Monday, 22 April 2019

Category: Manado

Gagal Rebut Adipura, Lumentut – Bastiaan Mulai Benahi Kota Manado

MANADO-Euforia Adipura masih terasa di Kota Bitung, Kabupaten Sangihe dan Kota Kotambagu. Suksesnya tiga daerah di Sulawesi Utara (Sulut) meraih penghargaan tingkat nasional itu, jadi bahan pembicaraan ratusan ribu orang. Sebaliknya, daerah yang belum mendapatkan Adipura, menuai cibiran.

Salah satu kota langganan Adipura yang gagal memperolehnya, yakni Kota Manado. Dalam beberapa tahun, piala Adipura tak lagi pernah ‘nongol’ di Kota Manado. Malah sebaliknya, pemerintah pusat ‘menganugerahi’ Kota Manado sebagai kota terkotor.

Penilaian ‘kurang mengenakkan’ ini melecut Pemerintah Kota Manado untuk melakukan pembenahan. ‘Kutukan’ banjir bandang menggagalkan Kota Manado untuk meraih Adipura, segera diakhiri. Pembenahan pun mulai dilakukan di segala lini.

Menurut Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, saat ini bersama Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan, sedang membenahi kota. Tujuannya, tidak lagi sekadar merebut Adipura, namun bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat. “Saya bersama Wakil Walikota, pak Mor Bastiaan, bertekad untum membenahi Kota Manado, menjadikan kota ini makin hari makin bersih. Yang mana, tujuan kami bukan Adipura, tetapi menjadikan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat,” kata Lumentut saat menghadiri peresmian renovasi SD Katolik 10 Santo Fransiskus Buha, Kecamatan Mapanget, Jumat (18/1/2019).

Untuk mewujudkan itu, sejumlah langkah strategis digelar. Yang baik ditingkatkan, yang belum ter-cover ditambah. “Seperti saat ini yang sudah kita lakukan, yaitu dengan meningkatkan jumlah motor sampah di setiap lingkungan. Petugas (Kepala Lingkungan, red) saat bekerja langsung turun lapangan menjemput sampah yang ada di rumah-rumah penduduk,” ujar Lumentut.

Walikota dua periode ini tak menampik status kota kotor oleh pemerintah pusat. Namun, menurut Lumentut, ada kendala alam serta faktor lain penyebabnya. Itu pun sudah mulai dibenahi. “Mengenai penilaian Manado Kota kotor, kenapa ? karena persoalan TPA,” ungkap Lumentut.

Dia menjelaskan, pada 2014, Kota Manado diterjang banjir bandang. Jutaan ton sampah tercipta saat terjangan banjir bandang yang menghebohkan itu. TPA Sumompo pun dipaksa mengabaikan sistem sanitary landfill untuk menampung tumpukan sampah yang menggunung. “Hal itu mengakibatkan penumpukan sampah yang tinggi. Sementara salah satu syarat untuk penilaian Adipura adalah TPA (Tempat Pembuangan Akhir, red) yang menggunakan sistem sanitary landfill. Dalam kondisi saat ini, TPA Sumompo sudah tidak memungkinkan lagi untuk diadakan sanitary landfill,” imbuhya.Soal TPA Sumompo, kata Lumentut, tidak lagi memungkinkan untuk terus dimanfaatkan. Pasalnya, lokasi TPA Sumompo sudah penuh. “Sudah sepantasnya ada TPA yang baru, dan yang lama ditutup. Dan terkait TPA, sudah ada TPA regional, yang berlokasi di Minahasa Utara,” ungkap Lumentut.

Ditambahkan Lumentut, ada beberapa lokasi yang akan  ditempatkan alat pembakar sampah. ” Itu akan segera direncanakan matang. Semoga Kota Manado makin maju, bersih dan sehat, serta aman dan tenteram,” pungkas Lumentut.(Jurnal6)

Share

Ini 12 Nama Pejabat Eselon II yang Dilantik Wawali Manado

tes

jurnal6.com

MANADO-Walikota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, kembali rombak ‘kabinet’. Kali ini, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), jadi sasaran. Wakil Walikota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan SE, ditugaskan Lumentut untuk melantik dan mengambil sumpah janji 12 pejabat tinggi.

Pada pelantikan itu, 4 jabatan eselon II didefinitifkan, sedangkan 8 pejabat, diberi kepercayaan memegang jabatan Pelaksana Tugas (Plt). Pelantikan digelar di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (11/1/2019).

Sambutan Walikota yang dibacakan Wawali Mor Bastiaan, mengatakan, pelantikan pejabat di lingkup Pemkot Manado, merupakan bentuk penyegaran dalam tubuh organisasi. “Pergantian posisi bukan berupa punishment atau hukuman, tetapi adalah penghargaan dan penyegaran di lingkup Pemerintahan Kota Manado, sehingga kinerja kita semakin hari semakin baik. Semangat yang barupun dimulai hari ini saat Anda dilantik. Penempatan pejabat ini sudah melalui pertimbangan yang matang, tidak ada like or dis-like atau suka tidak suka,” tandas Bastiaan.

Dia berharap, pejabat yang dilantik dapat menyesuaikan diri serta bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi pada instasi yang dipimpinnya demi kemajuan Manado sebagai Kota Cerdas. “Semoga penempatan para pejabat ini pada tugas yang baru, dapat memberi semangat berinovasi dimana pejabat ini ditempatkan. Melalui pelantikan hari ini, maksud dan tujuan adalah peningkatan kualitas Kota Manado agar terus ditingkatkan. Yang baik dipertahankan dan ditingkatkan. Saya mengatasnamakan Walikota, mengucapkan terima kasih ataskarya yang luar biasa yang dihasilkan oleh saudara sekalian,” papar Bastiaan.

Diharapkan, dengan dilantiknya para pejabat yang menduduki posis JPT Pratama, bisa bekerja luar biasa, sehingga Manado Kota Cerdas bukan hanya slogan semata. “Kami mengharapkan hasil kerja saudara sekalian untuk waktu yang akan datang. Tunjukkanlah kinerja yang luar biasa, agar Manado, Kota Cerdas, bukan hanya slogan saja. Mulai dari birokrat yang cerdas, saudara menjadi pola contoh di tengah masyarakat dan menjadi ujung tombak untuk berbuat yang terbaik. Di era Smart City ini banyak yang harus dilakukan dan dibenahi. Karena itu, berkarya lah bagi Kota Manado yang kita cintai ini,” pungkas Bastiaan, seraya mengingatkan tentang Komitmen 953.

Acara yang digelar Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado itu, ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan.Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekda Mickler Lakat SH MH, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Heri Saptono, Asisten III bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere SH, Kaban Kepegawaian dan Diklat Corry Tendean SH, serta para pejabat Eselon II Pemkot Manado lainnya.

Empat JPT definitif yang dilantik  berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Manado Nomor 821.2/BKD/SK/30/2019 Tanggal 10 Januari, yakni, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA). Sedangkan 8 JPT Pratama dengan status Plt terjadi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kebakaran, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB), Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan serta Staf Ahli Walikota bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.(jurnal6.com)

Daftar 12 Pejabat Pemkot yang Dilantik

1.Drs Sammy Kaawoan MAP – Kepala Dinsos-PM Manado.2. Donald Supit SH MH – Kepala Disnaker Manado.3. Michael Tandirerung AP MSi – Kepala Dishub Manado.4. Esther Mamangkey SE MM – Kepala Dinas PPA Manado.5. Hendrik Warokka SPd DEA – Plt Kepala Disperindag Manado.6. Hetty Taramen SE MSi -Plt Kepala Diskop-UKM Manado7. Sonny Apeles Rompas SE -.Kepala DLH Manado.8. dr Nora Lumentut – Plt Kepala Dinkes Manado.9. M Sofyan AP MSi – Kepala Dinas Kebakaran Manado.10. Ir Meisje Heidy Naomi Wollah MSi – Plt Kepala Dinas PP dan KB Manado.11. Marrus Nainggolan SH Aj Ak – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Manado12. Yohanis Bernard Waworuntu SE MSi – Staf Ahli Walikota bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Share

Manado Sabet Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018

MANADO-Tangan dingin Walikota Manado, GS Vicky Lumentut (GSVL) dalam memimpin kota, teruji. Terbukti, sejumlah penghargaan tingkat nasional, sukses dia boyong ke Kota Manado. Teranyar, Kota Manado menyabet penghargaan, sebagai terbaik pertama, Kategori Kota Sedang Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) Tahun 2018.

Penghargaan bergengsi ini diterima langsung Walikota Manado, Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, di gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019). Pada penilaian akhir, Kota Manado menempati posisi teratas, dengan perolehan nilai, 59,04. Manado mengalahkan Kota Salatiga yang menduduki posisi kedua dengan nilai 58,99. Sementara peringkat ketiga disabet Kota Yogyakarta dengan nilai 58,96.

Usai menerima penghargaan, Lumentut bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, diajak dalam diskusi soal langkah-langkah yang diambil pemerintah masing-masing dalam mewujudkan Kota Cerdas.

Lumentut pada kesempatan itu mengatakan, dalam membangun Kota Manado, dia tidak pernah berharap mendapatkan penghargaan. Menurutnya, penghargaan merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah, masyarakat dan stakeholder di Kota Manado. “Saya atas nama pemerintah dan masyatakat Kota Manado tentunya menyampaikan terima kasih kepada pihak Kompas yang telah menetapkan Manado peringkat pertama Indeks Kota Cerdas Indonesia kategori kota sedang. Kami tidak tahu jika kerja kami dinilai dan diapresiasi dalam bentuk penghargaan. Bagi saya, bekerja untuk kepentingan masyarakat adalah pekerjaan yang harus kami lakukan tanpa mengejar penghargaan,” tukas Lumentut.

Ditambahkannya juga, Manado Kota Cerdas merupakan target yang hendak dicapai pada periode kedua jabatannya sebagai Walikota Manado. Salah satunya dengan membangun Cerdas Command Center. “Saya banyak belajar dari Surabaya kotanya Ibu Risma, juga Jakarta, Yogyakarta dan Bandung. Dari apa yang ada di kota-kota itu seperti qlue, cctv dan sebagainya kami gabungkan itu di Manado dan jadilah Cerdas Command Center,” tandas Walikota pilihan rakyat Manado itu.

Dikatakan Walikota Manado dua periode ini, secara umum IKCI tersebut sejalan dengan visi Kota Manado sebagai Kota Cerdas 2021. “Penghargaan IKCI ini melengkapi 21 penghargaan yang Kota Manado terima tahun 2018 lalu. Namun saya tekankan, penghargaan bukanlah tujuan kita karena penghargaan hanyalah bonus. Tujuan utama kita adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Lumentut.

Penghargaan IKCI diberikan kepada kota-kota yang dinilai mampu dengan indikator penilaian meliputi lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas hidup. Pemberian penghargaan dibagi dalam empat kategori yakni Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk diatas 1 juta jiwa, Kota Besar 500 ribu sampai 1 juta jiwa, Kota Sedang dengan penduduk 100 ribu sampai 500 ribu penduduk dan Kota Kecil di bawah 100 ribu penduduk.

Saat menerima penghargaan, Lumentut didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Prof Dr Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Erwin Kontu SH, Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Steven Runtuwene SSos serta Staf Khusus Walikota Manado JJ Mantje Nelwan.(jurnal6.com)

Share

Wawali Manado Jenguk Pasien di RSUP Prof Kandouw

Jurnal6.com

MANADO-Serangan virus Demam Berdarah Dengue (DBD), semakin mengkhawatirkan. Itu dilihat dari jumlah kasus yang terus naik setiap tahun. Pemerintan Kota Manado pun lakukan langkah pencegahan.

Data diperoleh, peningkatan kasus DBD dari Tahun 2017 ke 2018, terjadi peningkatan signifikan. Pada 2017, Kota Manado mengoleksi 142 kasus DBD. Sedangkan, Tahun 2018 meningkat menjadi 231 kasus.

Data ini juga disebut Wakil Walikota Manado, Mor Dominus Bastiaan. Menurut dia, peningkatan itu terjadi akibat siklus 10 tahunan. “Ini memang siklus 10 tahunan,” aku Mor, saat mengunjungi pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malalayang, Manado, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan Mor, ada banyak faktor yang menjadi pemantik meningkatnya kasus DBD di Kota Manado. “Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan adalah, meningkatnya penduduk di Kota Manado. Arus urbanisasi, pertumbuhannya cukup pesat, terjadi kepadatan penduduk di kota ini,” terang dia.

Penyebab lain yang juga bisa meningkatkan serangan DBD, kata dia, adalah faktor kebersihan. Oleh sebab itu, dia mengajak warga Kota Manado untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. “Kalau kebersihan lingkungan tidak dipelihara dengan baik, kalau masyarakat tidak punya kesadaran untuk menjaga lingkungannya bersih, maka tentu penyakit-penyakit seperti ini tetap akan terjadi,” tandas Mor.

Sebelumnya, Wawali Mor Bastiaan, mewakili Walikota Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, mendatangi RSUP Prof Kandouw Malalayang. Kunjungan kerja itu bertujuan untuk melihat dari dekat keberadaan pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit tersebut.

Didampingi isteri tercinta yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Manado, Imelda Bastiaan Markus SE, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Marini Kapojos dan Camat Malalayang Deasy Kalalo, Mor mengunjungi satu persatu pasien DBD yang umumnya anak-anak di Instalasi Rawat Inap (Irina) E itu. “Saat ini, saya bersama dinas terkait memantau langsung kondisi para pasien demam berdarah, serta sejauh mana penanganan pihak rumah sakit kepada para pasien tersebut. Memang diakui, dengan banyaknya pasien yang datang berobat, kondisi rumah sakit saat ini sudah sangat penuh, sehingga banyak pasien yang harus dirawat di lorong-lorong. Tetapi, memang lebih baik ditangani di rumah sakit ini, karena banyak dokter dan tim ahli ada di sini,” papar Mor.(Jurnal6.com)

Share

178 CPNS Kota Manado Dinyatakan Lulus

MANADO-Kabar gembira untuk peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado. Sebanyak 178 pelamar dinyatakan lolos dan diterima sebagai CPNS Kota Manado. Ke 178 pelamar ini dinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Pengumuman ini disampaikan setelah Panselnas melaksanakan tahapan seleksi CPNS. Tahapan seleksi dimulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sampai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Penyelenggaranya adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional 11 di Manado.

Informasi ini disampaikan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, melalui Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Manado, Corry Tendean SH, Selasa (8/1/2019). Dijelaskan Tendean, tahapan seleksi CPNS telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan main yang berlaku. Bahkan, hasil tes yang diperoleh dari SKD dan SKB telah digodok KemenPAN-RB. “Untuk kuota formasi CPNS Pemkot Manado Tahun 2018 yakni 199, namun yang dinyatakan lulus seleksi oleh Panitia Seleksi Nasional adalah 178 orang. Ini dikarenakan 21 formasi jabatan lainnya tidak terisi disebabkan tidak ada pelamar,” jelas Tendean, didampingi Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Steven Runtuwene SSos.

Seleksi CPNS Kota Manado Tahun 2018, tambah dia, dilakukan secara ketat dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Haasil seleksi didasarkan pada nilai Passing Grade. “Karena pada Passing Grade hanya 50 peserta yang lulus, maka KementerianPAN-RB mengambil kebijakan untuk menggunakan sistem ranking. Dari hasil seleksi itu, Panitia Seleksi Nasional telah mengumumkan ada 178 peserta CPNS yang lulus,” terang Tendean.Dengan tidak menunggu waktu lama, ke 178 CPNS yang lulus tes itu akan segera diumumkan.(Jurnal6)

Share

2019, GSVL – Mor Benahi PT Air dan PD Pasar Manado

MANADO-Peningkatan pembangunan di Kota Manado, terus melaju. Akselerasi peningkatan mutu di semua sektor, cukup signifikan. Tangan dingin Walikota Manado, GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Manado, Mor Dominus Bastiaan SE, jadi motor penggerak.

Di Tahun 2019, GSVL, sapaan akrab Walikota Manado, berkomitmen melakukan pembenahan di beberapa bidang. Salah satunya adalah PT Air Manado dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado. Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini jadi salah satu prioritas pembenahan.”Saya dan Pak Wakil (Mor Bastiaan, red), sangat setuju jika dilakukan pembenahan di PD Pasar dan PT Air,” tegas GSVL.

Sebagai langkah awal, GSVL – Mor, menginstruksikan pengisian air bersih di penampungan wilayah Teling. “Untuk PT Air, kami telah melakukan langkah penyediaan air bersih, salah satunya dengan mengisi penampungan air bersih di Teling. Namun, itu masih akan ditingkatkan, karena belum cukup. Makanya pada pinjaman di PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur, red) kami akan menambah pipa baru untuk memperbaiki layanan air bersih di Kota kita,” tandas orang Nomor Satu di Kota Manado ini.

Pernyataan ini disampaikan GSVL di depan legislator dan para pejabat, saat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado,  Senin (7/1). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone didampingi Wakil Ketua Drs Danny RWF Sondakh ini, mengagendakan Pembicaraan Tingkat II atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Manado, penetapan Rencana Kerja DPRD dan Program Pembentukan Perda (Propemperda) Kota Manado Tahun 2019, serta penutupan masa persidangan ketiga tahun sidang 2018 dan pembukaan masa persidangan pertama tahun 2019. Dalam rapat paripurna ini, ditandatangani persetujuan penetapan Ranperda tentang OPD serta Propemperda Tahun 2019. Kritik dan masukan legislator Manado pun diterima dan akan ditindaklanjuti.

Komitmen GSVL – Mor, mendapat tanggapan positif warga Manado. Menurut Meity Willem, perhatian GSVL – Mor terhadap kebutuhan rakyat, sangat besar. “Saya bangga memiliki Walikota dan Wakil Walikota seperti pak Vicky dan Pak Mor. Berkat kepedulian mereka terhadap pembangunan dan layanan masyarakat, Kota Manado bisa maju seperti sekarang ini,” aku Mey, sapaan akrab warga Mapanget ini.(Jurnal6)

 

Share

Walikota Manado Turun Tangan Berantas Nyamuk Pembawa DBD

Jurnal6.com

MANADO-Serangan virus Demam Berdarah Dengue semakin mengkhawatirkan. Sejumlah warga Kota Manado ikut terserang virus berbahaya itu. Pemerintah Kota Manado pun ambill langkah taktis.

Untuk mengantisipasi penyebaran DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, Pemkot Manado melakukan fogging. Penyemprotan asap pembunuh serangga ini dipimpin langsung Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA. Fogging yang dilakukan di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan sekolah, digelar sejak 3 Januari 2019. Menurut GSVL, sapaan akrab Walikota Manado, fogging di lokasi pekuburan dan sekolah, dilakukan untuk melindungi warga dari serangan DBD. Sebab, menurut orang Nomor Satu di Manado itu, selama Natal dan Tahun Baru, menjadi kebiasaan warga untuk berziarah dengan membawa bunga dalam wadah.

Dikhawatirkan, wadah berisi air menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. “Sekarang ini, kita fokuskan penyemprotan atau fogging di lokasi pekuburan. Mengingat, baru saja kita merayakan Natal dimana sudah menjadi kebiasaan warga untuk membawa bunga ke kubur. Nah, wadah yang berisi air tempat bunga ini, bisa menjadi sarang nyamuk yang menyebabkan demam berdarah,” jelas GSVL di sela-sela kegiatan fogging.

Dikatakan GSVL, seluruh TPU di Manado tidak luput dari aksi fogging yang dilakukan Pemkot Manado. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot jadi ujing tombak. Di hari pertama kerja di tahun 2019, Vicky Lumentut memimpin kegiatan fogging bersama Sekretaris Daerah Micler CS Lakat SH MH dan para Asisten.

Tidak hanya memantau, namun GSVL ikut menjadi operator mesin fogging. Dengan sangat serius, GSVL mengarahkan moncong mesin ke sudut-sudut pekuburan di TPU Teling Atas. Aksi Walikota dua periode tersebut, memantik respon positif warga.

“Kegiatan fogging ini akan kita lakukan terus, sesudah di pekuburan saya sudah perintahkan untuk masuk ke sekolah-sekolah. Karena, sekarang ini anak-anak lagi libur jadi tepat bagi kita untuk melakukan fogging di sekolah. Supaya, ketika anak-anak masuk sekolah pada hari Senin (07/01), sekolah sudah aman dari nyamuk demam berdarah,” tandas GSVL.

Sejumlah lokasi TPU menjadi fokus kegiatan fogging, di antaranya TPU Teling dan TPU Kampung Jawa di Kecamatan Wanea, TPU Borgo dan TPU Islam di Kecamatan Wenang, TPU Titiwungen di Kecamatan Sario, TPU Bantik, TPU Batu Kota dan TPU Winangun di Kecamatan Malalayang, TPU Paal Empat di Kecamatan Tikala. Dan mulai Jumat besok, di sejumlah sekolah di Kota Manado.(jurnal6.com)

Share