Tuesday, 23 October 2018

Category: Minahasa Utara

Fransisca Tuwaidan: Pantai Batu Nona Kema Wonderful Indonesia

festival batu nona1 Kema,KLABATNEWSfestival batu nona3Kedudukan Minahasa Utara dalam peta pariwisata Sulawesi Utara cukup strategis. Minahasa Utara yang terdiri dari 10 kecamatan, memiliki keindahan alam dan keunikan seni budaya. Pantai Batu Nona Kema, Kecamatan Kema merupakan salah satu Wonderful Indonesia yang tak ternilai berada di Minahasa Utara, sehingga pengembangan dan promosi ini akan menjadi daya tarik dan daya pikat bagi wisatawan yang dapat memberikan manfaat terhadap pembangunan kepariwisataan daerah. Hal ini dikatakan Fransisca Magdalena Tuwaidan yang merupakan ketua panitia Festival Batu Nona, saat pembukaan Festival Batu Nona, Kema 3 Kamis (21/11).festival batu nona2

“Pelaksanaan Festival Batu Nona 2013 adalah merupakan iven promosi pariwisata yang dijadikan wadah bagi pemerintah daerah, para stakeholders dan masyarakat sekitar objek wisata dalam mempromosikan potensi pariwisata di mana penyelenggaraan ini juga dalam rangka menunjang visi-misi Pemkab Minut sebagai kabupaten tujuan wisata tahun 2015, serta dalam menggarap pasar pariwisata yang dapat memberi manfaat ekonomi serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Eta sapaan akrab Fransiska Tuwaidan.

Lanjut Fransiska maksud dan tujuan kegiatan ini yakni demi meningkatkan minat pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat, untuk berpromosi dan dalam upaya berpikir kreatif dalam membuka peluang mengembangkan kepariwisataan daerah.

“Sedangkan sasarannya tersedianya wadah promosi wisata, terciptanya citra positif Minahasa Utara sebagai daerah tujuan wisata dan terciptanya jaringan kerjasama dalam promosi dan pengembangan potensi pariwisata dengan pihak terkait serta mendorong dan memotivasi gerakan “Kenali Negerimu, Cintai Negerimu” sebagai peluang pengembangan kepariwisataan daerah. Bentuk kegiatan 1. Pemilihan Putri Pariwisata, 2. Lomba Perahu Hias dan 3. Lomba Dayung Perahu,” jelas Fransiska Tuwaidan yang juga anggota dewan Minut.(sem)festival batu nona4

Share Button

Darius: Imbauan Pemilik Kendaraan Tentang Ijin Trayek

obey

..Menteri Perhubungan RI, Letjen TNI (Purn). E.E.Mangindaan, dan Kasie LLAJ Dishubkominfo Minahasa Utara Darius Robert Mandagie (kanan)

Airmadidi,KLABATNEWS-Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa Utara Darius Robert Mandagie mengatakan sesuai aturan yang ada ijin trayek yang sudah lewat 6 bulan dari masa berlaku berakhir, maka ijin tersebut harus dicabut atau dihapus.

“Namun, saat ini ada kebijakan dari Dinas Perhubungan untuk memberikan dispensasi waktu selama 2 sampai 3 minggu setelah dikeluarkan SK Pencabutan bagi para pemilik untuk menyelesaikan perijinan tersebut,” ungkap Darius seraya menambahkan Tdk ada lagi peringatan setelah itu, karena peringatan sudah dilakukan sejak sebelum keluar SK.

“Pengumuman keluarnya SK telah disampaikan melalui terminal-terminal yang ada, jadi setelah 3 minggu keluar SK tersebut sudah langsung ditindaklanjuti dengan pencabutan atau penghapusan ijin,” jelas Darius Robert Mandagie.(sem/max)

Share Button

Dinas Kehutanan Minut Tangkap Kayu tak Berizin di Tatelu

kAYU SITAANAirmadidi, KLABATNEWS- Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini Polisi Kehutanan Minut, menangkap dua truk berisi kayu jenis kelapa dalam operasi yang juga diikuti oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulut serta beberapa personel kepolisian, Sabtu (12/11). Hal ini dikatakan salah satu Polisi Kehutanan Minut R Longdong kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/11).

“Dalam operasi baru-baru ini kami tim gabungan dari polhut Minut, polhut propinsi serta pihak kepolisian telah menangkap dua truk di Desa Tatelu Rondor. Satu truk berwarna biru memuat 6,5 kubik. Satu truk lainnya berwarna merah memuat 5 kubik. Kedua truk tersebut ditangkap. Mereka datang dari Likupang serta Wusa. Kami menduga kayu – kayu itu tersebut berasal dari sana. Dan sopir serta pemiliknya tidak dapat menunjukkan dokumen,” ujarnya.

Ia menjelaskan itu merupakan komitmen kami untuk menjaga kelestarian hutan, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga. “Atas laporan itu, polisi akhirnya mendapati lokasi penebangan, rute yang dilewati, lengkap dengan jenis mobil serta nama pemiliknya. Lalu ditelusuri hingga akhirnya para pelaku ditangkap,” jelasnya.

Menurut Longdong, pemilik truk merah diketahui bernama Tely, warga Tontalete, sedangkan yang satunya milik seorang pria warga Desa Wineru Likupang.
“Keduanya bersalah karena tidak memiliki dokumen sebagaimana disyaratkan dalam Permen Nomor 30 Tahun 2012. Kedua pelaku sudah ditahan, sedang dua truk tersebut diamankan di Dinas Kehutanan Minut. Dan mereka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada kongkalikong dalam proses hukum ini,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Minut Joppy Lengkong mengatakan, penjagaan hutan akan mendapat payung hukum dengan Perda Hutan Hak. “Perda tersebut mengatur tentang hutan hak. Selama ini, aturan di hutan hak tak begitu jelas. Saat ini dewan sedang membahas Perda Hutan Hak. Kami berharap warga untuk tidak menebang hutan. Pelaku bisa dihukum sampai 10 tahun,” tukas Lengkong.(sem)

 

Share Button

Puncak Acara Festival Klabat Meriah, Tari Katrili Hebohkan Pagelaran Budaya

TARI KATRILI SEKDA

Sekda Minut ikuti Tari Katrili bersama Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Minut

juara lomba bahasa tonsea tingkat smp,sma,smk

Lourdes Wantania SMP MARGO LEMBEAN Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Tonsea Tingkat SMP,SMA/SMK

Airmadidi,KLABATNEWS-Puncak acara Festival Klabat yang dirangkaikan dengan pagelaran budaya daerah yang diadakan di Poleko Airmadidi, Sabtu (16/11) berlangsung meriah. Mulai dari Tari Tumetenden, Tari Kabasaran, Tari Maengket, Tari Katrili, Tari Tetengkoren, Tari Selendang Biru, Tari Lili Royor, Tari Samrah, Musik Kolintang dan Pidato Bahasa Tonsea tampil memukau di hadapan para warga dan pejabat Minut yang mengikuti acara tersebut, pada hari itu juga diadakan lomba pakaian adat oleh kepala-kepala SKPD dan lomba kuliner.

Kepala Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Manado (BPNB) Drs Rusli Manorek pada kesempatan itu mengatakan pagelaran budaya merupakan salah satu wahana strategis dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya suatu suku bangsa karena disadari dengan pelaksanaan kegiatan tersebut akan memunculkan keragaman produk nilai budaya.

“BPNB Manado dalam tahun anggaran 2013 dalam kaitannya dengan upaya pelestarian kebudayaan daerah melaksanakan kegiatan pagelaran budaya daerah bekerja sama dengan Pemkab Minut khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka menunjang pelaksanaan Festival Klabat 2013,” ungkap Manorek.Tari Samrah

Ia menambahkan dengan demikian kegiatan pagelaran budaya ini dapat memperkenalkan budaya daerah, khususnya tari-tarian dan musik tradisional maupun yang sudah dikreasikan, serta dapat memupuk kesadaran masyarakat terutama generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.

“Akhir kata, kami mengharapkan agar pelaksanaan kegiatan dapat memberikan manfaat dan sumbangsih yang besar bagi pelestarian kebudayaan serta dapat menunjang Program Sentuh Budaya dan menyukseskan Festival Klabat 2013 di Kabupaten Minahasa Utara,” jelasnya.tari maengket

Meskipun cuaca tidak bersahabat namun pagelaran adat daerah Sulut ini berlangsung sangat meriah. Para pemenang lomba Festival Klabat 2013 pada kesempatan itu menunjukkan kehebatan mereka masing-masing. Lebih heboh lagi saat tarian kartrili tampil, mulai dari pejabat, pemenang Utu-Keke dan semua peserta yang hadir bersama dengan warga menari-nari mengikuti tarian katrili.

Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA sangat mengapresiasi akan kegiatan ini dan turut hadir dalam acara penutupan Festival Klabat kali ini.(sem/advetorial)kabasaran  festival klabat1

 

Share Button

Memeriahkan HUT ke-10 Minut, TP-PKK Gelar Aneka Lomba

1470360_637354379653096_1890493325_nAirmadidi,KLABATNEWS-Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Minahasa Utara yang ke-10 serta mewujudkan 10 program PKK, Senin (18/11) bertempat di kantor Pemkab Minut, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa Utara melaksanakan berbagai kegiatan lomba.1463322_637354789653055_71220293_n

Kegiatan tersebut diikuti oleh utusan 10 kecamatan dan 4 kelompok kerja (pokja) TP-PKK Minut dan dibuka secara langsung oleh ketua TP-PKK Altje Singal-Polii. Pada kesempatan itu TP-PKK Minahasa Utara Altje yang didampingi Wakil Ketua TP-PKK Minut B Karundeng Wulur, mengatakan PKK adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan “10 program pokok”-nya.

“Untuk itu kami melaksanakan berbagai kegiatan lomba yakni lomba Fragmen tentang KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) oleh Pokja 1, lomba merangkai kap lampu dari lidi olej Pokja 2. Lomba menu B2SA (Beragam Bergisi Sehat dan Aman) oleh Pokja 3 dan lomba Perilaku hidup bersih dan sehat oleh pokja 4,” jelas istri dari Altje Singal-Polii.

Para peserta lomba dengan antusiasnya mengikuti berbagai kegiatan, sehingga suasana di kantor Pemkab Minut berlangsung meriah, di mana seluruh peserta yang mengikuti lomba dengan gigihnya menunjukkan kebolehan, kepintarannya dan ketrampilan masing-masing untuk dinilai juri. Selain perlombaan juga digelar pelatihan.

Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli SH sangat terkesan dan memberikan dorongan dengan kegiatan tersebut yang dilaksanakan.(sem/advetorial)

1451425_637353909653143_2106396670_n

 

Share Button

Kema 1 Siap Sebagai Daerah Tujuan Wisata

berti mawuntuKema,KLABATNEWS -Dengan dicanangkannya bahwa Kabupaten Minahasa Utara sebagai tujuan wisata tahun 2015 mendatang, pencanangan itu sangat didukung oleh Kepala Desa (Hukum tua) Desa Kema 1 Kecamatan Kema Berti P Mawuntu yang letak geografisnya tidak jauh dari wisata Pantai Firdaus, Batu Nona Resort dan pantai pasir putih di Desa Makalisung. Tidak tanggung – tanggung baru beberapa bulan Mawuntu menjabat sebagai hukum tua terpilih, sudah nampak perubahan di desa tersebut.

Seperti tampak di kantor desa yang telah dibangun kanopi selebar depan kantor desa berlantai Paving blok. Menurut Mawuntu saat ini sementara dibangun ruang PKK yang letaknya di sebelah kantor desa. “Kema satu nantinya adalah sebagai pintu gerbang masuknya para wisatawan, baik domestik maupun manca negara, di mana setiap wisatawan yang hendak menuju wisata pantai Kema dan pasir putih di Desa Makalisung atau pun tempat-tempat sejarah yang ada di Desa Kema tiga, harus terlebih dahulu melewati Desa Kema I,” ungkap hukum tua Berti P Mawuntu belum lama ini.

Pria yang rendah hati ini menambahkan saat ini kami pun telah melakukan peningkatan dalam hal keamanan dan ketertiban, agar wisatawan dapat betah berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Kecamatan Kema.

“Selanjutnya ke depan kami akan memasang bendera umbul-umbul di sepanjang jalan Desa Kema I sebagai tanda bahwa wisatawan telah berada di area ramah wisata,” jelas Berti P Mawuntu Hukum Tua Desa Kema Satu yang dikenal ramah kepada wartawan dan masyarakat Desa Kema I bahkan warga tetangga.(maxi bangun)

Share Button

Bupati Hadiri Pagelaran Budaya Daerah Sulut di Poleko

FESTIVAL KLABATOKAirmadidi,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA menghadiri pagelaran budaya daerah Sulawesi Utara yang diadakan di Lapangan Poleko Airmadidi, Sabtu (16/11). Kegiatan Festival Klabat dan Pagelaran budaya daerah Sulut ini merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Bank Sulut dan Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Manado. Bupati pada kegiatan tersebut disambut oleh tarian kabasaran saat menghadiri pagelaran budaya.

Bupati pada kesempatan itu sangat mengapresiasi kegiatan Festival Klabat. “Sebagai kepala daerah saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena sebagai orang Minahasa Utara kita dapat terus meningkatkan kecintaan kita terhadap negeri kita, dengan membangun dan membesarkannya melalui upaya-upaya kita sekalian yaitu dengan mengangkat potensi-potensi daerah untuk dikembangkan menuju Minahasa Utara yang maju berdaya saing, namun tidak meninggalkan serta tidak melupakan akan budaya kita,” ungkap bupati.FESTIVAL KLABATOK2

Menurutnya hal ini juga merupakan suatu kebanggaan dari kita semua melalui teman-teman wartawan, mereka juga yang mengabadikan semua yang apa menjadi kebanggaan kita, memiliki potensi-potensi dalam mengembangkan kepariwisataan yang ada di Minut. “Kegiatan festival Klabat ini merupakan salah satu komitmen pemerintah Minahasa Utara dalam gerakan sentuh budaya, yang terus digalakkan dan melalui pelestarian dan pengembangan seni budaya Tonsea, yang merupakan aset wisata untuk lebih meningkatkan dan mengerakkan semangat kita semua. Maka sudah sewajarnya kita sebagai orang Tonsea menyambutnya dengan sukacita gembira,” terangnya.

Hal ini penting untuk menjadi perhatian kita, khususnya daerah yang kita cintai ini, apalagi dalam perkembangan zaman yang setiap waktu, setiap tahun ataupun setiap masa, makin memiliki tantangan berat terhadap budaya kita. Baik bahasa daerah yang makin berkurang, dimanfaatkan ataupun digunakan apalagi di kalangan generasi mudah, serta seni dan sejarah budaya kita yang mulai tidak dihiraukan ataupun digubris oleh penerus-penerus kita.

“Daerah keterbukaan dan kemajuan komunikasi dan informasi di samping berpengaruh positif dan juga harus diakui membawa dampak yang kurang menguntungkan, sehingga tidak saja mempengaruhi kehidupan orang dewasa tetapi juga kehidupan anak-anak, pemuda remaja selaku generasi penerus kita. Hal yang demikian dapat dilihat dengan adanya perilaku anak-anak remaja bahkan orang dewasa yang menyimpang dari aturan, nilai dan ajaran-ajaran agama serta budaya sebagai jati diri bangsa,” papar Sompie SIngal.

FESTIVAL KLABATOK3Bupati menambahkan melalui kegiatan Festival Klabat seperti ini, kita ingin lebih memasyarakatkan kegiatan yang mengangkat kembali nilai-nilai luhur dan budaya kita yang baik, agar semakin dikenal dilestarikan dan dicintai generasi muda sekarang ini serta masyarakat yang ada. Jika hal ini dapat diwujudkan saya yakin kita, dapat terus mewujudkan suasana aman, tentram dan damai, sehingga kita akan lebih ditenang dalam bekerja dan berusaha, dan daerah kita akan semakin dikenal, pariwisata kita akan semakin maju, serta semangat dalam melaksanakan pembangunan di negeri kita, khususnya kabupaten minahasa utara sehingga terwujud semua kebutuhan masyarakat yang teguh dengan semangat, maleo-leosan, matombo-tombolan, masawa-sawangan, magena-genangan.

“Selaku pemerintah dan masyarakat sangat mendukung akan kegiatan ini, dalam rangka juga untuk mewujudkan Minahasa Utara menjadi tujuan wisata 2015. Selain itu juga kita kembangkan budaya-budaya Tonsea dan budaya-budaya Minahasa yang sesungguhnya bagian dari keberadaan dan harkat kita di dalam masyarakat terhadap orang lain. Selain itu tentu begitu juga selaku pemerintah sangat mengapresiasi pada kita sekalian khususnya juga seluruh masyarakat yang sampai pada saat ini, masih ada kegiatan-kegiatan yang tertentu yang mengangkat harkat budaya kita sekalian karena budaya kita tidak dapat kita lihat di mana-mana, seperti di Manado, Jakarta, tetapi paling tidak, kita bisa lihat di daerah kita sendiri di Minahas Utara yang kita cintai ini,” jelas Bupati Minut.

Pada kesempatan itu juga selaku pemerintah kabupaten Minahasa Utara dan sebagai orang yang peduli dengan seni dan budaya Tonsea, bupati memberikan penghargaan kepada para penjaga lingkungan bersejarah di Minahasa Utara. Seperti penjara tua di Kema, gereja tua Malak, Waruga Kokoleh, taman purbakala waruga Sawangan dan Airmadidi.(sem/advetorial)

Share Button