Tuesday, 23 July 2019

Archive for: February 20th, 2018

Bupati JWS Hadiri Rakornas Persiapan Pilkada Serentak 2018

Jakarta, Klabatnewsok.com – Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow menghadiri rapat koordinasi nasional persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 yang di gelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/2/2018).

Peserta rakornas tersebut dihadiri kepala daerah provinsi, kabupaten, kota yang menggelar pilkada. Selain itu, turut hadir Ketua KPU Provinsi dan Ketua Bawaslu Provinsi.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono, mengatakan rakornas itu diselenggarakan sebagai upaya memperkuat soliditas pemerintah pusat, pemerintah daerah, KPU, dan Bawaslu dalam mengawal Pilkada Serentak 2018. “Pilkada serentak sehat tanpa isu SARA. Pilkada yang jujur tanpa politik uang dan pilkada yang menggembirakan. Kami semua bersaudara,” kata Sumarsono.

Dia menjelaskan, optimalisasi dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memetakan potensi konflik disertai koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum menjadi hal yang perlu dikedepankan. “Sehingga dapat meminimalisir potensi dan dampak yang ditimbulkan dari gesekan horizontal di tengah masyarakat,” kata dia.

Sementara itu Bupati JWS mengatakan bahwa dalam rakor ini untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi menjelang pilkada. Memperkuat upaya transparansi dan akuntabilitas dana hibah pilkada dan memperkokoh netralitas birokrasi.

“Rakor ini bertujuan membangun dan menyebarluaskan semangat kebebasan berdemokrasi kepada semua pihak untuk menerima hasil pilkada secara wajar, siap menang, siap kalah, dan lebih mengedepankan hukum dalam sengketa proses pilkada, “ungkap JWS.

Share

Lima Bulan Hilang, Ari Ditemukan Tak Bernyawa

Langowan, Klabatnewsok.com – Setelah mendapatkan informasi dari Hukum Tua Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan, Serdy Palit, pada hari selasa 21 Februari 2018 jam 09.30 wita, Kapolsek Langowan Iptu Mardy Tumanduk SH, langsung menuju lokasi penemuan mayat di perkebunan warga.

Penemuan mayat ini diduga seorang lelaki an. Ari Rundengan umur 65 tahun Alamat Desa Winebetan jaga 2 Kec Langowan Selatan yang hilang sejak 9 September 2017 di lokasi pegunungan Kawatak, wilayah kepolisian Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan.

Kronologis penemuan mayat tersebut berawal adanya para pencari hewan tikus hutan di perkebunan kawatak pada kamis 15 Februari 2018 sekitar jam 15.00 wita.
Yakni Mel Sembel (42), Alvin Sembel (25) dan Adri Sembel (52), warga Desa Kopiwangker Kecamatan Langowan Barat

Para saksi tersebut melihat ada sebuah lubang bekas pencarian hewan tikus, saat mendekat ada seutas tali terikat dibatang kayu yang roboh tepat diatas lubang, kemudian para saksi melihat ke dalam lubang terlihat ada bentuk tulang tangan manusia dan ada baju serta sebuah ransel.

Kemudian setelah turun TKP Kapolsek dan Pemerintah Desa Winebetan dan pihak keluarga melakukan olah TKP bersama tim forensik Polres Minahasa untuk dipastikan bahwa mayat tersebut merupakan orang yang dicari selama ini.

Ternyata benar Ari Rundengan umur 65 tahun Desa Winebetan Jaga 2 Kecamatan Langowan Selatan yang dinyatakan hilang pada Sabtu 09 September 2017 sekitar jam 08.00 wita

Waktu itu telah dilakukan pencarian oleh Polsek Langowan, pihak Kecamatan Langowan Selatan, Basarnas, Koramil Langowan, Perangkat Desa dan Masyarakat Winebetan melakukan penyisiran di area pegunungan desa Kawatak sampai desa Noongan, sampai di wilayah Kabupaten Mitra, untuk membantu mencari yang bersangkutan namun tidak ditemukan.

Yovi

Share

Wowww, Ternyata Banyak Masyarakat Minahasa Tidak Punya Hak Pilih

Minahasa, Klabatnewsok.com – Ratusan warga yang tinggal di kecamatan Tombulu dan Pineleng tak bisa gunakan hak suaranya di Minahasa, hal ini dikarnakan tidak bisa di Coklit (pencocokan penelitian) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Hal ini di benarkan Komisioner KPU Minahasa ketua divisi hukum Dicky Paseki SH MH, bahwa banyak yang tidak bisa di Coklit karna masalah kependudukan

Menurut Paseki, saat PPDP datangi warga dengan tujuan untuk lakukan Coklit, ternyata masih banyak masyarakat yang belum memiliki identitas sebagai masyarakat Minahasa, walaupun sudah lama tinggal ditanah Minahasa.

“Dari hasil monitoring saya selama 2 hari, mereka yang tinggal di daerah kita tapi masih memiliki identitas daerah lain, seperti di Desa Sawangan jaga VI perumahan mahkota Siau dan desa Tikela kecamatan Tombulu, wilayah itu ada sekitar 400 Kepala Keluarga (KK), namun yang di Coklit hanya 40 KK.

” Alasan mereka tak mau dan tidak bisa di coklit, karena masih memegang KTP Manado. Padahal desa Tikela dan perumahan Mahkota Siau ini, sudah dialihkan ke Dinas Kependudukan Minahasa dan sudah keluar A-KWK dalam hal ini data pemilih di Minahasa,” jelasnya

Tidak hanya ditempat itu, Namun juga di wilayah desa Sea Kecamatan Pineleng pada perumahan lestari I dan Lestari II serta perumahan Griya Indah lestari, masuk wilayah dapil 1 tapi tidak bisa di Coklit.

” Bedanya Tikela dan perumahan Mahkota Siau sudah ada A-KWK, sedangkan desa Sea pada perumahan Lestari dan Griya Indah, belum ada peralihan kependudukan sehingga warga di desa tersebut meski tinggal di Kabupaten Minahasa, namun tak bisa gunakan hak pilihnya,” katanya.

” Kami pun berharap hal ini dapat menjadi perhatia. Pemkab Minahasa dan Pemprov Sulut, untuk dapat memperhatikan status kependudukan di wilayah Minahasa,” katanya lagi.

 

Share

PDAM Minahasa Lakukan Penyegaran Guna Tingkatkan Kinerja

Tondano, Klabatnewsok.com – Setelah Dilantik Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS), Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Arnold Winowatan, mulai melaksanakan tugas dan telah melakukan penyegaran.

Direktur Arnold Winowatan yang ditemui, saat menyatakan surat pengunduran diri di KPU Kabupaten Minahasa sebagai Tim Kampanye Pilkada Minahasa pada selasa 20/2/18, mengatakan, bahwa pihak PDAM sudah melakukan penyegaran untuk start awal.

” Kami telah melakukan penyegaran dengan mengatur posisi-posisi penting di PDAM, yang tentu saja ini diharapkan dapat menjadi semangat baru, dan makin meningkatkan kinerja PDAM untuk kepentingan masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Selain itu, diakui oleh Winowatan bahwa pihaknya saat ini masih fokus pada data, baik itu data pemasangan yang lama maupun yang baru, karna menurutnya, memulai kinerja yang baik ditentukan oleh data yang baik dan benar.

“Tentu saja kami akan melihat lagi data, karna sesuai perintah Bupati JWS, bahwa harus ditertibkan sambungan liar, untuk itu sebelum mulai penertiban, maka kami harus benar-benar kuasai data,” katanya.

Untuk masalah pembayaran Karyawan yang menurut informasi sering ada keterlambatan, Winowatan berharap kedepan tidak terjadi lagi,” kami akan atur manajemen sebaik mungkin agar supaya semuanya bisa tepat waktu,” katanya sembari mengatakan bahwa semuanya pasti terbayarkan.

Dijelaskannya pula, bahwa saat ini PDAM Minahasa fokus juga melanjutkan program yang sudah dilaksanakan Dirut PDAM yang lama, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan air bersih.

Yovi

Share

Polisi Amankan 13 Tersangka Pembunuhan di Paniki Atas

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Polres Minahasa Utara di bawah komando Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH dan Wakapres Kompol Dewa Made Palguna. Senin 19 Februari 2018, pukul 11.00 wita, didampingi Kasat Reskrim AKP Ronny Maridjan SE, dan seluruh perwira plus Kapolsek Dimembe, AKP Saguh Rianto, Polres Minut menggelar Press Release kasus Paniki Atas Berdarah yang terjadi (Minggu 18/2/2018), 22.30 witta.

“Berkat jerja keras tim gabungan Reskrim Polres Minut, Polsek Dimembe dan tim Resmob Polresta Manado, kita telah mengamankan 13 pria yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan kepada seorang pria bernama Tedy Emor, 35, Warga Desa Paniki Atas, Jaga V, Kecamatan Talawaan, di jalan Perum Villa Mutiara Desa Paniki Atas, Jaga V, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara (Minut), (18/2/2018), sekitar Pukul 22.30 Wita,” beber Pattiwael.

Korban sendiri, lanjut Kapolres, mengalami luka tusukan di bagian lambung kanan menembus bagian lambung kiri dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis Samurai.

“Kasus pembunuhan pada 18 Februari 2018 sekitar Pukul 22.30 Wita, korban Tedy Emor meninggal dunia dengan luka tusukan di bagian lambung, diduga dilakukan oleh 13 pria di belakang kami ini,” ujar Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael, Senin (19/2/2018).

Menurut dia, di mana ada dua korban yakni Teddy dan Arel Rorong, 28, Warga Desa Paniki Atas Jaga VII, Kecamatan Talawaan, Minut. Namun, Arel sendiri hingga saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.

“13 pelaku sudah kami amankan dan dalam penyelidikan lebih lanjut, bisa saja bertambah tersangkanya. Para pelaku terancam Pasal 340 tentang pembunuhan berencana,, juncto 351, tentang penganiayaan berat,” ujar Pattiwael.

Adapun motif pembunuhan tersebut, kata Kapolres, semata karena dendam dan kriminal murni. “Untuk sementara (hasil penyelidikan), kita katakan motifnya karena dendam dan kriminal murni. Sebab masih akan ada proses penyidikan dan olah TKP. Namun kami berharap, masyaralat untuk tidak terpancing isu dan informasi tak jelas. Untuk pemberi informasi juga, kami harap jangan menciptakan info menyimpang, mengingat kasus ini sudah berada di tangan polisi,” pungkas Pattiwael.(*)

Share