Tuesday, 23 October 2018

Archive for: April 20th, 2018

Ambruknya Jembatan Tol di Minut Tuai Reaksi Keras Masyarakat Tonsea

Airmadidi,KLABATNEWSOK
com-Ambruknya Jembatan di Megaproyek pembangunan Jalan Tol Manado-Minut-Bitung di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan menjadi viral sekaligus tamparan menyakitkan bagi masyarakat Kabupaten Minahasa Utara.

Pasalnya, menurut PLT merangkap Sekretaris LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut (WPITL), Harley Sompie, melalui Bagian Humas WPITL Minut, Marthen Luntungan, walau proyek itu bersumber dari dana BUMN, namun daerah punya hak sebagai user.
"Kami berhak sebab kami user di area yang dipakai membangun megaproyek itu,” katanya.

Pihaknya menduga, ada banyak kejanggalan yang terjadi dalam prosesi pembangunan jalan tol tersebut, sehingga berujung pada bencana berupa bakal betonisasi yang ambruk.

“Ada banyak ketidakberesan yang tak perlu kami sebutkan satu persatu, terjadi dalam lingkup perusahaan luar itu sehingga terjadi bencana. Salah satunya, sebut saja kearifan lokal yang berlaku di proyek itu. Coba kita lihat, semua tenaga kerja yang tertulis sebagai korban, itu adalah orang-orang dari luar Sulut,” tutur Luntungan.

Pemkab dan Dekab, sebut Luntungan, jangan tinggal diam, menyikapi masalah ini.

“Tolong jangan tinggal diam, ini sebuah tamparan bagi torang masyarakat Minahasa Utara. Segera bentuk pansus dan tim investigasi, demi nama baik torang pe tanah leluhur ini, dan kita kawal semua dinamika yang ada di tubuh perusahaan pelaksana pekerjaan yang telah mencederai tanah leluhur kita dengan nyawa orang luar daerah,” pungkas Marthen Luntungan.

Menanggapi imbauan LSM adat terbesar di Sulut itu, Norris Tirayoh sangat mendukung hal itu.

“Sangat setuju, saya sebagai masyarakat Tanah Tonsea sangat mendukung apa yang diminta LSM Waraney Puser In Tana Toar Lumimuut,” katanya, sembari mengingatkan, yang mana hal ini harus diseriusi.

“Kalau tidak diseriusi, kami akan gelar unjuk rasa dan meminta atensi dari Presiden lewat Menteri BUMN,” warning aktivis vokal itu.(*)

Share Button

AWAM Kawal Pilkada Serentak 2018

Minahasa, Klabatnewsok.com РAliansi Wartawan Minahasa (AWAM) nyatakan siap kawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27 Juni 2018. Hal tersebut ditegaskan Ketua AWAM, Jeffry Uno baru-baru ini.

Menurut Uno, pengawasan akan lebih difokuskan kepada Alat Peraga Kampanye (APK) dan Posko -Posko yang mengatasnamakan sekertariat di wilayah Minahasa yang tidak sesuai aturan.

“Banyak kami temui dilapangan, banyak APK dan Posko liar mengatasnamakan Sekretariat, marak terpasang dan kemungkinan dugaan dibangun oleh tim pemenangan pasangan calon,” ungkap Uno.

Lebih lanjut, Dia mengatakan, dalam melakukan pengawasan, pihaknya juga akan melakukan kerja sama baik dari unsur pemerintah, lintas agama, pihak-pihak terkait, dan stakeholder lainnya dalam rangka mewujudkan Pilkada yang demokratis.

“Intinya AWAM sudah sangat siap dalam mengawal dan mengawasi proses Pilkada 2018 nanti. AWAM akan pastikan Pilkada 2018 nanti berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Diapun mengatakan mendukung Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dalam hal peneggakkan pelanggaran terkait Pemilu

Y

Share Button