menjadi tanggungjawab pemerintah termasuk kabupaten Minahasa serta instansi terkait dalam rangka meringankan beban masyarakat yang terkena bencana alam.

“Ini adalah bencana nasional bahkan internasional. Sebab, selain ribuan warga yang meninggal, banyak juga masyakat yang butuh bantuan akibat korban bencana ini, dan itu menjadi tanggungjawab kita bersama membantu masyarakat disana,” kata Mamesah di dampingi Sekretaris Dinas Sosial Denny Tualangi dan Kepala Seksi Logistik BPBD Minahasa Stavanus Koroh.

Dijelaskan Mamesah, bantuan ini atas perintah langsung dari Bupati kabupaten Minahasa Ir. Royke Roring, M.Si yang juga Ketua Pria Kaum Bapak (PKB) Sinode Am Gereja-gereja (SAG) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo bersama Wakil Bupati Robby Dondokambey, S.Si.

“Sebagai Ketua PKB Am Suluttenggo tentunya bapak Bupati sangat prihatin apa yang dialami oleh masyarakat dan Jemaat serta warga Kawanua di wilayah Sulawesi Tengah. Untuk itu Bupati dan Wakil Bupati berpesan agar Relawan Pemkab Minahasa harus menyelesaikan misi kemanusiaan ini hingga selesai,” terangnya.

Dikatakan Mamesah, seberapa pun bantuan yang sudah disalurkan kepada korban bencana, kiranya bisa bermanfaat dan meringankan beban warga di sana.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Minahasa saya berharap Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala juga masyarakat Sulteng bisa bangkit kembali sehingga beraktivitas lagi seperti biasa,” harapnya.

Mamesah juga manambahkan, Bupati Minahasa Ir. Royke Oktavian Roring, M.Si dan Wakil Bupati Robby Dondokambey, S.Si mengucapkan terima kasih kepada Relawan yang sudah menjalankan misi kemanusian ini dengan selesai.

“Atas nama Pemkab Minahasa Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada kita semua relawan yang sudah menjalankan tugas mulia ini hingga selesai,” ucap Mamesah.

Kedatangan Tim Relawan disambut langsung oleh Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi dan Jajaran di Halaman Kantor Bupati pada selasa 16 oktober pagi, sekaligus mengucapkan terima kasih.

Y

Share Button