Thursday, 19 September 2019

Category: Uncategorized

Sekda Kuhu Pimpin Apel Korpri Pemkab Minut

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-SEKRETARIS Daerah (Sekda) Ir Jemmy H. Kuhu, MA memimpin apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Kamis 17  Januari 2019 di Pendopo kantor bupati.

Dalam sambutannya Kuhu mengatakan, apel Korpri  wajib diikuti oleh ASN  sebagai bentuk loyalitas dan disiplin abdi negara dan abdi masyarakat. “Apel sebagai bentuk koordinasi, dan konsolidasi organisasi pemerintahan Minahasa Utara,” kata Kuhu.

Dalam apel, ASN mengucapkan Panca Prasetya Korpri dqn menyanyikan Mars Korpri. Kuhu melanjutkan, ASN diharapkan meningkatkan profesioanalisme dan kedispilinan dalam tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan, Camat dan Hukum Tua tetap meningkatkan  kesiagaan sehubungan dengan situasi alam dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Administrasi keuangan segera dirampungkan sehingga anggaran sudah bisa dilaksanakan sesuai aturan yang ada,”tambah Kuhu.

2019 tambah Kuhu, kinerja harus lebih baik dan hasilnya bisa dirasakan masyarakan Minahasa Utara.(*)



 

Share

Indahnya Alam Minahasa Utara dari Bukit Waleposan Desa Lembean, Kec. Kauditan

WISATA ALAM 2

NONGKRONG CANTIK

UJI ADRENALIN 1

Share

Warga Minut Diminta Waspadai Banjir dan Longsor

WAKIL BUPATI JOPPI LENGKONG OKAirmadidi,KLABATNEWSOK.com-Wakil Bupati Minahasa Utara Ir Joppi Lengkong mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dengan cuaca sekarang ini mengingat hujan terus mengguyur daerah Minut yang bisa mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Minut pada sejumlah wartawan, Selasa 17 Mei 2016 di ruang kerjanya.

“Menurut informasi dari BMKG, curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini akibat dari fenomena La Nina dan musim panca roba. “Sebagai pemerintah daerah kami harapkan warga masyarakat terlebih yang ada di daerah pinggir sungai dan daerah rawan longsor agar lebih waspada. Apalagi dengan habisnya pohon-pohon di Gunung Klabat akibat kemarau yang melanda Minut waktu lalu sehingga terjadinya kebakaran di Hutan Gunung Klabat dan hal ini dikhawatirkan bisa terjadi banjir bandang,” kata Lengkong.

Wakil Bupati meminta warga masyarakat yang menetap di daerah perbukitan seperti di Desa Sawangan dan Tanggari untuk waspada guna mengantisipasi terjadinya longsor yang umumnya terjadi kala curah hujan tinggi. Dan juga kepada masyarakat yang berprofesi nelayan. “Jika cuaca kurang bersahabat sebaiknya jangan melaut dulu,” tutur Lengkong.

Sampah juga bisa menjadi salah satu terjadinya banjir untuk itu Wakil Bupati Joppi Lengkong meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan  karena bisa mengakibatkan terjadinya penyumbatan di selokan-selokan dan tempat aliran air. “Kita bisa drainase-drainase yang ada di Airmadidi ukuran-ukurannya kecil untuk sebuah ibukota kabupaten. Untuk itu drainase-drainase yang ada di Airmadidi harus dibenahi karena dengan curah hujan tinggi dan volume air meningkat maka air mudah meluap,” jelas Lengkong.(sem)

Share

Pinkan Pusat Berguru Kolintang di Minut

AddTextToPhoto(17-5-2016-8-30-40)

Dimembe, KLABATNEWSOK.com– Persatuan Insan Kolintang (Pinkan) Pusat bersama Persatuan Ibu-Ibu Angkatan Laut Jalasenastri Armada Timur berkunjung dan berguru kolintang di Desa Dimembe, Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, Senin (16/5).AddTextToPhoto(17-5-2016-8-33-42)

Di bawah pimpinan Ketua Jalasenastri Ina Darwanto, didampingi Sekjen Pinkan Pusat Juli Widiastuti Santoso, disambut hangat Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan dan Kadisbudpar Minut Dra Femmy AM Pangkerego MPd ME juga sebagai Ketua Pinkan Minut.

Dikatakan Ina Darwanto, dirinya bersama grup Kolintang Jala Nada dari Jalasenastri TNI AL, datang ke Minut karena di Minut adalah tempat asal mula kolintang berada. “Selain untuk menunjang Kolintang menuju UNESCO, ini juga hadiah untuk ibu-ibu Jala Nada yang memenangkan lomba Kolintang Nasional piala ibu Negara di Surabaya beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Vonnie Anneke Panambunan mengungkapkan sangat mengapresiasi kedatangan ibu-ibu Jalasenastri untuk berguru di Minut.

“Semoga ke depan Kolintang di Minut akan lebih berkembang dan kebudayaan ini semakin maju,” tutup Bupati.(sem)

Share

Bupati Minut Buka Lokakarya FP4I

IMG-20160516-WA0001

Airmadidi,KLABATNEWSOK.com-
Bupati Kabupaten Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan membuka acara Lokakarya Forum Perempuan Pelaksana Pengadaan Pemerintah Indonesia (FP4I) bertempat di aula Bappelitbang, Senin (16/05).

Bupati dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara yang memilih Kabupaten Minut sebagai lokasi lokakarya pertama FP4I.
“Pemkab Minut banyak kepala-kepala SKPD kaum perempuan. “Perempuan jangan kalah dari laki-laki. Saat ini di pemkab Minut ada sekitar 14 perempuan yang menjadi kepala SKPD dan kepala bagian. Saya bangga sekali kalau perempuan Indonesia bisa maju dan sukses,” kata bupati yang didampingi Wabup Ir. Joppi Lengkong, Sekda Ir. Sandra Moniaga MSi, Asisten II Marthino Dengah SH dan Kabag Pembangunan Ir. Hilda Pontonuwu.
Dwi Rahayu Juliawati selaku director social and gender assesment dari Millenium Challege Account (MCA) menjelaskan MCA-Indonesia yang dibentuk pemerintah Indonesia merupakan lembaga wali amanat pengelola hibah Compact. Dimana hibah Compact berasal dari pemerintah Amerika. “MCA-Indonesia yang menginisiator FP41. Kami ingin mengintegrasikan subgender lewat penguatan kapasitas perempuan sebagai handler dan pelaksana pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil observasi, unit layanan pengadaan (ULP) yang dikepalai perempuan memiliki performa yang lebih baik.

“Ketika kita berdayakan perempuan sebagai pelaksana pengadaan barang dan jasa maka akan memperkuat ULP itu sendiri,” paparnya.

Sementara ketua FP4I Reni Rosyida kepada komentar mengungkapkan misi FP4I ialah mengoptimalkan akses, partisipasi, dan kontribusi perempuan dalam pelayanan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara profesional.

“Kami berharap ada dukungan bagi kesetaraan gender dalam pengadaan barang dan jasa daerah,” ujar kepala ULP Sukabumi ini.(sem)

Share

Paus Terbitkan Panduan Keluarga “Sukacita dalam Cinta”

2016-04-08-22-40-39-792897244VATIKAN, KOMPAS.com – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, Jumat (8/4/2016), merilis panduan baru dalam rupa dokumen tentang kehidupan keluarga. Gereja diminta lebih memahami kenyataan modern.

Surat apostolik bertajuk Amor Laetitia atau “Sukacita dalam Cinta” akan diumumkan di Vatikan oleh Kardinal Christoph Schoenborn, Uskup Agung Wina yang selama ini dipandang sebagai tokoh modern karena dirinya sendiri anak dari orangtua yang bercerai.

Panduan ini akan disalurkan pada keuskupan di seluruh dunia, dengan para uskup lokal akan mendapat panduan soal bagaimana menjelaskan perubahan yang mungkin terjadi pada setiap jemaatnya.

Dokumen itu didasarkan pada dua Sinode yang membahas isu tersebut dan sudah ditunggu-ditunggu dengan penuh semangat oleh sekitar 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Dokumen setelah 200 halaman itu tidak mengubah doktrin Gereja Katolik. Namun, membuka jalan bagi para uskup di masing-masing negara agar menafsirkan doktrin sesuai dengan budaya mereka.

Menurut Vatikan, dokumen juga memuat pandangan-pandangan Paus tentang kehidupan keluarga, perkawinan, kontrasepsi, dan cara membesarkan anak.

Arahan baru ini merupakan puncak dari kerja tiga tahun Paus, yang mengirim daftar pertanyaan kepada keluarga di seluruh dunia tentang harapan dan kekhawatiran mereka.

Paus kemudian memanggil semua uskup dan kardinal dalam dua Sinode di Roma, yang diarahkan untuk mendorong mereka berdebat. Bahkan jika tidak sependapat sekalipun tentang isu-isu yang memecah belah gereja di beberapa negara.

Masalah yang masih tetap menjadi perdebatan besar adalah menawarkan komuni kepada pasangan yang bercerai maupun pasangan yang menikah kedua kali.

Juga soal kontrsepsi dan perlakuan atas umat Katolik yang homoseksual, transgender, lesbian, dan sejenisnya.

Penganut Katolik radikal berharap akan ada perubahan dengan kembali pada doktrin lama.

Di sisi lain, panduan itu mungkin merefleksikan kecenderungan posisi dan pandangan Paus yang tengah menjabat. Ia kemungkinan berusaha membuat Gereja Katolik Roma lebih pemaaf dan tidak terlalu menghakimi penganutnya yang berada dalam situasi tidak wajar.

November lalu, dalam sebuah audiensi umum di Lapangan Santo Petrus, Fransiskus melanjutkan katekese tentang keluarga yang berfokus pada pentingnya kebersamaan.

Duduk makan malam bersama keluarga, makan bersama dan berbagi pengalaman hari, adalah gambaran dasar kebersamaan dan solidaritas. Karena Yesus memberi kepada kita Ekaristi sebagai makanan, maka ada hubungan erat antara keluarga dan Misa, kata Paus.

Menurut Paus, keluarga yang hampir tidak pernah makan bersama atau ketika makan bersama malah menonton televisi atau asyik dengan smartphone benar-benar bukan sebuah keluarga.

Ketika anak-anak di meja yang masih asyik dengan komputer, atau telepon, dan tidak saling mendengarkan, ini bukan keluarga, tegas Paus, itu hotel.

Dalam audiensi itu Paus berseru kepada keluarga-keluarga untuk saling berbicara dan saling mendengarkan. Hendaknya tidak diam di meja makan, kata Paus saat itu. (Kompas.com)

Share

Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Minahasa Utara Mengucapkan Selamat Pesta Paskah 2016

ucapan paskah

Share