Thursday, 23 May 2019

Category: Renungan Hidup

Renungan Rabu, 13 Agustus 2014: Tegurlah Dia

Yesus-kristen-bersama-umatHIDUPKATOLIK.com – Pekan Biasa XIX; Yeh 9:1-7; 10:18- 22; Mzm 113; Mat 18:15-20

Injil Matius pasal 18 yang hari-hari ini kita baca biasa disebut sebagai tata hidup dalam komunitas para pengikut Kristus. Kasusnya adalah bagaimana jika ada anggota komunitas yang berdosa? Jawabannya bertahap. Tahap pertama adalah pergi kepada dia “dan menegur dia di bawah empat mata”. Sebenarnya ini adalah konkretisasi dari bacaan hari sebelumnya tentang mencari seekor domba yang hilang.

Harus diakui bahwa langkah pertama Yang Tersesat, Pulanglah! ini, yaitu menegur orang yang berdosa, yang nampak sederhana merupakan sesuatu yang amat sulit terjadi di kalangan kita. Ada banyak kendala mengapa dalam banyak kasus langkah pertama ini tidak terjadi dan akibatnya seorang yang jatuh akan semakin terjerumus ke dalam lumpur kedosaan. Bayangkan kalau yang berdosa adalah orang yang lebih tinggi status sosial ekonominya daripada kita? Apa kita memang berani menegur? Omong gampang, pelaksanaannya sete ngah mati. Bisa jadi kita lalu bersikap kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Atau lebih buruk lagi, kita justru membicarakan kasus ini dari mulut ke mulut, tapi tidak pernah kepada yang bersangkutan.

Lalu? Pertanyaan mendasar rasanya tetap sama, apakah kita memang sungguh- sungguh mengasihi sesama kita? Atau perintah Kristen yang mendasar ini hanya menjadi sekadar jargon kosong?

RD V. Indra Sanjaya
Dosen Kitab Suci Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Share

Bacaan Injil, Rabu 13 Agustus 2014: Mat 18:15-20

TUHAN-raja-yang-kekalMat 18:15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Mat 18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Mat 18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Mat 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Mat 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Mat 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id
– See more at: http://www.hidupkatolik.com/2014/08/12/bacaan-injil-rabu-13-agustus-2014-mat-1815-20?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.bpJN110g.dpuf

Share

Mazmur, Rabu 13 Agustus 2014: Mzm 113:1-6

doa-matahari-terangMzm 113:1 Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!

Mzm 113:2 Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.

Mzm 113:3 Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.

Mzm 113:4 TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

Mzm 113:5 Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,

Mzm 113:6 yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

Share

Bacaan I, Rabu 13 Agustus 2014: Yeh 9:1-7,10:18-22

TUHAN-Raja-yang-kudusYeh 9:1 Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: “Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!”

Yeh 9:2 Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.

Yeh 9:3 Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya.

Yeh 9:4 Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”

Yeh 9:5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: “Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.

Yeh 9:6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

Yeh 9:7 Kemudian firman-Nya kepada mereka: “Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.

Yeh 10:18 Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub.

Yeh 10:19 Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka.

Yeh 10:20 Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub.

Yeh 10:21 Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia.

Yeh 10:22 Kelihatannya muka mereka adalah serupa dengan muka yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke mukanya.

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

Share

Renungan Selasa, 12 Agustus 2014: Yang Tersesat

Tuhan-Yesus-Jalan-KebenaranKali ini, bacaan Injil menyampaikan dua kisah yang berbeda. Yang satu tentang yang ter besar dalam Kerajaan Surga (ay. 1-5) dan yang kedua tentang sikap seorang gembala kalau ada seekor domba yang sesat (ay. 12-14). Dan sekali lagi merenungkan pokok kedua mungkin menarik.

Menurut pengajaran Yesus, gembala yang baik akan meninggalkan sembilan puluh sembilan dombanya dan mencari se ekor domba lain yang hilang tersesat. Tapi kita bisa merenungkan, apakah prinsip seperti ini memang baik diterapkan? Jangan-jangan pada waktu kita mencari yang seekor, yang sembilan puluh sembilan justru berantakan? Kalau demi kian bukankah akan lebih besar kerugian kita? Tetapi yang pertama-tama mau di tunjuk kan Yesus melalui perumpamaan itu adalah soal perhatian istimewa kepada yang tersesat.

Lalu? Sebenarnya ada banyak orang yang hilang tersesat, yang meninggalkan Gereja karena berbagai alasan. Kita bisa bertanya, apakah kita juga seperasaan dengan Bapa yang “tidak menghendaki salah seorang dari anak-anak ini hilang?”

RD V. Indra Sanjaya
Dosen Kitab Suci Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Share

Bacaan Injil, Selasa 12 Agustus 2014: Mat18:1-5,10,12-14

Yesus-dan-Taurat-HukumMat 18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”

Mat 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka

Mat 18:3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mat 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Mat 18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Mat 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Mat 18:12 “Bagaimana pendapatmu, Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?

Mat 18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.

Mat 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

Share

Mazmur, Selasa 12 Agustus 2014: Mzm 119:14,24,72,103,111,131

Yesus-dan-Taurat-HukumMzm 119:24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.

Mzm 119:72 Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.

Mzm 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

Mzm 119:111 Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.

Mzm 119:131 Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Sumber: Alkitab dikutip dari www.imankatolik.or.id

Share