Monday, 27 January 2020

Category: Agama

Markus 1:29-39, Ke Tempat Lain

*Pelita Hati Hari Ini:* (15.01.2020)

*Ke Tempat Lain*

_*Bacaan Markus 1:29-39*_
_Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” (Mrk.1:35-38)_

Sahabat pelita hati,
Pelita sabda hari ini mengajarkan dua hal, _pertama,_ perlunya mengambil waktu untuk berkanjang dalam doa sembari memohon kekuatan dari Tuhan dan _kedua,_ mengembangkan sikap untuk selalu siap sedia melaksanakan tugas dan perutusan di mana pun dan kapan pun. Biasanya orang senang dengan ‘zona nyaman’ _alias_ jika sudah tinggal di tempat yang nyaman dan aman tak perlu pergi mencari tantangan baru. Namun ternyata tidak demikian dengan Tuhan. Ia harus pergi ke tempat lain, agar kebaikan-Nya dirasakan oleh lebih banyak orang, walau harus dengan suasana yang baru, dan dengan kesulitan yang baru juga. Inilah pola yang harus dijalani murid Yesus jika ingin meluaskan pewartaan kabar gembira Tuhan, sejak zaman dahulu kala. Abraham pun meninggalkan tempat tinggalnya di Haran-Mezopotamia dan menuju ke tempat yang dijanjikan Tuhan, walau belum diketahui dengan pasti. Yakub harus pergi meninggalkan daerahnya menuju ke Mesir. Paulus pun harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mewartakan Injil walau dengan seribu satu tantangan dan kesulitan.

Sahabat terkasih,
Mari kita warisi semangat beriman para pendahulu yang selalu siap diutus ke mana pun dan kapan pun dan melaksanakan dengan sepenuh hati. Apa pun panggilan hidup kita, mari kita jalani penuh tanggungjawab dan komitmen yang tinggi. Siap untuk menghadapi hal-hal baru dengan tantangan yang baru juga.

_Di sini Tuan di sana Nyonya,_
_di sini Ratu di sana Raja._
_Sebagai murid-murid-Nya,_
_siap diutus ke mana saja._

_dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,_
*Berkah Dalem***_rm.istoto_
🙏🙏🙏💒💒💒🙏🙏🙏

 

By. www.sesawi.net

Share

Markus 1:21b-28, Wibawa dan Penuh Kuasa

*Pelita Hati Hari Ini:* (14.01.2020)

*Wibawa dan Penuh Kuasa*

_*Bacaan Markus 1:21b-28*_
_Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. (Mrk 1:21b-26)_

Sahabat pelita hati,
Cara Yesus mengajar sangat berbeda dengan ahli-ahli Taurat. Tuhan mengajar dengan penuh kuasa. Ia tidak hanya mengajar dengan kata-kata tetapi dengan tindakan nyata. Ia tidak hanya bersabda tetapi juga berkarya. Warta pengajaran-Nya disempurnakan dengan karya mujizat, baik menyembuhkan orang sakit maupun mengusir setan dan kuasa roh jahat. Bahkan roh-roh jahat pun mengenal-Nya dan tunduk kepada-Nya.

Sahabat terkasih,
ada dua pesan keutamaan dari kisah pelita sabda hari ini, _pertama,_ Tuhan kita adalah Allah penuh kuasa dan berwibawa. Semoga kita semakin percaya pada maha kuasa-Nya. Tidak ada alasan untuk khawatir apalagi takut karena Ia sungguh pembela dan penjaga yang penuh kuasa. _Kedua,_ sebagai pengikut Kristus hendaknya kita menjadi pribadi yang memiliki mutu kualitas kristinani, berwibawa dan dapat diandalkan. Kita harus menampilkan diri sebagai pribadi yang dapat dipertanggungjawabkan. Apakah hidup beriman kita sungguh dapat diandalkan? Apakah kita sungguh menjunjung tinggi nilai-nilai keutamaan kristiani dalam hidup sehari-hari? Semoga.

_Di sini hutan di sana hutan,_
_di tengah-tengahnya ada bendungan._
_Sandarkan hidup pada Tuhan,_
_Dia ‘kan beri perlindungan._

_dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang_
*Berkah Dalem***_Rm.istoto_
🙏🙏🙏🌲🌲🌲🙏🙏🙏

By. www.sesawi.net

Share

Markus 1:14-20, Segera Meninggalkan Jala

*Pelita Hati Hari Ini:* (13.01.2020)

*Segera Meninggalkan Jala*

_*Bacaan Markus 1:14-20*_
_Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:16-20)_

Sahabat pelita hati,
Hari ini kita berjumpa dengan kisah panggilan murid pertama, yakni Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Ada beberapa hal yang menarik dari kisah ini, _pertama,_ keempatnya bekerja sebagai nelayan sederhana dan mereka *segera meninggalkan jalanya* _alias_ meninggalkan pekerjaan mereka. Mata pencahariannya sebagai pencari dan penjala ikan ditinggalkan seketika. _Kedua,_ Saat mereka sedang melakukan kegiatan merapikan jala, Tuhan tiba-tiba memanggil mereka dengan berkata, “Ikutlah Aku!” Di sini nyata bahwa Tuhan tidak memanggil orang yang sedang duduk berpangku tangan  atau bermalas-malasan, tetapi yang sedang melakukan aktivitas pekerjaan. Ini artinya Tuhan memilih para pekerja keras bukan pemalas, bermental tangguh bukan angkuh. Istimewanya, mereka segera meninggalkan pekerjaannya dan orang tuanya lalu mengikuti-Nya.

Sahabat terkasih,
Para murid yang dipanggil Tuhan ini bukanlah orang yang cerdik pandai tetapi orang sederhana. Mereka tak cakap dalam ilmu pengetahuan tetapi memiliki kesiapsediaan dan ketaatan. Sikap seperti inilah yang dicari oleh Tuhan. Inilah contoh sikap orang yang sungguh beriman. Tak banyak bicara dan bertanya tetapi segera mengikuti perintah-Nya dan percaya pada penyelenggaraan-Nya. Semoga kita mampu meneladani sikap iman para murid pertama ini, selalu siap sedia terhadap panggilan dan perutusan-Nya serta dengan setia menekuni tugas dan panggilan hidup masing-masing.

_Banggalah dengan Indonesia,_
_negeri elok dan indah alamnya._
_Mampukan kami untuk setia,_
_menghayati panggilan-Nya._

_dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang_
*Berkah Dalem***_rm.istoto_
🙏🙏🙏🌲🌲🌲🙏🙏🙏

By. www.sesawi.net

Share

Bacaan I, Selasa 12 Agustus 2014: Yeh 2:8-10,3:1-4

Tangan-Tuhan-MenolongYeh 2:8 Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.”

Yeh 2:9 Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab,

Yeh 2:10 lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

Yeh 3:1 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.”

Yeh 3:2 Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.

Yeh 3:3 Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Yeh 3:4 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka.

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

 

Share

Rencana Tuhan Begitu Dahsyat Bagi Jemaat Kolom 6 GMIM Karmel Lembean, Laoh dan Taniowas Terpilih Sebagai Penatua dan Syamas

PENATUAKauditan,KLABATNEWS-Pemilihan Pelsus Jumat (11/10) jam 5 sore diadakan serentak oleh jemaat GMIM Karmel Lembean, Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara. Begitu juga pantauan di Kolom 6 Jemaat Karmel Lembean. Sebelum jam 5 sore para jemaat terlihat antusias berbondong-bondong melangkahkan kakinya menuju tempat pemilihan pelsus yang bertempat di rumah mantan penatua Kolom 6 Ibu Kety Sumampouw-Kowuh.

Sebelum kegiatan pemilihan pelsus, diawali dengan ibadah yang pimpin ibu Vic Pendeta Since Rumengan Elias STh, dalam ibadah itu lagu Aku Hendak Bersyukurpun dinyanyikan jemaat dengan penuh haru. Selesai ibadah dilanjutkan dengan pemilihan syamas, jumlah sidi jemaat di Kolom 6 berjumlah 63 orang, tapi yang menggunakan hak suaranya sebanyak 44 orang.

Pada pemilihan Syamas Linda Taniowas terpilih sebagai Syamas kolom 6 dengan meraih suara terbanyak 32 suara meninggalkan Jemmy Laoh hanya meraih 10 suara. Dengan raut wajah yang tampak gembira Linda pun sempat meneteskan air mata. “Inilah rencana Tuhan buat saya, dan hal ini harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, sesuai dengan rencana Tuhan,” ungkapnya.

Pada pemilihan Penatua, rencana Tuhan begitu dasyat bagi jemaat kolom 6, Jemmy Laoh yang kalah pada pemilihan syamas akhirnya terpilih menjadi Penatua dengan meraih 41 suara sedangkan 3 calon lainnya masing-masing hanya meraih 1 suara. Jemmy pun terlihat bersuka cita, serentak para jemaatpun langsung menyelami penatua yang baru terpilih. “Selamat Pak Penatua semoga selalu dilindungi Tuhan dalam setiap pekerjaan dan tugas-tugasnya,” kata salah satu jemaat.

Sementara itu Jemmy Laoh yang terpilih sebagai penatua kolom 6 jemaat GMIM Karmel Lembean menuturkan inilah suka cita iman yang dirasakan, Tuhan benar-benar bekerja dalam hidupku. “Saya merasakan suka cita iman yang mendalam pada malam ini, dan inilah tugas panggilan sebagai pelayan jemaat,” jelasnya.(sem)

Share

Jadilah Warga Gereja Katolik dan Warga Negara 100 Persen, Pastor Agustinus Sumaraw dan Piet Luntungan Bersyukur

hut pastor03Kauditan,KLABATNEWS.com-17 Agustus adalah tanggal yang selalu dikenang oleh seluruh bangsa Indonesia. Di tahun 2013 ini sudah 68 tahun bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Dan bagi seluruh umat katolik yang ada di Paroki Santu Paulus Lembean, tanggal 17 ini merupakan hari yang penuh suka cita. Selain merayakan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Indonesia, pada hari itu juga pastor kepala paroki (Pastor Agustinus Sumaraw pr) berhari ulang tahun yang ke-65. Dan Ketua Dewan Pastoral mereka (Bpk. Piet P. J. Luntungan BA) berhari ulang tahun yang ke-64.

hut pastor0517 Agustus 2013 jam 06.00 wita, gereja katolik St. Paulus Lembean di Kecamatan Kauditan dipenuhi oleh umat katolik yang berdatangan untuk mengawali hari bersejarah ini dengan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas berkat terindah yang mereka terima lewat hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, hari ulang tahun pastor paroki dan hari ulang tahun ketua dewan pastoral paroki mereka.

Lantunan lagu “Indonesia Raya” dalam gereja serta nuansa dekorasi gereja yang diwarnai warna merah dan putih, sungguh menambah kesyahduan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh salah seorang yubilaris (orang yang dirayakan) pastor Agus Sumaraw pr. Dalam kotbahnya, beliau mengajak umat untuk meneladani ajaran dari uskup pertama orang Indonesia Albertus Soegijapranata SJ.

“Kita harus menjadi 100 persen warga gereja katolik dan 100 persen warga Negara Indonesia!” selain itu pastor Agus juga mengutip perkataan mantan presiden Amerika, Jhon F. Kennedy: “Don’t ask what your country can do for you, but what you can do for your country” (Jangan tanyakan apa yang negaramu akan lakukan untukmu, tapi apa yang kamu dapat lakukan untuk negaramu).hut pastor08

Perayaan Ekaristi ini dihadiri juga oleh yubilaris yang lain Bpk. Piet P. J. Luntungan BA bersama keluarganya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan minum bersama di pastoran. Setelah itu, setiap orang kembali ke rumah mereka untuk selanjutnya masing-masing mempersiapkan diri mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih (baik dilapangan maupun di televisi).

Setelah menghadiri Upacara bendera di Kantor Bupati Minahasa Utara bersama dengan Bpk. Piet yang juga adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, pastor Agus mengadakan open house di pastoran pada siang hari sampai sore. Banyak sanak saudara, kerabat dan teman pastor yang datang memberikan selamat, Yang Mulia Uskup Manado pun sempat hadir meskipun menurut beliau hari itu acaranya sangat pada sekali. Bapak Piet juga mengadakan Open House di rumah kediamannya di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan.

Acara kemudian dilanjutkan pada malam hari. Jam 18.00 wita, umat paroki St. Paulus Lembean mulai berduyun-duyun menuju Wisma Excelcior Lembean. Kedua yubilaris: Bapak pastor dan Bapak Piet, hadir di wisma Excelcior bersama umat untuk acara ramah tamah dan resepsi bersama. Dugaan panitia bahwa hanya akan sedikit umat yang hadir karena banyak dari mereka yang lelah setelah mengikuti upacara bendera di lapangan dan gerak jalan yang cukup jauh, ternyata meleset. Wisma Excelcior yang cukup luas hampir tak mampu menampung umat yang meskipun lelah tapi tetap datang bersyukur atas momen bersejarah ini.

ucapan selamat dari umat katolikDalam sambutannya, Bapak Piet mengungkapkan bahwa meskipun pada hari ulang tahun kemerdekaan RI ini, banyak acara resmi kepemerintahan yang harus dihadirinya, tapi beliau tetap berusaha menyisihkan waktu untuk perayaan hari ulang tahunnya dan juga perayaan hari ulang tahun pastor parokinya. Karena itulah istri tercintanya tak bisa hadir mendampingi beliau. Sang istri harus stand by di rumah untuk menerima dan melayani tamu yang datang untuk memberikan selamat kepada Bapak Piet, sementara sang Bapak Piet sendiri berada bersama pastor paroki dan umatnya. Hal ini adalah salah satu usaha untuk menjadi 100 % warga Negara yang baik dan 100 % warga gereja yang baik.

Lain halnya dengan sambutan dari pastor Agus. “Saya tahun lalu hanya mendapat bunga dada yang kecil; tapi sekarang mendapat Kalung bunga yang besar. Ini berarti saya mendapat tugas dan kepercayaan yang lebih besar dari umat,” ungkap pastor Agus. Ketika acara pemasangan  dan peniupan lilin ulang tahun, pemandu meminta pastor Agus untuk meniup lilin dalam sekali tiupan, karena berdasarkan tradisi, sang yubilaris harus memadamkan lilin dalam sekali tiupan. Ternyata pastor Agus membutuhkan 3 kali tiupan baru lilin tersebut padam.

“Ini membuktikan bahwa saya butuh bantuan orang lain (Dewan Pastoral Paroki dan seluruh umat) untuk menjalankan tugas pengembalaan di paroki Santu Paulus ini. Saya tak bisa kerja sendiri,” ungkap pastor yang bulan Juni lalu genap 1 tahun bertugas di paroki ini.

Setelah resepsi bersama dan beberapa atraksi dari Orang Muda Katolik yang menunjukkan kepiawaian mereka dalam bidang seni suara (Paduan Suara dan Vocal Group) serta seni tari (Tari Jajar), acara ini secara resmi ditutup. Sekali lagi dugaan panitia penyelenggara bahwa setelah makan pasti akan banyak umat yang sudah pulang ke rumah, ternyata meleset. Umat dengan setia tetap mengikuti acara demi acara yang telah disusun. Kurang lebih empat jam mereka tetap bertahan meskipun secara fisik mereka sudah lelah. Selamat bagi Pastor Agus dan Bapak Piet, Ad multos annos (Semoga panjang umur). Dan Proficiat (selamat) bagi seluruh umat dan bangsa Indonesia. Sekali merdeka tetap merdeka!(sem/*)

Share

Pemprop Sulut dan Pemkab Minut Safari Ramadhan di Likupang Timur

safari ramadhan gubernurLikupang Timur,KLABATNEWS.com-Gubernur Sulawesi Utara DR. S.H. Sarundajang bersama Forkopimda Propinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara belum lama ini berbuka puasa dengan Umat Muslim Babussalam Kampung Ambon, Kecamatan Likupang Timur.

DR. S.H. Sarundajang dalam sambutannya mengatakan sebagai orang beriman, dia mengajak kepada saudara-saudara Umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, di samping menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, juga dituntut untuk melaksanakan shalat lima waktu, bertadarus membaca Al’quran, beritikaf di mesjid serta tetap senantiasa memperdalam pemahaman agama.

“Berbuatlah kebaikan, tahan amarah dan hawa nafsu dan maafkanlah kesalahan orang lain, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Untuk itu pelihara terus kebersamaan yang tercipta. Jaga keamanan karena torang samua basudara,” ungkap Sinyo Sarundajang.

Beliau juga menyampaikan bahwa Kabupaten Minahasa Utara akan diadakan Mega Proyek, yaitu pembangunan jalan Tol Manado – Minut – Bitung yang akan mulai Akhir Tahun ini. “Dengan adanya Mega Proyek ini Minahasa Utara pastinya akan mendapat keuntungan lebih dengan adanya Pembangunan tersebut,” jelas Gubernur.(sem)

Share