Monday, 16 July 2018

Archive for: April 3rd, 2018

Panwaslu Minahasa Libatkan Awak Media Dalam Pengawasan Partisipatif

Manado, Klabatnewsok.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Minahasa melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pers dan Ormas dalam rangka pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018, pada selasa 3-4 April 2018 bertempat di Arya Duta Hotel Manado.

Hadir sebagai narasumber Dr Ferry Liando juga selaku akademisi dan Pengamat Politik, yang didampingi Pimpinan Panwaslu Minahasa, Donny Rumagit, Rendy Umboh dan staff.

Dalam sambutan pembuka, pimpinan Panwaslu Minahasa, Rendy Umboh, mengatakan, bahwa Pers merupakan ujung tombak dalam menyebarkan informasi, serta Organisasi Masyarakat merupakan bagian penting dalam kemasyarakatan

” Kegiatan ini dilaksanakan karna bagian dari rentetan kegiatan Panwaslu, seperti waktu lalu FGD Focus Group Discussion, dan saat ini kegiatan Sosialisasi yang semuanya demi suksesnya Pemilihan Umum yang dalam hal ini pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018,” katanya.

Menurut Umboh Kenapa pers?, karna pers adalah pilar keempat yang menjadi bagian penting dalam pemilu dan hal ini pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2018, dan pers juga bisa menjadi pengawas terkait pengawasan partisipatif.

” Harapan kami Pers dapat bersama panwaslu Minahasa untuk mengawasi pemilu di Minahasa, bersama pers kita awasi pemilu dan bersama bawaslu kita menindak pelanggaran Pilkada,” katanya lagi.

Sementara itu Dr Ferry Liando dalam materinya menjelaskan bahwa pemilihan umum dilakukan untuk mencapai tujuan, dan untuk mencapai tujuan kita harus punya pemimpin, dan pertanyaannya apakah kesejahteraan masyarakat sudah tercapai?

“Banyak pemimpin yang ternyata tidak sesuai harapan, atau banyak yang terkena sanksi hukum oleh berbagai permasalahan, dan bahkan ada yang masih menjadi Calon tapi sudah menjadi tersangka,” ujarnya.

Dijelaskannya pula bahwa proses seleksi harus berjalan baik. Masalah kepemimpinan seringkali menjadi permasalahan, untuk itu mekanisme penjaringan harus baik menurutnya.

” Pilkada itu adalah sistem, jika ada regulasi yang tumpah tindih, ataupun salah satu tidak berjalan baik, baik itu Penyelenggara, Parpol, maupun masyarakat itu sendiri, maka, pasti hasilnya juga kurang baik,” ujarnya.

Menurutnya lagi bahwa masyarakat punya Hak dan kewajiban, dan saat ini adalah masa uji publik terkait daftar pemilih, untuk itu media punya tugas untuk mensosialisasikan juga kepada masyarakat, sehingga informasi dapat diterima masyarakat dan dapat meminimalisir terjadinya kurangnya partisipasi masyarakat pada Pemilu.

” Menjadi pengawas harus mengetahui aturan dan tidak memihak siapapun, karna jika sudah memihak, maka akan tidak sesuai dengan fungsi pengawas, kuasai aturan mutlak untuk seorang pengawas,” tandasnya

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab terkait sosialisasi pengawasan Partisipatif.

Y

Share Button

Laksanakan Kunjungan Kerja di Langowan, Bupati Mewoh Ingatkan Sinergitas

Langowan, Klabatnewsok.com – Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Mewoh DEA melaksanakan Kunjungan Kerja di Kecamatan Langowan Timur, pada selasa 3 April 2018, bertempat di Balai Desa Amongena II.

Hadir dalam kegiatan ini Jajaran Pejabat Kabupaten Minahasa, Camat Langowan Timur Ir. Sisca Maseo, MAP, Hukumtua se Kecamatan Langowan Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Langowan Timur.

Dalam sambutannya Bupati Mewoh berterima kasih kepada hukumtua serta tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat yang boleh menyempatkan waktu hadir dalam kegiatan saat ini,

“ini merupakan tatap muka pertama saya dengan pemerintah Kecamatan Langowan Timur, kami memberikan apresiasi terutama kepada tokoh agama karena boleh hadir di saat ini, dan dapat terjadi sinergritas yang baik antara pemerintah dan tokoh agama,” katanya.

Bupati Mewoh pun meminta kerjasama dan topangan dari pemerintah kecamatan dan tokoh agama untuk bersama-sama membangun tanah minahasa.

“Terima kasih juga kepada insan pers, sehingga program-program pemerintah dapat di sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan ini Bupati Mewoh juga menjelaskan tentang pentingnya pemberian dana desa untuk pembangunan desa,” saya mengharapkan kepada hukumtua untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan dana yang diberikan pemerintah pusat untuk pembangunan desa demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dan ditambahnya bahwa semua program fisik harus melibatkan masyarakat agar semua masyarakat dapat menikmati pembangunan, sambil mengharapkan Bungdes harus banyak kegiatan, serta hukumtua harus berinovasi untuk potensi-potensi yang ada, dan potensi-potensi harus dibuatkan perdes agar tidak ada yang menyalahi aturan.

Ditegaskannya pula bahwa Harus ada sinergritas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar pembangunan dapat dijalankan dengan baik.

Y

Share Button