Sunday, 16 December 2018

Archive for: October 6th, 2018

Kementerian PPPA RI Gelar Sosialisasi Upaya Perlindungan Lansia yang Responsif Gender di Kabupaten Minut

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan lansia yang responsif gender “Menuju Lansia Sehat dan Tangguh” yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Utara, bertempat di lapangan depan RSUD Maria W Maramis, Sabtu (6/10).

Kegiatan ini dihadiri Menteri P3A RI Prof DR Yohana Yembise didampingi bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan STh dan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof DR Vennetia R Danes, Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu dan jajaran Pemkab Minut, BPMS GMIM, Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, , Kadis PPPA Minut, Ketua Kelompok Fungsional Lansia, para komisi Lansia se-Rayon Minut.

Pada kesempatan itu bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan mengawali sambutan dengan bersyukur berterima kasih kepada Tuhan pada hari itu berulang tahun ke-57 dan bisa berkumpul dengan para lansia. “Saya bersyukur di ulang tahun ke-57 bisa baku dapa deng lansia dan teristimewa ibu Menteri bisa datang di Minut untuk menggelar kegiatan sosialisasi. Torang berdoa supaya ibu Yembise menjadi menteri ulang. Hari ini ada sosialisasi untuk lansia, semoga lansia selalu sehat dan tangguh jang loyo-loyo dan semoga lansia selalu takut akan Tuhan,” ucap bupati.

Sementara itu mewakili Gubernur Sulut, Kadis Kesehatan Sulut Dr Debby Kalalo MSc Ph dalam sambutannya menyambut gembira dan merespon positif kegiatan sosialisasi, karena dengan sarat kebersamaan dan pemberdayaan para lansia. “Kita pahami bersama bahwa masa lansia bukan masa seseorang harus tergantung menjadi beban, akan tetapi masa lansia dapat diupayakan menjadi masa yang menyenangkan, produktif dan energik tanpa harus merasa tua dan tidak berdaya,” kata Kalalo saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Pada kesempatan itu juga Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, lansia belum diberi prioritas dan diberdayakan secara optimal di Indonesia. “Kebanyakan waktu lansia di Indonesia dihabiskan untuk menjaga cucu-cucu. Padahal mereka harusnya menikmati masa-masa kebahagiaan mereka dan bukan berarti berhenti produktif. Di banyak negara maju, lansia sangat diperhatikan. Mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan. Model pemberdayaan ini yang harus kita adopsi bagi para lansia,” ujar Yohana dalam acara Sosialisasi itu.

Lansia perempuan merupakan kelompok yang berpotensi tinggi mangalami diskriminasi ganda karena statusnya sebagai perempuan dan sebagai kelompok lanjut usia. Selain itu, belum ada model lanjut usia yang responsif gender di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus berupaya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi agar lansia terlindungi hak – haknya.

“Menjadi catatan penting bagi kita, yakni bagaimana dari sekarang, kita harus memperhatikan lansia. Harapan kami, model yang ada nantinya dapat digunakan pemerintah dalam membuat kebijakan. Upaya ini sekaligus menunjukkan kesungguhan Negara Indonesia untuk menghormati, melindungi, memenuhi, dan memajukan hak-hak perempuan lansia, serta berusaha memenuhi kesejahteraan mereka,” kata Yohana.

Yohana juga menambahkan jika intervensi kebijakan perlindungan lansia perlu dilakukan sejak dini, terlebih jumlah lansia diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2035 menjadi 15,77% atau 48 juta jiwa. Hal ini dimaksudkan agar meminimalisasi lonjakan jumlah lansia yang tidak produktif di masa yang akan datang.

Menurut Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof DR Vennetia R Danes, kebijakan perlindungan lansia merupakan salah satu prioritas agar tingkat kesejahteraan penduduk lansia, termasuk perempuan lansia dapat ditingkatkan. Melindungi lansia dari segala bentuk eksploitasi, kekerasan, dan perlakuan buruk, baik di dalam maupun di luar rumah, dengan memberi perhatian khusus kepada perempuan lansia.

Usai sambutan Menteri, bupati, sekda dan kepala dinas memberikan bingkisan kepada para lansia.(sem/adv)

Share Button

Bupati VAP Bersyukur di HUT ke-57, Kumpul Dana Bantu Korban Bencana Alam Palu

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan (VAP) bersyukur di HUT ke-57 dengan menggelar Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan kegiatan Sosialisasi Perlindungan Lansia yang Responsif Gender Menuju Lansia Sehat dan Tangguh. Kegiatan KKR dan sosialisasi ini dilaksanakan di lapangan depan RSUD Walanda Maramis, Sabtu 6 Oktober 2018.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Prof. DR. Yohana Susana Yembisa, MA dan Deputi Perlindungan hak perempuan Prof. DR Vannetia R Danes, MSC serta ribuan lansia, Kepala-kepala SKPD dan Aparatur Sipil Negara.

Dalam KKR itu sebagai pengkotbah Pdt Dr Robert Longkutoy, MA dengan mengambil bacaan Kitab Amsal 13:13 “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Dalam khotbahnya Longkutoy menyampaikan Tuhan memberkati orang yang taat, yang meremehkan firman akan mengalami kehancuran, siapa yang taat akan menerima pahala.

“Salomo yang mendapat hikmat menyampaikan kebenaran firman Allah bahwa siapa yang meremehkan firman Ia akan menanggung akibatnya. Siapa yang meremehkan, siapa membenci, siapa yang tidak menyukai firman Tuhan akan menanggung akibat yakni kehancuran,” kata Longkutoy.

Pada kesempatan itu Pendeta mengajak para lansia untuk mendoakan VAP dan Menteri Yohana dengan menumpangkan tangan.

Sementara pada kesempatan itu Menteri Yohana dan bupati VAP memberikan paket bantuan kepada para lansia perempuan dan bupati juga membagikan beras dan uang tunai sebagai bantuan kepada para lansia dan bahkan kaum mudapun.

Menteri Yohana setelah acara peniupan lilin ulang tahun bupati langsung meninggalkan acara karena akan menghadiri kegiatan lainnya di Kota Tomohon.

Bupati usai memberikan bantuan kepada lansia dilanjutkan dengan pengumpulan dana untuk korban bencana alam Palu, Sigi dan Donggala.

Bupati mengajak kepada tamu undangan yang hadir untuk membantu saudara-saudara yang mengalami bencana.

“Jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti rela memberi yang terbaik bagi Tuhan. Orang yang tahu memberi pasti diberkati Tuhan. Para Pendeta-pendeta, kepala-kepala SKPD dan ASN mari memberi, relakan uang yang kalian dapat malam ini untuk Tuhan,” kata VAP sambil bernyanyi memuji Tuhan.

Setelah bupati mengajak pada seluruh tamu undangan yang hadir untuk membantu korban bencana alam, para tamu undangan secara langsung memberikan bantuan berupa uang kontan dan diletakkan di atas meja yang telah disediakan dan para kepala-kepala SKPD dengan tak segan-segan langsung menyumbangkan sebulan gaji mereka untuk membantu masyarakat Palu, Sigi dan Donggala.

Dana bantuan yang terkumpul pada sore itu yang pimpin Bupati Minahasa Utara itu sebesar Rp. 230 juta.(sem)

Share Button

Pemerintah Minahasa Gelar Bursa Inovasi Desa

Minahasa, Klabatnewsok.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, menggelar Bursa Inovasi Desa pada jumat 5 oktober 2018 bertempat di Wale Ne Tou Minahasa Sasaran Tondano.

Kegiatan ini mengambil Tema Giat Membangun Desa Untuk Mewujudkan Minahasa Maju Dalam Ekonomi dan Budaya Berdaulat, Adil dan Sejahtera.

Dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry R. Korengkeng, SH, MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Minahasa Jefry Sajow, SH, koordinator Provinsi KPW IV Sulut Murphy Kuhu, SP, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Para Camat, Hukum Tua, Tim Pelaksana Inovasi Desa, Pendamping desa, dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Minahasa.

Dalam Kegiatan ini diserahkan Secara Simbolis Bantuan Permodalan Usaha kepada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), masing-masing BUMDes menerima 50 Juta Rupiah, yang bersumber dari dana APBN melalui DIPA Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Sambutan Bupati Minahasa yang disampaikan Wakil Bupati Minahasa, mengatakan bahwa Bursa Inovasi Desa merupakan Program yang Strategis untuk itu program ini harus diselenggarakan dengan baik di desa-desa.

Program yang ada diformulasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing Desa.” Bantuan Permodalan Usaha yang diberikan kiranya dapat segera dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh BUMDes, karena akan ditinjau secara berjenjang oleh Pemerintah.
Diharapkan semua yang terlibat dalam kegiatan ini dapat memberikan kontribusi, harus ada kemauan dan etos kerja serta mendukung Program-program Pemerintah.” Pungkasnya.

YP

Share Button