Thursday, 19 September 2019

Category: Minahasa Utara

Bupati Minut Buka Festival Batu Nona

bupati01bupati02PEMKAB Minahasa Utara terus mempromosikan pariwisatanya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengingat pariwisata di Minut sangat menjanjikan maka Dinas terkait dengan gencarnya melakukan promosi yang dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan. Demi tujuan wisata 2015 Disbudpar bersama dengan pelaku usaha wisata ibu Fransisca Tuwaidan yang merupakan pemilik Batu Nona Resort and Water Sport menggelar kegiatan Festival Batu Nona dengan berbagai perlombaan yakni Putri Pariwisata, Perahu Hias dan Lomba Dayung.

Kegiatan Festival Batu Nona dibuka secara resmi oleh Bupati Minut Drs Sompie SF Singal MBA dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara Dra Femmy Pangkerego MPd ME dan Fransisca Tuwaidan selaku Ketua Panitia.

Bupati kesempatan itu mengatakan pemkab Minut sangat mengapresiasi akan kegiatan ini karena sangat strategis. “Mengingat Minut kaya akan potensi pariwisata yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara tetapi juga semakin mendekatkan diri pada Visi dan Misi Bupati yakni menjadikan Minut sebagai daerah kunjungan wisata tahun 2015,” ungkap bupati.(sem/advetorial)

bupati03

Share

Fransisca Tuwaidan: Pantai Batu Nona Kema Wonderful Indonesia

festival batu nona1 Kema,KLABATNEWSfestival batu nona3Kedudukan Minahasa Utara dalam peta pariwisata Sulawesi Utara cukup strategis. Minahasa Utara yang terdiri dari 10 kecamatan, memiliki keindahan alam dan keunikan seni budaya. Pantai Batu Nona Kema, Kecamatan Kema merupakan salah satu Wonderful Indonesia yang tak ternilai berada di Minahasa Utara, sehingga pengembangan dan promosi ini akan menjadi daya tarik dan daya pikat bagi wisatawan yang dapat memberikan manfaat terhadap pembangunan kepariwisataan daerah. Hal ini dikatakan Fransisca Magdalena Tuwaidan yang merupakan ketua panitia Festival Batu Nona, saat pembukaan Festival Batu Nona, Kema 3 Kamis (21/11).festival batu nona2

“Pelaksanaan Festival Batu Nona 2013 adalah merupakan iven promosi pariwisata yang dijadikan wadah bagi pemerintah daerah, para stakeholders dan masyarakat sekitar objek wisata dalam mempromosikan potensi pariwisata di mana penyelenggaraan ini juga dalam rangka menunjang visi-misi Pemkab Minut sebagai kabupaten tujuan wisata tahun 2015, serta dalam menggarap pasar pariwisata yang dapat memberi manfaat ekonomi serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Eta sapaan akrab Fransiska Tuwaidan.

Lanjut Fransiska maksud dan tujuan kegiatan ini yakni demi meningkatkan minat pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat, untuk berpromosi dan dalam upaya berpikir kreatif dalam membuka peluang mengembangkan kepariwisataan daerah.

“Sedangkan sasarannya tersedianya wadah promosi wisata, terciptanya citra positif Minahasa Utara sebagai daerah tujuan wisata dan terciptanya jaringan kerjasama dalam promosi dan pengembangan potensi pariwisata dengan pihak terkait serta mendorong dan memotivasi gerakan “Kenali Negerimu, Cintai Negerimu” sebagai peluang pengembangan kepariwisataan daerah. Bentuk kegiatan 1. Pemilihan Putri Pariwisata, 2. Lomba Perahu Hias dan 3. Lomba Dayung Perahu,” jelas Fransiska Tuwaidan yang juga anggota dewan Minut.(sem)festival batu nona4

Share

Darius: Imbauan Pemilik Kendaraan Tentang Ijin Trayek

obey

..Menteri Perhubungan RI, Letjen TNI (Purn). E.E.Mangindaan, dan Kasie LLAJ Dishubkominfo Minahasa Utara Darius Robert Mandagie (kanan)

Airmadidi,KLABATNEWS-Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa Utara Darius Robert Mandagie mengatakan sesuai aturan yang ada ijin trayek yang sudah lewat 6 bulan dari masa berlaku berakhir, maka ijin tersebut harus dicabut atau dihapus.

“Namun, saat ini ada kebijakan dari Dinas Perhubungan untuk memberikan dispensasi waktu selama 2 sampai 3 minggu setelah dikeluarkan SK Pencabutan bagi para pemilik untuk menyelesaikan perijinan tersebut,” ungkap Darius seraya menambahkan Tdk ada lagi peringatan setelah itu, karena peringatan sudah dilakukan sejak sebelum keluar SK.

“Pengumuman keluarnya SK telah disampaikan melalui terminal-terminal yang ada, jadi setelah 3 minggu keluar SK tersebut sudah langsung ditindaklanjuti dengan pencabutan atau penghapusan ijin,” jelas Darius Robert Mandagie.(sem/max)

Share

Dinas Kehutanan Minut Tangkap Kayu tak Berizin di Tatelu

kAYU SITAANAirmadidi, KLABATNEWS- Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini Polisi Kehutanan Minut, menangkap dua truk berisi kayu jenis kelapa dalam operasi yang juga diikuti oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulut serta beberapa personel kepolisian, Sabtu (12/11). Hal ini dikatakan salah satu Polisi Kehutanan Minut R Longdong kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/11).

“Dalam operasi baru-baru ini kami tim gabungan dari polhut Minut, polhut propinsi serta pihak kepolisian telah menangkap dua truk di Desa Tatelu Rondor. Satu truk berwarna biru memuat 6,5 kubik. Satu truk lainnya berwarna merah memuat 5 kubik. Kedua truk tersebut ditangkap. Mereka datang dari Likupang serta Wusa. Kami menduga kayu – kayu itu tersebut berasal dari sana. Dan sopir serta pemiliknya tidak dapat menunjukkan dokumen,” ujarnya.

Ia menjelaskan itu merupakan komitmen kami untuk menjaga kelestarian hutan, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga. “Atas laporan itu, polisi akhirnya mendapati lokasi penebangan, rute yang dilewati, lengkap dengan jenis mobil serta nama pemiliknya. Lalu ditelusuri hingga akhirnya para pelaku ditangkap,” jelasnya.

Menurut Longdong, pemilik truk merah diketahui bernama Tely, warga Tontalete, sedangkan yang satunya milik seorang pria warga Desa Wineru Likupang.
“Keduanya bersalah karena tidak memiliki dokumen sebagaimana disyaratkan dalam Permen Nomor 30 Tahun 2012. Kedua pelaku sudah ditahan, sedang dua truk tersebut diamankan di Dinas Kehutanan Minut. Dan mereka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada kongkalikong dalam proses hukum ini,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Minut Joppy Lengkong mengatakan, penjagaan hutan akan mendapat payung hukum dengan Perda Hutan Hak. “Perda tersebut mengatur tentang hutan hak. Selama ini, aturan di hutan hak tak begitu jelas. Saat ini dewan sedang membahas Perda Hutan Hak. Kami berharap warga untuk tidak menebang hutan. Pelaku bisa dihukum sampai 10 tahun,” tukas Lengkong.(sem)

 

Share

Puncak Acara Festival Klabat Meriah, Tari Katrili Hebohkan Pagelaran Budaya

TARI KATRILI SEKDA

Sekda Minut ikuti Tari Katrili bersama Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Minut

juara lomba bahasa tonsea tingkat smp,sma,smk

Lourdes Wantania SMP MARGO LEMBEAN Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Tonsea Tingkat SMP,SMA/SMK

Airmadidi,KLABATNEWS-Puncak acara Festival Klabat yang dirangkaikan dengan pagelaran budaya daerah yang diadakan di Poleko Airmadidi, Sabtu (16/11) berlangsung meriah. Mulai dari Tari Tumetenden, Tari Kabasaran, Tari Maengket, Tari Katrili, Tari Tetengkoren, Tari Selendang Biru, Tari Lili Royor, Tari Samrah, Musik Kolintang dan Pidato Bahasa Tonsea tampil memukau di hadapan para warga dan pejabat Minut yang mengikuti acara tersebut, pada hari itu juga diadakan lomba pakaian adat oleh kepala-kepala SKPD dan lomba kuliner.

Kepala Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Manado (BPNB) Drs Rusli Manorek pada kesempatan itu mengatakan pagelaran budaya merupakan salah satu wahana strategis dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya suatu suku bangsa karena disadari dengan pelaksanaan kegiatan tersebut akan memunculkan keragaman produk nilai budaya.

“BPNB Manado dalam tahun anggaran 2013 dalam kaitannya dengan upaya pelestarian kebudayaan daerah melaksanakan kegiatan pagelaran budaya daerah bekerja sama dengan Pemkab Minut khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka menunjang pelaksanaan Festival Klabat 2013,” ungkap Manorek.Tari Samrah

Ia menambahkan dengan demikian kegiatan pagelaran budaya ini dapat memperkenalkan budaya daerah, khususnya tari-tarian dan musik tradisional maupun yang sudah dikreasikan, serta dapat memupuk kesadaran masyarakat terutama generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.

“Akhir kata, kami mengharapkan agar pelaksanaan kegiatan dapat memberikan manfaat dan sumbangsih yang besar bagi pelestarian kebudayaan serta dapat menunjang Program Sentuh Budaya dan menyukseskan Festival Klabat 2013 di Kabupaten Minahasa Utara,” jelasnya.tari maengket

Meskipun cuaca tidak bersahabat namun pagelaran adat daerah Sulut ini berlangsung sangat meriah. Para pemenang lomba Festival Klabat 2013 pada kesempatan itu menunjukkan kehebatan mereka masing-masing. Lebih heboh lagi saat tarian kartrili tampil, mulai dari pejabat, pemenang Utu-Keke dan semua peserta yang hadir bersama dengan warga menari-nari mengikuti tarian katrili.

Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA sangat mengapresiasi akan kegiatan ini dan turut hadir dalam acara penutupan Festival Klabat kali ini.(sem/advetorial)kabasaran  festival klabat1

 

Share

Memeriahkan HUT ke-10 Minut, TP-PKK Gelar Aneka Lomba

1470360_637354379653096_1890493325_nAirmadidi,KLABATNEWS-Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Minahasa Utara yang ke-10 serta mewujudkan 10 program PKK, Senin (18/11) bertempat di kantor Pemkab Minut, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa Utara melaksanakan berbagai kegiatan lomba.1463322_637354789653055_71220293_n

Kegiatan tersebut diikuti oleh utusan 10 kecamatan dan 4 kelompok kerja (pokja) TP-PKK Minut dan dibuka secara langsung oleh ketua TP-PKK Altje Singal-Polii. Pada kesempatan itu TP-PKK Minahasa Utara Altje yang didampingi Wakil Ketua TP-PKK Minut B Karundeng Wulur, mengatakan PKK adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan “10 program pokok”-nya.

“Untuk itu kami melaksanakan berbagai kegiatan lomba yakni lomba Fragmen tentang KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) oleh Pokja 1, lomba merangkai kap lampu dari lidi olej Pokja 2. Lomba menu B2SA (Beragam Bergisi Sehat dan Aman) oleh Pokja 3 dan lomba Perilaku hidup bersih dan sehat oleh pokja 4,” jelas istri dari Altje Singal-Polii.

Para peserta lomba dengan antusiasnya mengikuti berbagai kegiatan, sehingga suasana di kantor Pemkab Minut berlangsung meriah, di mana seluruh peserta yang mengikuti lomba dengan gigihnya menunjukkan kebolehan, kepintarannya dan ketrampilan masing-masing untuk dinilai juri. Selain perlombaan juga digelar pelatihan.

Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli SH sangat terkesan dan memberikan dorongan dengan kegiatan tersebut yang dilaksanakan.(sem/advetorial)

1451425_637353909653143_2106396670_n

 

Share

Kema 1 Siap Sebagai Daerah Tujuan Wisata

berti mawuntuKema,KLABATNEWS -Dengan dicanangkannya bahwa Kabupaten Minahasa Utara sebagai tujuan wisata tahun 2015 mendatang, pencanangan itu sangat didukung oleh Kepala Desa (Hukum tua) Desa Kema 1 Kecamatan Kema Berti P Mawuntu yang letak geografisnya tidak jauh dari wisata Pantai Firdaus, Batu Nona Resort dan pantai pasir putih di Desa Makalisung. Tidak tanggung – tanggung baru beberapa bulan Mawuntu menjabat sebagai hukum tua terpilih, sudah nampak perubahan di desa tersebut.

Seperti tampak di kantor desa yang telah dibangun kanopi selebar depan kantor desa berlantai Paving blok. Menurut Mawuntu saat ini sementara dibangun ruang PKK yang letaknya di sebelah kantor desa. “Kema satu nantinya adalah sebagai pintu gerbang masuknya para wisatawan, baik domestik maupun manca negara, di mana setiap wisatawan yang hendak menuju wisata pantai Kema dan pasir putih di Desa Makalisung atau pun tempat-tempat sejarah yang ada di Desa Kema tiga, harus terlebih dahulu melewati Desa Kema I,” ungkap hukum tua Berti P Mawuntu belum lama ini.

Pria yang rendah hati ini menambahkan saat ini kami pun telah melakukan peningkatan dalam hal keamanan dan ketertiban, agar wisatawan dapat betah berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Kecamatan Kema.

“Selanjutnya ke depan kami akan memasang bendera umbul-umbul di sepanjang jalan Desa Kema I sebagai tanda bahwa wisatawan telah berada di area ramah wisata,” jelas Berti P Mawuntu Hukum Tua Desa Kema Satu yang dikenal ramah kepada wartawan dan masyarakat Desa Kema I bahkan warga tetangga.(maxi bangun)

Share