Monday, 22 April 2019

Category: Iklan & Advertorial

Puncak Acara Festival Klabat Meriah, Tari Katrili Hebohkan Pagelaran Budaya

TARI KATRILI SEKDA

Sekda Minut ikuti Tari Katrili bersama Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Minut

juara lomba bahasa tonsea tingkat smp,sma,smk

Lourdes Wantania SMP MARGO LEMBEAN Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Tonsea Tingkat SMP,SMA/SMK

Airmadidi,KLABATNEWS-Puncak acara Festival Klabat yang dirangkaikan dengan pagelaran budaya daerah yang diadakan di Poleko Airmadidi, Sabtu (16/11) berlangsung meriah. Mulai dari Tari Tumetenden, Tari Kabasaran, Tari Maengket, Tari Katrili, Tari Tetengkoren, Tari Selendang Biru, Tari Lili Royor, Tari Samrah, Musik Kolintang dan Pidato Bahasa Tonsea tampil memukau di hadapan para warga dan pejabat Minut yang mengikuti acara tersebut, pada hari itu juga diadakan lomba pakaian adat oleh kepala-kepala SKPD dan lomba kuliner.

Kepala Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Manado (BPNB) Drs Rusli Manorek pada kesempatan itu mengatakan pagelaran budaya merupakan salah satu wahana strategis dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya suatu suku bangsa karena disadari dengan pelaksanaan kegiatan tersebut akan memunculkan keragaman produk nilai budaya.

“BPNB Manado dalam tahun anggaran 2013 dalam kaitannya dengan upaya pelestarian kebudayaan daerah melaksanakan kegiatan pagelaran budaya daerah bekerja sama dengan Pemkab Minut khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka menunjang pelaksanaan Festival Klabat 2013,” ungkap Manorek.Tari Samrah

Ia menambahkan dengan demikian kegiatan pagelaran budaya ini dapat memperkenalkan budaya daerah, khususnya tari-tarian dan musik tradisional maupun yang sudah dikreasikan, serta dapat memupuk kesadaran masyarakat terutama generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.

“Akhir kata, kami mengharapkan agar pelaksanaan kegiatan dapat memberikan manfaat dan sumbangsih yang besar bagi pelestarian kebudayaan serta dapat menunjang Program Sentuh Budaya dan menyukseskan Festival Klabat 2013 di Kabupaten Minahasa Utara,” jelasnya.tari maengket

Meskipun cuaca tidak bersahabat namun pagelaran adat daerah Sulut ini berlangsung sangat meriah. Para pemenang lomba Festival Klabat 2013 pada kesempatan itu menunjukkan kehebatan mereka masing-masing. Lebih heboh lagi saat tarian kartrili tampil, mulai dari pejabat, pemenang Utu-Keke dan semua peserta yang hadir bersama dengan warga menari-nari mengikuti tarian katrili.

Bupati Minut Drs Sompie S.F Singal MBA sangat mengapresiasi akan kegiatan ini dan turut hadir dalam acara penutupan Festival Klabat kali ini.(sem/advetorial)kabasaran  festival klabat1

 

Share

Memeriahkan HUT ke-10 Minut, TP-PKK Gelar Aneka Lomba

1470360_637354379653096_1890493325_nAirmadidi,KLABATNEWS-Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Minahasa Utara yang ke-10 serta mewujudkan 10 program PKK, Senin (18/11) bertempat di kantor Pemkab Minut, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa Utara melaksanakan berbagai kegiatan lomba.1463322_637354789653055_71220293_n

Kegiatan tersebut diikuti oleh utusan 10 kecamatan dan 4 kelompok kerja (pokja) TP-PKK Minut dan dibuka secara langsung oleh ketua TP-PKK Altje Singal-Polii. Pada kesempatan itu TP-PKK Minahasa Utara Altje yang didampingi Wakil Ketua TP-PKK Minut B Karundeng Wulur, mengatakan PKK adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan “10 program pokok”-nya.

“Untuk itu kami melaksanakan berbagai kegiatan lomba yakni lomba Fragmen tentang KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) oleh Pokja 1, lomba merangkai kap lampu dari lidi olej Pokja 2. Lomba menu B2SA (Beragam Bergisi Sehat dan Aman) oleh Pokja 3 dan lomba Perilaku hidup bersih dan sehat oleh pokja 4,” jelas istri dari Altje Singal-Polii.

Para peserta lomba dengan antusiasnya mengikuti berbagai kegiatan, sehingga suasana di kantor Pemkab Minut berlangsung meriah, di mana seluruh peserta yang mengikuti lomba dengan gigihnya menunjukkan kebolehan, kepintarannya dan ketrampilan masing-masing untuk dinilai juri. Selain perlombaan juga digelar pelatihan.

Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli SH sangat terkesan dan memberikan dorongan dengan kegiatan tersebut yang dilaksanakan.(sem/advetorial)

1451425_637353909653143_2106396670_n

 

Share

Iklan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Ucapan HUT Minut

iklan hut minut ke 10OKKKKK

Share

Bupati Hadiri Pagelaran Budaya Daerah Sulut di Poleko

FESTIVAL KLABATOKAirmadidi,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA menghadiri pagelaran budaya daerah Sulawesi Utara yang diadakan di Lapangan Poleko Airmadidi, Sabtu (16/11). Kegiatan Festival Klabat dan Pagelaran budaya daerah Sulut ini merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Bank Sulut dan Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Manado. Bupati pada kegiatan tersebut disambut oleh tarian kabasaran saat menghadiri pagelaran budaya.

Bupati pada kesempatan itu sangat mengapresiasi kegiatan Festival Klabat. “Sebagai kepala daerah saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena sebagai orang Minahasa Utara kita dapat terus meningkatkan kecintaan kita terhadap negeri kita, dengan membangun dan membesarkannya melalui upaya-upaya kita sekalian yaitu dengan mengangkat potensi-potensi daerah untuk dikembangkan menuju Minahasa Utara yang maju berdaya saing, namun tidak meninggalkan serta tidak melupakan akan budaya kita,” ungkap bupati.FESTIVAL KLABATOK2

Menurutnya hal ini juga merupakan suatu kebanggaan dari kita semua melalui teman-teman wartawan, mereka juga yang mengabadikan semua yang apa menjadi kebanggaan kita, memiliki potensi-potensi dalam mengembangkan kepariwisataan yang ada di Minut. “Kegiatan festival Klabat ini merupakan salah satu komitmen pemerintah Minahasa Utara dalam gerakan sentuh budaya, yang terus digalakkan dan melalui pelestarian dan pengembangan seni budaya Tonsea, yang merupakan aset wisata untuk lebih meningkatkan dan mengerakkan semangat kita semua. Maka sudah sewajarnya kita sebagai orang Tonsea menyambutnya dengan sukacita gembira,” terangnya.

Hal ini penting untuk menjadi perhatian kita, khususnya daerah yang kita cintai ini, apalagi dalam perkembangan zaman yang setiap waktu, setiap tahun ataupun setiap masa, makin memiliki tantangan berat terhadap budaya kita. Baik bahasa daerah yang makin berkurang, dimanfaatkan ataupun digunakan apalagi di kalangan generasi mudah, serta seni dan sejarah budaya kita yang mulai tidak dihiraukan ataupun digubris oleh penerus-penerus kita.

“Daerah keterbukaan dan kemajuan komunikasi dan informasi di samping berpengaruh positif dan juga harus diakui membawa dampak yang kurang menguntungkan, sehingga tidak saja mempengaruhi kehidupan orang dewasa tetapi juga kehidupan anak-anak, pemuda remaja selaku generasi penerus kita. Hal yang demikian dapat dilihat dengan adanya perilaku anak-anak remaja bahkan orang dewasa yang menyimpang dari aturan, nilai dan ajaran-ajaran agama serta budaya sebagai jati diri bangsa,” papar Sompie SIngal.

FESTIVAL KLABATOK3Bupati menambahkan melalui kegiatan Festival Klabat seperti ini, kita ingin lebih memasyarakatkan kegiatan yang mengangkat kembali nilai-nilai luhur dan budaya kita yang baik, agar semakin dikenal dilestarikan dan dicintai generasi muda sekarang ini serta masyarakat yang ada. Jika hal ini dapat diwujudkan saya yakin kita, dapat terus mewujudkan suasana aman, tentram dan damai, sehingga kita akan lebih ditenang dalam bekerja dan berusaha, dan daerah kita akan semakin dikenal, pariwisata kita akan semakin maju, serta semangat dalam melaksanakan pembangunan di negeri kita, khususnya kabupaten minahasa utara sehingga terwujud semua kebutuhan masyarakat yang teguh dengan semangat, maleo-leosan, matombo-tombolan, masawa-sawangan, magena-genangan.

“Selaku pemerintah dan masyarakat sangat mendukung akan kegiatan ini, dalam rangka juga untuk mewujudkan Minahasa Utara menjadi tujuan wisata 2015. Selain itu juga kita kembangkan budaya-budaya Tonsea dan budaya-budaya Minahasa yang sesungguhnya bagian dari keberadaan dan harkat kita di dalam masyarakat terhadap orang lain. Selain itu tentu begitu juga selaku pemerintah sangat mengapresiasi pada kita sekalian khususnya juga seluruh masyarakat yang sampai pada saat ini, masih ada kegiatan-kegiatan yang tertentu yang mengangkat harkat budaya kita sekalian karena budaya kita tidak dapat kita lihat di mana-mana, seperti di Manado, Jakarta, tetapi paling tidak, kita bisa lihat di daerah kita sendiri di Minahas Utara yang kita cintai ini,” jelas Bupati Minut.

Pada kesempatan itu juga selaku pemerintah kabupaten Minahasa Utara dan sebagai orang yang peduli dengan seni dan budaya Tonsea, bupati memberikan penghargaan kepada para penjaga lingkungan bersejarah di Minahasa Utara. Seperti penjara tua di Kema, gereja tua Malak, Waruga Kokoleh, taman purbakala waruga Sawangan dan Airmadidi.(sem/advetorial)

Share

Singal Teken MoU Pelestarian Adat dan Budaya Nusantara

1450084_10201768748079363_2097543298_nBandung,KLABATNEWS-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Drs Sompie S.F. Singal, MBA menghadiri acara Penandatanganan MoU Kesanggupan Berkelanjutan Pelestarian Adat dan Budaya Nusantara (PABN) 2013 antara Menteri Dalam Negeri RI dan Bupati Minahasa Utara bersama 8 Kabupaten/Kota  bertempat di Kantor Bupati Bandung, Kamis (14/11).

1460136_10201768746479323_1943501477_nAcara tersebut diikuti 17 Provinsi dan Minut satu-satunya daerah di Provinsi Sulut yang mendapat kehormatan sebagai daerah yang turut melestarikan adat dan budaya daerah salah satunya melalui program Sentuh Budaya, dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Bpk. Dedy Mizwar memberi ucapan selamat dan apresiasi kepada bupati minut atas program sentuh budayanya.(sem/*)1463952_10201768748679378_405390453_n

 

 

Share

Bupati Terima Penghargaan Kabupaten Sehat Tahun 2013

1456502_10200629151280868_2100109420_nJakarta,KLABATNEWS-Kabupaten Minahasa Utara kembali meraih Penghargaan sebagai Kabupaten Sehat  “Swasti Saba Wiwerda”  tahun 2013. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Minahasa Utara Drs Sompie S.F Singal MBA dari Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi pada acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Hotel Merlin Park Jakarta, Kamis 14 November 2013.

1451420_10200629158321044_384077077_nBupati Minut kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa penghargaan ini adalah penghargaan yang ketiga kalinya diterima Kabupaten Minahasa Utara sebagai Kabupaten Sehat.

“Ini adalah hasil kerja keras dan partisipasi masyarakat bersama dengan Pemerintah serta semua elemen terkait yang sudah membantu dalam membangun kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat, dan kita bersyukur tahun ini dapat menerima Penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba Wiwerda,” ungkap bupati.kabupaten sehat

Swasti Saba Wiwerda itu sendiri merupakan penghargaan pemerintah pusat kepada kabupaten/kota yang berhasil menjadi daerah yang bersih, nyaman, aman dan sehat. Dalam penilaian yang dilakukan dua tahun sekali ini pemerintah pusat mengkategorikan ke dalam tiga tingkatan yaitu Swasti Saba Padapa (pemantapan), Swasti Saba Wiwerda (pembinaan) dan Swasti Saba Wistara (pengembangan). Untuk mencapai kriteria tersebut, sembilan tatanan kabupaten/kota sehat telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yang dapat dipilih oleh kabupaten/kota berdasarkan kemampuan, sumber daya dan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakatnya.(sem/advetorial)

 

Share

Bupati Teken MoU Pengembangan ULP Percontohan

Bupati Teken MoU Pengembangan ULP & pengembangan 30 ULP percontohan dalam modernisasi pengadaanKABUPATEN Minahasa Utara (Minut) kembali mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat. Kali ini dalam hal pengadaan barang dan jasa. Unit Layanan Pengadaan (ULP) Minut menjadi percontohan dari 524 nominator ULP se-Indonesia. Kamis 14 November, di Hotel Peninsula Jakarta, Bupati Drs Sompie SF Singal MBA menandatangani MoU dengan 30 ULP terbaik se-Indonesia, dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Minut terpilih satu-satunya ULP di Provinsi Sulawesi Utara karena dinilai baik dalam pengadaan barang dan jasa. Selain itu, ULP Minut dinilai sebagai ULP yang akuntabel. Usai penandatangan MoU dilanjutkan dengan Lokakarya Peta Jalan dan Pengembangan ULP. Penandatanganan dilakukan di hadapan Kepala LKPP, Wakil Menteri(Wamen)  PU, Wamen Keuangan, Wamen Kesehatan, Kepala Bappenas, Duta Besar AS, dan lembaga kemitraan dari Amerika Serikat MCC.1468760_10200624968496301_1344944483_n

Lokakarya digelar atas kerja sama LKPP dengan Millenium Challenche Corporation (MCC) USA. Selanjutnya bertujuan meningkatkan profesi pengadaan secara akuntabel dan transparan. Selain itu, untuk membantu ULP percontohan untuk menjadi pelopor serta memperbaiki praktek jasa pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selanjutnya, untuk meningkatkan peran masyarakat, asosiasi pengusaha, dan media massa, sebagai bagian kontrol publik dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah.

Bupati dalam kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Daerah Drs Johannes Rumambi dan Kabag Pembangunan Ir Hilda Pontonuwu sebagai ketua ULP Minahasa Utara.

Menurut Bupati Drs Sompie SF Singal MBA, MoU ini mengandung arti, bahwa Minahasa Utara ikut diperhitungkan di tingkat nasional, karena kegiatan ULP dikerjakan dengan professional dan akuntabel. “Biarlah ini menjadi awal dari kemajuan dan pengadaan barang jasa dilakukan secara akuntabel dan kredibel. Marilah kita semua ikut mendukung kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi lebih baik,” ungkap Sompie Singal.

Ketua ULP Minut Ir Hilda Pontonuwu menambahkan, dengan penilaian positif ini, tentunya ULP Minut akan berusaha menjadi lebih baik.(sem/*)

 

Share