Thursday, 20 September 2018

Category: Iklan & Advertorial

Bupati Bersyukur di HUT ke-60, Rayakan di Pasar Dimembe dan Secara Sederhana

hut bupati01Airmadidi,KLABATNEWS-Bersyukur dan melayani adalah kegiatan dua hal yang sudah seharusnya menjadi bagian dalam kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan. Ke dua karakter ini akan lebih mudah muncul dalam diri kita ketika kita semakin memiliki hubungan yang dekat dan melekat kepada Tuhan. Dalam keluarga kita diajak untuk mewujudkan kedua karakter ini bukan hanya kepada satu atau beberapa anggota keluarga tertentu saja, tetapi mewujudkannya sebagai satu kesatuan keluarga yang memiliki karakter bersyukur dan melayani.hut bupati02

Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA bersama keluarganya pada Senin (28/10) bersyukur kepada Tuhan atas ulang tahun Bupati Sompie Singal yang ke-60, namun di tengah-tengah ucapan syukur keluarga, bupati dan ibu tetap melayani masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan meresmikan pasar tradisional Dimembe pada hari itu juga.

Dalam peresmian pasar diadakan ibadah bersama yang dipimpin oleh seorang pendeta sebagai rasa syukur jajaran Pemkab Minut dan masyarakat atas peresmian pasar dan ulang tahun Bupati Minut. Di sela-sela kegiatan itu bupati dan ibu menyalakan lilin ulang tahun di atas sebuah kue sebagai tanda sukacita iman.

Di malam harinya, keluarga besar Singal-Polii menggelar misa syukur bertempat perkebunan milik bupati di desa  Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe yang dirangkaikan dengan pemberkatan rumah baru bupati. Dalam acara tersebut dihadiri oleh kepala-kepala SKPD, camat, serta warga sekitar. Bupati Sompie Singal banjir ucapan selamat dari para undangan yang hadir yang dilaksanakan secara sederhana.(sem)

hut bupati

 

Share Button

Sompie Singal Resmikan Pasar Tradisional Dimembe

pasar dimembeDimembe,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA meresmikan pasar tradisional Dimembe Kecamatan Dimembe, Senin (28/10). Peresmian pasar tradisional Dimembe diawali doa oleh pendeta, kemudian penanaman pohon tepat di depan pintu masuk pasar oleh bupati Sompie Singal, dilanjutkan dengan penekanan tombol yang ditandai pembukaan papan selubung pasar dan pengguntingan pita. Kemudian bupati menandatangani prasasti. DSCF7138

Bupati Sompie Singal dan ibu serta pejabat pemkab Minut menuju lokasi tempat untuk mengadakan ibadah bersama, dalam ibadah itu dipimpin oleh Pendeta GMIM Syalom Dimembe. 

Bupati dalam sambutannya mengatakan seiring dengan perkembangan jaman sekarang ini, mungkin berbagai konsep pemasaran yang dilakukan pemerintah, memberikan kesempatan kepada masyarakat sekarang ini untuk mendapatkan sarana prasarana pasar demi memudahkan pemasaran dan memperlancar hasil-hasil produksi.

“Nantinya di pasar Dimembe akan dipasarkan nila yang hidup dan buah-buah yang ada di daerah ini. Kecamatam Dimembe mempunyai potensi yang sangat besar, dalam memasarkan hasil produksi mereka, baik hasil pertanian, perkebunan, perikanan, industri rumah tangga,” ungkap Bupati.

Ia menambahkan selama ini masyarakat memasarkan hasil produksi langsung ke Pasar Airmadidi atau Sukur dengan harus mengeluarkan biaya ekstra, dengan adanya pasar ini bisa membantu para pedagang dan pembeli di kecamatan Dimembe.

Saya mengharapkan para warga bisa menjaga kebersihan dan lingkungan pasar agar selalu terlihat asri, dan marilah kita menjaga akan keamanan di sini, agar kita selalu bisa hidup rukun dan damai,” jelas Bupati.(sem)                   

pasar dimembe01  

Share Button

Pemilihan Utu dan Keke Minahasa Utara 2013

iklan Disparbud

Share Button

Kabupaten Minut Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif 2013, Bupati Menanam Rakyat Menuai

1379980_10200504268478876_654398720_n

Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni saat memberikan penghargaan IGA 2013 kepada Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Airmadidi,KLABATNEWS-Kabupaten Minahasa Utara meraih penghargaan nominasi Pemerintah Daerah Inovatif atau Innovative Government Award (IGA) tahun 2013 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan IGA ini merupakan penghargaan kedua, setelah tahun 2012 lalu. Penghargaan diberikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraeni kepada Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). Program pengelolaan dan kepemimpinan pemerintahan, yang selalu ada inovasi dan kreasi dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik, sehingga masuk nominasi 25 Kabupaten dan Kota se-Indonesia pada penghargaan IGA tahun 2013. Ini adalah penyelenggaraan IGA ke-6 sejak tahun 2007.

Menurut Bupati Sompie Singal, pihaknya berterima kasih atas penghargaan ini, yang tentunya merupakan hasil kerja keras semua warga Minahasa Utara. Dengan penghargaan ini, sekiranya pengelolaan pemerintahan di Minahasa Utara menjadi lebih baik.  Serta partisipasi masyarakat akan terus bertumbuh dan menjadi partisipatif untuk pembangunan Minahasa Utara. “Ini merupakan penghargaan buat masyarakat Minahasa Utara,” kata Singal.

1380017_10200504966096316_851913125_nSementara itu Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, banyak Pemerintah Daerah yang melakukan inovasi dalam rangka memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kementerian Dalam Negeri mencermati berbagai kreativitas dan inovasi Pemerintah Daerah tersebut, sehingga diapresiasi dan diberi penghargaan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan di dalam ketentuan Pasal 219 UU. Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemberian penghargaan Pemerintah daerah Inovatif ini telah dilaksanakan mulai tahun 2007.

“Program tahunan IGA ini merupakan forum berbagi pengalaman dari para peraih IGA sebelumnya kepada nominator IGA untuk senantiasa mengembangkan program inovatif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerahnya masing-masing. Program ini akan terus ditingkatkan, agar inovasi-inovasi yang telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan daerah tersebut bisa disebarluaskan dan memberikan inspirasi bagi Pemerintah Daerah lainnya. Filosofi penting dibalik penganugerahan ini adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan bagi kepala daerah yang dipandang telah berhasil melakukan upaya-upaya strategi inovatif dalam kepemimpinan daerah yang bermanfaat bagi publik dan meningkatkan kemandirian daerah. Inovasi-inovasi Pemerintah Daerah ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah,” jelasnya.

Diah menambahkan, program inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah harus sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat di daerah. Program inovasi tersebut merupakan bukti kemampuan inovasi Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Pemerintah Daerah harus mampu meningkatkan kemandiriannya melalui berbagai inovasi, karena tanpa inovasi, masyarakatnya akan tetap tertinggal dibandingkan kemajuan masyarakat daerah lain, serta memiliki daya saing yang rendah dalam percaturan regional dan global. Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri senantiasa mendorong Pemerintah Daerah untuk melaksanakan program inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk mengembangkan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun harus tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami ingin menyampaikan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Daerah yakni, diperlukan hubungan aparatur daerah yang memiliki potensi yang memadai, Pemda diharapkan mampu menggerakkan dan mengembangkan program-program inovatif, untuk mengembangkan program inovatif perlu didukung dengan sumber anggaran yang memadai, dan Pemda wajib melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah terutama masyarakat agar masyarakat merasa memiliki dan turut bertanggung jawab pada program inovatif tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, untuk memberikan penghargaan inovatif kepada Pemerintah Daerah, Kementerian Dalam Negeri melakukan kajian untuk menemukan berbagai inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam 4 (empat) kategori, yakni: (1) tata kelola pemerintahan; (2) pelayanan publik; (3) pemberdayaan masyarakat; dan (4) peningkatan daya saing daerah. Berdasarkan 4 (empat) kategori tersebut, secara bertahap dilakukan penilaian untuk menetapkan Pemenang IGA Tahun 2013, dengan mekanisme pelaksanaan yang dilakukan oleh Tim Ahli IGA dan Kementerian Dalam Negeri melalui 6 (enam) tahap kegiatan, yakni:

Tahap-1: Identifikasi Pemda Kabupaten/Kota yang memiliki program inovasi. Untuk Tahun 2013, telah diidentifikasi sebanyak 128 Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Tahap-2: Mengkaji dan menganalisis program inovasi daerah, untuk menetapkan 25 (dua puluh lima) Nominator Terpilih IGA Tahun 2013.
Tahap-3: Memberikan penghargaan kepada 25 (dua puluh lima) Nominator Terpilih IGA Tahun 2013, disertai pelaksanaan “Seminar Sosialisasi IGA Tahun 2013”, yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2013.
Tahap-4: Mengkaji dan menganalisis program inovasi daerah pada 25 (dua puluh lima) Nominator Terpilih IGA Tahun 2013, untuk ditetapkan sebagai 12 (dua belas) Nominator Unggulan IGA Tahun 2013.
Tahap-5: Mengkaji dan menganalisis program inovasi daerah pada 12 (dua belas) Nominator Unggulan IGA Tahun 2013, untuk ditetapkan sebagai 4 (empat) Pemenang IGA Tahun 2013.
Tahap-6: Memberikan penghargaan kepada 8 (delapan) Nominator Unggulan IGA Tahun 2013 dan 4 (empat) Pemenang IGA Tahun 2013. Pada pertengahan bulan November 2013

Kamis (24/10) dilaksanakan Seminar Sosialisasi Program IGA Tahun 2013, yang diikuti peserta terdiri dari 25 Bupati dan Walikota yang menjadi nominator IGA 2013, pemenang IGA tahun 2012, dan para pejabat Pemda. Pemateri pada seminar ini adalah, Wakil Walikota Banda Aceh, Walikota Tanggerang, Bupati Ponorogo, dan Bupati Sumedang.

Sementara itu ke-25 nominator IGA 2013 adalah, Bupati Minahasa Utara dengan program inovatif revitalisasi pertanian dan giat menanam serta pengelolaan pemerintahan yang baik, Bupati Bogor, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Agam, Bupati Pelalawan, Bupati Purwakarta, Bupati Bantul, Bupati Badung, Bupati Malinau, Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Gorontalo, Walikota Palu, Walikota Pekalongan, Kota Surabaya, dan 10 Bupati dan Walikota lainnya.(sem/diskominfo Bogor)

1393968_10200504961776208_355737870_n

Share Button

Peletakan Batu Pertama Rudis Bupati, Sompie Singal Tinjau Lokasi Pembangunan Rudis

rudisAirmadidi,KLABATNEWS-Membangun dan membangun, itulah yang terus dilakukan Bupati Minut Drs Sompie SF Singal MBA demi Bumi Klabat. Hal dibuktikan pada Rabu 23  Oktober 2013 meninjau lokasi pembangunan rumah jabatan bupati dan wakil bupati, di Bukit Doa Airmadidi, kompleks kantor bupati Minahasa Utara dan sekaligus melakukan peletakan batu pertama yang dihadiri Ketua DPRD Berty Kapojos, Wakapolres Minahasa Utara, Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi, para asisten dan kepala SKPD, FKUB serta para undangan.1379829_10200498903024743_140435660_n

Lokasi rumah dinas tersebut memiliki  pemandangan yang indah.  Dari lokasi tersebut, mata bisa memandang pemandangan Kota Airmadidi, pegunungan Tomohon dan Minahasa, serta pemandangan Manado dan Laut Manado. “Pemandangan dari atas gunung ini,  kita bisa melihat banyak pemandangan,” kata Bupati Drs Sompie SF Singal.(sem)

1385335_10200498887504355_1390361292_n

 

Share Button

Bupati: Selamat Hari Raya Idul Adha (عيد الأضحى)

946397_10200460665268823_1427448766_nAirmadidi,KLABATNEWS-Idul Adha (di Republik Indonesia, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama, Seperti yang dilakukan Umat Muslim di Masjid Jami Diponegoro Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara pada Selasa (15/10). Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.1378128_10200460657588631_1367985510_n

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA dan pejabat Pemkab Minut, Selasa (15/10) bersama dengan umat Muslim se-Minut merayakan Hari Raya Idul Adha. Hal ini dibuktikan dengan mendatangi Masjid Jami Diponegoro Airmadidi. Bupati pada Hari Raya Idul Adha kali ini memberikan bantuan sapi kurban dengan anggaran Rp 150 juta kepada seluruh umat Muslim yang tersebar di 10 kecamatan di Minahasa Utara, melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Minut.

Bupati dalam kesempatan itu mengajak umat Muslim untuk semakin dekat dengan Allah serta membangun kebersamaan dan persaudaraan di Hari Raya Idul Adha ini. “Untuk itu saya sebagai pribadi dan keluarga serta Pemkab Minut mengucapkan selamat merayakan Idul Adha kepada umat Muslim,” ungkap Bupati.

Seusai Sholad yang dipimpin imam Sukardi Suleman dam Khotib Ikshan Yanno. Bupati Sompie Singal menyerahkan beberapa ekor sapi dan 2 ekor kambing.(sem/wiki)995523_10200460666828862_1849256172_n

Share Button

Gubernur dan Bupati Hadiri acara HUT ke–16 Paimpuluan Ne Tonsea

1391664_10200449823117776_658122746_nAirmadidi,KLABATNEWS-Bupati Minahasa Utara Drs Sompie SF Singal MBA menghadiri acara HUT ke–16 Paimpuluan Ne Tonsea Mesu’e Pe 2013, Sabtu 12 Oktober 2013. Acara tersebut dirangkaikan dengan peresmian lapangan sepak bola Waraney Ne Amian. Hadir dalam acara tersebut Gubernur DR SH Sarundajang, Kapolda Sulut Brigjen Pol R. Kaligis, Staf Ahli Kementerian PU Ir Lucky Korah, Benny Tengker, mantan Danlanudsri Kol Jorry Kolay,  Anggota DPRD Minahasa Utara Fransisca Tuwaidan, pengurus Paimpuluan Ne Tonsea dan pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara serta para undangan lainnya.1384291_10200449841598238_1236129681_n

Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan momentum luar biasa, di mana warga kawanua berkumpul bersama-sama di tempat ini. Apalagi, lapangan ini dipersembahkan oleh warga Kawanua untuk masyarakat. Biarlah kebersamaan dan toleransi ini tetap terjaga dan terpelihara terus menerus. “Marilah kita jaga kebersamaan ini,” ungkap Gubernur.

536216_10200449847278380_889538435_nDalam kesempatan itu Bupati Drs Sompie SF Singal MBA mengatakan, pemerintah kabupaten Minut dan masyarakat Minahasa Utara berterima kasih dengan gagasan brilian dari warga kawanua, untuk membangun Minahasa Utara. Ditambah lagi acara digelar dengan baik, memberi kesan yang baik bagi warga Tonsea khususnya. “Semoga Paimpuluan Ne Tonsea tetap diberkati dan terus memberikan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara maupun warga Tonsea pada khususnya,” kata Sngal.(sem)

 

Share Button