Sunday, 27 May 2018

Archive for: May 2nd, 2018

Sekda Minut: Marilah Kita Semua Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar upacara bendera dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sekretaris Daerah Ir Jemmy Kuhu MA mewakili Bupati Minahasa Vonnie Anneke Panambunan menjadi inspektur upacara para peringatan Hardiknas yang digelar di lapangan upacara kompleks kantor Pemkab Minut, Rabu 2 Mei 2018.

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan”. Sesuai tema tersebut, Sekda mengajak semua pihak untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum refleksi yang menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan.

“Pada momentum peringatan Hardiknas tahun ini, semua pihak untuk mengeratkan hubungan antara pendidikan dan kebudayaan. Sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara,” kata Kuhu saat membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Ia menambahkan pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

Meskipun demikian, pihaknya juga mengakui bahwa belum semua wilayah tersentuh pembangunan insfrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan.

“Oleh karena itu, pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan,” imbuhnya.

Guru, orang tua, dan masyarakat juga harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.

Tripusat pendidikan tersebut menurutnya harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong, dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa.

Tantangan eksternal juga muncul yaitu Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system yang telah mengubah peri kehidupan masyarakat.

Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia.

Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan dalam beradaptasi dan bertindak gesit.

“Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan kita,” katanya.

Ia mengajak semua pihak bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan.

Selain jalur pendidikan formal yang telah berhasil mendidik lebih dari 40 Juta
anak, pendidikan nonformal juga telah banyak memberikan andil dalam mencerdaskan bangsa.

“Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, nonformal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi. Masyarakat diberi kebebasan untuk memilih jalur pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut,” pungkasnya.(sem)

Share Button

Kadis Pendidikan Minut Pantau dan Membuka USBN di SDN Tumaluntung

Kauditan,KLABATNEWSOK.com-Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Minut Sofitje Wolajan SE MM mewakili bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan memantau dan membuka Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tingkat SD di Sekolah Dasar Rujukan SDN Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Rabu 2 Mei 2018.

Wolajan usai membuka Ujian Sekolah Berbasis Nasional kepada wartawan mengatakan bahwa jumlah peserta ujian tingkat sekolah dasar di Kabupaten Minahasa Utara berjumlah 3.660 peserta, kalau di SDN Tumaluntung ini berjumlah 51 orang dan semuanya ikut serta dalam USBN. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mulai 2018 bagi peserta didik kelas 6. Hanya tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN di tingkat SD ini: Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

“Saya mewakili Bupati Minut Vonnie Panambunan mengharapkan para peserta USBN bisa lulus seratus persen, untuk USBN memakai kertas pencil bukan ujian nasional berbasis komputer, mudah-mudahan ke depan tingkat sekolah dasar sudah bisa mengikuti ujian nasional berbasis computer,” kata Wolajan.

Kepala Dinas Pendidikan Minut Sofitje Wolajan SE MM saat membuka USBN didampingi Kepala Sekolah SD Rujukan SDN Tumaluntung Nancy Togas SPd, Hukumtua Desa Tumaluntung Ifonda Nusa, pengawas bina Kecamatan Kauditan Andrie Sendouw MPd, Kabid Pendidikan Dasar dan SMP Agnes Kitong SPi.(sem)

Share Button

Gubernur OD Rapat Kerja Dengan Pemerintah Minahasa, ini katanya

Tondano, Klabatnewsok.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, melaksanakan rapat kerja bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, pada rabu 2 mei 2018 bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tondano.

Hadir bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, Sekretaris Provinsi sulawesi utara Edwin Silangen SE MSi, Pj Bupati Minahasa Drs Royke H Mewoh DEA, Sekretaris daerah Minahasa Jeffry R Korengkeng SH MSi, serta Jajaran Pemerintah kabupaten Minahasa.

Dalam pertemuan ini Bupati Minahasa Drs Royke Mewoh DEA, menyampaikan rasa bangga karena dalam kesempatan ini dapat menyambut gubernur sulawesi utara dengan rombongan.

“momentum ini merupakan kesempatan yang sangat bermakna bagi jajaran pemerintah kabupaten minahasa karena yang pasti melalui pertemuan ini akan memberikan banyak informasi tentang gambaran terkini sulawesi utara dengan berbagai program dan kegiatan strategis yang akan memberikan motivasi bahkan melahirkan komitmen-komitmen baru untuk mensinergikan dengan program pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu dalam Sambutan dan arahan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengajak untuk bersyukur karena semua dapat terkumpul di tempat ini, sekaligus berharap pertemuan ini dapat bermanfaat.

” Provinsi Sulawesi Utara sedang mendapat sorotan dari pemerintah pusat, karena ekonomi di Sulawesi Utara mendongkrak pertumbuhan ekonomi pusat. Biasanya Sulawesi Utara tingkat inflasinya paling tinggi, namun 2 tahun terakhir tingkat inflasi sudah sangat rendah, karena instasi-instansi yang terkait sudah bekerja keras dan saling berkoordinasi dengan baik,” katanya.

Gubernur pun meminta partisipasi dari ASN dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di Sulawesi Utara yang didalamnya Kabupaten Minahasa. Sekaligus meminta semua untuk membangun sinergritas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam rangka pengendalian inflasi dan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Y

Share Button

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Minahasa Berlangsung Khidmat

Minahasa, Klabatnewsok.com – Upacara Bendera dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Minahasa berlangsung Khidmat pada rabu 2 mei 2018 bertempat di Taman God Bless Minahasa (Lapangan Sam Ratulangi) Tondano.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE bertindak selaku pembina upacara, dan penaikkan sang Saka Merah Putih dipercayakan kepada Paskibraka tahun 2017.

Kegiatan inipun dirangkaikan dengan Penyerahan surat keputusan kenaikkan pangkat, dan Pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara bersama Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw.

Juga penandatanganan MOU bersama dengan pihak yang berkompeten dan Subsisdi Gas 5,5 kg setengah harga kepada Guru, penyerahan hadiah kepada siswa berprestasi dan lain lain.

Dalam sambutannya Gubernur OD, mengatakan patut berbangga dan bersyukur dapat melaksanakan upacara memperingati Hardiknas di Kabupaten Minahasa,” Tekad bagi kami Pemerintah Propinsi Sulut, dicanangkan pendidikan agar para siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan, untuk itu kompetensi guru harus ditingkatkan,” katanya.

Gubernur OD juga pada tahun 2018 ini akan menerapkan aplikasi pengajaran kepada guru guru, agar bisa belajar dan download bagaimana cara mengajar lewat handphone, dan bahkan Gubernur OD akan memberikan handphone bagi Guru yang tidak punya.

” Sangat penting ditingkatkan bagi siswa, yaitu mata pelajaran Matematika, fisika, kimia dan biologi, agar kedepan pendidikan lebih bermanfaat bagi anak didik, untuk itu penghargaan juga kita harus tingkatkan,” ujarnya.

Diapun menegaskan bahwa Pemerintah akan membiayai penuh atas prestasi, untuk membawa sulawesi utara lebih hebat kedepan,” kita siapkan jangan sampai Sulawesi Utara dinikmati bukan putra putri kita,” tegasnya.

“Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Propinsi Sulut dalam memajukan dunia pendidikan maka akan dinaikkan tunjangan bagi ASN terlebih khusus Guru, termasuk bantuan subsidi setengah harga gas 5,5 Kg bagi guru, untuk itu guru harus semangat,” ujarnya sembari berterima kasih kepada Ketua PGRI Sulut Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, atas masukkan kepada Pemerintah Provinsi Sulut.

Setelah Upacara Hardiknas, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE (OD) mengajar pembelajaran Jaman Now langsung dan Via Video Conference Online 10.000 siswa SMA/SMK, mengenai pendidikan kewarganegaraan pada rabu 2 Mei 2018 bertempat di Wale Ne Tou Minahasa Tondano.

Gubernur OD Mengajar tentang 4 pilar yaitu, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan tema menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan secara Live.

Pada kesempatan ini Gubernur OD menyapa semua siswa siswi SMK/SMA se- Sulawesi Utara, dan langsung memberikan materi kepada semua tentang 4 pilar Kebangsaan yang ditekankan langsung pada Pancasila.

Menurut Gubernur bahwa 4 pilar mengandung nilai-nilai kebangsaan, dimana setiap Negara punya cara dan cita-cita yang berbeda, demikian juga dengan para siswa dan siswi punya cita-cita yang berbeda

“Namun prinsip moral harus ditingkatkan, sepintar apapun kita tanpa moral dan etika maka akan hancur, untuk itu pemberian pemahaman tentang 4 pilar kebangsaan sangatlah penting,” ujarnya.

Menurutnya, Memahami dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan sangatlah penting sebagai Komitmen kebangsaan dalam menumbuh kembangkan nasionalisme,

“Kita harus memahami sekaligus mengamalkan 4 pilar, kalau tidak!, Indonesia yang lahir dari suku, agama dan golongan, akan muncul individualisme dan tidak ada lagi kebersamaan antar sesama anak bangsa,” katanya.

Dijelaskannya pula bahwa Pancasila adalah ideologi dan dasar negara, berdiri antara 3 pilar lainnya, Pancasila adalah sebagai sumber segala sumber hukum, untuk itu pahami dan maknai pancasila sebagai bingkai pemersatu.

Hadir dalam kegiatan ini, Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Mewoh DEA, Forkopimda Sulut, Forkopimda Minahasa, Jajaran Pejabat Pemprov Sulut dan Minahasa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Undangan, Siswa dan Siswi Se- Kabupaten Minahasa.(Advertorial).

Share Button