Saturday, 19 January 2019

Category: Iklan & Advertorial

Bupati Minut Vonnie Panambunan Buka Festival Budaya dan Pameran Pembangunan 

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Bupati Kabupaten Minahasa Utara membuka Festival Budaya dan Pembukaan Pameran Pembangunan dalam rangka HUT Minut ke-15, Senin (26/11) yang digelar di Lapangan depan RSUD Maria Walanda Maramis.

Pembukaan kegiatan ini diawali dengan ibadah syukur.

Kegiatan dilanjutkan parade seni dan budaya dengan penampilan kelompok tarian Tumatenden, Lili Royor Desa Paslaten, Lembean, Kaasar dan Desa Tumaluntung, atraksi Kolone senapan Brimob Polda Sulut binaan Kapolda Sulut Bambang Waskito, atraksi tarian dari Tim Kumantar dari Polda Sulut binaan Ibu Ruthy Bambang Waskito, grup tari cuci tangan dari perawat-perawat RSUD MW Maramis.

Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan dalam sambutannya mengatakan belum terlambat untuk mengucapkan selamat hari jadi kabupaten Minut yang ke-15.

“Bagi kita semua semoga Minut diberkati Tuhan, kabupaten Minahasa Utara banyak potensi di bidang seni tari dan budaya yang menjadi modal dan daya tarik wisatawan lokal maupun manca negara. Potensi kekayaan wisata alam indah dan mempesona yang membentang di Minut memang perlu didukung dengan seni dan tari di daerah sebagai pelengkap keindahan. Parade ini akan membuktikan bahwa Minut merupakan daerah lumbung seni dan budaya yang menjadi kebanggaan Minut,” kata bupati.

Parade budaya dan pembukaan pameran pembangunan lanjut bupati merupakan suatu rangkaian acara promosi pembangunan serta pencapaian kabupaten Minut yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan.

“Pameran pembangunan adalah sarana promosi kemajuan pembangunan Minut dan biarlah pameran yang menampilkan capaian prestasi serta kebanggaan Minut tetap dipertahankan, dipelihara dan selanjutnya mencapai hasil paripurna. Marilah kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan sampai pameran ini selesai, jagalah persatuan dan kesatuan sesama warga Minut,” harap bupati.

Tampak hadir Ibu Kapolda Sulut Ruthi Bambang Waskito, Kapolres Minut, Kajari Minut Rustiningsih, Sekda Ir Jemmy Kuhu dan seluruh perangkat daerah serta ASN Minut.(sem)

Dirgahayu Kabupaten Minahasa Utara Ke-15

Dalam upaya menggapai Visi Pembangun Minahasa Utara yakni, “Minahasa Utara menjadi kabupaten agribisnis, industri dan pariwisata secara terpadu serta berkelanjutan di tahun 2021”, banyak yang telah dikerjakan bersama, dimana hasilnya telah nampak pada berbagai lini sektor pembangunan, antara lain;
 Angka kemiskinan 7,90 % tahun 2016, dan turun menjadi 7,46 %di tahun 2017.
 Bidang pendidikan bila didasarkan pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2016; 71,59 %, meningkat di tahun 2017 menjadi 72,20 %;
 Bidang Kesehatan; Angka Harapan Hidup tahun 2016 berada pada angka 70,82 %, meningkat menjadi 70,82 % di tahun 2017, dan presentase balita gizi buruk yang terus menurun hingga 0,009 persen.
 Produksi padi tahun 2016; 50.625 ton dan tahun 2017 meningkat menjadi 92.840 ton (naik 83,3 %). Produksi jagung meningkat drastis dari tahun 2016 yang hanya 96.146 ton, menjadi 335.739 ton di tahun 2017 atau naik 249,20 %, serta, produksi daging sapi yang meningkat 2,52 %. Peningkatan produksi ini tidak lepas dari dukungan anggaran belanja langsung tahun 2017 – 2018 di sektor pertanian yang berjumlah Rp.21.133.579.878.
 Kunjungan wisatawan ke Minahasa Utara menunjukkan peningkatan drastis. Tahun 2016 yang hanya 29.707 orang, meningkat drastis menjadi 46.769 orang di tahun 2017, dan sampai triwulan ketiga tahun 2018 telah mencapai angka 47.212 orang. Peningkatan kunjungan wisatawan ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Ibu Vonnie A. Panambunan menggapai visi dan salah satu misi yakni meningkatkan daya tarik pariwisata. Tahun 2017 – 2018 alokasi belanja langsung untuk mendukung sektor pariwisata sebesar Rp.37.229.480.000. Peningkatan kunjungan wisatawan ini juga tidak lepas dari peran strategis “sang pembuka gerbang” Bapak Olly Dondokambey, SE (Gubernur Sulawesi Utara) yang telah melakukan terobosan-terobosan besar membangun pariwisata Sulawesi Utara.
 Peningkatan produksi pertanian dan prospek pariwisata yang sangat menjanjikan telah membuka jalan bagi sektor industri untuk terus mengalami peningkatan. Hal ini didukung oleh alokasi belanja tahun 2017 – 2018 untuk sektor industri sebesar Rp.17.834.858,780.
 Porsi belanja infrastruktur umum pendukung sektor agribisnis, industri dan pariwisata tahun 2017 – 2018 berjumlah 172.787.101.453

Kerja keras dan kerja bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah menorehkan berbagai prestasi yang patut dibanggakan, yakni;
 Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, untuk pengelolaan keuangan tahun 2015, tahun 2016, tahun 2017;
 Anugerah Kabupaten Sehat tahun 2018;

 Terbaik pertama tingkat propinsi, dan terbaik ke 2 tingkat nasional, lomba tanaman obat dan keluarga;
 Predikat B evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah oleh kemendagri;
 Predikat B SAKIP oleh Kemenpan – RB;
 Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai Kabupaten Layak Anak;
 JKN – KIS Award 2018 dari Presiden Republik Indonesia;
 Piagam penghargaan INAGARA dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia untuk komitmen dan upaya Minahasa Utara dalam inovasi pelayanan publik;
 Piagam WTP dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas LKPD TA. 2017;
 Penghargaan dari Menteri Kesehatan RI atas pencapaian 95 % imunisasi MR;
 Dokter Teladan Tingkat Nasional a.n. dr. Shinta Toar, MM;

Perhatian dan dukungan Presiden RI Bpk. Ir. Joko Widodo, dan Gubernur Sulawesi Utara Bpk. Olly Dondokambey, SE, terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Minahasa Utara, diantaranya;
 Pembangunan Jalan Tol Manado – Minut – Bitung;
 Pembangunan Waduk Kuwil
 Wilayah Likupang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata;
 Pelebaran jalan akses pariwisata, jalan Bandara Sam Ratulangi – Likupang;

BUPATI MINAHASA UTARA, VONNIE ANNEKE PANAMBUNAN;

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-15 Kabupaten Minahasa Utara, terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Minahasa Utara atas segala dukungan, totalitas, kerja keras, dalam satu sinergi mendukung pembangunan Minahasa Utara.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati dan menyertai perjalanan dan perjuangan kita membangun Minahasa Utara yang kita cintai.

DIRGAHAYU KABUPATEN MINAHASA UTARA…!!!!!“

Pemkab Minut Raih WTP

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan ( DJPB) Provinsi Sulawesi Utara Muhdi SE, SIP, MIS, PhD menyerahkan piagam penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Bupati Kabupaten Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan STh, di kantor SMPN 1 Airmadidi, Kamis (14/11) sekaligus perkenalan kepada kantor wilayah DJPB Sulut.

Kepala Kantor Wilayah DJPB Sulut Muhdi SE, SIP, MIS, PhD dalam sambutannya mengatakan mewakili pemerintah pusat dalam hal ini Kementeriaan Keuangan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemkab Minut Bupati Vonnie Panambunan dan jajaran atas diraihnya 3 kali berturut-turut pencaoaian WTP di dalam LKP Pemerintah Daerah 201.

“Harapannya ini bisa dipertahankan pada tahun ini, ditingkatkan dan tahun-tahun mendatang, sehingga tata kelola reportingnya akan semakin baik. Reporting yang baik tadi seharusnya ditunjukkan tata kelolah dari jajaran pemerintahan ibu Vonnie, ini sudah mematuhi peraturan UU yang ada. Kalau Pemkab Minut dapat 5 kali berturut maka hal itu yang spesial dan akan diserahkan oleh ibu Menteri,” kata Muhdi.

Pada kesempatan itu juga Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan dalam sambutannya berterima kasih kepada Kementerian Keuangan RI karena telah menyerahkan penghargaan WTP kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa dalam hidup saya, karena dengan keberhasilan saya memimpin Minut hampir 3 tahun ini dan bisa meraih WTP adalah anugerah Tuhan dan harapan saya di 2018 bisa meraih WTP yang keempat,” kata bupati kepada sejumlah media.

Hadir dalam acara penyerahan piagam WTP sekaligus perkenalan kepala kantor DJPB Sulut, para Asisten dan kepala-kepala SKPD.(sem)

Bupati VAP Serahkan Bantuan Alsintan pada Kelompok Tani Minut

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan (VAP) menyerahkan bantuan Alsinta
alat mesin pertanian kepada kelompok-kelompok tani yang ada di Minut, diserahkan di lapangan depan RSUD MW Maramis, Rabu 14 November 2018.

Bupati Minut Vonnie Panambunan STh dalam sambutannya mengatakan bahwa inilah hasil dari lobi Pemkab Minut, tapi semuanya ini juga karena Tuhan pe sayang, dan menurut bupati bantuan alat-alat ini akan ditambah Kementerian Pertanian.

“Alat bantuan jangan jadi milik sendiri karena ini ada pendampingan dari kejaksaan dan pihak kepolisian. Alat ini nantinya dipakai yang benar dan semoga bermanfaat buat petani yang ada di Minahasa Utara,” kata Panambunan.

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Minut Ir Wangke Karundeng dalam laporannya mengatakan pelaksanaan program bantuan Alsintan ini dari Kementerian Pertanian khususnya peralatan pra panen di mana untuk tahun 2018 kabupaten Minut mendapat alokasi, 1. traktor 4 bola 10 unit, 2. Traktor 2 bola 20 unit, 3. Kultivator 25 unit.

“Bantuan ini merupakan upaya keras dari bupati Minut ke pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian. Pendayagunaan Alsintan melalui brigade alsintan dikelolah pemkab Minut dalam hal ini Dinas Pertanian. Pengelolaan brigade alsintan dilaksanakan untuk memberikan layanan kepada masyarakat atau petani yang membutuhkan dengan sistem pinjam pakai, di mana segala bentuk pembiayaan dalam rangka pelayanan brigade alsintan ditanggung oleh pengguna jasa, meliputi bahan bakar, operator, mobilisasi serta perawatan dan pemeliharaan alsintan tersebut,” urai Karundeng.

Tampak hadir para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat-camat, kelompok-kelompok tani, tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama.(sem)

Bupati Vonnie Panambunan Buka Rakor BKSAUA se-Minut

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Bupati Kabupaten Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan didampingi Sekda Minut Ir Jemmi Kuhu membuka rapat koordinasi (rakor) Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan FKUB Minut yang dilaksanakan di Atrium kantor Pemkab Minut, Senin 5 November 2018.

Ketua BKSAUA Minut Pdt Sem Kindangen STh

Bupati saat membuka kegiatan itu berjanji akan menaikkan insentif bagi anggota BKSAUA agar kinerja mereka bisa meningkat lagi, karena mereka garda terdepan di Minahasa Utara untuk mempersatukan agama satu dengan agama yang lain, agar tidak ada pengacau dan kondusif di Minut.

“Jadi saya mengimbau bagi seluruh BKSAUA ini memang harus ada persatuan yang bagus, jadi tidak ada yang memecah belah daerah Minut. Dan saya mengimbau kepada tokoh-tokoh agama agar kita semua harus saling hormat-menghormati. Saya berencana di kompleks kantor bupati akan membuat satu tempat ada gereja-gereja, mushola, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Agar tidak ada iri dan dengki,” kata bupati.

Bupati percaya Tuhan akan selalu menolong Minahasa Utara, ada kedamaian, persatuan. Bupati juga mengimbau agar BKSAUA membantu bupati dalam hal bidang keamanan bagi anak-anak, pemuda dan remaja agar tidak terlibat dalam narkoba, miras.

“Karena Minut harus ada lulusan-lulusan terbaik. Dan tugas dari BKSAUA agar bisa mendidik dan membina para anak-anak, remaja dan pemuda agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik,” jelas Bupati Vonnie Panambunan.

Sebelumnya Kabag Kesra Minut Patricia Anis dalam laporannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan rapat koordinasi ini memantapkan peran BKSAUA dalam penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Minut, membahas dan mensinkron program dan rencana kerja BKSAUA dengan Pemkab Minut.

“Membangun sinergitas program pemerintah daerah dengan para hamba Tuhan yang tergabung dalam BKSAUA dalam rangka menumbuhkan solidaritas kebersamaan dan terciptanya suasana yang damai dan kondusif umat beragama,” tutur Anis.

Sementara itu Ketua BKSAUA Minut Pdt Sem Kindangen STh   mengatakan BKSAUA harus terus menopang dalam pelaksanaan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat dan ada segala sesuatu bersama dengan hukumtua, lurah atau kecamatan dalam berbagai kegiatan selalu ada kerja sama yang baik.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah untuk dapat memberikan tambahan anggaran untuk kita dalam pelaksanaan dari pada sosialisasi berbagai kegiatan, apalagi yang diusulkan bupati untuk tahun depan ada PR kita untuk BKSAUA dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam melaksanakan dalam beberapa program untuk pembentukan karakter anak-anak kita mulai remaja dan pemuda,” kata Kindangen.

Tampak hadir Kakan Kemenag Minut Pdt Anneke M Purukan SPAK MSi, Ketua BKSAUA Minut Pdt Sem Kindangen STh, Kabag Kesra Minut Patricia Anis, pengurus BKSAUA Kabupaten dan kecamatan.(sem)

Sekda Minut Launching 59 Inovasi Pemkab Minut tahun 2018

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia menggelar Launching Inovasi Pemkab Minut tahun 2018 “Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah (Program Prioritas Nasional 2018)” yang dihadiri Kepala PKP2A II LAN Makassar DR Andi Taufik MSi, didampingi Sekda Minut Ir Jemmy H Kuhu dan Kepala Bapelitbang Minut Arnolus D Wolajan SSTP MM, Senin (11/10) di ruang pertemuan kantor Bapelitbang.

DR Andi Taufik MSi dalam sambutannya mengatakan kegiatan hari ini merupakan launching merupakan kegiatan-kegiatan sebelumnya di mana diketahui Kepala Lembaga Administrasi Negara bersama bupati Minut itu telah menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan kerja sama yang pada saat itu dilakukan pada 25 April 2018 lalu itu ada komitmen.

“Sekarang ini di Pemkab Minut sudah ada 59 inovasi yang dilaunching, semoga untuk ke depan kita bisa menargetkan 60-70 inovasi,” kata Taufik.

Sementara itu Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu dalam sambutannya mengatakan Pemkab Minut dipilih menjadi salah satu kabupaten untuk akselerasi inovasi tata kelolah pemerintah guna meningkatkan daya saing daerah.

“Ini semua semata-mata untuk peningkatan kinerja dan layanan kepada publik kepada masyarakat karena ketika birokrasinya jalan maka secara otomatis pelayanan pada masyarakat akan maksima,” ujar Sekda.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kinerja inovasi antara Pemkab Minut dengan kepala SKPD yang diwakili oleh 5 SKPD.

Tampak hadir seluruh kepala-kepala perangkat daerah.(sem/adv)

Kementerian PPPA RI Gelar Sosialisasi Upaya Perlindungan Lansia yang Responsif Gender di Kabupaten Minut

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan lansia yang responsif gender “Menuju Lansia Sehat dan Tangguh” yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Utara, bertempat di lapangan depan RSUD Maria W Maramis, Sabtu (6/10).

Kegiatan ini dihadiri Menteri P3A RI Prof DR Yohana Yembise didampingi bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan STh dan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof DR Vennetia R Danes, Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu dan jajaran Pemkab Minut, BPMS GMIM, Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, , Kadis PPPA Minut, Ketua Kelompok Fungsional Lansia, para komisi Lansia se-Rayon Minut.

Pada kesempatan itu bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan mengawali sambutan dengan bersyukur berterima kasih kepada Tuhan pada hari itu berulang tahun ke-57 dan bisa berkumpul dengan para lansia. “Saya bersyukur di ulang tahun ke-57 bisa baku dapa deng lansia dan teristimewa ibu Menteri bisa datang di Minut untuk menggelar kegiatan sosialisasi. Torang berdoa supaya ibu Yembise menjadi menteri ulang. Hari ini ada sosialisasi untuk lansia, semoga lansia selalu sehat dan tangguh jang loyo-loyo dan semoga lansia selalu takut akan Tuhan,” ucap bupati.

Sementara itu mewakili Gubernur Sulut, Kadis Kesehatan Sulut Dr Debby Kalalo MSc Ph dalam sambutannya menyambut gembira dan merespon positif kegiatan sosialisasi, karena dengan sarat kebersamaan dan pemberdayaan para lansia. “Kita pahami bersama bahwa masa lansia bukan masa seseorang harus tergantung menjadi beban, akan tetapi masa lansia dapat diupayakan menjadi masa yang menyenangkan, produktif dan energik tanpa harus merasa tua dan tidak berdaya,” kata Kalalo saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Pada kesempatan itu juga Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, lansia belum diberi prioritas dan diberdayakan secara optimal di Indonesia. “Kebanyakan waktu lansia di Indonesia dihabiskan untuk menjaga cucu-cucu. Padahal mereka harusnya menikmati masa-masa kebahagiaan mereka dan bukan berarti berhenti produktif. Di banyak negara maju, lansia sangat diperhatikan. Mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan. Model pemberdayaan ini yang harus kita adopsi bagi para lansia,” ujar Yohana dalam acara Sosialisasi itu.

Lansia perempuan merupakan kelompok yang berpotensi tinggi mangalami diskriminasi ganda karena statusnya sebagai perempuan dan sebagai kelompok lanjut usia. Selain itu, belum ada model lanjut usia yang responsif gender di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus berupaya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi agar lansia terlindungi hak – haknya.

“Menjadi catatan penting bagi kita, yakni bagaimana dari sekarang, kita harus memperhatikan lansia. Harapan kami, model yang ada nantinya dapat digunakan pemerintah dalam membuat kebijakan. Upaya ini sekaligus menunjukkan kesungguhan Negara Indonesia untuk menghormati, melindungi, memenuhi, dan memajukan hak-hak perempuan lansia, serta berusaha memenuhi kesejahteraan mereka,” kata Yohana.

Yohana juga menambahkan jika intervensi kebijakan perlindungan lansia perlu dilakukan sejak dini, terlebih jumlah lansia diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2035 menjadi 15,77% atau 48 juta jiwa. Hal ini dimaksudkan agar meminimalisasi lonjakan jumlah lansia yang tidak produktif di masa yang akan datang.

Menurut Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof DR Vennetia R Danes, kebijakan perlindungan lansia merupakan salah satu prioritas agar tingkat kesejahteraan penduduk lansia, termasuk perempuan lansia dapat ditingkatkan. Melindungi lansia dari segala bentuk eksploitasi, kekerasan, dan perlakuan buruk, baik di dalam maupun di luar rumah, dengan memberi perhatian khusus kepada perempuan lansia.

Usai sambutan Menteri, bupati, sekda dan kepala dinas memberikan bingkisan kepada para lansia.(sem/adv)