Wednesday, 19 February 2020

Category: Minahasa Utara

Bank Sulut Salurkan Bantuan Motor Pengangkut Sampah ke Pemkab Minut

1459990_10201119594261636_1842990464_nAirmadidi,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli Putri SH memiliki komitmen demi menjaga kebersihan lingkungan, kali ini Pemkab Minut menggandeng Bank Sulut untuk bersama-sama melestarikan akan kebersihan lingkungan.

Bank Sulut Airmadidi pun mendukung program pemerintah Minut. Hal ini dibuktikan dengan Bank Sulut menyalurkan bantuan berupa tiga motor sampah bersama dengan 10 gerobak sampah yang diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Bank Sulut Airmadidi Arie Mopeng kepada Bupati Minut Sompie Singal yang disaksikan Wakil Bupati Minut Yulisa Baramuli dan para pejabat Pemkab Minut di halaman kantor Pemkab Minut, Rabu (05/02).

DSCF9239Bupati Sompie Singal pada kesempatan itu mengatakan bahwa bantuan itu tepat waktu, pada saat Pemerintah Minut sedang gencar-gencarnya memelihara akan kebersihan lingkungan demi persiapkan diri megnhadapi penilaian Adipura.

“Motor dan tempat sampah yang diberikan Bank Sulut kepada Pemerintah Kabupaten Minut merupakan bentuk kepedulian akan kebersihan lingkungan Minut, untuk itu kami sangat berterima kasih kepada Bank Sulut, karena apa yang diberikan berupa alat pengangkut sampah akan sangat bermanfaat di Minut. Untuk itu rencananya alat pengangkut sampah tersebut akan dioperasikan dan ditempatkan di kecamatan-kecamatan.

Lanjut Sompie dengan adanya alat pengangkut sampah maka hal ini akan sangat membantu warga dalam pembersihan lingkungan mereka. “Saya berharap semoga para perusahaan-perusahaan yang terdapat wilayah Minut, juga ikut peduli akan lingkungan daerah yang sama-sama kita cintai ini,” ujar Sompie. Pada kesempatan itu juga bupati, wakil bupati dan sekda Minut langsung menaiki untuk menguji motor pengangkut sampah tersebut.(sem)

 

Akhirnya Si Tersangka Ijazah Palsu Dilantik, Silfa: Saya Tidak Dendam

pelantikan hukumtua winetinAirmadidi,KLABATNEWS-Hukum Tua Desa Winetin, Kecamatan Talawaan, Silfa Karundeng yang tak henti-hentinya menuai penolakan warga setempat gara-gara tersandung kasus ijazah palsu, akhirnya dilantik pada Kamis (06/02) di ruang Kantor Bappelitbang.

Perlu kita ketahui, wanita Silfa sudah jadi tersangka kasus pemalsuan ijazah itu, sudah jelas-jelas mengakui bahwa dirinya memang memakai Ijazah SMP milik temannya waktu mengikuti Pemilihan Hukumtua (Pilhut) waktu lalu. Namun, oleh peraturan yang berlaku, pelantikan-pun tetap harus dilaksanakan.

Karundeng dilantik bersama dengan Hukum Tua Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur, Fekly J Ansa oleh Bupati Minut Drs Sompie S F Singal MBA.

Entah kenapa, pada awalnya Silfa Karundeng nampak agak gugup dan rikuh, namun melihat suasana berpihak pada dirinya, Ia pun menjalani prosesi pengangkatan sumpah sampai pelantikan dengan tabah.
Di saat bupati menyampaikan kata-kata sambutan, Karundeng memperhatikan dengan seksama sambil mengangguk-anggukan kepala.

Sementara itu kepada sejumlah wartawan Silfa mengaku akan merangkul pihak yang berseberangan dan akan melayani tanpa pandang bulu.

“Akan saya lakukan itu, karena itu memang tugas saya sebagai hukumtua,” ungkapnya.
Karundeng bahkan berencana menggelar rapat umum dalam waktu dekat. Pada rapat nanti dia akan mengajak semua pihak membangun desa.

“Saya tidak pernah mendendam pada para pelapor, sebab kita sama-sama bertujuan membangun Minahasa Utara,” kata dia.
Terkait masalah hukum yang disandangnya, Silfa berjanji akan kooperatif dengan penyidik Polres. “Saya akan jalani dengan tabah, sebab itu sudah terjadi,” kata Silfa.

Bupati Minut Sompie Singal mengaku pihaknya hanya melaksanakan aturan. “Ia sudah terpilih, ke depan apa yang akan terjadi, ya kita lihat saja,” ungkap Sompie Singal.(john)

Discapilduk Gencar Mendata NIK dan NKK

Kabid Kependudukan Discapilduk Gerald Dotulong S.Sos

Kabid Kependudukan Discapilduk Gerald Dotulong S.Sos

Airmadidi,KLABATNEWS-Guna melengkapi validasi DPT di kabupaten Minut, Discapil gencar melakukan pendataan NIK dan NKK yang belum lama ini dipertanyakan KPU.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Arie Ngangi melalui Kepala Bidang Kependudukan Gerald Dotulong, Kamis (06/02) yang menjadi masalah data kependudukan pihak Komisi Pemilihan Umum(KPU) Minut dipastikan akan selesai sesuai waktu yang disepakati.

“Apa yang menjadi pembicaraan kami dengan Bupati dan KPU pada 21 Januari lalu, pasti akan terselesaikan tepat waktu,” tungkap Dotulong.

Ditambahkan Dotulong, 5 elemen seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) Nomor Kartu Keluarga(NKK), Alamat, Tempat Lahir dan Nama lengkap wajib dilengkapi. “Untuk saat ini, berdasarkan data dari KPU 8463 NIK sudah kami tindaklnjuti, sehingga sampai dengan 6 Februari tersisa 1200 yang masih sementara diproses,” kata Dotulong.

Meski begitu lanjut Dotulong, pelayanan di Kantor capil tetap berjalan normal.

“Untuk pelayanan rutin tetap jalan, dalam hal ini juga, kami mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki NIK dan NKK, sebaiknya segera melakukan pengurusan, guna keperluan warga sendiri,” tutupnya.(john)

Bupati Hadiri Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa

1622880_10201113103299366_289515272_nKalawat,KLABATNEWS-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya dalam melakukan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Lihat saja, Selasa 4 Februari 2014, di Hotel Sutan Raja Kalawat, pemerintahan yang dipimpin  Bupati Drs Sompie SF Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli SH melakukan bimbingan teknis (bimtek) dan ujian sertifikasi. Peserta pun diikuti PNS dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Puskesmas dan Kecamatan. Acara yang digelar Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten, dibuka bupati dan dihadiri wakil bupati dan Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi.

1010982_10201113106099436_547494440_nKegiatan ini dimaksud untuk menciptakan aparatur yang cerdas dan berkualitas dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, sehingga tahun 2014 bebas dari temuan dan catatan negatif badan pemeriksa. “Kualitas dan kapasitas PNS terus di-update, sehingga dalam melakukan pengadaan barang dan jasa, tidak ada kendala,” kata Bupati Drs Sompie SF Singal MBA, dalam membuka kegiatan.

Singal melanjutkan, PNS bersertifikat pengadaan barang dan jasa perlu ada dan harus ada dalam pelaksanaan pengadaan di instansi masing-masing. Kegiatan ini sangat positif dan

banyak memberi manfaat bagi pribadi PNS maupun pemerintah daerah. “Kalau perlu semua PNS harus bersertifikat, dalah hal pengadaan barang dan jasa,” kata Singal.

Singal melanjutkan,   pengadaan barang dan jasa harus dikontrol dan diawasi dan menyesuaikan dengan regulasi yang ada, sehingga tidak akan salah kaprah. “Pengawasan terhadap pengadaan penting dilakukan. Semua harus sesuai aturan normatif,” kata Singal, seraya mengajak semua peserta untuk mengikuti materi dengan baik.(sem)

Bupati Dampingi Deputi RRBN Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor

1798628_10201102526954964_953167778_nBUPATI Drs Sompie Singal MBA tak henti-hentinya memberikan perhatian terhadap masyarakat yang tertimpah bencana bajir sekaligus mengawal proses pemulihan pascabencana alam ini. Terbukti, akhir pekan lalu, bupati mendampingi Deputi Rehabilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Bernadus Wisnu Widjaya Msc dan Direktur Pemulihan Fisik Tetty Saragi yang meninjau langsung lokasi banjir dan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Minut.

1798178_10201102527114968_368677606_nSecara khusus, rombongan ini meninjau lokasi putusnya jembatan di Desa Kuwil Kecamatan Kalawat, yang menghubungkan tiga desa masing-masing Desa Kuwil, Desa Kaleosan dan Sampiri. Bahkan bupati dan rombongan berjalan melintasi jembatan darurat yang sudah dibangun.

Dalam kesempatan itu, deputi menyatakan akan menginventarisir kerusakan dan menghitung kerugian setelah itu akan direalisasikan dalam bentuk bantuan rehabilitasi. Deputi pun meminta agar Minut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat mengirim langsung secara detail kerugian yang dialami akibat banjir dan tanah longsor agar secepatnya akan direalisasikan.

Turut hadir Kepala BPBD Minut Rosa Tidajoh,Sekretaris BPBD Petrus Makarauw, Sekcam Kalawat Johan Wewengkang dan sejumlah pejabat lainnya.(sem)

1794701_10201102525234921_863117346_n

Hukumtua Desa Lembean Gelar Acara Tulis Nama, Angkat Budaya Daerah

kawin adatKauditan,KLABATNEWS-Pemerintah Desa Lembean, Kecamatan Kauditan menggangkat kembali budaya orang Tonsea, Hal ini dibuktikan dengan melaksanakan acara tulis nama (mantik) dengan tradisi adat Tonsea bertempat di Rumah Hukumtua Desa Lembean Keluarga Lasut-Soemampouw belum lama ini. Kegiatan ini juga untuk menunjang program Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yakni Program Sentuh Budaya yang gencar-gencar diangkat bupati Sompie Singal.

DSC_0043Dengan penampilan yang meyakinkan dan memakai pakaian adat Tonsea kedua pasangan bersama dengan kedua orangtua dan saksi dengan melangkahkan kaki menuruni anak tangga dari sebuah rumah panggung khas Minahasa untuk mengikuti acara tulis nama yang disaksikan para tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama dan warga setempat.

Para masyarakat dan tamu undangan yang hadir pun terpukau melihat penampilan kedua pasangan ini dengan gagahnya melangkah menuju tempat yang akan diadakan prosesi acara tulis nama. Pasangan ini terlihat serius mengikuti dari setiap prosesi acara tulis nama, namun sesekali melemparkan senyum kepada tamu undangan yang hadir.

Dalam upacara tulis nama ini diprakarsai oleh hukumtua Wanua Dembean Daisy A.A Soemampouw. Pasangan tulis nama yakni Arthur Lasut berasal dari Desa Lembean anak dari Hukumtua Desa Lembean Daisy A.A Soemampouw dan Theo Lasut, sedangkan Vanska Wantania berasal dari Desa Kema anak dari Yetti Paulus dan Max Wantania lengkap menggunakan pakaian adat Tonsea. Kedua pasangan ini didampingi oleh kedua orangtua dan saksi-saksi.

Pada upacara kawin adat atau tulis nama ini turut disaksikan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, aparat desa kedua pasangan. Pada prosesi upacara tulis nama ini, kadang-kadang menggunakan Bahasa Tonsea, kadang-kadang menggunakan bahasa Indonesia mengingat keluarga dari Vanska Wantania yang berasal dari Desa Kema pada umumnya belum paham bahasa Tonsea.

Acara dilanjutkan dengan pemberian wejangan atau nasihat (tetarnem wo u sesina’u) secara bergilir oleh orangtua, saksi keluarga dan pemerintah (teterusan) Wanua Dembean. Adapun wejangan orangtua (calon) agar mempelai nantinya setelah berumah tangga agar saling percaya, saling menghormati, saling mengasihi dan selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan.

Setelah itu pengumuman tentang pemberian harta kawin dari orangtua kepada kedua calon mempelai. Karena mereka kini akan membentuk rumahtangga yang baru maka ada tanah yang diberikan oleh orangtua kepada mereka. Pesan orangtua agar pemberian ini dijaga baik-baik sebagai warisan dari orangtua dan boleh digunakan untuk dijadikan tempat tinggal dan kesejahteraan bagi rumah tangga kalian.

Hukumtua Desa Lembean Daysi A.A Soemampouw pada kesempatan itu mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan untuk mengangkat kembali budaya-budaya daerah, atau tradisi-tradisi dari orang Tonsea. “Sebagai pemerintah desa dan sebagai orangtua dari salah satu pasangan tulis nama, kami ingin mengangkat kembali budaya orang Tonsea, dengan tujuan menunjang program Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yakni Program Sentuh Budaya demi menuju kabupaten tujuan wisata tahun 2015. Mungkin kegiatan acara adat ini belum lengkap seperti yang orang-orang tua kita lakukan pada waktu jaman dulu, tetapi setidaknya kami pemerintah Desa Lembean sudah ada niat untuk mengangkat kembali budaya dan tradisi orang Tonsea,” jelas Deasy Soemampouw.(sem)

BKDD Gelar Bimtek PP 46, Capaian Kinerja di Bawah 25 persen, PNS Bakal Dipecat

Airmadidi,KLABATNEWS-Ini merupakan warning bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di jajaran Pemkab Minut. Jika dalam setahun bekerja dinilai capaian kinerja hanya 25 persen, maka yang bersangkutan (PNS, red) akan dipecat dengan tidak hormat.

Hal ini terungkap dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS yang dibuka Bupati melalui Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi di Sutan Raja Hotel, Rabu (29/01).

dalam bimtek yang digelar Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Minut tersebut dikatakan bahwa PP Nomor 46 ini mewajibkan setiap PNS untuk menyusun Sasaran Kerja Pegawai (SKP) berdasarkan rencana kerja tahunan, dan wajib hukumnya untuk dapat mencapai.

“Jika tidak bisa mencapainya, maka PNS siap-siap kena sanksi. Kalau capaian kinerja seorang PNS pada akhir tahun kurang dari 25 persen, PNS itu akan dikenakan sanksi berat yani diberhentikan tidak dengan hormat. Kalau capaiannya berkisar 25-50 persen dari SKP maka akan dikenakan sanksi sedang seperti tidak ada kenaikan pangkat atau kenaikan gaji dan sebagainya,” ujar kepala BKDD Minut Drs Aldrin Posumah.

Ia menjelaskan di awal tahun ini setiap PNS diwajibkan membuat perencanaan kegiatannya dan nantinya akan dinilai oleh atasannya di penghujung tahun. Penilaiannya menyangkut banyak aspek. “Penilaiannya berjenjang. Staf dinilai oleh Kasubag atau Kasubid, Kasubag dinilai Kabag dan Kabid lalu Kabag atau Kabid dinilai Kadis atau Kaban. Lalu Kaban dan Kadis dinilai Sekda. Jadi ada kontrak kinerja antara bawahan dan atasan,” jelasnya.

Ia menambahkan PNS diwajibkan bekerja di bawah target dan dengan jadwal yang ketat. “Jadi tidak ada lagi yang namanya main game, keluyuran di luar kantor dan kebiasaan buruk PNS lainnya yang terjadi selama ini,” tukasnya.

Dalam bimtek yang dihadiri 200 peserta yang dihadiri 200 peserta yang terdiri dari para Kadis / kaban, kasubag umum dan kepegawaian serta sekretaris ini, menghadirkan pembicara antara lain enggar koesnadi dari BKN Pusat dan kepala kantor regional 11 BKN Manado English regional.(sem)